Kamis, 30 Mei 2024

Review Parfum HINT : Topper Ultimate Menawarkan Aroma Bold Sentuhan Woody

Mungkin manteman memerlukan informasi seputar review 6 varian parfum HINT? Topper Ultimate berikut menawarkan aroma bold dengan sentuhan woody yang lagi ngetrend lho...

Manteman ngeh gak sih, kalau dalam lima tahun terakhir ini, industri parfum di Indonesia berkembang sangat pesat.

Jika dulu parfum lokal itu lebih identik dengan aroma sintetik atau bahkan refill (isi ulang), nah sekarang ini, aromanya jauh lebih otentik, beragam, dan unik.

Asal manteman tahu, parfum dari dataran Eropa, terutama dari Italia dan Prancis begitu merajai Indonesia sebelum era 2010-an.

Baru setelah tahun 2017, mulai ramai bermunculan parfum lokal. Bahkan bisnis parfum tumbuh kencang di era pandemi Covid-19, dan diprediksi masih akan kencang gaungnya dalam beberapa tahun mendatang.

Kemunculan HINT Parfum Lokal Kelas Internasional

Salah satu pemain baru di industri parfum tanah air adalah HINT. Brand lokal satu ini mengusung konsep parfum yang dikreasikan dengan teknologi bernama Wonder Blome TechnologyTM, yaitu sebuah teknologi yang membuat setiap parfum HINT akan beraksi dan memunculkan aroma unik pada setiap orang.

Kenapa bisa begitu? Karena setiap orang punya skin biome yang berbeda sehingga reaksi kimia yang dihasilkan pun akan berbeda.

Gak usah nunggu lama lagi, yuk deh langsung saja kita review lengkap enam varian parfum persembahan dari HINT ini.

Review Enam Varian Parfum HINT

Review Enam Varian Parfum HINT

HINT NOBLE (floral-oriental)

HINT NOBLE menjadi parfum yang paling aman dari semua varian HINT yang baru diluncurkan. Parfum ini didominasi aroma bebungaan, terutama bunga putih yakni tuberose (sedap malam) dan jasmine (melati).

Meskipun wangi bunganya terasa kuat, namun HINT memberikan varian NOBLE dengan sedikit sentuhan dari vetiver (akar wangi) dan sandalwood (kayu gaharu) yang menyeimbangkan keseluruhan vibe dari parfum ini.

HINT REALM (fruity-floral)

HINT REALM merupakan definisi wangi fresh yang cocok untuk manteman dengan karakter individu yang ceria.

Saat parfum ini disemprotkan untuk pertama kalinya ke kulit, aroma blackcurrent akan langsung menyeruak di hidung. Wangi fruity yang fresh itu kemudian akan diikuti dengan aroma bunga dari freesia dan orange blossom.

Manteman bisa bayangkan bagaimana HINT REALM menjadi signature scent anak remaja ceria yang memiliki segudang aktivitas. Cocok untuk anak jaman now, bukan?

HINT RESURRECT (aromatic)

Saat pertama kali mencium aroma HINT RESURRECT, manteman mungkin merasa wanginya seperti sabun batangan yang sering kita gunakan dulu.

Tapi menariknya, aroma parfum ini menjelma menjadi wangi dedaunan yang basah di kulit orang lain.

Tidak mengherankan memang karena semua parfum persembahan HINT dirancang dengan teknologi yang disebut Wonder Blome TechnologyTM.

Teknologi ini yang membuat parfum HINT akan bereaksi dan menciptakan wangi yang berbeda di setiap orang. Keren banget ya?

HINT IDENTITY (woody)

Dari semua varian parfum HINT yang sudah disebutkan di atas, varian Identity memberikan kesan maskulin yang paling kuat.

Aroma paling menonjol dari parfum ini yaitu wangi kekayuan (woody). Namun setelah beberapa waktu HINT IDENTITY digunakan, jejaknya yang tertinggal di kulit berubah menjadi powdery yang nyaman. Hemm...

Perfomanya di kulit manteman mungkin bertahan sekitar 4-5 jam. Cukup lama ya?

EPITOME (aromatic woody)

Jika melihat packaging-nya yang gelap dan paling beda dari varian HINT lainnya, Epitome ini memberikan kesan misterius.

Tapi meski demikian, aroma parfum ini tak ‘seseram’ kemasan botolnya, lho ya!

Dari aromanya yang kuat itu, hanya muncul aroma mint dicampur amber yang tipis. Namun, saat disemprotkan ke kulit orang lain, HINT Epitome menjelma menjadi aroma aromatic-woody yang cantik dengan sentuhan sedikit floral. Kebayang gak sih bisa secanggih itu parfum HINT ini?

Topper Parfum

Konsep topper parfum sebenarnya cukup baru di dunia parfum lokal. Pada prinsipsnya, varian parfum ini bisa digunakan untuk me-layer parfum favorit pilihan manteman untuk memunculkan wangi yang lebih unik dan personal.

Parfum HINT Brand Lokal Kualitas Internasional

Tentukan HINT Pilihanmu!

HINT menawarkan dua pilihan topper parfum, yaitu topper ultimate dan delicate. Sudah punya pilihan mau ambil yang mana? Hehe...

Cukup mudah kok, untuk bisa membedakan antara kedua topper tersebut yakni dari warnanya.

Untuk topper ultimate (biru) cocok untuk manteman yang menyukai aroma bold dengan sentuhan woody dari patchouli dan aquatic.

Sementara itu, topper delicate (pink) didominasi wangi bunga mawar yang feminim.

dari warnanya aja sepertinya udah bisa menebak mana yang bakalan dipilih kaum cowok dan mana yang bakal jadi koleksinya para ciwik cantik, yekan?

Nah, buat manteman yang ingin mencari berbagai parfum tahan lama dan berkualitas topper hint ini bisa banget menjadi salah satu pilihan, ya...

Read more ...

Selasa, 28 Mei 2024

Masih Perlukah, Pendidikan Karakter untuk Orang Dewasa?

"Teh, bisa nggak ya pendidikan karakter ini juga untuk orang-orang dewasa? Khususnya yang memegang jabatan. Biar mereka nggak akhlakless seperti yang banyak terjadi sekarang..."

Sebuah komentar berisi pertanyaan masuk dari Blogger Bandung, Teh Triani Retno.

Sebuah pertanyaan yang mewakili kegelisahan masyarakat pada umumnya, dimana selama ini kita sudah banyak membahas pendidikan karakter yang mayoritas ditanamkan pada anak sejak dini, tapi yang bermasalah ternyata juga para manusia dewasa terutama yang memiliki jabatan dan kekuasaan, seperti para pejabat itu...

Pemegang Jabatan Akhlakless

Sudah bukan rahasia lagi kalau pejabat di negara dongeng mah bebas. Segala cara dapat mereka lakukan termasuk cara curang dan keji sekalipun demi bisa mendapatkan yang diinginkan. Padahal sifat tercela seperti itu jelas bertolak belakang dengan pendidikan karakter dimana semuanya justru mengajarkan tentang kebaikan akhlak.

Jadi wajar kalau muncul kegelisahan dan harapan dari sebagian orang yang memperhatikan, bisa gak sih pendidikan karakter ini diterapkan juga kepada orang dewasa yang bermasalah seperti itu? Ya biar mereka lurus akhlaknya. Karena ternyata bukankah justru dari orang dewasa ini permasalahan hidup yang negatif itu bermunculan?

Kayanya kalau orang dewasa yang bermasalah ini dikenakan pendidikan karakter, permasalahan paling tidak bisa diatasi?

Yah, kalau merujuk ke pertanyaan, bisa gak sih? Jawabnya jelas bisa.

Bisa banget. Karena sebenarnya karakter ini adalah akhlak. Jadi kalau sudah dewasa, bahasannya bukan lagi penanaman atau pembiasaan melainkan lebih ke soal kedisiplinan aturan dan tata tertib.

Kalau masih usia anak kita kan arahkan dan biasakan, nah, kalau sudah dewasa, ya jerat dengan undang-undang dan pelanggaran yang dilakukan. Alias beri hukuman yang setimpal.

Seperti nilai kejujuran yang sering diiklankan KPK, sasarannya orang dewasa bahkan ada yang udah lansia juga kan? Mereka yang didisiplinkan dengan pendidikan karakter versi dewasa, bukan lagi diarahkan atau dibiasakan, tapi justru diberi hukuman dan denda sampai sanksi sosial dimiskinkan yang memalukan.

Itu baru contoh kecilnya saja… karenanya di artikel Pendidikan Karakter selanjutnya ini bahasan kita meloncat dulu. Kita berlari ke soal Masih Perlukah, Pendidikan Karakter untuk Orang Dewasa? Setelah sebelumnya selalu membahas pendidikan karakter untuk anak usia dini dan para pelajar.

Manusia dan Segala Ulahnya

Kalau saja bukan bersumber dari media terpercaya, sepertinya tidak akan menganggap dengan bermunculan berita seolah di luar nalar. Seperti anak aniaya ibu kandung, saudara saling menyakiti, dan masih banyak terjadi kasus yang berkaitan dengan krisis pendidikan karakter terhadap individu lainnya.

Faktanya kasus-kasus tersebut sering terjadi pada tempat-tempat yang kita kira aman untuk berlindung dan orang-orangnya di dalamnya tidak mungkin memiliki krisis etika. Seperti keluarga di rumah, sekolah atau pesantren, kantor atau instansi terkait.

