Kebahagiaan Murah Meriah

Kebahagiaan Murah Meraih Bahagia saya setiap hari diawali ketika selesai menunaikan subuh, lalu membuka jendela dan mata langsung melihat lahan persawahan yang menghampar. Terlihat menghijau saat musim tanam, kuning semarak oleh orang-orang sawah ketika hendak memanen dan cokelat bau tanah ketika musim kering hendak membajak. Senang masih bisa menyaksikan para petani tebar, babut, tandur, ngarambet, sampai ngaberak dan kembali panen disetiap musimnya, disaat di perkotaan lahan sawah sudah semakin hilang, tergantikan oleh bangunan. Jalan galengan saja sudah mulai diganti lebat {Read More}