Kisah Ngidam Unik

Kisah Ngidam Unik   Sejatinya cerita ngidam ini mau saya share hari Jumat kemarin. Namun apa daya, gara-gara katanya blog saya kirim spam, maka blog saya jadi kena suspen. Dan setelah minta tolong sana sini, akhirnya setelah tiga hari, barulah blog ini bisa dibuka lagi. Alhamdulillah. Oya, yang melatarbelakangi saya mau berbagi tentang ngidam, bukan berarti saat ini saya sedang ngidam ya, hehe. Tetapi karena saya mendapatkan undangan dari Team Kreatif sebuah acara di sebuah stasiun televisi, untuk menjadi tamu {Read More}

Masa Kecil Masa Penuh Warna: Rambut Pembawa Suka Duka

Masa Kecil Masa Penuh Warna: Rambut Pembawa Suka Duka “Si cantik makan bakso juga? Ih senang lihat rambutnya ya. Lucunya…” Aku dan suami menahan tawa mendengar celotehan seorang ibu yang duduk bersampingan di sebuah bangku, tempat kami makan bakso sore kemarin. Kejadian seperti itu bukan sekali dua kali kami alami. Anak kami yang jelas-jelas laki-laki sering dikira perempuan karena tampang rambutnya yang ikal dan kami biarkan panjang. Padahal kalau jeli pakaian dan sepatu/sandal Fahmi semua menandakan anak laki-laki, lho! Seperti {Read More}

Ulang Tahun: Jangan Jadikan Pemicu Kesenjangan Sosial

Saat membawa Fahmi menghadiri ulang tahunnya Rima, tetangga rumah di Pagelaran, pikiranku langsung melesat ke masa kecilku saat tinggal di Bandung. Ada kisah yang menyedihkan sekaligus menyakitkan di sana. Aku dan adikku alami. Masalahnya masih berkaitan dengan acara ulang tahun. Kami punya tetangga namanya Pak Lukman. Mereka mempunyai anak 4. Tiga perempuan dan satu laki-laki. Dua anak terbesar mereka sudah menikah dan mempunyai anak. Usianya hampir sebaya denganku juga adikku. Hanya berselisih beberapa tahun mungkin. Setiap keluarga Pak Lukman merayakan {Read More}

Saat Fahmi Mempersiapkan Kado untuk Rima

Tak tahu bagaimana menjabarkan perasaanku sebagai ibunya, saat sore tadi kami menerima undangan ulang tahun untuk Fahmi, dari Rima (3) anak tetangga yang tempatnya terhalang enam rumah dari rumah kami. “Fahmi sudah besar ya, Nak?” Ucapku dalam hati sambil memandangnya yang sedang asyik bermain dengan kartu undangan. Tampak Fahmi bahagia dengan kertas itu di tangannya. Anakku rupanya sudah “diakui” keberadaannya oleh orang sekitar. Undangan untuk hari jumat tanggal 14 Maret itu akan menjadi undangan pertama yang diterima Fahmi. Rasanya baru {Read More}

Ulang Tahun 1 Fahmi: Menikmati Kematangan Hidup Seorang Ibu

Jelang detik-detik menuju hari ulang tahun Fahmi yang pertama, suasana rumah seperti biasa panas-panas tahi ayam. Kasihan Fahmi, andai dia sudah besar pasti bisa mencium baunya. Tak terasa anakku, Muhammad Fahmi Nurul Hilmi Kurniawan menginjak usia 1 tahun tanggal 3 Maret 2014 ini. Maafkan ibu, Nak… membesarkanmu hanya bisa sebatas dengan penuh kasih. Itu pun harus berbagi antara aku sebagai ibumu dan ibuku, yang tiada lain nenekmu. Ibu minta maaf ya, Nak. Maafkan ibu yang tak bisa menjadi ibu terbaik {Read More}

Kisah Fahmi: Tepuk Nyamuk VS Gebuk Reungit

Kalau bertepuk tangan, itu sudah tidak aneh lagi bagi Fahmi. Sejak usia 5 bulan, dia sudah mulai bisa bertepuk tangan meski belum mengeluarkan bunyi. Tapi menepuk nyamuk, itu baru lucu dan menggemaskan. Dan itu baru kedapatan akhir-akhir ini. Ya, sekitar baru 5 harian lah. Di rumah kami di Pagelaran, memang banyak nyamuk. Sejak awal aku selalu mengeluhkan hal tersebut. Apalagi kulitku sangat sensitif dengan gatal-gatal. Tapi mau gimana lagi, meski memakai obat nyamuk yang bagaimanapun (sudah dicoba) nyamuk tetap ada {Read More}

%d bloggers like this: