Suka Duka Menyelenggarakan Kuiz Sosial Media

Suka Duka Penyelenggara Give Away

Bukan sudah merasa kaya kalau minggu lalu nyoba menjadi sponsor dalam kuiz kecil-kecilan yang diselenggarakan di jejaring sosial dunia maya Twitter. Kebetulan saja ada kesempatan, jadi tidak ada salahnya ikut meramaikan teman-teman pemburu kuiz yang sekaligus menjadi pengalaman baru buat saya.

Namanya juga kuiz, pertanyaan mudah dan gampang tapi cukup membawa perubahan baik kepada pengikut dan pembaca. Maksud pembawa perubahan ini ya dengan mengajukan pertanyaan yang mudah namun cukup akan memberikan jawaban yang beragam. Secara tidak langsung penserta dan pembaca akan mendapatkan pemahaman baru, informasi baru dari jawaban-jawaban yang masuk.

Memang tidak mencapai pencapaian sebesar yang diharapkan. Baik dilihat dari jumlah peserta, antusias teman-teman dunia maya yang sudah saling follow atau menjadi kontak, maupun dari kualitas jawaban yang diberikan. Namun ini bukan sebuah akhir. Ini justru awal saya mengetahui bagaimana dunia permainan ini yang sesungguhnya.

Beberapa hari menjadi bagian dari ajang kuiz itu sendiri ternyata tidak repot, kok! Maklumlah skalanya juga masih kecil, hehe… Memantau jalannya kuiz masih bisa disambi mengerjakan pekerjaan ibu rumah tangga dan mengurus anak. Pun saat cuaca buruk, hujan berhari-hari turun, membuat sampah di sungai samping rumah meluapkan sampah-sampah yang dibawanya.

Jadi, jadi penyelenggaraa kuiz itu masih bisa dilakukan tanpa harus mengganggu aktivitas utama sehari-hari kita. Gitu maksudnya.

Senang saat kuiz berakhir dan menerima banyak masukan dari jawaban peserta. Kalau dikelola dengan baik, semua jawaban itu bisa diramu menjadi tulisan lain yang pasti lebih manfaat lho! Atau bisa menimbulkan ide baru, terkait jawaban, proses dan kegiatan ngeblog pribadi yang terinspirasi dari para peserta kuiz.

Senang pula saat teman menjadi bertambah banyak. Ya walau tidak membludak, tapi setidaknya dengan mengubah angka dari puluhan menjadi ratusan sudah menandakan kalau silaturahmi kita sedikit bertambah ada peningkatan. Dari pertemanan baru itu memunculkan banyak kisah dan informasi yang sebelumnya tidak terduga akan didapat.

Senang saat hape yang biasanya tidur alias minim notifikasi, tiba-tiba jadi ramai karena banyak yang mention, banyak yang follow dan interaksi seputar penyelenggaraan kuiz. Hihi… berasa jadi orang sibuk gitu?

Tiba saat harus menentukan pilihan siapa yang berhak mendapatkan hadiah kuiz kecil-kecilan ini saya tidak merasa bingung lagi karena sebelumnya memang sudah mengajak suami dan beberapa orang lain untuk ikut menentukan mana pemenang yang bagus dari yang bagus.

Dan kegembiraan bisa berbagi walau dalam skala kecil itu tercipta sudah manakala mendapat sambutan baik dari para pemenang kuiz. Membayangkan girang serta surprisenya serasa saya sendiri yang mengalami. Senang dan bahagia, pasti.

Habis senang terbitlah susah. Setelah suka kini giliran bercerita tentang dukanya saat menyelenggarakan kuiz ini. Sebetulnya bukan masalah duka kali ya, tapi terlebih karena kesalahan teknis atau karena gangguan aja. Atau karena semacam perasaan kesal yang lumrah manakala berharap menang tiba-tiba gagal. Jadi kecewa.

Ada tiga hal yang menurut saya harus direvisi mentalnya dalam penyelenggaraan kuiz. Hihi… bahasanya tinggi banget ya. Maksudnya ya kalau bisa mari kita sama-sama perbaiki sifat yang kurang baik ini. Ganti sifat tidak peduli dengan sifat mau sedikit peduli.

