Saat ini ponsel dan laptop sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, berkomunikasi, berjualan, sampai mencari informasi, semuanya bisa dilakukan dengan gadget.
Namun, ada satu masalah yang sering muncul: baterai semakin cepat habis atau kapasitasnya menurun setelah beberapa lama digunakan. Betul demikian? Saya sih iya. Sampai gak kehitung itu punya baterai ponsel yang hamil (menggelembung) padahal tidak pernah saya kawinkan... (Hihihi...)
Sebenarnya, baterai memang akan mengalami penurunan kemampuan seiring waktu. Sebagian besar ponsel dan laptop modern menggunakan baterai lithium-ion (Li-ion). Jenis baterai ini memiliki keunggulan berupa kepadatan energi yang tinggi, tetapi tetap mengalami penuaan akibat penggunaan, siklus pengisian, suhu tinggi, dan kondisi pengisian tertentu.
Kabar baiknya, ada kebiasaan sehari-hari yang dipercaya dapat membantu memperlambat penurunan kesehatan baterai.
Berikut beberapa cara sederhana menggunakan ponsel dan laptop agar baterainya lebih awet.
Cara Gunakan Gadget agar Baterai Awet
1. Jangan terlalu sering membiarkan baterai sampai 0%
Salah satu kebiasaan yang sebaiknya dikurangi adalah terus menggunakan gadget sampai baterainya benar-benar habis. Digeder teuing... Kalau kata teman saya yang jadi working mom mah.
Baterai lithium-ion tidak harus dikosongkan sampai 0% sebelum diisi kembali. Pengisian sebagian justru diperbolehkan dan dapat membantu mengurangi tekanan pada baterai.
Untuk penggunaan sehari-hari, usahakan jangan menunggu baterai benar-benar habis baru mencari charger. Saya lebih baik mematikan ponsel dan nyari listrik untuk nge-charge daripada terus menggunakan nya sampai baterai 0% alias benar-benar habis.
Pada laptop Windows, Microsoft bahkan menyarankan menjaga baterai sekitar 20–80% beberapa kali dalam seminggu untuk membantu memperlambat penuaan baterai.
![]() |
2. Tidak harus selalu mengisi sampai 100%
Banyak orang menganggap baterai harus selalu diisi sampai 100%. Padahal, untuk penggunaan sehari-hari, hal tersebut tidak selalu diperlukan.
Beberapa perangkat modern bahkan menyediakan fitur pembatasan pengisian daya, misalnya hingga 80%.
Google Pixel menyediakan pilihan "Batasi hingga 80%" untuk pengguna yang ingin memprioritaskan kesehatan baterai dalam jangka panjang. Microsoft juga menyediakan fitur pengisian daya cerdas pada perangkat tertentu yang dapat membatasi pengisian hingga 80%.
Namun, bukan berarti mengisi sampai 100% itu berbahaya.
Jika manteman akan bepergian jauh atau membutuhkan gadget digunakan seharian tanpa charger, mengisi hingga 100% tentu masih wajar.
Intinya, jangan merasa harus selalu mempertahankan baterai di angka 100%.
3. Hindari panas berlebihan
Kalau ada satu hal yang sangat perlu diperhatikan dalam merawat baterai, jawabannya adalah panas.
Suhu tinggi dapat mempercepat proses penuaan baterai lithium-ion dan dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan penurunan kapasitas secara permanen.
Contohnya:
- Jangan meninggalkan ponsel di dalam mobil yang panas.
- Hindari menggunakan laptop di atas kasur atau bantal dalam waktu lama.
- Jangan menutup ventilasi laptop ketika digunakan.
- Hindari mengisi daya gadget di tempat yang sangat panas.
- Jika gadget terasa sangat panas, beri waktu untuk dingin dulu.
Apple, misalnya, menyarankan menghindari penggunaan atau pengisian daya iPhone pada suhu lingkungan di atas 35°C karena dapat mengurangi masa pakai baterai secara permanen.
4. Kurangi aktivitas berat ketika sedang mengisi daya
Bermain game berat, melakukan editing video, atau menjalankan aplikasi yang membutuhkan banyak tenaga saat mengisi daya dapat membuat perangkat bekerja lebih keras dan menghasilkan panas.
