Wisata Pantai Cianjur Selatan. Kesempatan untuk Terkenal dan Kendala “Lagu Lama”

Kadang hati ini bertanya, kenapa pantai di Pelabuhan Ratu bisa terkenal dan berkembang pesat kemajuannya, sebagaimana pantai Santolo, Pameungpeuk di Garut, pantai Cipatujah di Tasikmalaya dan atau Pangandaran di dekat Ciamis sana. Sementara pantai di Kabupaten Cianjur kok tidak ada harum publikasinya sedikitpun, padahal sama- sama satu garis pantai di wilayah selatan Pulau Jawa.

Kalau boleh iklan, sebenarnya pantai yang ada di Cianjur Selatan seperti Pantai Jayanti, Pantai Sereg dan atau Pantai Apra Sindangbarang Cianjur itu tak kalah indah dan eksotis dibanding pantai lainnya yang sudah terkenal. Sayang saja para surfer belum pada tahu dengan kondisi pantai yang masih alami ini.

Pantai di Jayanti malah ketinggian debur ombak normalnya saja itu sekitar 3 meter, bukankah sebetulnya bisa menarik para surfer untuk berselancar? Kesempatan ini kenapa dibiarkan saja ya? Kenapa Dinas Pariwisata Cianjur diam saja membuarkan lewat kesempatan emas ini? Apa karena alasannya tidak ada dana anggaran?

Benar-benar sangat disayangkan, minimnya penataan aset pemerintah daerah ini menjadikan pesisir pantai selatan Cianjur, terutama di Pantai Jayanti Cidaun, Sereg, Apra Sindangbarang tidak mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan.

Lokasinya yang berada di ujung Kabupaten Cianjur, tidak jauh beda dengan lokasi Pantai Pangandaran, Cipatujah, Santolo dan atau Pelabuhan Ratu. Hanya, jalan ke pantai tersebit sudah lebih baik. Jalur transportasi sudah tertata dengan rapi. Pengunjung pun mudah, aman dan betah.

Beda dengan jalan ke Kecamatan Cidaun. Walaupun memang menyimpan sektor wisata pantai dan laut yang (sebetulnya) bisa menjual untuk wisatawan. Namun sayangnya, jarak yang sangat jauh ditambah belum adanya penataan maksimal, membuat wisatawan enggan berkunjung. Malah yang sudah pernah datang pun, tahu jalannya yang rusak parah justru jadi kapok untuk datang lagi. Bukan mempromosikan hal yang bagus, yang ada justru membicarakan kejelekan sarana transportasi yang memang tidak ada perubahan.

Bayangkan saja, untuk bisa sampai di pantai di Cianjur Selatan, setidaknya memerlukan waktu sekitar 5-6 jam dari Cianjur kota. Untuk mencapai ke sana harus melewati 8 kecamatan, yakni Cilaku, Cibeber, Campaka, Sukanagara, Pagelaran, Tanggeung, Cibinong, dan Sindangbarang. Bagaimana tidak mabuk kendaraan kalau jalan selama itu dengan kondisi jalan naik turun, belokan curam dan kondisi jalan rusak berat, bolong-bolong.

Memang perjalanan yang sangat melelahkan. Namun rasa lelah itu akan hilang ketika memasuki Kecamatan Sindangbarang dan Cidaun bisa mendengar debur ombak.

Pantai di Cianjur Selatan memang belum bisa disejajarkan dengan Pantai Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi yang sudah lebih dulu menjadi kawasan wisata pantai atau Pantai Pangandaran di Kabupaten Pangandaran. Namun dari eksotisme serta kesempatannya untuk berkembang dinilai tak kalah menarik. Hanya saja memang konsep penataannya masih alakadarnya.

Boro-boro ada hotel atau penginapan yang diperuntukkan bagi para wisatawan. Paling ketika berkunjung, kita hanya bisa menyewa guest house di rumah-rumah penduduk, kalau tidak mendirikan tenda sendiri. Kalaupun ada penginapan, hanya seadanya. Cukup jauh dari lokasi pantai dan maaf, kondisinya seperti tak terawat.

Kalau saja ada investor yang mau menggarap pesisir Cianjur Selatan ini, dijamin akan mampu mendongrak kunjungan wisatawan. Karakteristik gelombang tinggi pesisir pantai selatan, rasanya akan menjadi ‘surga’ bagi para surfer.

Apalagi saat ini infrastruktur jalan di kawasan Jawa Barat bagian Selatan sudah terbilang bagus. Tapi mewujudkan pantai di Cianjur sebagai sarana pariwisata aset daerah tetap saja masih dalam sebatas mimpi. Seperti biasa, lagu lama tidak ada dana/anggaran, itu jawaban/alasannya. (Ol)

Comments

  1. Saya tertarik dengan postingan web anda mengenai “Selatan. Kesempatan untuk Terkenal dan Kendala “Lagu Lama””. Salah satu pantai yang wajib dikunjungi wisatawan / traveler yang berkunjung ke Pelabuhan Ratu .
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di Pariwisata Indonesia

Speak Your Mind

*