Bekpekeran Asal: Modal Kenalan dan Kenekatan

Bekpekeran Asal: Modal Kenalan dan Kenekatan

Definisi bekpeker yang sebenarnya aku sendiri tidak tahu pasti. Yang aku tahu dan sudah kualami adalah bepergian untuk jalan-jalan itu ternyata tidak selalu identik dengan biaya mahal. Kita bisa jalan sendiri tanpa bantuan agen wisata dengan biaya minimal namun kita dapat menikmati perjalanannya secara maksimal.

Meski dulu dianggap orang kere alias tidak punya cukup biaya untuk berwisata, siapa sangka kini bekpeker justru menjadi trend dan gaya hidup orang kota. Tidak mustahil itu terjadi karena memang perjalanan secara backpacking itu mudah, seru, asyik, dan manfaatnya banyak.

Kenapa jalan ala bekpeker itu seru? Bayangin aja, melancong ke tempat baru dengan perbekalan seadanya, paling tidak aku harus tebal muka. Aku selalu mengusahakan untuk berinteraksi dengan orang yang aku temui. Khususnya warga sekitar tempat aku numpang nginap. Awalnya malu, tapi kini aku sudah biasa.

Kadang jumpa kawan seperjalanan, meski awalnya ragu karena baru kenal tapi lama-lama rasanya seperti sehidup semati saja.

Read more

Ibu Hamil Naik Gunung Diikuti Kuntilanak

Bumil Naik Gunung (Katanya) Diikuti Kuntilanak

Sore kemarin aku baca kicauan seseorang di Twitter yang membuatku cukup tercengang. Bunyi kicauannya kurang lebih begini:
“Jangan sekali-kali naik gunung bawa orang hamil, yah. Membahayakan anggota lain karena kemungkinan besar bakal diikuti kuntilanak.”

Entah benar entah tidak, tak tahu juga apakah hal itu pernah terjadi atau dialami oleh pendaki gunung yang sedang hamil. Tak pasti juga gunung mana yang ia maksud. Yang jelas, aku merasa tidak setuju dengan pendapatnya.

Wanita hamil memang beresiko tinggi jika melakukan perjalanan jauh yang melelahkan. Juga pekerjaan rumah tangga yang cukup berat. Di perkampungan dan daerah yang kepercayaannya masih tinggi wanita hamil juga masih banyak larangan untuk melakukan hal-hal yang dianggap tabu atau pamali.

Tapi naik gunung –tentu saja istilah itu ada akhir-akhir sekarang ini– jika dilakukan tanpa melanggar peraturan atau adat istiadat daerah di lokasi gunung yang didaki, asalkan si bumil (ibu hamil) memang kondisinya kuat pasti akan lancar-lancar saja.

Read more

Verified by ExactMetrics