Tak jarang kejadian paling miris justru terjadi di lingkungan tempat pendidikan seperti di universitas atau pondok pesantren. Mulai dari pelecehan seksual yang diakukan oleh teman sebaya, guru atau dosen, bahkan guru atau pemilik pesantren.

Selain pelecehan yang sering terjadi dan memakan korban adalah kasus bulliying. Tak jarang berujung penganiayaan dan memakan korban jiwa.

Sangat disayangkan sekali bukan di tempat yang seharusnya kita kira aman ternyata belum tentu aman di dalamnya. Padahal di tempat pendidikan tersebut kita belajar mengenai pendidikan karakter. Lantas, apakah pendidikan karakter yang didapatkan tidak mampu untuk diterapkan?

Pendidikan Karakter untuk Semua Orang

Pendidikan karakter saat ini mutlak perlu diberikan bukan hanya disekolah saja, tapi di rumah dan di lingkungan masyarakat. Pendidikan karakter tidak hanya untuk anak usia dini hingga remaja saja, orang dewasa pula masih membutuhkan pendidikan karakter.

Pendidikan karakter yang diartikan sebagai pendidikan nilai, pendidikan watak, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, yang mempunyai tujuan untuk mengembangkan kemampuan seseorang untuk memberikan keputusan baik-buruk, menjaga sesuatu yang baik tersebut serta mengaplikasikan kebaikan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

Pendidikan Karakter untuk Orang Dewasa

Pendidikan Karakter untuk Orang Dewasa

Sehingga pendidikan karakter pada orang dewasa menjadi dasar dalam pengembangan kedisiplinan manusia dan karakter bangsa, dimana di dalamnya pendidikan karakter untuk orang dewasa di sini memiliki tujuan, di antaranya:

  • Menumbuhkan kemampuan afektif orang dewasa sebagai manusia dan warga negara yang mempunyai nilai-nilai budaya dan karakter bangsa.
  • Mendisiplinkan kebiasaan dan perilaku orang dewasa untuk selalu berbuat yang terpuji dan searah dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya dan karakter bangsa.
  • memupuk jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab orang dewasa sebagai generasi penerus bangsa.
  • Menumbuhkan selalu potensi menjadi manusia yang mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan menuju insan yang berakhlakul Karimah
  • Menumbuhkan lingkungan pekerjaan dan tempat tinggal sebagai lingkungan aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan.
  • Pendidikan Kedisiplinan dan pendidikan karakter untuk orang dewasa bertujuan untuk menyiapkan individu untuk menjadi Warga Negara yang lebih baik, yakni memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sebagai Warga Negara. Nilai budaya digunakan sebagai dasar terhadap konsep dan arti dalam berkomunikasi antar anggota masyarakat.
  • Dan masih banyak lagi tujuan diberikan pendidikan karakter untuk orang dewasa lainnya, ya.

Strategi Melaksanakan Pendidikan Karakter untuk Orang Dewasa

Strategi Pendidikan Karakter  mempunyai tujuan untuk mengembangkan seluruh kemampuan mewujudkan self-concept yang menunjang kesehatan mental seseorang.

Konsep tersebut memberi kesempatan pada semua masyarakat untuk bersama mengembangkan kejujuran dan kedisiplinan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kejujuran Modal Dasar Akhlak Baik

Jujur adalah sikap yang tulus dalam melaksanakan sesuatu yang diamanatkan, baik berupa benda maupun tanggung jawab.

Orang yang melaksanakan amanat disebut al-Amin, yang artinya orang yang terpercaya, jujur, dan setia. Tidak semua orang bisa berbuat jujur. Karena jika iya, maka di dunia ini tidak perlu ada polisi atau pengadilan.

Jika jujur adalah suatu sikap yang lurus hati, menyatakan yang sebenarnya, tidak berbohong, atau tidak mengatakan yang menyalahi apa yang terjadi sesuai fakta, maka tidak akan ada penyelewengan dana di perusahaan, penyalahgunaan jabatan di sebuah lembaga, dan kejadian buruk lainnya seperti fenomena yang terjadi sekarang ini.

Jujur sebuah sikap yang sulit untuk dilaksanakan di tengah gempuran pola hidup anak jaman sekarang yang mengedepankan kebebasan berpendapat yang disalahgunakan.

Ada beberapa macam kejujuran diantaranya:

Jujur Berkata

Jujur dalam perkataan wajib bagi manusia untuk menjaga lisannya tidak berkata kecuali benar dan jujur.

Jujur Niat

Jujur dalam tekad dan memenuhi janji manusia harus menepati janjinya karena janji itu adalah hutang.

Jujur Berbuat

Jujur dalam perbuatan yakni seimbang antara lahiriah dan batiniah.

Bayangkan, bukankah dunia akan lempeng jika semua orang bisa berbuat jujur seperti itu?

Cara Menjadi Orang Jujur

Cara Menjadi Orang Jujur

Kepercayaan seseorang terhadap yang lain sangat berharga nilainya. Jika kita sudah percaya, maka segala bentuk akan diberikan untuk bisa menjalin hubungan dengan lebih leluasa.

Kejujuran adalah sifat pertama yang bisa diketahui oleh orang lain. Kejujuran juga fondasi mempererat hubungan dan menjadi orang kepercayaan.

Berpegang teguh pada kejujuran adalah suatu sifat yang jarang dimiliki seseorang. Dengan hanya kejujuran seseorang bisa menjauhi sifat bohong dan pengkhianatan.

Berikut cara menjadi orang jujur:

Berterus Terang

Orang yang jujur biasanya terbebas atau dijauhi dari yang namanya kebohongan. Dengan berterus terang, kita tidak perlu takut akan tertangkap jika melakukan kebohongan. Katakan saja kebenaran yang ada, walaupun itu menyakitkan atau merugikan.

Jangan Ragu

Jangan pernah ragu untuk mengambil sikap kejujuran. Kejujuran terkadang menyakitkan. Itu benar. Dengan keraguan dan kebimbangan untuk menimbang dan memilih, kita berada diantara kebohongan dan kebenaran untuk melangkah ke depan. Maka yakinlah untuk ambil jalan yang benar tanpa ragu.

Berhenti Membandingkan Diri Sendiri

Orang akan berbohong ketika mereka membandingkan diri mereka dengan orang lain untuk menunjukkan siapa yang lebih baik. Dipikirnya dengan menutupi kekurangan bisa bersaing dengan orang lain?

Padahal itu tidak akan semakin lebih baik untuk menutupi kebenaran. Maka dari itu, terima diri kita apa adanya, jika tidak puas akan kualitas diri, cobalah untuk memperbaikinya alih-alih berbohong menutupi kekurangannya.

Mengubah Kebiasaan Diri

Dengan menghilangkan kebiasaan diri seperti memulai kebohongan untuk menyenangkan atau menenangkan orang lain. Mulailah dengan mengatakan sebenarnya. Setidaknya kita sudah berusaha untuk jujur akan situasi yang dihadapi.

Menjadi Lebih Baik

Dengan tidak menyembunyikan diri dari lingkungan, karena itu merupakan dasar keberadaan seseorang untuk bisa diakui dan dipercaya.

Dengan berperilaku jujur, kita bisa mengenal lawan bicara atau terbuka agar orang lain bisa mengenal lebih dalam tentang diri kita.

Jangan Berlebihan

Jangan pernah memulai memiliki kebiasaan melebih-lebihkan cerita atau informasi untuk disampaikan kepada orang lain.

Sangatlah penting untuk menjauhi sifat ini dan sampaikan cerita sesuai dengan keasliannya saja walau kadang jadi tidak seru.

Berhenti Membuat Orang Lain Terkesan

Tidak perlu menggunakan kebohongan untuk membuat orang lain menyukai kita. Dengan kebohongan itu, kita akan dituntut kepada kebenaran untuk membuktikannya dan akan menguras banyak waktu dan pikiran untuk menyelesaikannya. Nanti malah capek sendiri dan terus berbohong untuk menutupi kebohongan lainnya.

Orang lain akan lebih melirik kita jika kita memiliki sikap yang jujur dan sopan santun.

Maafkan!

Segera maafkan diri atas kesalahan-kesalahan yang sudah diperbuat. Sulit untuk bisa menerima diri kembali menjadi lebih baik, maka lakukannya penebusan agar orang-orang kembali mempercayai diri kita sendiri. Dengan memulai mempercayai diri bahwa kita tidak akan melakukannya lagi kesalahan tersebut.

Baik Buruk itu Pilihan

Baik Buruk itu Pilihan ...

Itu baru satu nilai saja yang kita bahas mengenai sikap jujur --dari pendidikan karakter-- yang harus diterapkan kepada orang dewasa, supaya bisa terhindar dari akhlak buruk, seperti penyelewengan kekuasaan di perusahaan.

Untuk berbuat jujur saja sangat susah, apalagi menjadi pribadi yang lebih baik? Tapi bukan berarti tidak bisa atau tidak mungkin ya... Baik buruk itu pilihan. Jadi kembali kepada diri masing-masing saja.

Tapi dapat disimpulkan kalau pendidikan karakter sangat penting serta masih diperlukan bagi seluruh kalangan baik anak usia dini, remaja sampai orang dewasa, guna membentuk individu yang berkarakter baik, berbudi pekerti serta memiliki moral yang baik demi menciptakan tatanan kehidupan yang lebih baik pula.

Masih ada banyak nilai dan sikap lainnya yang masih jadi bagian dari pendidikan karakter yang harus diterapkan kepada orang dewasa supaya tidak fakir akhlak. Itu kita bahas di lain kesempatan, ya.

