Buah Karakter Baik

Buah Karakter Baik

Senang ketika melihat timeline dan beranda sosial media banyak informasi tentang penggalangan dana, aksi pertolongan, sampai kesiapan individu yang bahu membahu untuk kompak dalam memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 yang sedang merajalela. Tidak ada perbedaan, tidak ada pengecualian semua bekerja sama tolong menolong dalam kebaikan. Indah.

Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti saya perlihatkan semua itu kepada anak. Bahwasanya kita sebagai manusia harus tolong menolong, apalagi dalam kondisi gawat seperti sekarang. Saya harap itu bisa jadi pelajaran karakter baik kepada anak yang dapat menempa rasa sosial dan rasa kepeduliannya.

Saya sangat setuju jika ketika kita menolong orang lain sejatinya kita tengah menolong diri sendiri. Ini yang sering saya alami dan rasakan. Tuhan sangat dekat dengan kita.

When you find yourself in the position to help someone, be happy! Because Allah swt is answering that person’s pray through you. (Nouman Ali Khan)

Ketika kita berada dalam posisi untuk membantu seseorang, berbahagialah karena sesungguhnya Tuhan menjawab doa orang tersebut melalui kita.

Contoh nyata yang saya alami saya ambil dari dunia perbloggeran. Sudah tidak aneh kalau ada job di group yang dibagikan para blogger pasti rebutan daftar. Kejadian saat ada informasi job pada sebuah group saya juga segera bilang daftar. Setelah itu sepi. Tapi tidak lama kemudian admin meminta dibuat list peserta dan yang diambil hanya tiga peserta.

Saya baca kembali pesan yang masuk ternyata saya orang ke empat dalam menjawab daftar. Gak masuk dong, pikir saya. Tidak apa namanya juga rezeki pasti sudah diatur Tuhan. Sambil segera saya bantu buat list tiga orang pertama yang menjawab daftar karena group terlihat sepi.

Beberapa jam kemudian group kembali ramai. Ada mention saya beberapa kali. Ternyata admin menanyakan kok saya yang bikin list tidak masuk namanya? Teman ada yang bantu jawab kalau saya hanya bantu bikin list karena yang dibutuhkan tiga orang. Tiba-tiba admin bilang job tersebut untuk lima orang. Dan jadilah saya yang keempat daftar masuk jadi peserta penerima job.

Tidak hanya itu, job yang dibagikan ternyata juga diperlombakan. Dan tidak saya kira di akhir periode diumumkan ternyata sayalah yang jadi juaranya. Semua itu saya yakin bukan karena kebetulan saja. Melainkan ada bantuan dari tangan Tuhan atas kebaikan yang tidak kita sadari. Maaf bukan saya sombong, naudzubillahhimindzaliik tapi karena itu kenapa kita kalau berbuat baik sebisa mungkin jangan sampai ada yang tahu. Bahkan menurut keterangan jika tangan kanan memberi, jangan sampai tangan kiri mengetahuinya. Saking tidak bolehnya kita mengumbar atas kebaikan yang sudah kita lakukan.

It doesn’t matter that people don’t notice the good that you do, the love or care you give. What matters is that Allah notices it. Never forget that.

Tidak masalah orang tidak memperhatikan kebaikan yang kita lakukan, kasih sayang atau perhatian yang kita berikan. Jangan merasa rugi, jangan merasa sia-sia. Yang terpenting adalah bahwa Tuhan yang tidak pernah lengah memperhatikan semua perlakuan dan niat kita. Ikhlas. Jangan pernah lupakan itu.

Saya contohkan kejadian itu sekali lagi bukan mau pamer. Sebagai bentuk keyakinan saja kalau kita ikhlas berbuat menolong nanti kita yang akan ditolong.

Sebaliknya, jika kita mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain, jangan pernah memperlakukan orang lain itu dengan buruk sebagaimana keburukan yang dilakukannya. Tapi tetap perlakukan mereka dengan baik sebagaimana kita juga ingin diperlakukan. Wallahualam.

