Membebaskan Gundah

(PUISI) Membebaskan Gundah Berdasarkan hitungan punya uang go cap tiao Cadangan buat bikin sendang dan bayar semesteran Tiba-tiba permintaan datang Bayar umroh sa cap tiao, bayar kuli belum kepikiran, tambah sendang dan semesteran, cukup? Oh tun! Hati menjerit, dada panas Pusing takut morat marit Dan mereka tertawa saja Mengaduk air mata Cap it an hari mengurung diri Menguras dedak resah dengan segala beban Pasrah tun yang diakui belum tentu dimiliki Ikhlas mengeluarkan harapan lekasan   PAGELARAN, 22 September 2019 10.00 {Read More}

Hantu Karung Pos Dua

Hantu Karung Pos Dua Meski gelap, aku tak menyalakan headlamp. Setelah pamit kepada suami dan guide langsung menerobos semak di belakang Pos Dua. Tak kuat lama-lama menahan. Di balik pohon besar aku berjongkok gelap-gelapan. Perjalanan hampir tidak ada hentinya dari Pos 9 ke Pos 2 ini memang cukup melelahkan. Sepanjang jalan tidak ada kesempatan untuk sekedar melipir. Yah kalau pun ada kesempatan, saat siang bolong terang benderang rasanya tidak nyaman untuk melakukan hal-hal yang teramat privat. Gunung Slamet dengan ketinggian {Read More}

I Swasta Setahun di Bedahulu

I Swasta Setahun di Bedahulu Hingga detik ini, kisah yang menceritakan seorang prajurit dari sebuah kerajaan di daerah Bali pada jaman dulu terasa masih melekat di hati. Meski hanya kisah fiktif, tapi perjalanan hidup I Swasta benar-benar sangat menginspirasi dan jadi pelajaran hidup buat saya. Sejatinya, tokoh fiksi I Swasta ini saya dapat dari sebuah novel yang secara tidak sengaja saya temukan di perpustakaan sekolah saat saya masih SMP.  Buku cerita dengan ketebalan di atas rata-rata bagi usia anak-anak seragam {Read More}