Supaya semakin tertantang untuk menjalankan hidup lebih baik, coba baca dan resapi dulu artikel Pendidikan Karakter untuk Manusia yang Sempurna.

Setelah itu, diharapkan kita semua akan semakin tertantang untuk terus berlomba-lomba berbuat dalam hal kebaikan.

Read more ...

Jumat, 24 Mei 2024

Penguatan Pendidikan Karakter, Pentingkah di Era Modern?

Algoritma sosial media di era modern seperti sekarang memang sudah sangat cerdas dan tidak bisa dibohongi, ya. Ketika kita klik sekali saja video bertemakan pendidikan karakter, maka selanjutnya video yang disarankan muncul di timeline pun selalu berkaitan dengan tema yang sama.

Makanya jangan sampai sembarangan klik yang tidak penting, orang bisa melihat dan menelusuri setelahnya baik ada maksud maupun sekadar iseng belaka. Jadinya bisa terbongkar kebiasaan yang kita lihat apa saja.

Pengalaman saya ketika tidak sengaja tertarik menonton satu video yang muncul di beranda. Bercerita tentang adab anak terhadap orang tua. Dimana setelah sukses, anak tetap memperlakukan orang tua dengan sopan dan hormat, kekayaan dan kesuksesannya pun semakin berlimpah dan penuh berkah.

Kebalikannya, sang saudara yang sombong, merasa malu mengakui orang tuanya yang sederhana dan sakit di hadapan kekasihnya. Akhirnya timbul perselisihan dan si anak mengeluarkan kata tidak pantas kepada orang tua.

Bisa ditebak, setelah air mata dari orang tua yang tersakiti itu jatuh, kehidupan sang anak selanjutnya tidak lagi bahagia. Selalu saja muncul masalah dan kegagalan.

Sampai video singkat itu selesai saya lihat, selanjutnya video sejenis lainnya bermunculan di beranda saya.

Mulai video etika makan tempat umum, video adab terhadap lingkungan dan sesama, sampai video etika bunga sampah dan menghormati orang lain tanpa melihat penampilan semua bermunculan satu sama lainnya saling berkaitan.

Penguatan Pendidikan Karakter di Zaman Modern

Berada di zaman yang semakin modern dan canggih seperti sekarang ini, emang masih pentingkah adanya penguatan Pendidikan Karakter?

Halo, jangan salah ... Netizens sekarang ini kreatif dan memiliki banyak ide cemerlang lho. Meskipun konten yang dibuat mengandung iklan, tapi mereka tidak kehabisan ide, secara soft selling mereka bisa dengan begitu apiknya menyamarkan pesan yang dibawa dalam video yang tidak diduga sama sekali pesannya oleh penonton.

Dan karena konten yang dibawakan memang bagus, memiliki pesan yang diterima masyarakat umum, kita yang menyaksikan jadinya tidak merasa bosan melihat tayangan videonya, sampai selesai.

Justru makin penasaran dan merasa senang manakala selesai menonton konten yang satu sudah ditawari lagi konten rekomendasi lainnya dengan tema sejenis dan satu kategori. Karena pesan tentang pendidikan krakter dalam video tersebut, sangat hidup dan mudah dicerna.

Penguatan Pendidikan Karakter pentingkah di era modern?

Pendidikan Karakter di jaman modern seperti sekarang ini jelas penting. Justru di jaman modern, dimana anak sudah semakin kritis, orang tua sudah sibuk dengan segala agenda dan rutinitas, hingga ada kemungkinan orang tua yang tidak sempat lagi mengajarkan kepada anaknya pendidikan karakter, media pembelajaran kekinian seperti konten video di media sosial itu bisa menjadi salah satu pilihannya.

Meski kehidupan terus berputar, teknologi informasi semakin canggih, apalah artinya jika tingkah laku manusia tidak dibarengi dengan ilmu dan adab. Ilmu dan adab ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang sudah seharusnya diterapkan setiap orang tua sejak anak masih kecil, bahkan sejak janin masih dalam kandungan.

Terlebih di era modern perlu digerakkan secara masif pada institusi atau lembaga pendidikan dan juga peran penting para pendidik.

Pendidikan karakter menjadi bentuk upaya guna menciptakan akhlak anak yang mau membantu orang lain, memahami, dan melakukan tindakan sebagai suatu landasan etik.

Artinya memberikan dukungan pada anak untuk menunjukkan perilaku positif, misalnya jujur, memiliki tanggung jawab, juga menghargai orang lain.

Upaya Penguatan Pendidikan Karakter di Zaman Modern

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sendiri merupakan upaya pihak pendidikan di lingkup sekolah untuk menguatkan karakter para siswa melalui keselarasan olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olahraga dengan bantuan dan keterlibatan publik serta kerja sama dari pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Olah Hati (Etik)

Penguatan pendidikan karakter yang dilakukan dimana setiap anak dididik untuk menjadi individu yang mempunyai kerohanian yang mendalam sesuai dengan agama dan keyakinannya, bertakwa, dan beriman.

Olah Rasa (Estetis)

Penguatan pendidikan karakter yang dilakukan dimana setiap anak dididik untuk jadi individu yang mempunyai integritas moral yang tinggi, serta memiliki rasa cinta dan rasa bangga akan budaya dan seni daerah atau negara sendiri.

Olah Pikir (Literasi)

Penguatan pendidikan karakter yang dilakukan dimana setiap anak dididik untuk menjadi individu yang memiliki kelebihan akademis sebagai hasil dari pembelajaran dan menjadi pembelajar sepanjang hidup.

Literasi ini terbagi menjadi beberapa bagian, seperti literasi baca tulis, literasi sains, literasi numerasi, literasi finansial, literasi digital serta literasi budaya dan kewarganegaraan.

Olah Raga (Kinestetik)

Penguatan pendidikan karakter yang dilakukan dimana setiap anak dididik untuk menjadi individu yang paham dengan pola hidup sehat yang baik dan terlibat aktif sebagai warga negara dalam program kesehatan.

Contoh penguatan penerapan pendidikan karakter:

Disiplin

Selalu membiasakan anak untuk hadir tepat waktu. Memakai seragam yang sesuai. Taat kepada aturan.

Kreatif

Membuat situasi yang bisa membentuk pola pikir dan tindakan anak untuk selalu kreatif. Misalnya mendampingi dan memberikan ide dalam mengerjakan tugas yang bisa menstimulasi kreativitas.

Mandiri

Menciptakan kondisi yang bisa mendorong anak untuk bisa belajar, berpikir, dan bertindak secara mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.

Religius

Selalu mengingatkan anak kapan menjalankan kewajiban. Memberikan kesempatan pada anak untuk beribadah sesuai dengan agama, berdoa sebelum belajar, dan selalu menjaga kebersihan.

Jujur

Contoh sederhana dari aspek ini misalnya mengadakan kantin kejujuran atau tempat khusus untuk barang hilang.

Toleransi

Memiliki sikap menghargai dan memperlakukan semua orang di sekolah serta menghargai adanya perbedaan.

Bersahabat dan komunikatif

Membuat suasana belajar atau bermain yang memudahkan interaksi semua pihak dengan bahasa yang sopan.

Peduli terhadap lingkungan

Membiasakan siswa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah dan rumah. Menyediakan tempat untuk membuang sampah dan cuci tangan, serta kamar mandi yang bersih.

Pembiasaan PPK buang sampah pada tempatnya

Tanggung jawab

Mengerjakan tugas sesuai dengan tanggung jawab anak.

Langkah-langkah Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter

Ada beberapa langkah untuk membantu penguatan pendidikan karakter, di antaranya:

Kegiatan baik yang dibiasakan

Implementasi nilai utama religius, nasionalisme, rasa mandiri, integritas, dan gotong royong harus ditanamkan dalam diri siswa menjadi kegiatan pembiasaan.

Seperti menyanyikan lagu kebangsaan setiap pagi atau upacara bendera setiap hari Senin.

Kegiatan teladan di sekolah

Keteladanan pada pihak sekolah diharapkan bisa ditiru oleh siswa, seperti datang tidak terlambat, disiplin mengerjakan tugas, dan membiasakan berkata sopan.

Keterlibatan semua pihak

Tidak hanya orang tua, guru, siswa, dan pihak lain di sekolah, kepala sekolah juga bisa mengajak alumni, warga sekitar, atau orang tua murid ketika mengadakan acara yang berkaitan dengan penguatan pendidikan karakter.

Mengadakan kegiatan berbasis literasi

Membiasakan anak membaca selama minimal beberapa menit per hari. Ikut hadir di acara panggung literasi, atau menyediakan area baca.

Pembiasaan gerakan literasi baca

Pengembangan bakat dan minat

Melalui kegiatan ekstrakurikuler, anak bisa menyalurkan minat, bakat, dan potensi yang mereka miliki.

Memberi pendampingan

Berikan pendampingan dan bimbingan pada anak baik secara individu maupun kelompok melalui berbagai bentuk aktivitas, misalnya kerja kelompok.

Pesan untuk Orang Tua dan Guru di Zaman Modern

Peran orang tua dan guru tentunya sangat besar dalam pendidikan karakter. Kita harus menjadi sosok yang dapat membuka pikiran, mencerahkan, memupuk nilai keteladanan, perilaku, moral, kasih sayang, dan persatuan. Sehingga bisa mengetahui perkembangan dan karakter anak, baik dalam segi intelektual maupun kepribadian.

Alangkah baiknya di jaman modern kita memiliki kemampuan untuk memfasilitasi anak agar bisa mencapai target pembelajaran yang ditentukan. Alih-alih juga bertindak sebagai perantara yang membantu anak menyaring semua pengaruh negatif yang berdampak buruk pada perkembangannya.

