Iman dan Sarang Laba-laba

Iman dan Sarang Laba-laba¬†     “Lancah maung! Ibu ada lancah maung…!” Tangan mungil Fahmi nunjuk-nunjuk ke atas kepala. Tubuhnya sedikit meloncat-loncat. Saya mendongak dan menghentikan menyapu jalan. Eh iya ada sarang laba-laba beserta laba-laba harimau yang disebut Fahmi sebagai lancah maung2. Pagi itu cahaya matahari lagi hangat dan condong dari belakang. Pantulannya membuat sarang laba-laba tampak jelas. Indah dan sempurna. Ini tantangan lagi, dalam hati saya bergumam. Segera mengeluarkan ponsel dari saku. Hihi… Meski emak desa, menyapu jalan di {Read More}