Nah! Panas seperti itulah yang perlu diwaspadai.
Jika tidak diperlukan, walaupun kita lagi seru-serunya me time atau self healing sebaiknya gunakan gadget secara ringan ketika sedang mengisi daya. Untuk laptop, pastikan lubang ventilasi tidak tertutup agar panas dapat keluar dengan baik.
5. Manfaatkan fitur penghemat baterai
Ponsel dan laptop modern biasanya memiliki fitur untuk menghemat penggunaan daya.
Pada ponsel, fitur tersebut dapat berupa:
- Battery Saver atau Penghemat Baterai
- Dark Mode pada layar tertentu
- Pengaturan kecerahan otomatis
- Pembatasan aktivitas aplikasi di latar belakang
- Pengaturan waktu layar mati
Pada laptop, kita bisa menggunakan mode penghemat baterai atau mengatur perangkat agar masuk ke mode tidur ketika tidak digunakan.
Cara itu tidak secara langsung "memperbaiki" baterai, tetapi dapat membuat satu kali pengisian bertahan lebih lama sehingga kita tidak perlu terlalu sering melakukan pengisian.
6. Atur kecerahan layar
Layar merupakan salah satu bagian gadget yang membutuhkan energi cukup besar.
Jika kecerahan layar terlalu tinggi padahal tidak diperlukan, baterai akan lebih cepat terkuras.
Cobalah menggunakan kecerahan secukupnya. Saat berada di dalam ruangan, biasanya tidak perlu menggunakan tingkat kecerahan maksimal.
Kita juga dapat menggunakan fitur kecerahan otomatis jika tersedia.
Selain menghemat baterai, pengaturan kecerahan yang nyaman juga dapat membuat mata lebih nyaman ketika menggunakan gadget dalam waktu lama.
7. Matikan fitur yang tidak sedang digunakan
Wi-Fi, Bluetooth, GPS, hotspot, dan beberapa fitur lainnya dapat menggunakan daya ketika aktif, terutama jika terus bekerja mencari jaringan atau perangkat.
Tapi, gak berarti semua fitur tersebut harus selalu dimatikan.
Apple menjelaskan bahwa Wi-Fi dan Bluetooth pada iPhone memang dirancang menggunakan daya yang relatif rendah ketika tidak terhubung.
Jadi, lebih baik fokus pada fitur yang memang sedang tidak diperlukan.
Misalnya, jika sedang bepergian dan tidak membutuhkan hotspot, matikan hotspot. Jika GPS tidak diperlukan oleh aplikasi tertentu, batasi akses lokasinya.
8. Jangan biarkan laptop terus-menerus dalam kondisi penuh jika tidak diperlukan
Laptop yang sering digunakan di meja dan selalu terhubung dengan charger memiliki kebiasaan penggunaan yang berbeda dengan laptop yang sering dibawa bepergian.
Microsoft menjelaskan bahwa mempertahankan baterai pada tingkat pengisian tinggi dalam waktu lama dapat mempercepat penuaan baterai. Karena itu, perangkat yang memiliki fitur Smart Charging atau Battery Limit dapat memanfaatkannya.
Jika laptop kita memiliki fitur pembatasan pengisian, aktifkan sesuai kebutuhan.
Untuk laptop yang hampir selalu digunakan sambil terhubung ke listrik, fitur tersebut bisa sangat berguna.
9. Gunakan charger dan kabel yang sesuai
Jangan asal menggunakan charger hanya karena konektornya cocok.
Gunakan charger yang sesuai dengan spesifikasi perangkat dan, jika memungkinkan, gunakan charger resmi atau charger dari produsen terpercaya.
Pengisian daya modern memiliki berbagai teknologi dan standar. Perangkat biasanya memiliki sistem pengaturan untuk mengendalikan proses pengisian, tetapi penggunaan aksesori yang tidak sesuai tetap sebaiknya dihindari.
10. Jangan terlalu khawatir dengan kebiasaan "colok sebentar, cabut sebentar"
Ada anggapan bahwa baterai harus menunggu sampai hampir habis sebelum boleh diisi kembali.