Akhir kata di era modern seperti sekarang orang tua dan guru diharapkan bisa mendukung setiap anak. Tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menciptakan karakter positif sehingga bisa menjadi generasi emas Indonesia.

Tidak ada kata terlambat untuk terus belajar. Sebagai orang tua di zaman modern supaya tidak ketinggalan informasi yuk, baca juga artikel terkait Pendidikan Karakter Dalam Kurikulum Merdeka Belajar. Semoga bisa jadi penambah wawasan dalam mengantarkan anak kita menjadi generasi emas Indonesia yang unggul ya...

Read more ...

Rabu, 22 Mei 2024

Orang Tua, Pendidikan Karakter dan Belajar Anak

Bagaimana sikap orang tua terhadap Pendidikan Karakter dan sistem pembelajaran anak di era Merdeka Belajar seperti sekarang?

Minggu lalu saya mengikuti pelatihan ibu penggerak selama tiga hari. Materi yang didapat sangat banyak mulai dari Pendidikan Karakter, Merdeka Belajar sampai Profil Pelajar Pancasila dan Tiga Dosa Besar Pendidikan Indonesia.

Jadi ibu yang notabene adalah orang tua dimana memiliki tanggung jawab penuh pada pendidikan dan tumbuh kembang anak tentu saja ilmu dan wawasan terbaru sangat dibutuhkan supaya bisa mendampingi anak belajar dan mencapai cita-citanya.

Di tengah maraknya berbagai macam metode pembelajaran untuk anak, baik secara formal maupun informal, apa yang bisa para ibu atau orang tua lakukan?

Bagaimana cara orang tua menjadi pendamping belajar pendidikan karakter anak?

Belajar

Untuk bisa mendampingi anak belajar, orang tuanya juga harus terus belajar karena jaman terus berubah. Lain jaman lain juga kebiasaan dan aturannya.

Dunia parenting adalah pekerjaan kolektif, tidak hanya kerja sama antara ibu dan bapak, melainkan juga dengan lingkungan, pemerintah dan tentunya pihak sekolah.

Tidak bisa masing-masing memiliki kepentingan sendiri atau bersifat individual meskipun antara ibu dan bapak sudah berpisah. Tetap diperlukan kerja sama setidaknya di depan anak.

Kesuksesan anak tetap jadi tanggung jawab bersama semua orang tua di satu kesatuan lingkungan.

Bergaul

Orang tua bisa ikut bergabung di komunitas karena komunitas bisa menjadi tempat kita untuk belajar.

Belajar bersama akan mempermudah orang tua mendapatkan ilmu sekaligus berbagi pengalaman sesama orang tua.

Komunitas bisa menjadi sebuah wadah yang efektif untuk para orang tua belajar bersama

Ikhtiar dan Berdoa

Perjuangan orang tua sangat ampuh dan nyata dalam mengantarkan anak menuju pintu kesuksesan. Tidak ada orang tua yang tidak ingin anaknya berhasil, bukan?

Bagaimana cara mengetahui metode pembelajaran pendidikan karakter dalam Merdeka Belajar ini berhasil atau tidak?

Apa yang bisa orang tua lakukan dalam merdeka belajar?

Orang tua tidak harus pintar atau berpendidikan tinggi. Semua orang tua bisa mendampingi anak belajar.

Orang tua bisa melakukan cara berikut ini setiap hari:

Buat jadwal anak belajar di rumah

Tidak harus lama yang penting konsisten. Jeda antara kegiatan anak sehingga anak tidak kelelahan

Duduk dan temani anak belajar

Duduk tidak sembarang duduk. Jangan sampai orang tua duduk di samping anak tapi tidak memperhatikan anak. Jangan sampai badan ada bersama anak tapi pikiran jalan-jalan di dunia lain.

Lepaskan dulu gadget selama mendampingi anak belajar sehingga orang tua bisa fokus menemani anak dan benar-benar menemaninya

Ciptakan suasana tenang agar anak fokus belajar

Setiap anak memiliki kebiasaan yang berbeda. Orang tua pasti tahu apa yang disukai anak, apa yang bisa bikin anak semangat belajar.

Dari kegiatan menemani anak belajar ini orang tua bisa “mengetes” apakah metodenya ini ampuh sehingga bisa menambah ilmu dan wawasan anak, atau justru tidak sama sekali.

Bagaimana cara mengetahui metode pembelajaran pendidikan karakter dalam Merdeka Belajar ini berhasil atau tidak?

Beri anak latihan tanggung jawab

Orang tua bisa memulainya dengan membuat jadwal kegiatan anak.

Membantu anak membuat jadwal kegiatan bukan berarti membuatkan jadwal untuk anak, namun memberikan kesempatan anak untuk membuat jadwal mereka sendiri. Hal itu akan membantu anak bertanggung jawab terhadap semua rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari berjalan.

Saat anak berhasil beri apresiasi. Namun ketika anak belum paham, koreksi diri apakah mendampingi anak belajar ini sudah maksimal? Tidak mungkin anak gagal paham kalau penyampaian dan pendampingan dari orang tua sudah maksimal.

Introspeksi

Ingatkan pada diri kita masing-masing bahwa orang tua itu bukan orang yang serba tahu segalanya. Saat orang tua melakukan kesalaha, atau bingung tidak tahu harus bagaimana, respons seperti ini bisa juga orang tua katakan kepada anak: “Maaf, ayah atau bunda ternyata salah. Maaf belum punya jawaban untuk pertanyaan itu. Sekarang mari kita cari bersama jawabannya dan kita diskusikan bersama, ya.”

Ide Kegiatan

Jika anak kesulitan menemukan ide kegiatan bantu mereka dengan menyebutkan beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mengerjakan tugas dari sekolah. Seperti kegiatan rutin (mandi, sarapan, berdoa); kegiatan fisik ( olahraga, membereskan kamar, mencuci piring); membaca buku, bermain musik dan games, dan sebagainya yang bisa memancing ide anak untuk dimunculkan.

Sebagai refleksi, ajak anak untuk bercerita tentang semua kegiatannya. Sekaligus bisa menilai sejauh mana pemahaman anak atas apa yang kita para orang tua sampaikan. Anak yang mampu menceritakan ulang apa yang dilakukan dengan baik itu tandanya anak sudah bisa fokus dan memahami.

Bagaimana cara mengetahui metode pembelajaran pendidikan karakter dalam Merdeka Belajar ini berhasil atau tidak?

Keteladanan dan Pembiasaan

Pengembangan potensi Pendidikan Karakter dan kegiatan Merdeka Belajar melalui keteladanan dan Pembiasaan sepanjang waktu dalam kehidupan sehari-hari perlu terus dipertahankan .

Sehingga apa yang diajarkan kepada anak, ia akan konsisten melakukannya, sehingga menjadi sebuah kebiasaan yang akan melekat kuat dalam benak anak, yang bisa saja akan menjadi karakter baik, lalu menjadi kebiasaan, yang kelak bisa saja akan menjadi sebuah budaya.

Menurut manteman apa ada peran lain bagi orang tua dalam pengembangan karakter siswa?

Dimana orang tua menjadi faktor utama untuk membentuk karakter anak karena orang tua merupakan tempat pendidikan pertama atau mendasar bagi seorang anak.

Orang tua juga orang pertama yang mengenal dan memahami sifat baik dan buruknya anak. Merekalah yang tahu bagaimana karakter anak tersebut.

Orang tua jaman now diharapkan bisa mempelajari kurikulum merdeka, mengenali minat dan kemampuan anak, mendukung upaya anak dalam menyelesaikan tugas atau menggali potensi dirinya.

Orang tua juga diharapkan bisa memahami gaya belajar anak, memberikan bimbingan berkelanjutan, dan menjalin komunikasi dengan guru kelas dan wali kelas anak sehingga belajar anak menjadi maksimal dan sebenarnya mendapatkan kemerdekaan dalam belajarnya.

Untuk mencapai semua itu yuk kita cari tahu juga bagaimana Pengamalan Pendidikan Karakter dalam Konsep Merdeka Belajar. Setelah memahami isi artikel tersebut kemungkinan orang tua akan lebih mudah dalam mendampingi anak belajar.

Read more ...

Kamis, 16 Mei 2024

Pengamalan Pendidikan Karakter dalam Konsep Merdeka Belajar

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mengeluarkan keputusan reformasi sistem pendidikan Indonesia melalui kebijakan Merdeka Belajar. Tujuannya untuk menggali potensi terbesar para guru sekolah dan murid, serta untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara mandiri di Indonesia.

Saatnya Mandiri Belajar Tinggalkan Kebiasaan Monoton

Sebagaimana kita tahu dan mungkin mengalaminya, bahwa sudah sekian puluh tahun sistem pendidikan negara kita hanya terpaku pada guru menerangkan, murid menyimak. Itu saja.

Sebagaimana dikatakan Mas Menteri selaku orang pertama di Kemendikbudristek bahwa memang tidak akan mudah mengganti kebiasaan yang sudah turun temurun selama puluhan tahun dijalankan masyarakat Indonesia itu.

Sejak dulu sistem belajar di sekolah Indonesia berpusat pada satu arah. Guru memberikan materi, murid menerima.

Saya pun masih ingat dengan jelas, sejak masuk sekolah, kesehariannya hanya menghafal dan menghafal. Rumus dihafal, teori dihafal.

