Perjuangan Jumpa Erwiana ke Sragen Berpisah Karena Pulang Lain Arah (Bagian 2)

Setengah mimpi, entah Jam berapa, hp berdering beberapa kali. Bukannya menerima dan melihatnya, entah karena saking ngantuknya mungkin, hp malah aku benamkan di bawah bantal! Aman. Tidur lagi… Eh! Berikutnya yang bunyi giliran hp Mba Sulis, teman dari Ponorogo binaan MI juga yang menginap bersama kami di Graha. Karena dia bangun dan mengangkat panggilan masuknya, aku jadi ikut bangun. Dan ia memberikan hpnya padaku! “Mba Okti, Mba Yanti, nih…” Katanya sambil merem-merem juga. “Jam berapa ni?” Aku malah balik nanya. {Read More}

Perjuangan Jumpa Erwiana ke Sragen Dihadang Banjir Pantura (Bagian 1)

Rencana sudah deal, berangkat Senin tanggal 20 Januari jam 2 siang dari Jakarta Timur menggunakan Bus Harapan Jaya. Padahal minggu pagi saya sudah melihat berita di TV kalau jalur Pantura tepatnya di Pamanukan Subang dan Indramayu terkena banjir. Senin dini hari saya tetap berangkat ke Jakarta. Menemui Mas Nursalim di kantor Migrant Institute (MI). Seperti biasa, menggunakan elsa Kang Oyan yang sempat tertinggal karena saya kesiangan. Berkat tukang ojek yang membantu saya mengejar akhirnya itu mobil si dukun bisa kami {Read More}

Kopdar Baraya Sunda: Perjalanan Malming di Puncak Sambil Gembol Anak

Jauh hari sebelumnya di Group Facebook Baraya Sunda sudah digembar-gemborkan kalau acara kopdar alias “patepung lawung paamprok jonghok” akan dilaksanakan tanggal 7 dan 8 Desember. Bertempat di villanya milik salah satu anggota group, yaitu Enin Oetjoe Susanto, yang tinggal jauh di Kanada sana. Merasa bagian dari sasama urang Sunda, terlebih ingin bersilaturahmi dengan semua anggota Group Baraya Sunda yang selama ini hanya saling komentar di ranah dunia maya, maka saya dan suami memaksakan memastikan untuk hadir. Ikut di acara kopdar {Read More}

Meloncat-loncat Dalam Bus Demi Si Kakek

Dalam perjalanan menuju ke Tasikmalaya, dalam bus DOI aku duduk meloncat-loncat dari kursi satu ke kursi lainnya. Setiap Si Kakek pindah aku mengikutinya dengan perasaan cemas. Gimana tidak, orang Si Kakek sudah sepuh, jalannya saja dibantu pakai tongkat, dan dia melakukan perjalanan naik bus sendirian! Mobil bus DOI yang aku tumpangi jalannya cukup kencang. Setiap melewati jalan berlubang selalu membuat guncangan dan posisi duduk para penumpang seperti melompat-lompat, seolah kursi ada pernya. Bagi orang dewasa yang masih kekar kuat itu {Read More}

Seperti Apa Wisata Bahari Murmer di Kepulauan Seribu?

Malu rasanya jika warga negara Indonesia sebagai negara kepulauan tapi tidak pernah merasakan bagaimana indahnya pulau-pulau dari sekian belasan ribu pulaunya itu. Jangan hanya menginjakkan kaki di sekitar Pulau Jawa saja bagi penduduk Jawa, atau Sumatera saja bagi penduduk Sumatera. Bukankah masih banyak pulau lain di Indonesia yang indahnya tak kalah dengan Pulau Dewata? Melancong ke suatu pulau memang memerlukan biaya lebih. Tapi itu bukan lagi sebuah alasan jika ada beberapa pulau yang sangat menawan lokasinya dekat dengan tempat tinggal {Read More}

Teladan [Bukan] Genk Motor di Jalan

Teladan [Bukan] Genk Motor di Jalan Mendengat suara klakson serta deru mesin yang kencang dari setiap kendaraan yang berlawanan arah dengan kami membuat kami semakin hati-hati di jalan. Tiba-tiba kedua alisku mengernyit. “Apa itu? Seperti selimut ya?” Tanyaku pada suami yang terus mengendarai sepeda motor. “Iya.” Jawabnya pendek. Matanya tetap fokus ke depan. Jalan antara Sukanagara dan Pagelaran memang parah jeleknya. Selain banyak tikungan serta turun naik, jalannya berlubang-lubang dan tidak rata. Sedikit saja pecah konsentrasi, bisa-bisa roda sepeda motor {Read More}