Gadget dan Kreativitas Balita

Gadget dan Kreativitas Balita

 

Ketika diminta untuk (kembali) menceritakan kisah saat masa kecil yang kreatif, hal sekecil apapun itu pasti akan menarik untu dibahas, namun saya merasa kehabisan stok cerita secara sejak 2016, sudah diminta tiga kali (empat kali dengan kali ini) untuk bercerita hal yang sama. Bedanya kali ini ditambah upload foto masa kecil di Instagram.

Sekreatif-kreatifnya anak desa tapi kalau dirasa tidak akan bermanfaat, ogah saya menceritakannya, hehehe… Malu yang ada. Plus ditambah masa kecil saya tidak ada dokumentasinya. Foto masa kecil hanya ada di buku raport, itupun hilang sebelum saya sempat memfotonya ketika harus beberapa kali mengalami pindahan rumah. Nasib deh. Semua jejak tidak bersisa.

Jadi sebagai gantinya, saya ceritakan masa kecil junior saya saja, alias masa kecil Fahmi, putra semata wayang. Yang jika dilihat detail banyak juga kreativitasnya yang diluar nalar saya, sebagai ibunya. Gak nyangka gitu pemikiran balita udah sampai ke sana, sementara dewasa saja belum tentu memikirkannya.

Jadi kreativitas Fahmi yang bagaimana yang ingin saya ceritakan kali ini?

Kreasi Kreatif Balita

Putra saya Fahmi saat usia dua tahun sudah terlihat termasuk tipe pendiam dan pemalu. Sehari-hari hanya di rumah saja. Nempel lengket ke saya melebihi perangko. Tidak pernah mau keluar bermain dengan teman sebaya. Kalau saya mau ke warung beli keperluan baru Fahmi ikut. Bukan karena ingin ke luar, tapi lebih kepada dia tidak mau di rumah sendirian!

Suatu hari saya harus menyelesaikan tulisan. Karena diburu waktu saya tidak banyak meluangkan waktu untuk menemani Fahmi bermain seperti biasanya. Saya terus aja fokus mengetik dengan Fahmi di sisi setia menunggui.

Lama-lama mungkin Fahmi bosan. Dia mulai merengek dan cari perhatian. Tapi karena tanggung dan tulisan ingin segera saya kirimkan maka saya hanya sambil lalu merespons setiap ucapannya.

“Ami mau ngetik. Bu, Ami juga mau ngetik seperti Ibu…” Fahmi mulai cari masalah. Saya tahu tujuannya supaya saya berhenti ngetik dan berpaling darinya.

“Iya, sebentar ya… Kalau ibu sudah selesai nanti Ami yang ngetik.”

Tapi saya malah gak bisa konsentrasi. Tulisan masih juga belum selesai sesuai target. Sementara Fahmi makin menjadi merengeknya. Mau mengetik dan mengambil alih komputer yang saya pakai. Tapi saya tetap juga tidak memedulikannya.

“Ya udah atuh Ami mah mau ngetik sendiri aja.” Kata Fahmi putus asa. Saya hanya mengiyakan dan tetap mantengin monitor di depan.

Tapi sekilas saya lihat Fahmi kok malah mengambil mainan balok kayunya. Ah mungkin Fahmi mau bermain saja, pikir saya.

Tapi tidak lama setelah Fahmi memainkan balok-balok kayunya yang sederhana itu tiba-tiba ia memanggil dan bilang kalau ia sedang mengetik.

“Bu, lihat Ami juga lagi ngetik!”

Saya langsung berpaling melihatnya dan ya ampun! Terharu sekaligus takjub melihat Fahmi agak nungging menggerakkan jari-jarinya yang mungil di atas balok-balok yang ia susun menyerupai bentuk laptop.

Fahmi mempraktikkan seolah ia sedang mengetik di laptop mini yang ia buat dari susunan baloknya. Sungguh kreatif!

https://www.instagram.com/p/B2LHfMxgpRZ/?igshid=1ld51rjvgf0l8

Masa saya kecil mana ada kreatif begitu. Hal paling kreatif yang dilakukan saat remaja; SMP dan SMA yang sudah saya tulis dua kali pun tidak sekreatif kreativitas Fahmi.

Itulah kenapa meski hari ini kembali dengan tema sama tapi saya tidak mengulasnya. Bukan tidak ikut aturan tapi karena tidak ada lagi hal kreatif apa yang sudah saya lakukan saat SMP atau SMA.

Jadi saat ini saya tulis kisah kreatif anak saja… Tetap kisah kreatif yang semoga juga ada manfaatnya. Paling tidak mengabadikan kekreatifan Fahmi.

Hal kreatif sebelumnya yang sudah saya tuliskan:

Ngibul itu Kreatif?

Cas Cis Cus dengan Bule, Kreatif Saat SMP

22 thoughts on “Gadget dan Kreativitas Balita”

  1. Sama mbak, sayapun suka takjub liat kreativitas anak, tetiba buat kreativitas dari lego jadi motor motoran yang bisa jalan padahal waktu itu ia masih usia 3 tahunan. Seneng deh anaknya mau diem di rumah. Kadang kalau anak saya pengennya main ga berhenti jadi sering jemput kalau main khawatir lupa waktu.

    Reply
  2. Hihi…Mas Fahmi peniru ulung ya, Mbak.
    Anak zaman now tuh emang kok ya rasa ingin tahunya besar dan kreatif banget.

    Anakku, laki-laki, semoga bisa krratif seperti Mas Fahmi nantinya. Soalnya kini jiga kelihatan kreatifnya, selimut di kamar dipakai untuk barongan. Hahaha. Kelambu dipakai untuk manjat lemari. Haaha

    Reply
  3. Anak anak memang mengalami tahap imajinasi yang luarbiasa, pada tahap ini kita stimulasi dengan memberikan medianya dan ajak anak pada kegiatan positif ya mba. Klo anakku karena ortunya bakul buku jadi dulu nyusun buku dibuat seolah dia lagi ngetik kayak ibu dan ayahnya ixixi

    Reply
  4. Saya tertegur mbak, soalnya anak-anak juga akhir ini suka banget mencari perhatian dengan mengajak saya bermain sedangkan lagi banyak deadline. Alhasil sudah komitmen ulang kalau waktu tengah malam dan subuh saja boleh megang laptop agar nemeni anak permainan kreatif.

    Reply
  5. Sebagai seorang ibu tentu senang ya teh melihat anak aktif dan kreatif, apalagi bisa berimajinasi melalui mainan yang ada dirumah.. seperti yang dilakukan oleh fahmi, balok mainan dijadikan mesin ketik hehe.. terus asah kreatifitas anak teh, InshaAlla fahmi tumbuh jadi anak cerdas kreatif ya

    Reply
  6. Maa syaa Allaah kakak fahmi kreatif banget ya. Sampai bisa kepikiran gitu ngetiknya pake balok, niruin ibunya yang lagi ngetik, hehe. Btw liat meskin ketik itu jadi ingat masa2 saya saat kuliah dan kerja laporannya diharuskan pke mesin ketik.

    Reply

Leave a Comment