Jangan Baper, Ikhlas Tetap Tersenyum

Jangan (Tidak) Baper, Ikhlas dan Tetap Tersenyum Saat banyak orang curhat di sosmednya kalau social distancing bikin angka timbangan merangkak bergerak melaju ke arah kanan, saya justru menghadapi kondisi sebaliknya. Meski memang di rumah saja, dengan aktivitas makan, tidur, duduk, makan, tidur dan duduk lagi, tapi saya merasa gelisah dan ketakutan. Bikin gak nafsu makan dan gak nyenyak tidur. Karena itu mungkin timbangan berat badan saya akhirnya menyusut. Saya bukan sedang diet, saya juga tidak mengalami kepanikan yang luar batas {Read More}

Terpuruk Karena Gaya Hidup Menjerit Saat Resesi

Terpuruk Karena Gaya Hidup Menjerit Saat Resesi Beberapa kali suara telepon berbunyi. Berisik. Tapi anak saya tidak mengangkatnya setelah pertama kali berbunyi dilihat panggilan itu dari nomor baru alias tidak tersimpan dalam hape saya. Kebetulan saat itu anak sedang meminjam hape saya untuk belajar. “Penting kali Bu, coba terima dulu. Ini mengganggu ga bisa baca jadinya.” Anak protes. Hape diserahkannya ke saya. Alasan sekaligus supaya ia bisa istirahat sejenak dari belajarnya secara daring. Saya perhatikan, memang nomor tidak dikenali. Saat {Read More}

Melawan Pandemi Virus Corona

Melawan Pandemi Virus Corona Berpikiran positif mampu membuat imun kita jadi kuat untuk melawan virus. Jadi saat ramai pemberitaan virus corona yang penderitanya kian hari kian meningkat janganlah terlalu cemas apalagi ketakutan. Untuk menghadapi virus ini, kita harus selalu berpikiran positif. Setidaknya itu keterangan dari dokter spesialis kejiwaan Dr. Andri, Sp.KJ, FACLP yang sekaligus juga Kompasianer. Emang sih ya dalam kondisi serba simpang siur seperti sekarang ini otomatis rasa cemas dan takut itu hinggap dengan sendirinya. Padahal, rasa ketakutan itu {Read More}

Tetap Produktif dari Rumah

Tetap Produktif dari Rumah Bersyukur punya Bos teramat baik kepada saya. Disaat berbagai perusahaan mulai memberlakukan sistem bekerja jarak jauh (remote) gara-gara ada penyebaran virus corona, saya justru sudah menjalani sistem kerja remote ini lebih dari empat tahun. Alhamdulillah. Jadi sudah terbiasa. Saya bukan karyawan sekelas perusahaan raksasa seperti Google, Microsoft, Twitter. Hitachi, Apple, Amazon, Chevron, atau Spotify. Saya hanya karyawan ecek-ecek yang sekarang bekerja secara remote sebagai content writer. Tidak heran kalau empat tahun lalu saya banyak beredar di {Read More}

%d bloggers like this: