Novel Sosial Coelho’s Circle

Novel Sosial Coelho’s Circle

Setiap kita punya takdir masing-masing. Sebuah Maktub. Sesuatu yang sudah ditentukan, dan menentukan makna hidup kita semua.

-Coelho’s Circle-

Sebagaimana takdir Tuhan Yang Maha Membolak-balikkan. Covid-19 hadir menjadikan apa yang dulu tidak mungkin menjadi nyata. Apa yang hanya dalam ilusi kini jadi aktivitas sehari-hari.

Kisah dalam novel karya teman kita yang seorang blogger juga, Bety Kristianto dan Nanang Chalid sangat menyentuh sekaligus menyentak. Betapa hidup seseorang itu sudah punya garisnya sendiri, kisah unik yang tak pernah sama persis dengan orang lain. Takdir dari Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat.

Novel ini membukakan mata saya tentang kebenaran yang terjadi di sekeliling kita. Mbak Bety dan Mas Nanang menuliskannya untuk dibagikan kembali. Dan saya merasa bahwa ujung dari kehidupan setiap manusia itu sudah ada. Kita hanya tinggal menjalaninya untuk sampai di ujung sana.

Dan ketika dalam proses perjalanan itu ada kendala, ujian, ataupun tantangan, selama kita bisa memahami dan menemukan maktubnya, maka semuanya itu akan membuat kita menjadi pribadi yang dewasa. Pribadi yang mengerti tujuan hidupnya, dan tanpa penyesalan menutup buku kehidupannya dengan bangga. Tanpa penyesalan. Karena waktu yang dilalui telah dihabiskan dengan hal baik.

Tapi mungkin ya, buku kehidupan yang tertutup untuk selamanya itu bisa jadi bukan sesuatu yang indah dan mudah buat mereka yang ditinggalkan. Terlebih jika kepergian itu begitu mendadak, datang tanpa diundang, dan memaksa setiap orang yang ditinggal tak pernah merasa siap. Fenomena yang kita saksikan saat secara serentak virus corona mencabut ribuan nyawa. Sekaligus!

Dan itulah pesan yang saya tangkap, yang ingin disampaikan penulis. Bahwa hidup ini bukan semata tentang seberapa lama kita hidup. Tapi seberapa baik kehidupan itu menjadi. Seberapa banyak yang sudah kita bagikan untuk dunia, dan seberapa bermanfaatnya hidup kita bagi orang lain.

Sepeninggal kita dari dunia ini tak akan ada lagi yang bisa kita lakukan. Hanya kisah dan keteladanan kitalah yang akan terkenang sempurna di sepanjang sejarah, yang akan tinggal tetap dalam ingatan orang-orang terkasih dan memenuhi lorong waktu. Kalau jejak yang kita tinggalkan baik. Lah kalau jejak yang kita tinggalkan buruk?

 

Novel Sosial Coelhos’s Circle

Judul Buku : Coelho’s Circle

Penulis : Nanang Chalid & Bety Kristianto

Penerbit : Penerbit Buku Kompas

Tahun Terbit : cetakan pertama, 2021

Tebal Buku : x + 244 halaman

ISBN : 978-623-241-887-5

e-ISBN : 978-623-241-888-2

 

Coelho’s Circle bercerita tentang kemanusiaan, perjuangan, cinta, dan kenangan akan masa lalu, sekaligus harapan dan optimisme tentang masa depan.

Novel yang ditulis bersama Nanang Chalid dan Bety Kristianto adalah sebuah novel sosial yang didedikasikan untuk para pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka yang tanpa takut bertempur di garda terdepan dalam peperangan melawan musuh tak terlihat bernama Covid-19.

Novel ini pantas rasanya jika dibilang ibarat monumen penghargaan yang dipersembahkan untuk mereka yang pergi mendahului kita karena wabah corona. Juga untuk memberi dukungan moral dan penghargaan setinggi-tingginya pada keluarga yang ditinggalkan.

Nama Coelho sendiri diambil karena terinspirasi dari novelis kondang asal Brasil tersebut. Ada banyak nilai-nilai kehidupan yang secara tidak kita sadari disisipkan sebagai ruh dalam keseluruhan novel ini.

 

Novel Donasi

Dibuat atas nama kemanusiaan, novel ini saya kira pantas disebut novel donasi. Terlebih semua hasil penjualan dari novel ini dikelola oleh tim BenihBaik, dan didistribusikan oleh Penerbit Buku Kompas. Untuk penjualannya sendiri dilayani dengan sepenuh hati oleh tim Tokopedia. Sungguh banyak sekali tangan yang terulur demi mewujudkan misi kemanusiaan ini.

