Camping: Mendidik Anak atau Gaya-gayaan?

Camping: Mendidik Anak atau Gaya-gayaan?   Berawal dari carrier yang dipastikan sampai akhir bulan puasa akan nganggur, daripada terongok gitu saja saya sarankan kepada teman kalau mau pakai, pakai saja. Selain beneran tidak dipakai juga kebetulan ada beberapa. Kalau mau pakai bisa yang Eiger si merah banyak saku atau Consina hijau lumut yang kalem membawa jiwa makin adem. Kebetulan teman yang ditawarin bilang malah sudah dapat ranselnya. Alhamdulillah kalau gitu. Berarti jadi teman perjalanan asruk-asrukkan ini ambil cuti sampai habis {Read More}

Ngibulin guru kok dibilang kreatif? Emang sekolah dimana?

Ngibulin guru kok dibilang kreatif? Emang sekolah dimana? Pernah merasa diri menjadi kreatif saat masih sekolah? Secara saya angkatan jaman dulu, alias angkatan baheula pisan, maka istilah kreatif saat itu jelas beda banget sama kekreatifan anak-anak sekolah saat ini. Selain belajar bahasa asing dengan bule di lokasi wisata Kampung Naga, baru kepikiran kalau saya juga pernah kreatif meski kreatifnya rada bengal. Ssstt! Saya pernah eh sering bohong dan ngibulin guru demi bisa baca (banyak) buku di perpustakaan sekolah lho. See, {Read More}

Terimakasih untuk Penghardik dan Penjewer Anakku

Terimakasih untuk Penghardik dan Penjewer Anakku Seiring suara adzan isya di mesjid samping rumah, suara tangisan Fahmi, anakku yang baru berumur 29 bulan pada Ramadhan 1436 H ini tak juga berhenti. Ia terus memanggil-manggil ayahnya, yang sudah lebih dahulu berangkat ke mesjid untuk menunaikan shalat isya dan tarawih. “Ikut ayah… Ibu, Ami mau ikut ayah…” katanya terbata-bata diantara isak tangisnya. Tangannya sebelah menunjuk ke arah pintu. “Iya nanti ya, Sayang. “ Ucapku hanya sekedar menenangkan. Kuusap-usap rambutnya yang basah karena {Read More}