Pertama soal peserta kuiz. Saya lihat yang ikut kuiz ecek-ecek semacam yang saya adakan mah pesertanya juga “hanya” pemburu kuiz yang ngasih jawaban juga gak totalitas dan tidak kredibel. Maaf, bukan meremehkan peserta yang sudah ya. Tapi bagi sebagian besar teman-teman yang sudah kelas atas, buktinya tidak ada yang iseng ikut meramaikan dan berpartisipasi.

Sepertinya selain kesibuka hal lain yang lebih penting juga memilih hal lain yang hadiahnya lebih gede 😉 Ya, enggak gitu juga. Mungkin saja mereka tidak tahu akan adanya kuiz ini, mungkin saja mereka justru turut berpartisipasi dengan cara mendoakan dari jauh. Bisa saja kan ya? 😉

Kedukaan kedua adalah kembali dari para peserta. Iseng saya mencatat berapa peserta, berapa follower baru dan siapa-siapa saja yang memention. Rajin amat sih, Mak! Ya karena saya dari awal sudah mau membuat riset tentang hal ini. (Hihi…riset opo pula…)

Dan fakta membuktikan sebelum pemenang disampaikan dan setelah pemenang diumumkan jelas ada perubahan terkait peserta yang jadi follower saya. Tidak banyak sih, hanya intinya ini mental yang harus direvisi itu. Kalau kalah dalam suatu ajang, tidak perlu morang-maring atau kesel sendiri. Giliran mau ikut acaranya langsung follow. Pas ketahuan tidak termasuk pemenang, kesel, akhirnya diunfollow lagi. Atuh pabalik letah eta kitu mah 😀

Permasalahan duka yang ketiga ada pada pengiriman hadiah kuiz berupa pulsa. Maklum di kampung, sinyal buruk, banyak gangguan dll. Akhirnya pengiriman pulsa kepada pemenang banyak terganggu. Ada yang belum sampai-sampai dan dikira saya tidak kirim, ada yang terkirim tapi berkurang sehingga saya harus menambahkan lagi nominal pulsa supaya pas sesuai ketentuan. Sejauh ini permasalahan hadiah pulsa masih bisa dibicarakan. Mungkin karena pengertian dari penerima pulsa itu sendiri. Tahu sendiri provider di kampung dengan cuaca buruk banyak sekali kendalanya. Dengan komunikasi dan permintaan maaf karena ini murni gangguan teknis, saya kira tidak akan jadi masalah.

Oke, baiklah itu saja. Pengalaman yang saya dapat mungkin bisa jadi masukan buat teman-teman yang akan menyelenggarakan semacam kuiz, give away, atau mungkin tingkatan yang lebih tinggi seperti lomba. Yah sekiranya dapat membantu, semoga bermanfaat.

Comments

  1. Kebetulan dulu saya pernah kerja di agensi digital teh, ngadain kuis skala kecil dari yang hadiahnya cuma pulsa sampe yang besar hadiah juta2 itu gampang-gampang susah. Harus sabar, hihihi. Belum lagi kalau ada beberapa peserta yang merasa pemenang kurang layak terus jadi provokatif gitu ke peserta yang lain, klo yang unfollow mah cuekin aja teh. Teteh catet aja namanya nanti pas ada kuis selanjutnya diblacklist hihihi *ketawajahat*

    Saya ngga ikutan kuis teteh, udah jarang buka twitter. Tapi saya udah follow teteh koo, hehe. Kalo ada kuis lagi, kasih tau saya ya teh 😀

    • Teh Amy… apa kabar?
      makasih udah mampir…
      jaga kesehatan dan si kecil ya 😉 nanti ketemu Fahmi bisa main bareng dedek kecilnya 😉

  2. aku kmren sempet lihat kuisnya mak okti, pgn ikut, tp gk punya instagram

    • Hehehe, Mba Inda, makasih…
      padahal ga ada instagram juga boleh ikut lho! jadi itu maksudnya ada dua, di instagram sama twitter gitu. kuiznya sama di dua media sosial sekaligus 🙂

      terimakasih Mba…

Speak Your Mind

*