Sampai Buku Atlas, serasa dikuasai sendiri secara dari sana sumber hafalan ilmu pengetahuan sosial kebanyakan berasal. Mulai menghapal nama negara, nama ibukotanya, sampai siapa presiden atau perdana menteri yang sedang menjabat.

Sejarah Indonesia mulai jaman kerajaan, sampai jaman kemerdekaan hingga pemberontakan, semua harus diingat termasuk tanggal dan tokohnya karena akan keluar di soal ujian.

Ada yang pernah mengalami seperti saya itu?

Sungguh kalau dipikir-pikir lagi sekarang, ibarat kegiatan yang sangat monoton bila dilihat dari dunia pendidikan yang sudah terbuka ini. Meskipun tentu saja ada juga sisi baiknya, tapi tidak heran pada jaman itu banyak anak malas mengikuti mata pelajaran tertentu karena bosan dan merasa tidak ada hal baru.

Upaya Memerdekakan Sistem Belajar

Sekarang jamannya sudah berubah. Murid sudah bisa lebih kritis dan kreatif. Banyak hal yang bisa dieksplorasi oleh murid mulai dari literasi, numerasi, sampai karakter. Saat itulah sebenarnya murid memerlukan kesempatan untuk memerdekakan dirinya dalam belajar.

Adanya perubahan ke Merdeka Belajar, tentu saja masih belum bisa diterima banyak pihak. Bahkan bagi yang belum tahu sudah menjudge duluan kalau Merdeka Belajar itu kegiatan tanpa pemikiran yang matang.

Padahal konsep Merdeka Belajar banyak memberikan ruang dan kesempatan kepada guru dan murid untuk mempraktikkan dan mengamalkan pendidikan karakter yang selama ini sudah diajarkan sejak dini.

Merdeka Belajar Bagian dari Pendidikan Karakter

Ingat, belajar itu bukan hanya kegiatan menghafal dan bukan mengingat saja. Belajar adalah sebuah proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Bisa ditunjukkan seperti berubah pengetahuannya, perubahan pemahamannya, perubahan pada sikap dan tingkah lakunya menjadi lebih baik, berubah lebih banyak pada  keterampilannya, adanya perubahan pada kecakapan anak dan kemampuannya, perubahan pada daya reaksinya, perubahan daya penerimaannya dan perubahan aspek lainnya yang ada pada diri si pembelajar tersebut.

Merdeka Belajar memfasilitasi guru dan anak dengan kebebasan berpikir dan berdiskusi sehingga guru bisa terus mendampingi anak dengan maksimal dan anak bisa tumbuh secara optimal.

Sementara kita tahu, kalau sikap mau menerima pendapat orang lain, mau berdiskusi, mau bekerja sama dan masih banyak lagi sikap baik lainnya, itu semua adalah cerminan dari nilai-nilai pendidikan karakter yang bisa kita temukan dalam konsep Merdeka Belajar.

Merdeka Belajar dan Pendidikan Inklusif

Boleh dikatakan sistem Merdeka Belajar itu sejalan dengan semangat pendidikan inklusif. Dimana layanan pendidikan ini membebaskan mengikutsertakan anak dengan kebutuhan khusus (ABK) belajar bersama anak normal (non-ABK) dengan usia sebayanya di kelas reguler. Semua memiliki kesempatan dan hak yang sama. Tanpa diskriminasi, tanpa intoleransi.

Diskusi menjadi salah satu bentuk adanya kemerdekaan siswa saat belajar yang diterapkan kepada anak. Diskusi menjadi media komunikasi dalam sistem Merdeka Belajar antara guru dan siswa dalam mencerna materi yang dipelajari. Sehingga, siswa dapat lebih leluasa memahami materi secara lebih mendalam dari berbagai sudut pandangnya.

Melalui sistem Merdeka Belajar siswa dan atau mahasiswa di kampus merdekanya, bisa memilih pelajaran yang diminati sesuai dengan bakat dan minatnya.

Dengan adanya kebebasan seperti itu diharapkan para siswa dan mahasiswa bisa menjadi sumber daya manusia yang unggul, yang mampu mengoptimalkan bakatnya dan bisa memberikan sumbangsihnya yang paling baik dalam berkarya bagi bangsa.

Merdeka Belajar Hasilkan SDM Unggul Pendidikan Karakter

Merdeka Belajar Melahirkan SDM Unggul

Pentingnya memiliki sumber daya manusia (SDM) yang unggul merupakan solusi dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Sebagaimana disampaikan Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim bahwa: “Apapun kompleksitas masa depan, kalau SDM kita bisa menangani kompleksitas maka itu tidak menjadi masalah” (FORWAS Edisi ke-3/2019).

Tentu saja SDM unggul ini adalah pribadi yang intelektual yang memiliki keunggulan  pendidikan karakter kompetitif dan komperatif, serta siap menghadapi era globalisasi.

Apalagi saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan eksternal berupa hadirnya Revolusi industri 4.0 yang bertumpu pada cyber-physical system. Dengan kemajuan teknologi, basis informasi, pengetahuan, inovasi, dan jejaring, yang menandai era penegasan munculnya abad kreatif.

Dan SDM kita juga memiliki tantangan yang bersifat internal, berupa gejala melemahnya mentalitas anak-anak bangsa sebagai dampak maraknya simpul informasi dari media sosial.

Nah, menghadapi tantangan itu semua tentu harus diimbangi dengan pendidikan karakter dan pendidikan formal yang bermutu supaya dapat menjamin tumbuh kembangnya SDM yang berkualitas, yang bisa bertindak cepat, tepat, dan mampu beradaptasi dengan baik dalam mengantisipasi sekaligus mengatasi dampak negatif dari gelombang perubahan besar tersebut, bukan?

Namun sayangnya kondisi pendidikan kita belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Salah satu indikatornya  berdasarkan data skor PISA (Programme for International Students Assessment) tahun 2015 pada tingkat literasi yang meliputi tiga aspek; membaca, kemampuan matematika, dan kemampuan sains, masih berada pada peringkat 10 besar terbawah yaitu peringkat ke-62 dari 72 negara anggota OECD (Orgnization for Economic Cooperation and Development).

Bahkan tingkat literasi negara kita masih kalah dari negara Vietnam (Kompasiana, 16/12/ 2018). Sungguh sangat disayangkan ya.

Karena itu Kemendikbudristek selaku leading sektor pendidikan nasional yang berperan penting dalam mewujudkan kualitas SDM Indonesia, menindaklanjutinya dengan mengeluarkan berbagai kebijakan penting, diantaranya kebijakan pendidikan Merdeka Belajar ini.

Merdeka Belajar Pengamalan dari Pendidikan Karakter

Merdeka Belajar dan Pendidikan Karakter

Program Merdeka Belajar yang searah dengan pendidikan karakter  akan menjadi arah pembelajaran ke depan yang fokus pada meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sebagaimana arahan bapak presiden dan wakil presiden.

Merdeka Belajar mungkin hanya sebagai langkah awal dari sekian banyak gagasan untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional yang terkesan monoton.

Merdeka Belajar menjadi salah satu program menciptakan suasana belajar di sekolah yang bahagia dengan suasana yang menyenangkan. Happy untuk peserta didik dan happy juga untuk para guru.

Supaya pemahaman kita semakin banyak terkait Merdeka Belajar dan Pendidikan Karakter, baca juga yuk, ulasan mengenai Profil Pelajar Pancasila dan Pendidikan Karakter. Informasinya sangat penting sehingga kita juga bisa menjadi Pelajar Pancasila, lho!

Read more ...

Rabu, 15 Mei 2024

Profil Pelajar Pancasila dan Pendidikan Karakter

Keseruan Pelatihan Ibu Penggerak Angkatan XV Bagian 3: Profil Pelajar Pancasila dan Pendidikan Karakter

Halo para ibu, kembali lagi dengan saya yang sedang mengikuti Pelatihan Ibu Penggerak (PIP) angkatan ke XV mulai Senin 13 Mei kemarin sampai Kamis besok 16 Mei 2024.

Tulisan ini saya buat, sebagai pengingat jika suatu saat saya lupa atau kangen masa-masa pelatihan ini, bisa saya tengok lagi.

Besar harapan saya jika tulisan receh ini juga bisa bermanfaat bagi manteman yang memerlukan informasi seputar Profil Pelajar Pancasila dan kaitannya dengan Pendidikan Karakter.

Karena saya yakin Pancasila memiliki ribuan karakter baik yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sudah sepantasnya Profil Pelajar Pancasila menjadi acuan baik dalam menerapkan pendidikan karakter.

Materi webinar PIP hari pertama cukup banyak karenanya saya membaginya menjadi tiga bagian.

Part ini saya akan coba menulis ulang mengenai materi Profil Pelajar Pancasila dan kaitannya dengan Pendidikan Karakter. Semoga bermanfaat ya...

Profil Pelajar Pancasila dan Pendidikan Karakter

Pelajar Pancasila dan Pendidikan Karakter

Ada yang tahu kisaran usia untuk para Pelajar Pancasila itu kira-kira kisaran umur berapa ya?

Apakah dari lahir sampai usia 17 tahun, atau usia 5-17 tahun? Atau usia 7-17 tahun? Atau justru semua usia?

Sejarah Pelajar Pancasila

Istilah Pelajar Pancasila lahir ketika Presiden Jokowi melakukan pidato kenegaraan, pada 16 Agustus 2020.

Presiden Jokowi menyampaikan “Nilai-nilai luhur Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia, persatuan dan kesatuan nasional, tidak bisa dipertukarkan dengan apa pun juga. Kita tidak boleh memberikan ruang sedikit pun kepada siapa pun yang menggoyahkannya.”

Pada saat itu muncullah istilah Pelajar Pancasila yaitu sumber saya manusia yang unggul, seorang pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Dalam hal itu, cakupan Pelajar Pancasila tidak hanya siswa, melainkan juga termasuk guru dan orang tua.

Lalu apa itu Profil Pelajar Pancasila? Bisa diartikan sebagai pembelajar sepanjang hayat yang memiliki nilai pendidikan karakter beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; berkebinekaan global; bergotong royong; mandiri, bernalar kritis; dan kreatif.

Jadi bisa diambil kesimpulan, pelajar Pancasila itu bisa siapa saja, dan berapa pun usianya alias sepanjang hayat.

Profil Pelajar Pancasila mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan nomor 23 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kemendikbudristek Tahun 2020-2024.

Manfaat Profil Pelajar Pancasila

Apa manfaat profil pelajar Pancasila? Tentu saja ada banyak manfaat yang secara langsung maupun tidak yang bisa dirasakan. Sebagaimana menerapkan pendidikan karakter, tentu saja akan ada banyak manfaat yang bisa didapatkan si anak. Manfaat lainnya:

  • Bisa membekali diri dengan kemampuan pendidikan karakter untuk memanfaatkan dan mengembangkan potensi yang ada di lingkungan
  • Sudah terbiasa membekali diri dengan kompetensi yang dibutuhkan sesuai perkembangan zaman
  • Membekali diri dengan keterampilan untuk bekerja sama dan berkompetisi secara global
  • Membentuk karakter luhur dalam diri yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
  • Serta dapat memperkuat identitas diri sebagai bagian dari bangsa dan negara yang berkarakter.

Mengapa Profil Pelajar Pancasila dan Pendidikan Karakter Dibutuhkan?

Kita tahu kalau pendidikan karakter itu mengandung kebaikan dan akhlak terpuji. Jadi tentu saja Profil Pelajar Pancasila dan Pendidikan Karakter dibutuhkan untuk membekali setiap individu dengan kemampuan dan karakter yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia dan untuk meningkatkan daya saing bangsa.

Profil Pelajar Pancasila dan Pendidikan Karakter

Siapa Sasaran Profil Pelajar Pancasila dan Pendidikan Karakter?

Jawabannya seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Profil Pelajar Pancasila dan Pendidikan Karakter bukan hanya diperuntukan bagi anak dan pelajar. Seluruh Warga Negara Indonesia perlu mengenali dan memahami apa itu Profil Pelajar Pancasila dan Pendidikan Karakter sehingga dapat menghayati secara bersama dan menerapkan nya dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Karakter apa saja yang ada dalam Profil Pelajar Pancasila?

Ada enam karakter (yang selanjutnya disebut dimensi) dalam Profil Pelajar Pancasila. Keenam dimensi ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya.

  1. Dimensi Beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Dimensi Berkebinekaan Global
  3. Dimensi Gotong Royong
  4. Dimensi Kreatif
  5. Dimensi Berpikir Kritis
  6. Dimensi Mandiri

Bagaimana Cara Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila dalam Pendidikan Karakter?

Dimensi Beriman

Profil Pelajar Pancasila harus meyakini keberadaan Tuhan dan mengamalkan nilai-nilai agama dan kepercayaan dalam kehidupan sehari-hari

Elemen dari Dimensi Beriman

  • Akhlak Beragama
  • Akhlak Bernegara
  • Akhlak Kepada Alam
  • Akhlak Kepada Manusia
  • Akhlak Pribadi

Dimensi Berkebinekaan Global

Elemen kunci dari berkebinekaan global adalah mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.

Elemen dari Dimensi Berkebinekaan Global

  • Mengenal dan menghargai budaya
  • Berkeadilan Sosial
  • Refleksi dan Tanggung Jawab Terhadap Pengalaman Kebhinekaan
  • Komunikasi dan interaksi antar Budaya

Profil Pelajar Pancasila dan Pendidikan Karakter

Dimensi Gotong Royong

Bisa diartikan sebagai kemampuan atau kemauan untuk berkolaborasi, peduli, dan berbagi dalam melakukan suatu kegiatan secara bersama-sama dengan sukarela sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan lancar, mudah dan ringan.

Elemen dari Dimensi Gotong Royong

  • Kolaborasi
  • Berbagi
  • Kepedulian

Dimensi Kreatif

Pengertian kreatif disini mengacu kepada kemampuan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan memberikan dampak baik.

Bisa luwes saat mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi

Elemen dari Dimensi Kreatif?

  • Menghasilkan gagasan yang orisinal
  • Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan
  • Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal

Dimensi Berpikir Kritis

Bisa diartikan Dimensi Berpikir Kritis itu sebuah kemampuan mengolah informasi, mengaitkan informasi satu dengan lainnya, menganalisis, sekaligus mengevaluasi hingga dapat kesimpulan dan informasi akurat yang didapat.

Elemen dari Dimensi Berpikir Kritis

  • Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
  • Menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedur nya
  • Merefleksi pemikiran dan produk belajar

Dimensi Mandiri

Kemampuan seseorang untuk mengatur diri sendiri, mengambil keputusan, dan bertindak secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain.

Elemen yang termasuk bagian dari Dimensi Mandiri

  • Regulasi diri
  • Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi

Pesan untuk Orang Tua

Dari ulasan Profil Pelajar Pancasila dan Pendidikan Karakter di atas, muncul pertanyaan bagaimana agar orang tua bisa memaksimalkan diri menjadi pendamping belajar anak?

  • Dengan terus kembali belajar karena zaman terus berubah
  • Dengan bergaul dan bergabung di komunitas. Jadikan komunitas sebagai tempat belajar
  • Ikhtiar disertai doa

Parenting adalah pekerjaan kolektif. Bukan individu. Kesuksesan anak menjadi tanggung jawab bersama antara guru, orang tua dan lingkungan.

Belajar bersama akan mempermudah orang tua mendapatkan ilmu sekaligus bisa berbagi pengalaman sesama orang tua. Komunitas bisa menjadi wadah yang efektif untuk belajar bersama.

Itu ulasan singkat yang bisa saya sampaikan mengenai informasi seputar Profil Pelajar Pancasila dan kaitannya dengan Pendidikan Karakter.

Supaya tidak lupa yuk kunjungi artikel Lima Nilai Karakter Utama Menurut Kemendikbudristek masih terkait materi Pendidikan Karakter dan baca sampai tuntas supaya lebih paham ya.

Read more ...

Senin, 13 Mei 2024

Keseruan Pelatihan Ibu Penggerak Angkatan XV Bagian 2

Halo para ibu, kembali lagi dengan saya yang sedang mengikuti Pelatihan Ibu Penggerak (PIP) angkatan ke XV mulai Senin 13 Mei sampai Kamis 16 Mei 2024.

Tulisan ini saya buat, sebagai pengingat. Apalagi saya orangnya mudah lupa. Secara tidak langsung dengan menuliskan lagi apa saja yang sudah saya terima selama mengikuti PIP ini, jika suatu saat saya lupa atau kangen masa-masa pelatihan ini, bisa saya tengok lagi.

Besar harapan saya jika tulisan receh ini juga bisa bermanfaat bagi manteman yang memerlukan informasi seputar Ibu Penggerak. Karena saya yakin dengan banyaknya manfaat yang didapatkan sebagai Ibu Penggerak akan ada lagi pelatihan Ibu Penggerak selanjutnya hingga tercapai target dari Sidina Community melahirkan sepuluh ribu (bahkan lebih) Ibu Penggerak lainnya.

Kenapa Jadi Calon Ibu Penggerak?

Seperti kita tahu PIP yang saya ikuti ini adalah angkatan ke 15. Ibu Penggerak memberikan ilmu dan wawasan tidak hanya seputar dunia ibu-ibu yang lebih dominan pada ilmu pengasuhan, melainkan juga ada ilmu pengembangan diri.

Saat mengikuti pelatihan Ibu Penggerak ataupun ikut pelatihan lainnya saya yakin selanjutnya kita akan mendapatkan ilmu dan wawasan baru, pertemanan yang baru, dan pastinya pengalaman yang baru pula, bukan?

Nah, semua itu melalui Pelatihan Ibu Penggerak bisa kita dapatkan secara gratis. Jadi selagi ada waktu kenapa tidak kita manfaatkan sebaik mungkin?

Siapa tahu ilmu dan manfaat dari PIP ini bisa saya bagikan lagi khususnya di sekitar tempat saya tinggal di Cianjur Selatan yang cukup terpencil ini. Dimana di jaman serba modern dan digital ini ojek online justru belum ada di sini.

Webinar Pelatihan Ibu Penggerak oleh BKHM Kemendikbudristek

Pelatihan Ibu Penggerak batch XV jatuh pada hari Senin 13 Mei 2024 pukul 13.00-15.30 wib.

Materi hari pertama terdiri dari pengenalan Sidina Community, Profil Pelajar Pancasila dan Ibu Penggerak.

Pemateri di hari pertama ini adalah Ibu Heni Widiyaningsih (instagram.com/heni_saroyobudi) dengan moderator Ibu Nor Maya Sari (instagram.com/maiia_normayasari)

Karena bahasan materinya cukup banyak, dan itu tuh daging semua, maka saya menuliskannya dibagi menjadi tiga bagian.

Bagian pertama sudah saya tulis yaitu mengenai Pembukaan Webinar Hari Pertama dan Sidina Community. Bagian dua inilah yang akan saya bahas, mengenai Ibu Penggerak.

Sementara bagian selanjutnya nanti bahasan mengenai Profil Pelajar Pancasila ada di bagian tiga ya.

Ibu Penggerak Mitra Resmi Kemendikbudristek

Optimisme Menteri Kemendikbudristek Terhadap Ibu Penggerak dan Merdeka Belajar

Sambutan Mas Menteri Nadiem Anwar Makariem mengapresiasi akan adanya pelatihan Ibu Penggerak ini.

Tidak mudah memang mengganti kebiasaan yang sudah turun temurun selama puluhan tahun dijalankan masyarakat Indonesia. Sejak dulu kan sistem belajar di sekolah kita itu berpusat pada satu arah. Guru memberikan materi, murid menerima. Sungguh kegiatan yang sangat monoton.

Karena sekarang jamannya sudah berubah. Murid sudah bisa lebih kritis dan kreatif. Banyak hal yang bisa dieksplorasi oleh murid mulai dari literasi, numerasi, sampai karakter.

Adanya perubahan ke Merdeka Belajar, tentu saja masih belum bisa diterima banyak pihak. Bahkan bagi yang belum tahu malah sudah menjudge duluan kalau Merdeka Belajar itu katanya kegiatan tanpa pemikiran yang matang.

Kendala seperti itu disadari benar oleh pemerintah. Mas Menteri mengajak para Ibu Penggerak supaya bisa ikut menyukseskan program ini sehingga hasil yang didapat bisa maksimal.

Ibu Penggerak sekaligus sebagai orang tua siswa, diharapkan bisa mempraktikkan ilmu yang didapat dari PIP terlebih dahulu di keluarga sendiri, lalu bisa mengajak sekaligus mensosialisasikan nya lagi kepada lingkungan terdekat lainnya, hingga jangkauan sosialisasi akan Merdeka Belajar itu seperti apa bisa lebih luas lagi setelah Ibu Penggerak menjadi fasilitator.

Sebagai disampaikan Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbudristek, Bapak Anang Ristanto.

Kalau kolaborasi antara orang tua (termasuk ibu penggerak) masyarakat, sekolah dan pemerintah sangat dibutuhkan dalam menyukseskan program Merdeka Belajar.

Pendidikan tanggung jawab semua pihak. Semua dilibatkan termasuk ibu-ibu selaku orang tua siswa yang biasanya paling dekat dan berperan penting dalam mendidik anak.

Pemerintah perlu dukungan semua pihak untuk memajukan pendidikan terhadap anak sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan perkembangan jaman demi tercapainya generasi emas di tahun 2045 nanti. Karena itu Ibu Penggerak di sini sangat dibutuhkan.

Webinar Pelatihan Ibu Penggerak Batch XV

Ibu Penggerak dan Sidina Community

Ibu Penggerak lahir dari Sidina Community. Komunitas yang dipercaya menjadi Mitra Kemendikbudristek untuk mensosialisasikan kebijakan dan program Kemendikbudristek kepada orang tua yang salah satunya melalui Program Pelatihan Ibu Penggerak.

Komunitas Sidina (Sadina dari bahasa Sansekerta yang artinya menjadi lebih baik) menjadi komunitas bagi para perempuan yang fokus pada pendidikan, parenting, bisnis dan pengembangan diri unybisa lebih sehat, cerdas dan berdaya supaya menjadi ibu pembelajar hingga bisa menjadi privelege untuk anak-anaknya.

Ibu Penggerak Ibu Terpilih

Kesuksesan pendidikan anak bisa diraih setelah melibatkan tiga pihak: pemerintah, satuan pendidikan dan orang tua.

Ketiga pihak ini harus bersinergi agar tercipta generasi unggul dan berkarakter.

Orang tua khususnya ibu bisa menjadi jembatan antara pihak sekolah dan Kemendikbudristek dalam mensosialisasikan kebijakan.

Ibu yang tergabung dalam Ibu Penggerak ini ibu-ibu terpilih yang bisa mempercepat proses perubahan menuju pendidikan yang berkualitas.

Pengertian Ibu Penggerak

Ibu Penggerak adalah ibu yang memahami dirinya sendiri serta bisa memaksimalkan potensinya.

Ibu yang mau jadi pembelajar sepanjang hayat untuk bisa membersamai tumbuh kembang anak secara holistik dan punya semangat untuk bergerak mengajak ibu lainnya jadi ibu pembelajar yang berdaya sehingga bisa menjadi privilege untuk anak-anaknya.

Untuk menjadi Ibu Penggerak harus lulus dulu mengikuti pelatihan Ibu Penggerak.

Ibu Penggerak Bagian dari Kemendikbudristek

Ibu Penggerak menjadi salah satu kunci kesuksesan pendidikan berbasis Merdeka Belajar. Yaitu pembelajaran yang menyenangkan dan relevan.

Ibu Penggerak akan mendapatkan pembekalan berupa materi kebijakan Kemendikbudristek yang relevan dan personal skill, sehingga Ibu Penggerak bisa semakin update pendidikan dan berdaya.

Ibu Penggerak menjadi mitra strategis. Menjadi penghubung antara sekolah dengan pemerintah dalam mensosialisasikan kebijakan.

Ibu penggerak sekaligus sebagai influencer untuk keluarga dan lingkungannya dalam membawa perubahan pendidikan sampai ke masyarakat luas.

Bersama Ibu Penggerak kita bergerak bersama untuk mempercepat proses perubahan menuju pendidikan yang lebih berkualitas.

Manfaat Ibu Penggerak

Ada banyak sekali manfaat jika kita bergabung menjadi Ibu Penggerak.

Beberapa di antaranya saja nih:

Ibu Penggerak akan mendapatkan informasi langsung dari Kemendikbudristek

Sesama Ibu Penggerak menjadi support system karena memiliki visi dan misi yang sama

Ibu Penggerak bisa menciptakan karakter anak sesuai dengan profil Pelajar Pancasila

Ibu Penggerak menjadi garda terdepan dalam penghapusan 3 Dosa Besar Pendidikan

Ibu Penggerak bisa menerapkan sistem Merdeka Belajar dalam lingkungan keluarga dan lebih termotivasi dalam membersamai anak belajar

Ibu Penggerak diberikan personal skill seperti publik speaking, design gratis, dan sebagainya

Ibu Penggerak berkesempatan mengikuti seleksi ToT Fasilitator dan berkontribusi dalam dunia sosial pendidikan (volunteering)

Dan masih banyak lagi manfaat lainnya jika kita bergabung menjadi Ibu Penggerak

Syarat Menjadi Ibu Penggerak

Ternyata sangat mudah lho untuk menjadi Ibu Penggerak ini.

Syarat teknisnya:

Wanita baik single maupun menikah ataupun single mom, asalkan berusia minimal 20 tahun

Bersedia mengikuti pelatihan secara daring selama minimal 3 hari

Mengisi absensi minimal 75% durasi pelatihan @60 menit

Mengisi form presensi awal, post test, dan feedback

Mengikuti aturan yang sudah ditetapkan

Setelah lulus bisa menggunakan title #IbuPenggerak

Syarat Menjadi Fasilitator Ibu Penggerak

Saat pelatihan hari pertama, saya cukup kaget karena ternyata antusias peserta untuk menjadi Fasilitator cukup tinggi. Itu dibuktikan dengan banyaknya peserta yang berminat untuk ikut seleksi menjadi fasilitator ini.

Memang sih menjadi fasilitator akan mendapatkan benefit lebih dibanding sebagai Ibu Penggerak saja. Saya rasa wajar mengingat persyaratan untuk menjadi Fasilitator cukup ketat juga

Persyaratan jadi Fasilitator Ibu Penggerak:

Sudah lulus pelatihan Ibu Penggerak

BUKAN dari kalangan ASN Guru/P3K

Lulus kurasi CV

Berkiprah di lingkungan sekolah, komunitas, maupun masyarakat secara volunteer (sukarela)

Lulus presentasi materi Ibu Penggerak

Mempunyai Rencana Tindak Lanjut (RTL) sosialisasi berupa tempat, metode dan audience

Menyelesaikan RTL atau Sosialisasi setelah Training of Trainer (ToT) baik daring maupun luring dan mengisi form laporan

Tergabung di WAG Fasilitator

Berkomitmen menyelesaikan RTL sosialisasi dalam kurun waktu selambat-lambatnya 8 Minggu sejak selesai ToT

Setelah lulus bisa menggunakan title #FasilitatorIbuPenggerak

Nah, bagaimana selain tertarik gabung menjadi Ibu Penggerak apakah juga tertarik untuk menjadi Fasilitator Ibu Penggerak?

Masih ada materi selanjutnya yang kita tunggu-tunggu yaitu informasi seputar Profil Pelajar Pancasila. Supaya tidak penasaran yuk langsung saja kita kunjungi artikelnya dan baca sampai tuntas di bagian ketiga dari artikel ini ya...

Read more ...

Minggu, 12 Mei 2024

Keseruan Pelatihan Ibu Penggerak Angkatan XV Bagian 1

Halo para ibu, salam kenal dari saya yang saat ini sedang mengikuti Pelatihan Ibu Penggerak (PIP) angkatan ke XV mulai Senin 13 Mei sampai Kamis 16 Mei 2024.

Salam sungkem untuk teman-teman blogger yang sudah jadi Ibu Penggerak seperti Mak Neng Tanti, Bunda 3F, dan teman blogger yang sudah jadi pengurus komunitas (bahkan fasilitator?) Ibu Penggerak seperti Mbak Rahmah Chemist.