Untuk baterai lithium-ion modern, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Pengisian sebagian diperbolehkan. Battery University menjelaskan bahwa baterai lithium-ion tidak memiliki "memory effect" seperti yang sering dikhawatirkan pada baterai generasi lama, sehingga tidak perlu dikosongkan sampai habis secara rutin.
Jadi, jika baterai ponsel sudah cukup rendah dan kebetulan ada charger, tidak masalah mengisinya kembali. Tidak harus nunggu baterai habis dulu.
11. Aktifkan fitur kesehatan baterai jika tersedia
Produsen gadget saat ini sudah menyediakan berbagai fitur untuk membantu menjaga kesehatan baterai.
Contohnya
iPhone: Optimized Battery Charging atau pengaturan batas pengisian pada model yang mendukung.
Google Pixel: Adaptive Charging dan pilihan membatasi pengisian hingga 80%.
Microsoft Surface: Smart Charging yang dapat membatasi pengisian hingga 80% dalam kondisi tertentu.
Nama dan cara kerja fitur dapat berbeda tergantung merek dan model gadget.
Karena itu, coba periksa menu Baterai atau Battery pada perangkatmu. Jangan malas ngecek ya...
12. Perbarui sistem dan software
Jangan mengabaikan pembaruan sistem operasi. Selain membawa fitur keamanan dan perbaikan bug, pembaruan tertentu juga dapat membantu meningkatkan pengelolaan daya dan baterai.
Microsoft menyebutkan bahwa menjaga driver dan firmware Surface tetap terbaru merupakan salah satu cara membantu mempertahankan keandalan dan umur panjang baterai.
Namun, tentu saja kita harus pastikan pembaruan itu dilakukan melalui sumber resmi, ya.
---
Fakta penting tentang baterai gadget
Perlu dipahami bahwa baterai adalah komponen yang memang akan menua.
Seberapa baik pun kita merawatnya, kapasitas baterai pada akhirnya akan berkurang.
Apple menjelaskan bahwa kapasitas baterai lithium-ion berkurang setelah sejumlah siklus pengisian. Satu siklus tidak selalu berarti sekali mencolokkan charger. Siklus dihitung ketika total penggunaan baterai mencapai 100% dari kapasitasnya.
Misalnya, hari ini saya menggunakan 50% baterai dan mengisinya kembali. Besok saya menggunakan 50% lagi. Secara sederhana, total penggunaan tersebut setara dengan satu siklus. 50+50=100. Itu dihitung satu kali siklus pengisian.
Jadi, jangan terlalu khawatir jika manteman sering melakukan pengisian sebagian.
Yang lebih penting adalah menghindari panas berlebihan, penggunaan ekstrem, dan kebiasaan yang membuat baterai terus berada dalam kondisi yang membebani.
Kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari
Jika ingin cara yang mudah diingat, gunakan aturan sederhana berikut:
Jangan panas. Jangan sering sampai 0%. Jangan selalu harus 100%.
Kemudian:
1. Isi daya ketika baterai mulai rendah.
2. Gunakan charger yang sesuai.
3. Hindari meninggalkan gadget di tempat panas.
4. Jangan menutup ventilasi laptop.
5. Kurangi kecerahan layar jika tidak diperlukan.
6. Gunakan mode hemat baterai ketika diperlukan.
7. Aktifkan fitur pengisian daya pintar jika tersedia.
8. Perbarui sistem dan software secara berkala.
Mau Baterai Gadget Awet, kan?
Merawat baterai ponsel dan laptop sebenarnya tidak sulit. Kita tidak perlu mengikuti aturan yang terlalu rumit.
Yang paling penting adalah memahami bahwa baterai lithium-ion akan menua secara alami. Ga ada susuk yang bisa terus membuatnya awet muda... (apasih?) tetapi kebiasaan penggunaan yang baik dapat membantu memperlambat proses penuaan tersebut.
Mulailah dari hal sederhana: jaga gadget agar tidak terlalu panas, jangan terlalu sering membiarkan baterai sampai 0%, manfaatkan fitur pengisian pintar, dan gunakan perangkat sesuai kebutuhan.
Dengan kebiasaan tersebut, insyaallah baterai mungkin tidak akan selamanya seperti baru, tetapi kita dapat membantu menjaga performanya agar tetap baik selama mungkin.


















