Silaturahmi Jalan Panjang Umur dan Banyak Rezeki

Silaturahmi Jalan Panjang Umur dan Banyak Rezeki

Selalu terngiang kalimat itu: dengan silaturahmi akan membukakan jalan kepada umur yang panjang dan limpahan rezeki, yang selalu keluar dari mulut sesepuh terhormat di pesantren saat aku masih berada di Tasikmalaya.

Ya, Silaturahmi sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW, karenanya banyak ulama selalu kembali mengingatkan akan keutamaan silaturahmi ini. Dan biasanya bagi muslim, silaturahmi itu identik dengan Hari Raya Lebaran, meski sesungguhnya silaturahmi ini bisa dilakukan kapan saja.

Dengan silaturahmi saya jadi mengenal siapa saja saudara dari keluarga bapak, pun dari keluarga besar ibu. Sahabat-sahabat bapak yang masih ada jika saya berkesempatan ke Tasikmalaya dan Garut, saya sempatkan untuk mengunjunginya. Mereka ada yang masih ingat saya saat dikenalkan oleh bapak ketika masih ada, dan banyak juga yang sudah lupa. Bertanya kamu siapa, anak siapa? dan pertanyaan lain lanjutannya. Biasanya setelah saya sebutkan nama almarhum bapak, sahabat-sahabat almarhum bapak tampak terkejut dan tidak bisa menyembunyikan rasa kegembiraannya.

“Syukur kamu masih ingat aku. Mau menemuiku sehingga aku tahu kalau kamu anak sahabat baikku. Serasa bapakmu masih ada saja, karena kamu menggantikan kehadirannya,” demikian ucap seorang sahabat bapak yang berada di Tasikmalaya.

Begitulah, karena bapak seorang anak pertama dari enam bersaudara, maka aku sebagai anak pertama dari bapak, “dinobatkan” juga menjadi cucu paling besar, meski ada cucu yang kalau dari segi usia di atasku beberapa tahun. Namun panggilan hormat kepada yang lebih besar secara silsilah keluarga yaitu “Teteh” (panggilan kakak kepada perempuan di Sunda) menjadi melekat kuat kepadaku.

Almarhum bapak seorang pedagang. Ia hidup merantau dari satu tempat ke tempat lain. Karenanya memiliki banyak sahabat di berbagai daerah. Bapak tidak menyuruh saya atau adik saya untuk mengunjungi mereka, jika saya bisa bersilaturahmi kepada sahabat almarhum bapak, itu murni karena keinginan saya saja. Dan apa yang saya dapat dari silaturahmi ini? umur yang panjang serta rezeki yang melimpahkah?

Yang pasti usia hanya Tuhan yang tahu dan soal rezeki itu adalah hal yang relatif. Yang saya rasakan ketika banyak bersilaturahmi hati saya semakin tenang. Setiap ada masalah selalu saja ada bantuan dari tangan-tangan yang tidak saya duga sebelumnya. Mungkin karena saya tipe orang yang suka jalan, sehingga silaturahmi bisa dinikmati ibarat sedang traveling saja. Dan itu membuat hati tentram, pikiran damai.

Sementara dari pihak ibu, silaturahmi bisa terjadi hampir setiap hari. Ibu anak ke lima dari delapan bersaudara. Semuanya berada di wilayah Cianjur. Bahkan bisa dibilang semua berdomisili di satu kecamatan yang sama. Hanya ibu saya dan adik ibu paling kecil yang tinggal berlainan kecamatan. Karenanya silaturahmi dengan keuarga besar ibu bisa dibilang mau kapan saja bisa. Hanya cucu-cucu yang sudah besar, bekerja dan menikah yang banyak merantau ke luar kota dan mulai sulit berjumpa.

Sejauh ini jarak masih bisa disiasati dengan kecanggihan teknologi. Meski jauh di mata tetapi dekat di gadget, iya kan? Hehehe… Meski berlainan kota namun kabar dan informasi keluarga besar dengan mudah masih bisa kami dapat. Dan biasanya jika ada yang sakit, maka seluruh keluarga besar berdatangan untuk menguatkan.

Yang selalu terkenang dari acara silaturahmi adalah jika ada yang sakit dan tentu saja harus mencari waktu luang untuk bisa menjenguknya. Di tempat kami, rumah sakit hanya satu dan berada di kota kabupaten, dengan waktu tempuh dari rumah sekitar 2 jam kendaraan. Jika ada yang sakit, maka menjenguk itu bisa diibaratkan mau piknik saja. Bagaimana tidak coba: udah berangkatnya rombongan, pada bawa bekal makanan dan minuman, di kebun teh, dalam perjalanan ke rumah sakit, itu biasanya berhenti dan membuka bekal makanan. Jadinya ramai-ramai dech balakecrakan…

Tuh, mau menjenguk saudara yang sakit jadinya malah piknik kan? Gimana gak bakal panjang umur coba, jika selalu makan, makan dan makan? Hahaha…!

Comments

  1. nah, bila masyarakat indonesia semua suka silaturami kemungkinan usia harapan hidup di negara kita bertambah, bisa menyusul montenegro dan jepang yang usia harapan hidupnya 90 an dan 80 an tahun

Speak Your Mind

*