TKI Pintar itu: Bisa Ngeblog?

TKI Pintar itu: Bisa Ngeblog?

TKI Pintar itu bisa ngeblog

Ada sederet pekerja buruh migrant yang jadi selebritis di dunia maya. Diantaranya Anazkia, Fera Nuraini, Rihanu Alifa, Ryan Ferdian, Mukti Ali, Seneng Utami, dan masih banyak lainnya. Kenapa mereka disebut selebritis dunia maya? Karena keberadaan mereka sudah dikenal dan tidak asing lagi. Berbagai tulisannya, yang berupa gagasan, pemikiran dan segala cipta karyanya sudah wara-wiri di berbagai jejaring social dan blognya baik yang dikelola sendiri maupun blog keroyokan.

Mereka tetap menulis meski masih berstatus buruh migrant alias TKI/TKW. Berbagai keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk menuangkan segala buah pikirnya ke dalam bentuk tulisan. Tulisan ini tentu saja bermanfaat untuk orang banyak. Sebagai bahan informasi juga sebagai ajang pembelajaran diri.

Anazkia (tengah) mantan buruh migran Malaysia yang sarat akan prestasi berkat ngeblog

Anazkia (tengah) mantan buruh migran Malaysia yang sarat akan prestasi berkat ngeblog

Siapa yang tidak ingin dibilang pintar? Dalam artian cerdas, bisa memanfaatkan peluang serta kesempatan. Yang ujungnya mendapatkan keuntungan ganda. Meski sebagai seorang buruh migran (TKI/TKW) sekalipun?!

Semua orang memang sudah diberi kepintaran. Hanya ada yang mampu menggunakan kepintaran itu untuk kemaslahatan, ada yang memilih diam sehingga pintarnya semakin tidak terlihat, bahkan tenggelam. Mau pilih yang mana? Silahkan…
Seorang buruh yang luar biasa ialah dia yang bisa memanfaatkan segala keterbatasannya dengan berbagai kepintarannya diantaranya dengan ngeblog. Kenapa ngeblog? Apa untungnya? Sebagian orang ngeblog atau menulis di blog (termasuk di catatan jejaring sosial) adalah sebatas sebagai hobi atau kesenangan saja. Sebagian lagi karena ingin mengabadikan hal-hal tertentu, bahkan ada yang dianggap sebagai refresing saja.

Fera mantan buruh migran Hong Kongnbersama politisi muda yang sudah tiada. Berkat ngeblog, banyak permasalahan perburuhan merujuk kepadanya

Fera mantan buruh migran Hong Kongnbersama politisi muda yang sudah tiada. Berkat ngeblog, banyak permasalahan perburuhan merujuk kepadanya

Tidak mudah memang menulis di blog saat kita berada di ujung telunjuk majikan. Dalam artian waktu serta kesempatan kita (para TKI/TKW) sangat terbatas. Tapi sepertinya jaman sekarang kendala itu dengan mudah bisa disiasati. Saat gadget para pekerja di luar negeri jauh lebih canggih dibanding PNS di Indonesia, saat koneksi internet di luar negeri super kenceng dibanding di tanah air yang banyak loadingnya, selagi kita ada kemauan dan niat, ngeblog akan semudah narsis dan apdet status. Jadi yang pertama adalah apakah ada niat.

Ryan, pekerja migran di Taiwan. berkat menulis banyak hal yang kini bisa dilakukannya untuk kemaslahatan ummat. Selain untuk hobi dan passionnya.

Ryan, pekerja migran di Taiwan. berkat menulis banyak hal yang kini bisa dilakukannya untuk kemaslahatan ummat. Selain untuk hobi dan passionnya.

Mungkin tidak semua orang bisa langsung membuat dan mengisi blog. Layaknya orang belum mengenal suatu hal, tetap diperlukan pengenalan, pemahaman, dan latihan supaya terbiasa. Jika termasuk yang belum faham benar, jangan kecil hati. Tetap jalani saja. Yang penting jangan malu atau menutup diri. Teknologi canggih sudah menyediakan kolom pencarian maupun informasi. Jika malu bertanya pada teman, maka bertanyalah pada Mbah Gugel 

Bukankah pekerja migran di luar negeri sekarang sudah pinter-pinter dan melek informasi serta teknologi? Tidak ada yang tidak mengenal jejaring sosial, tidak ada yang tidak mengenal chating atau apdet status. Nah, mulai dari sanalah aktivitas ngeblog sebenarnya tumbuh dan berkembang. Jadi, terus menulis dan lanjutkan…

Rihanu Alifa, pekerja migran Hong Kong. Dengan menulis dan ngeblog, selain terus mengupgrade diri untuk terus belajar, juga bisa jadi ajang usaha dan berbagi terhadap sesama.