Comments

  1. iya teh tetap berpikir positif dan menjalankan sebaik-baiknya pasti ada saja hal bahagia tak terduga
    meski kondisi masih dalam keadaan sulit ya

  2. Rezeki dah di atur dan Tuhan ga salah kasi rizki hehe, yg penting usaha yavkan
    Ni self reminder ke saya juga sih hehe

  3. Betul sekali, Mbak…hal baik yang kita kerjakan nggak akan sia-sia. Kita ngerjain hal baik kembalinya akan ke kita sendiri. Dan nggak usah kecewa kalau ada yang kita bantu malah berbuat sebaliknya, karena Allah tahu cara yang pantas untuk membalas kebaikan kita, nggak harus lewat orang yang sama..bisa lewat apa saja..

  4. Setuju pisan teh Okti
    Ikhlas aja melakukan setiap kegiatan, 4 S tea, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas , kerja ikhlas
    Sesudah itu serahkan pada Allah, pasti ngga pernah salah

  5. Setuju, Mbak. Apapun yang kita kerjakan pasti akan kembali ke kita lagi. Kalau kita sering berbuat baik, Allah akan menggerakkan hati atau tangan lain untuk berbuat baik kepada kita.

  6. Iya Teh, berpikir positif akan membawa energi positif sehingga bisa menebar ke yang lainnya. Semangat Teh…

  7. Segala sesuatu mengerjakan dengan ikhlas ya , aku setuju 4 S : Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas Kerja ikhlas. Semangat ya teh

  8. setuju selalulah bebruat baik dalam siatuasi apapun

  9. Sepakat. Berpikir postif itu penting banget biar ga kena penyakit hati.

  10. Kadang kita memang nggak tahu doa dari mana dan siapa yang bisa membuat kita berhasil. Mungkin selain orangtua kita ada orang lain yang pernah kita bantu sehingga dia pun membantu kota juga melalui doanya

  11. Masya Allah bener teh…
    Jangan ragu berbuat baik. Sejatinya kita berbuat baik buat diri sendiri. Btw barokallah tteh atas pencapaian…insya Allah hikmah dari ikhlas ya teh…

  12. Kerjakan lah hal2 yg baik dan positif dgn ikhlas tanpa pamrih.itu yg sy dapat dr alm bapak sy, dan sllu sy terapkan smp skrg. Berpikir positif dan yakin kl sgl sesuatu yg qt kerjakan pasti ada nilai nya d mata Allah.

  13. Inspiratif banget Teh Sharingnya
    Sebagai manusia kita pasti pernah merasa kecewa ketika perbuatan baik yg kita lakukan tak dihargai. Tapi Allah terkadang punya skenario lain yang menjadikan itu hal yg membahagiakan ya

  14. Jadi inget punya cerita tentang ini. Dulu waktu aku kerja kantoran, aku orangnya gak tegaan. Kalo ada kerjaan tim, dan member timnya lelet, aku sering kerjain sendiri sampe bela-belain begadang. Nah terus aku ngerasa kok kayak dimanfaatin karena terus-terusan begitu. Curhatlah aku ke suami. Dia deh yang akhirnya tenangkan aku. Katanya: ngerasa dimanfaatkan itu karena kita yang berasumsi demikian. Daripada jadi gak rido dan gak bawa kebaikan, mikirnya kita bermanfaat aja buat orang lain. Biar kitanya ikhlas. Perkara gak ada orang lain yang ngeuh biarin aja. Jangan pernah Lelah berbuat baik. Sejak itu, ya ikhlas aja deh. Da segala sesuatu akan kembali ke diri kita. Kita berbuat baik, pasti akan membuat yang baik2 dekat dengan kita. Sebaliknya pun begitu.
    *Uluh, aku malah curhat* :)))

  15. Setuju banget Teh .. setiap kebaikan yang kita tanam, pasti akan kota tuai… Saya sering terharu jika menerima kebaikan orang lain, sambil berfikir.. ini buah kebaikan saya yang mana yaa.. perasaan saya gini-gini aja… Tapi Alhamdulillah . Tetap semangat berbuat baik utk membentuk karakter baik, sebab karakter baik itu menurun ke anak cucu

  16. Saya dulu pernah dengar satu ceramah, saat Syadinah Umar khawatir dg segala keburukan
    & kejahatan yg dulu pernah beliau lakukan zaman jahiliyah. Rosullah hanya berpesan, lakukakanlah kebaikan! Itu saja.

Speak Your Mind

*

%d bloggers like this: