Liburan yang Gagal

Liburan yang Gagal Liburan jelang tahun baru kali ini sepertinya keluarga petualang bakalan tidak bisa kemana-mana. Ayah Fahmi riweuh di Pramuka dan meski musim hujan dia mah mau aja kemping di Cibodas, kaki Gunung Gede Pangrango mewakili Kwaran dan sekolahnya. Padahal tadinya saya berencana mau ke Yogyakarta. Silaturahmi sama Emis, teman sekolah yang sudah lebih dari saudara. Terakhir ketemu Emis di Yogya itu beberapa waktu lalu pas ada acara Kompasiana Community. Batal Ke Yogya emang kesal juga. Apalagi Emis manas-manasin {Read More}

Sedikit Kreasi dan Inovasi: Menyulap Olahan Makanan Laut Biasa jadi Istimewa

Sedikit Kreasi dan Inovasi: Menyulap Olahan Makanan Laut Biasa jadi Istimewa   Untuk bisa hidup sehat itu harus seimbang antara pola hidup dan asupan makanan. Apa yang kita konsumsi tidak hanya sekadar enak atau murah, melainkan harus higienis dan bergizi. Namun bukan berarti makanan bergizi itu mahal, karena dengan kreasi dan inovasi, makanan bergizi yang tampak “biasa” bisa menjadi makanan yang tampil luar biasa, unik dan istimewa layaknya makanan elite yang harganya selangit. Seperti kreasi olahan makanan laut berikut… Pernah kerja {Read More}

Sambal Combrang Sambal Keluarga Petualang

Sambal Combrang Sambal Keluarga Petualang Setelah subuh bergegas menuju pasar, takut kehabisan lalapan segar plus bunga kecombrang. Beginilah keluarga kambing eh petualang, hahay! Tak sedap rasanya makan tanpa lalapan yang segar-segar. Apalagi rencananya hari Selasa ini kami mau membuat nasi liwet. Yey! Yuk urang ngaliwet… Bergegas takut kehabisan karena pasar di tempat kami hanya ada (buka) setiap hari Selasa dan hari Jumat saja. Berlomba paling pagi bersama masyarakat sekitar termasuk pembeli untuk dijual kembali di warungnya masing-masing yang berburu barang {Read More}

Sekejap Menciptakan Semur Kuning Bunga Pisang

Minggu kemarin gak bepergian seperti biasa. Padahal rencana mau menghadiri pernikahan saudara di kota kembang. Berhubung di Pagelaran Cianjur dua hari itu berturut-turut turun hujan, akhirnya kami memilih di rumah saja. Pagi-pagi sekali ayah Fahmi udah bersih-bersih. Menyapu halaman yang memang lebat ditumbunhi aneka pepohonan. Padahal udara terasa sangat dingin sekali, lho! Setelah Fahmi bangun, dan selesai alakadarnya membuat cemilan pagi berupa goreng uli dan air teh tawar, aku ajak Fahmi mengikuti ayahnya yang masih di halaman. Meski semalam turun {Read More}