Hujan terus menerus mengguyur bikin cambah kecipir pemberian almarhumah ibu saya cepat membusuk. Gak bisa saya pindahkan karena memang membuat pembibitan langsung di lahan kebun. Mau gimana lagi selain pasrah akan nasib kecipir itu. Tumbuh bagus, ya syukur, gak juga ya namanya juga musibah bagi petani kampung.
Sejak sepulang dari merantau dan berumah tangga, ibu saya rajin nanam apa saja di halaman. Termasuk kecipir (Psophocarpus tetragonolobus). Jaat, roay, leunca, dan lalapan lain khas Sunda selalu tumbuh subur ketika ditanam almarhumah ibu. Padahal nanamnya hanya di pot kecil dengan tanah tidak seberapa.
Nama dan Istilah Kecipir
Kecipir atau kami di Sunda biasa memanggilnya dengan istilah jaat. Ada juga yang nyebutnya dengan istilah lokal lain seperti kacang botol, kacang belimbing, kacang embing dan istilah lainnya tergantung daerah di Indonesia aja pastinya ya.
Makanya saya juga jadi penasaran di Sumatera kecipir ini disebut apa? di Kalimantan sana kecipir ini disebut dengan nama apa? Dan sepertinya harus bertanya kepada Mom Blogger Balikpapan mbak Aisyah Dian. Atau ke komunitas lain seperti Food Blogger Balikpapan untuk mengetahui informasi tentang nama di sana untuk kecipir ini.
Secara infonya katanya kecipir ini memang bagus tumbuh di wilayah tropis Asia Tenggara, Papua Nugini, hingga India.
Di beberapa artikel yang pernah saya baca, katanya kecipir itu bukan hanya polong mudanya saja yang bisa dimakan. Tapi juga daun nya, bunga nya, dan umbi. Daun dan bunganya saya sudah sering lihat, sementara umbinya saya malah belum pernah tahu. Selama ini saya cuma konsumsi buahnya saja yang biasanya dimakan mentah sebagai lalapan atau dimasak sebagai sayur.

Kandungan Gizi Kecipir
Meski banyak orang tidak melirik tumbuhan ini tapi ternyata memiliki kandungan dan kelebihan yang bagus lho, kecipir ini.
– Protein nabati (bahkan bisa menyaingi kedelai sebagai sumber protein)
– Karbohidrat dan serat yang baik untuk pencernaan
– Vitamin A & C untuk kesehatan mata dan daya tahan tubuh
– Mineral seperti kalsium dan zat besi
Manfaat untuk Kesehatan:
– Menurunkan berat badan berkat serat tinggi yang membuat kenyang lebih lama
– Menjaga kesehatan mata karena kandungan vitamin A
– Mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung dengan nutrisi antioksidan
– Alternatif protein nabati yang ramah vegetarian/vegan
Karena berbagai kandungan dan kelebihannya itu ditambah kebiasaan sejak kecil keluarga sudah terbiasa konsumsi kecipir, maka saya pun mengikuti jejak almarhumah si mama untuk terus menanam jenis tanaman kacang-kacangan yang sering dianggap sebagai “sayuran kampung” ini.
Meski dianggap sayuran kampung karena mudah ditanam di pekarangan, justru saya kesulitan menanam kecipir ini. Beda dengan ibu saya, yang selalu berhasil menanam hingga subur dan mereka berbakti, saya justru sering mendapatkan kegagalan dalam nanam apapun. Termasuk kecipir ini.
Bibit polong kecipir warisan ibu saya saat beliau masih ada ini saya simpan baik-baik, mengingat saya dan suami begitu suka akan kecipir muda yang selain jadi lalap bisa juga diolah menjadi tumisan, sayur bening, atau bahkan tauco kecipir.
Waktu si mama masih ada saya tidak menanamnya karena di rumahnya ada tumbuh subur. Setiap ke sana selalu panen dan saya bawa ke rumah.
Setelah mama tiada, kepikiran saya harus mempertahankan tanaman ini yang sekaligus juga berperan dalam ketahanan pangan lokal karena seluruh bagiannya bermanfaat.
Saya akui, kecipir bukan hanya sayuran tradisional yang lezat, tapi juga superfood lokal dengan potensi besar untuk kesehatan dan gizi masyarakat.
Gak heran kalau Blogger Tangsel Teh Ani Berta juga menyukainya. Dulu kalau panen kecipir melimpah saya sering ngasih tetangga. Sampai pernah kirim ke Teh Ani juga. Beberapa kali Teh Ani bertanya udah panen jaat lagi gak? Saya bilang enggak nanam. Sejak itu, kini saya baru kepikiran mau nanam lagi.
Meski saya dan suami juga neneknya dan Omnya suka kecipir, tapi tidak dengan anak saya juga keponakan (anak adik saya).
Karena itu saya sempat nyari ide, bagaimana supaya anak juga suka memakan akan si ular hijau ini.
Dulu saya search dan dapat resep kreatif berbahan kecipir yang bisa diolah jadi camilan yang disukai anak.

Resep Kreatif dengan Kecipir
Jadi selain jadi lalapan, kecipir juga bisa diolah dengan cara ditumis (Tumis Kecipir Pedas Manis), dijadikan Salad (Salad Tropis Kecipir), digoreng (Kecipir Goreng Tepung ala Snack) disayur (Sayur Bening Kecipir & Jagung) disambal (Kecipir Sambal Matah) dll.
Nah yang disukai anak ternyata kecipir goreng dengan tepung yang diolah seperti camilan goreng daun bayam, keripik pare, ya sejenis itulah.
Resep Kecipir Goreng Tepung ala Snack
Siapa tahu ada yang mau coba juga resepnya, bisa langsung pakai atau modifikasi sesuai keinginan dan favorit masing-masing ya…
Kalau beneran disukai banyak kalangan berarti kecipir yang sering dianggap sayuran kampung yang sederhana ini bisa naik kelas, cukup dengan sedikit kreativitas.
Kecipir bisa berubah jadi camilan modern yang renyah dan menggoda. Gak mudah menghadirkan kecipir sebagai snack gurih yang cocok untuk teman ngobrol sore, suguhan tamu, atau ide jualan rumahan tapi mana tahu kalau tidak kita coba ya…
Bahan-Bahan
– 200 gram kecipir muda, potong-potong sesuai selera
– 100 gram tepung terigu
– 50 gram tepung beras (untuk ekstra renyah)
– 1 sdm tepung maizena
– 2 siung bawang putih, haluskan
– ½ sdt ketumbar bubuk
– ½ sdt garam
– ½ sdt kaldu bubuk (opsional)
– 150 ml air es
– Minyak goreng secukupnya
Cara Membuat
1. Siapkan adonan tepung: Campur tepung terigu, tepung beras, maizena, bawang putih halus, ketumbar, garam, dan kaldu bubuk.
2. Tambahkan air es: Tuang sedikit demi sedikit hingga adonan cukup kental untuk melapisi kecipir.
3. Baluri kecipir: Masukkan potongan kecipir ke dalam adonan, pastikan terlapisi rata.
4. Goreng: Panaskan minyak, goreng ji kecipir hingga kuning keemasan dan renyah.
5. Sajikan: Angkat, tiriskan, dan sajikan hangat dengan saus sambal atau mayones.

Tips & Variasi
– Gunakan air es agar hasil gorengan lebih crispy.
– Tambahkan daun bawang cincang ke adonan untuk aroma segar. Kalau gak suka boleh diskip aja ya.
– Bisa juga dicoba dengan tepung bumbu instan untuk rasa praktis.
– Sajikan dengan sambal matah atau saus keju agar lebih kekinian.
Sekali lagi semua tergantung selera, jadi boleh otak atik sendiri itu resep dan bahannya.
Nasib Kecipir Warisan
Balik lagi ke laptop, bahasan awal akan nasib kecipir saya yang kehujanan sepanjang siang dan malam itu, tumbuh sih tumbuh tapi udah segede itu belum juga terlihat bakal bunga.
Pupuk organik dan kotoran hewan sudah diberikan, entah karena intensitas hujan yang terlalu banyak bikin semua zat dan unsur hara yang dibutuhkan ikut terbawa aliran air sebelum diserap akar? Ga tahu juga.
Kita tunggu deh beberapa waktu kedepan. Semoga saja bisa segera berbunga dan berbuah. Mohon doanya ya…

Kecipir ini salah satu favoritku kalau dimakan sama sambal Teh. Kalau di deket rumah jarang ada yang jual kecipir kalau nggak ke pasar induk. Jadi biasanya aku buat kecipir ini dimakan sama plecing kangkung dan tempe goreng hangat.
Terus ini, kakakku tuh suka leuncha. Aku tuh penasaran banget sama tanaman leuncha ini gimana lho teh..