Rihanu Alifa, pekerja migran Hong Kong. Dengan menulis dan ngeblog, selain terus mengupgrade diri untuk terus belajar, juga bisa jadi ajang usaha dan berbagi terhadap sesama.

Sebagai pekerja migran, bukan berarti dunia perburuhan saja yang bisa dipublish di blog. Lokasi wisata di negara penempatan, acara kenegaraan yang belum tentu disiarkan media di tanah air, kisah unik di negara orang, sampai wisata kuliner yang bisa jadi inspirasi orang lain pun bisa diuraikan di blog para pekerja migran. Dan justru itu yang unik. Siapa tahu jadi sumber rujukan informasi? Bermanfaat dan membanggakan sekali, bukan?

Dengan ngeblog, asal smartphone yang terkoneksi dengan internet dalam genggaman, meski pekerja tidak libur, atau tidak bisa keluar rumah majikan (tempat kerja) kita masih bisa berteman, bersay hello dengan warga dunia maya yang keberadaannya tiada batas. Berinteraksi dengan sesama blogger secara tidak langsung kita juga bisa belajar banyak tentang komunikasi dan koneksi (networking).

Mukti Ali, mantan pekerja migran di Timur Tengah yang kini sukses bekerja di ibu kota.

Mukti Ali, mantan pekerja migran di Timur Tengah yang kini sukses bekerja di ibu kota.

Jadi ngeblog itu apa gunanya untuk TKI/TKW? Mari kita bertanya kepada mereka selebritis pekerja migran yang sudah expert dalam dunia perblog-an. Yang pasti, dengan ngeblog, sekembalinya ke tanah air seakan dunia usaha kita terus berkembang. Kepintaran serta wawasan diri terus bertambah. Keberadaan kita tidak terbatas karena meski jauh di mata, melalui blog kita tetap berdekatan di hati.

Mau jadi pekerja migran yang pintar kan? Ayo mulai aktif ngeblog…

Seneng Utami, mantan pekerja migran Hong Kong.

Seneng Utami, mantan pekerja migran Hong Kong.

Comments

  1. Ada juga mantan TKI di Taiwan, yang sekarang jadi wartawati Indosuara. Tinggal di Cianjur, kenal nggak? #ngumpet

  2. beberapa nama di atas udah saya kenal teh dan sering ketemuan pas nimbrung di kompasiana πŸ™‚
    tapi kini udah jarang lagi…

    salut sama kalian yang tetap eksis di dunia maya dan dunia nyata, terutama teh okti yang kalo datang ke acara di jakarta dibela2in dari malam…
    **dua bintang untuk kalian semua

  3. Wih, berkarya melalui tulisan dan berbagi kepada orang lain ^^

    • Masih banyak juga sebenarnya talenta yang lain Mba, seperti memasak, menari, menyanyi termasuk group band πŸ™‚

  4. Alhamdulillah, kita pernah berada dalam satu buku, ya, Okti? Yang belum kopdar aja nih.

  5. Sepakaaaat.
    TKI pena-nya tajam2 euy klo terus diasah.
    Keren!

  6. Tetah mana potona???
    Kans alah satu seleb blog juga yang berhasil menggugah semanat negblog temen2 TKI utk berbagi.
    “Saat gadget para pekerja di luar negeri jauh lebih canggih dibanding PNS di Indonesia”
    Ihh bener banget ituuh , sambil ngeliat gadget-ku yg suka bermasalah. Hmm tp dia tetep setia menemaniku ngeblog dg keterbatasannya uhuyyy, semangat ah jalani dan hadepin, nikmati proses ngeblog karena ngeblog itu asiiik.
    Apalagi klo bs berbagi banyak hal baru dari pengalaman berkarya di negara lain yg tidak semua orang bs mengalaminya

  7. salut sama konsistensinya dalam menulis. bisa bagi waktu juga antara pekerjaan dan ngeblog. hebaat!

  8. Superrr… menginspirasi, trimkasih postingannya.

  9. Wuih… keren-keren dan sangat inspiratif. Suka malu sama orang-orang keren seperti inj. Aku yang di rumah sendiri aja, sering males dan gak mood buat ngeblog. Semoga makin banyak yg ngeblog, ya. πŸ™‚

  10. Alaikumsalam ananda, alhamdulillah, kabarnya baik dan sehat. Semoga ananda dan keluarga di Cianjur sehat semua.

  11. Ikut bangga, teruslah berkarya Teteh.
    Buat teman-teman yang suka menulis, silahkan bergabung dengan liputanbmi.com, media online yang di kelola 100% oleh para TKI.

  12. Hal yang tidak pernah terbayangkan kini menjadi kenyataan.

Speak Your Mind

*