Mengumpulkan tulisan anak yang berserakan ke Blog

Mengumpulkan tulisan anak yang berserakan ke Blog “Bu, jangan tidur dulu. Ami mau buat surat untuk ibu.” Sudah ada kali sebulan lebih, setiap malam Fahmi selalu meminta saya menunggunya membuat “surat”. Kalimat yang ia tulis dan ditujukan kepada saya, atau ayahnya, berisi kata hati yang ingin disampaikannya. Seperti biasa saya antusias dan meresponnya dengan semangat. Menerka-nerka apa gerangan yang akan ditulisnya? Memang bukan sebuah surat sebagaimana surat pada umumnya. Yang dimaksud surat oleh Fahmi adalah sebaris dua baris kalimat berisi {Read More}