Semangat untuk kawan-kawan satu angkatan. Saya lihat ada teman blogger Ugik Madyo juga ya. Maaf nih belum bisa menyapa langsung. Siapa lagi teman blogger lainnya yang menjadi peserta PIP batch 15 kali ini?

Tulisan ini saya buat, sebagai pengingat bahwasanya segala sesuatu itu perlu perjuangan. Termasuk dalam mencari ilmu. Apalagi saya orangnya mudah lupa. Secara tidak langsung dengan menuliskan lagi apa saja yang sudah saya pelajari selama mengikuti PIP ini, jika suatu saat saya lupa atau kangen masa-masa pelatihan ini, bisa saya tengok lagi.

Besar harapan saya jika tulisan receh ini bisa bermanfaat juga untuk manteman yang memerlukan informasi seputar Ibu Penggerak.

Kenapa Saya (baru) Jadi Calon Ibu Penggerak?

Seperti kita tahu PIP kali ini adalah angkatan ke 15. Lalu kenapa saya baru daftar mengikuti pelatihan ini? Padahal sejak dibukanya pelatihan Ibu Penggerak ini informasinya sudah saya dapat.

Alasan tepatnya mungkin beberapa waktu lalu saya masih memiliki kendala. Banyak hal urusan domestik yang membuat saya harus memprioritaskan salah satunya. Alhamdulillah saat ini, ketika PIP ke XV dibuka saya memiliki waktu dan semangat untuk menjadi pesertanya.

Apa Alasan Daftar Ibu Penggerak?

Pelatihan PIP ini GRATIS!

Hayoo... siapa yang tidak senang mendapatkan gratisan? Hehe... Tapi jika sejak dulu PIP Gratis, lalu kenapa setelah bertahun-tahun kemudian saya baru mau daftar?

Apakah karena saya baru mendapatkan hidayah? Tentu saja teknisnya bukan seperti itu ya, buibu...

Tahun ini, sebentar lagi anak saya mau lulus sekolah dasar dan ia berencana mau masuk pondok pesantren. Saya pikir kedepannya waktu saya di rumah akan lebih banyak luang. Nah, daripada bengong bukankah lebih baik kita gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat?

Saat mengikuti pelatihan Ibu Penggerak ataupun ikut pelatihan lainnya saya yakin selanjutnya kita akan mendapatkan ilmu dan wawasan baru, pertemanan yang baru, dan pastinya pengalaman yang baru pula.

Hal itu tentu saja sangat berharga dibanding materi yang tidak seberapa, atau bisa habis dalam sekali dua kali ngopi cantik di kedai kopi berlogo rambut gimbal warna hijau itu.

Terlebih di usia saya yang sudah jelita ini, ingin sekali bisa berbagi dan menjadi manfaat untuk orang lain. Jadi bulatlah niat dan tekat saya untuk mengikuti PIP ini. Siapa tahu ilmu dan manfaat dari PIP ini bisa saya bagikan lagi khususnya di sekitar tempat saya tinggal yang cukup terpencil ini.

Bismillahirrahmanirrahim...

Pelatihan Ibu Penggerak oleh kemendikbudristek

Webinar oleh BKHM Kemendikbudristek

Pelatihan hari pertama jatuh pada hari Senin 13 Mei 2024 pukul 13.00-15.30 wib.

Setelah mendapatkan link registrasi di group WhatsApp kami para peserta diharuskan mendaftar ulang dengan email yang sama yang sudah didaftarkan sebelumnya.

Pendaftaran selesai, link masuk sebagai tiket resmi untuk join webinar yang diselenggarakan BKHM Kemendikbudristek pun kami dapat.

Pemateri Pelatihan Ibu Penggerak Hari Pertama

Materiharipertama terdiri dari pengenalan Sidina Community dan Profil Pelajar Pancasila & Ibu Penggerak.

Pemateri di hari pertama ini adalah Ibu Heni Widiyaningsih (instagram.com/heni_saroyobudi) dengan moderator Ibu Nor Maya Sari (instagram.com/maiia_normayasari)

Karena bahasan materinya cukup banyak, dan itu daging semua, maka saya akan menuliskannya menjadi tiga bagian. Bagian pertama ini untuk Materi Sidina Community. Bagian dua nanti mengenai Ibu Penggerak. Sementara bagian ketiga nanti bahasan mengenai Profil Pelajar Pancasila.

Webinar Ibu Penggerak Kemendikbudristek

Sambutan dari Mas Menteri Kemendikbudristek

Diawali sambutan dari video Mas Menteri Nadiem Anwar Makariem yang begitu mengapresiasi akan adanya pelatihan Ibu Penggerak ini.

Menurut Mas Menteri tidak mudah mengganti kebiasaan yang sudah turun temurun selama puluhan tahun dijalankan masyarakat Indonesia. Sejak dulu sistem belajar di sekolah kita berpusat pada satu arah. Guru memberikan materi, murid menerima. Sungguh kegiatan yang sangat monoton.

Sekarang jamannya sudah berubah. Murid sudah bisa lebih kritis dan kreatif. Banyak hal yang bisa dieksplorasi oleh murid mulai dari literasi, numerasi, sampai karakter.

Adanya perubahan ke Merdeka Belajar, tentu saja masih belum bisa diterima banyak pihak. Bahkan bagi yang belum tahu sudah menjudge duluan kalau Merdeka Belajar itu kegiatan tanpa pemikiran yang matang.

Kendala seperti itu disadari benar oleh pemerintah. Mas Menteri mengajak para Ibu Penggerak supaya bisa ikut menyukseskan program ini sehingga hasil yang didapat bisa maksimal.

Ibu Penggerak sekaligus orang tua siswa, bisa mempraktikkan ilmu yang didapat dari PIP di keluarga sendiri, bisa mengajak sekaligus mensosialisasikan nya lagi kepada lingkungan terdekat lainnya, hingga jangkauan lebih luas lagi setelah menjadi fasilitator.

Sambutan dari BKHM Kemendikbudristek

Sambutan selanjutnya dari Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbudristek yang disampaikan Bapak Anang Ristanto.

Pada kesempatan ini Pak Anang sangat mengapresiasi semangat tinggi para Ibu Penggerak yang dibidani oleh Sidina Community.

Pak Anang mengakui kalau kolaborasi antara orang tua (termasuk ibu penggerak) masyarakat, sekolah dan pemerintah sangat dibutuhkan dalam menyukseskan program Merdeka Belajar.

Pendidikan tanggung jawab semua pihak. Semua dilibatkan termasuk ibu-ibu selalu orang tua siswa yang biasanya paling dekat dan berperan penting dalam mendidik anak.

Pemerintah perlu dukungan semua pihak untuk memajukan pendidikan terhadap anak sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan perkembangan jaman demi tercapainya generasi emas di tahun 2045 nanti.

Fasilitator Ibu Penggerak Hari Pertama

Ibu Penggerak dan Sidina Corp

Selesai kata sambutan dari pihak Kemendikbudristek Bu Heni didampingi Bu Maya langsung memberikan materi yang sudah dinanti oleh hampir tiga ratusan peserta webinar.

Sejarah dan Latar Belakang Sidina Corp

Yang dimakud Sidina Corp adalah PT Sidina Sejahtera Abadi yang menaungi Sidina Community (non profit) dan Sidina.ID (bisnis).

Sidina Corp tumbuh menjadi sebuah perusahaan yang peduli dengan isu sosial di masyarakat. Khususnya dalam pemberdayaan perempuan.

Sidina berasal dari bahasa Sansekerta. Sadina yang artinya membawa kebaikan

Visi dan Misi Sidina

Sidina Community dipercaya menjadi Komunitas Mitra Kemendikbudristek untuk mensosialisasikan kebijakan dan program Kemendikbudristek kepada orang tua yang salah satunya melalui Program Pelatihan Ibu Penggerak.

Di data tahun 2023 akhir Sidina Community sudah mencetak lebih dari seribu lima ratus Ibu Penggerak dan sudah ada sekitar 220 fasilitator.

Perkembangan Komunitas Sidina

Sudah lebih dari 5000 jumlah anggota Sidina Community.

Selama empat belas kali melakukan pelatihan Ibu Penggerak sudah meluluskan lebih dari 1600 Ibu Penggerak dan lebih dari 220 Fasilitator.

Sidina Community terbagi menjadi enam regional. Mulai DKI Jakarta, Jabar Banten, Jateng dan Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera dan Kalimantan, serta wilayah Indonesia Timur,

Agenda Rutin Sidina

Selain rutin Mengadakan pelatihan Ibu Penggerak, Sidina Community juga Mengadakan TOT Fasilitator, yaitu training offline pembekalan terkait pendidikan dan pengembangan diri untuk ibu penggerak yang lolos seleksi.

Agenda rutin lainnya ada Jumat Pintar, yaitu agenda dua bulanan berupa kelas pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan diri para ibu.

Disamping agenda group WhatsApp regional dan webinar bersama Kemendikbudristek.

Sidina Community Regional Calon Ibu Penggerak
WhatsApp Group Resmi Sidina Community

Apa Kelebihan Menjadi Member Sidina Community?

Tentu saja selain mendapatkan ilmu dan wawasan, juga mendapatkan jejaring, teman baru dan pengalaman yang belum tentu bisa didapatkan dari komunitas lain.

Masih ada materi selanjutnya yang kita tunggu-tunggu yaitu informasi seputar Ibu Penggerak. Supaya tidak penasaran yuk langsung saja kita kunjungi artikelnya dan baca sampai tuntas ya...

Pelatihan Ibu Penggerak Hari Pertama
Keseruan ikut Pelatihan Ibu Penggerak Hari Pertama
Read more ...