Workshop Jahit Bersama Brother: Mau Jadi Ibu Rumah Tangga Punya Peluang Usaha?

Workshop Jahit Bersama Brother: Mau Jadi Ibu Rumah Tangga Punya Peluang Usaha?

Biar hanya mengurus rumah tangga, tapi bisa punya penghasilan, mau kan? Saya mah mau banget!

Salah satu caranya dengan memiliki kemampuan menjahit. Ya, bisnis fashion sampai kapanpun tidak akan ada matinya, tidak kalah dengan bisnis kuliner. Selama manusia perlu baju, maka jasa penjahitan pasti selalu dibutuhkan.

Semua orang pada dasarnya bisa menjahit. Paling tidak kakaput baju sobek, masang kancing kemeja yang lepas, atau nambal kain yang bolong karena kesangkut paku. Setidaknya saat sekolah dasar pernah diajarkan keterampilan menjahit ini. Jaman saya lho ya, ga tahu dech jaman sekolah anak-anak saat ini masih ada atau tidak.

Ngecos atau menjahit manual dengan jarum dan tangan paling lumrah dilakukan wanita di pedesaan. Termasuk saya. Bantal dan sarung baby nya Fahmi –sejak lahir hingga kini jadi bantal favoritnya– itu sebagai salah satu bukti hasil karya saya, meski dengan modal ngecos saja.

Belum lagi banyak siaran televisi yang menayangkan para perancang busana, desainer baju dan lain-lain saat ini sedang buming. Gregetan rasanya hati ini pengen belajar menjahit lebih dalam. Jika bermodalkan ngecos saja bisa buat sesuatu, apalagi kalau dibantu alat dan ilmu.

Keinginan belajar jahit diawali ketika melihat beberapa teman blogger mengikuti workshop jahit yang digagas oleh Mbak Astri Damayanti. Baru tahu kalau Mbak Astri yang juga penulis buku cerita anak islami ini ternyata seorang penjahit sekaligus guru jahit. Saat ada kesempatan ikut workshop jahit sekaligus doodle (menggambar) di Bandung, saya pun ikut.

Kini jaman semakin modern. Mesin jahit juga tidak kalah canggih. Melalui penjelasan Mbak Maya dari Brother, brand mesin jahit terkenal di Indonesia pada saat Workshop Jahit (dan Doodle) di Marlo Kitchen by Chef Norman, Bandung, dikatakan jika kini sudah banyak mesin jahit yang otomatis. Bisa ngatur jenis jahitan, bisa bantu buat bordir, bahkan tak perlu ngaboseh atau tekan pedal supaya mesin jalan. Cukup dengan tekan sebuah tombol, mesin bisa menjahit sesuai dengan arahan dan keinginan kita. Wuih, keren kan?

Tak kalah keren mesin jahit Brother yang kekinian ada yang bisa cetak sekaligus jahit foto, sudah bisa mengkonversikan file gambar ke bordir, sampai ada fungsi buat name drop. Halah, makin mupeng aja saya nih gak sabar pengen bisa dan punya mesin nya.

Karena peserta workshop kebanyakan adalah pemula, maka pelajaran jahit yang dibawakan Mbak Astri pun yang simple-simple saja. Kami membuat outer (luaran) dengan pola dan model yang sederhana juga. Setiap peserta dibagi kain untuk praktek dan gudibeg berupa seperangkat alat solat eh salah, seperangkat benang jahit maksudnya sebanyak 1 lusin dengan pouch yang lucu dan  look feminin.

Pola untuk patokan membuat lubang leher sudah disediakan panitia. Mengikuti arahan Mbak Astri, peserta hanya tinggal pasang pola pada kain, kasih tanda dan eksekusi gunting saja. Kres..kres..kres! Jadi dech outer tampilan kasar.

Untuk menghaluskannya, disini peserta baru dituntut belajar menjahit yang sebenarnya. Sisi kain yang lumayan licin ini bahannya harus dilipat dua dengan lebar lipatan kalau bisa sekecil mungkin untuk seterusnya dijahit keseluruhan hingga selesai.

Saya cukup lama baru bisa menyelesaikan tantangan ini. Kain yang licin, ditambah merasa susah ngatur antara jalannya mesin dan keterampilan tangan dalam melipat kain membuat saya merasa masih kaku menjalankannya. Tapi saya yakin kok, kalau terbiasa, saya juga bisa menjahit sebagus mereka yang sudah mahir.

Menggunakan mesin jahit Brother buat saya terasa ringan dan mudah. Tinggal tekan gas oleh kaki seperti mengendarai mobil, maka mesin jahit sudah bisa jalan. Kelengkapan peralatan jahit secara umum pun sudah disediakan pada mesinnya. Misalnya alat memasukan benang pada jarum. Sehingga kita tidak harus sampai melet-melet lidah lagi kalau mau masukkan benang ke lubang jarum seperti saat menjahit manual pakai jarum dan tangan, hehehe!

Lampu bawaan pada badan mesin pun sudah pasti ada sehingga menjahit saat pencahayaan redup tetap bisa dilakukan. Tidak perlu repot cari gunting kesana-kemari saat mau memotong benang karena di dekat lampu sudah ada cutter super  mini yang aman namun sangat berguna pengganti gunting.

Overall peserta yang tidak bisa menjahit setelah mengikuti workshop ini bisa membuat outer, mengetahui bagaimana pola untuk outer dan teknik menjahitnya. Saya yakin kalau sudah memiliki mesin jahitnya siapapun pasti bisa menjahit dengan banyak praktik di rumah. Sebagai referensinya kita bisa lihat tutorial-tutorial yang sudah banyak bisa kita akses melalui internet.

Karena keterbatasan waktu dan mesin jahit dalam worksop kali ini dari Brother hanya lima buah –sehingga peserta harus bergantian– membuat suasana workshop ini seru dan ramai. Ada yang ngopi-ngopi cantik, menggambar bersama Mbak Tanti Amelia Si Neng Doodle, ada yang foto-foto lokasi resto milik si magician, ada juga yang semangat ngetwit dan upload foto di Instagram. Seru abis deh.

Di acara workshop kali ini selain menambah ilmu dan keterampilan (jahit dan doodle) buat saya pribadi juga nambah cita-cita dan impian. Berasa banget pengen bisa jahit dan kalau sudah bisa seolah usaha itu mudah dijalankan. Ya pengen jadi ibu rumah tangga yang punya usaha di rumah. Kalau itu ketinggian, ya paling tidak mau buat rok celana untuk sendiri dulu. Terus kameja buat anak dan suami, serta bikin tas dari kain supaya sesuai dengan keinginan saku-sakunya. Amin ya semoga cita-cita ini kesampaian 🙂

Dan untuk mencapai semua impian itu, jalan utamanya tiada lain saya kudu punya dulu mesin jahitnya. Bocoran dari Brother, untuk pemula ada Brother GS2700 dengan harga kisaran Rp.2 juta. Ah, selain menabung sepertinya saya kudu ikut lomba ngeblog lagi nih biar kalau dapat hadiah cash, gak cuma melulu lari beli gadget, tapi juga mesin jahit.

 

 

 

 

Comments

  1. Waaa Mbak, kok gemas amat bisa bikin motif jahitan macam-macam otomatis pula

  2. Aku sukajahit tapisekarang jahit hati anak aku dulu deh, ampe mereka pada sekolah

  3. Wah, workshopnya seru dan asyik, ya, Teh Okti? Jadi udah bisa bikin outer deh sekarang? Kereen!

  4. Aku pingin niih workshop sama mba Astri belum pernah keturutan euy

  5. Aku pernah belajar jahit,samsek ga bisa
    Klo jahit tangan bisa hehehe
    Suka iri sama yg bisa jahit krn bisa mewujudkan disain imajinasinya.

  6. aku suak jahit jaman amsih sekolah , entah menagpa setelah menikah malah jadi malas

  7. Nova Violita says:

    Tapi..pasti kudu ngerti soal jahit dan menjahit juga kan…. kloncuma jait yg robe bisa lah… tapi kalo ygnlain mesti kursus juga tuh…

  8. Asiik ya pakai mesin jahit brother, menywnangkan sekali nih bahkan buat yang baru belajaran

  9. kebetulan istri saya juga suka menjahit .. tapi hanya menjahit baju-baju anak dan saya

Speak Your Mind

*