Jadi kalau ingin berdonasi dengan cara yang berbeda, bisa dengan membeli novel ini saja.

 

Cara Mendapatkan Novel Coelho’s Circle

Saat ini, kita bisa mendapatkan novel ini lewat official account Benih Baik di Tokopedia. Tersedia dalam beragam pilihan. Mulai dari limited edition yang bertanda tangan Andy F. Noya, ada harga untuk paket reguler, serta ada juga harga bundling dengan sesi coaching penulis novelnya langsung.

Untuk yang memilih paket bundling bersama penulis Nanang Chalid, bisa berbincang langsung tentang karir dan dunia kerja. Sementara kalau pilih paket coaching menulis bersama Bety Kristianto, kita akan berbincang tentang dunia kepenulisan fiksi. Kedua paket ini bisa dipilih secara personal ataupun group.

Sok segera miliki bukunya sehingga tidak akan penasaran lagi dengan jalan cerita lengkap dari para tokoh Cahya, Diandra, Alif, Agni, dan Nidastra dalam novel bersampul dominan hitam ini.

Sekali lagi dengan membeli novel ini melalui Benih Baik kita bisa sekaligus berdonasi dan berbagi dengan banyak orang.

14 thoughts on “Novel Sosial Coelho’s Circle”

  1. Novel yang mencerahkan ya teh. Hidup ini pasti ada ujungnya. Saya setuju pendapat penulis yang menyatakan Bahwa hidup ini bukan semata tentang seberapa lama kita hidup. Tapi seberapa baik kehidupan itu menjadi. Seberapa banyak yang sudah kita bagikan untuk dunia, dan seberapa bermanfaatnya hidup kita bagi orang lain.
    Berbuat senantiasa kebaikan dan tidak merencanakan kejahatan ini yang saya selalu proses dalam kehidupan sehari-hari

    Reply
  2. Saya sudah baca dan larut dalam ceritanya. Apalagi saat membaca saya sedang kena Covid seperti salah satu tokoh cerita..duh, rasanya campur aduk jadinya. Salut banget nih Bety Krtistianto dan Nanang Chalid dengan buku keren dan misi mulianya:)

    Reply
  3. Novelnya penuh makna untuk sekitar, dan hasil penjualannya juga akan dimanfaatkan sebagai donasi.
    Semoga laris manis bukunya, karena pasti banyak inspirasi yg bisa didapatkan

    Reply
  4. Oh… ini yang karya mbk Betty…
    Wah penasaran aku. Btw salut banget hasilnya semua jadi donasi. Smoga niat baik hasilnya juga baik. Aamiin

    Reply
  5. “Bahwa hidup ini bukan semata tentang seberapa lama kita hidup. Tapi seberapa baik kehidupan itu menjadi. Seberapa banyak yang sudah kita bagikan untuk dunia, dan seberapa bermanfaatnya hidup kita bagi orang lain.”

    Saya selalu nangis tiap baca kalimat seperti ini. Pengingat sangat baik tentang hidup yang sebentar ini. Terima kasih untuk reviewnya, teh. Semoga laris manis bukunya.

    Reply
  6. Hidup itu seperti pensil yang kerap diasah/diserut. Dengan tempaan seperti ini, inshaAllah hidup kita akan lebih berarti dan bermanfaat. Diasah terus agar bisa digunakan dengan baik, tetap tajam dan terus siap menuliskan kisah hidup satu demi satu.

    Buku di atas sepertinya mencerminkan kisah hidup yang terus terasah oleh kendaan. Apalagi ternyata memang dipersembahkan kepada garda terdepan Covid-19. Satu keadaan yang akan terus terukir dalam dunia peradaban. Cus ah nanti pengen beli. Sekaligus bisa berdonasi ya Teh.

    Reply
  7. Saya suka baca tulisan-tulisan mbak Bety Kristianto di blog, nggak nyangka ternyata sudah ada novel karyanya yang diterbitkan. Makin kagum karena hasil penjualan novel ini didonasikan

    Reply
  8. Great idea, saya kok lost focus dari sisi bisnisnya ya ^^
    Buku bagus dengan konsep marketing yang bagus pula, memanfaatkan kanal besar dan menambahkan faktor manfaat (dengan cara donasi).

    *Cmiiw

    Reply

Leave a Reply to Suci Cancel reply

%d bloggers like this: