Blog: Jaman Lawas VS Jaman Now

Sepuluh tahun lalu, dan sebelumnya dunia blogging masih sangat personal dan intim. blog dipakai sebagai diary digital, tempat curhat, berbagi pengalaman, dan membangun komunitas kecil.

Blog lebih menekankan cerita pribadi daripada monetisasi, berbeda dengan tren sekarang yang lebih fokus pada branding dan cuan.

Lain jaman lain juga kebiasaannya ya… Jika sepuluh tahun lalu blog dipakai sebagai diary online maka sekarang blog digunakan sebagai branding diri atau bisnis.

Dulu banyak blogger menulis layaknya buku harian, membagikan cerita sehari-hari, pengalaman kuliah, pekerjaan, atau bahkan curhat pribadi. Blogspot dan WordPress gratisan jadi rumah utama.

Kini blog sudah lebih modern. Blogger banyak menggunakan top level domain alias domain berbayar supaya tampil lebih baik dan terpercaya.

Monetisasi blog juga jadi tren. Blog berubah dari ruang ekspresi menjadi alat branding, afiliasi, dan bisnis.

Dulu komunitas blogger bisa dibilang ruang lingkupnya kecil tapi hangat. Blogger saling berkunjung, meninggalkan komentar, dan membangun jaringan pertemanan tanpa harus diminta. Tak heran kalau blogger Cianjur macam saya bisa mengenal Blogger Surabaya dan lainnya. Interaksi terasa lebih personal dibanding media sosial sekarang.

Kalau sekarang kan istilah Blogwalking lebih ke karena tuntutan kebutuhan. Blogger perlu setoran data dan insight kepada klien. Blogwalking jadi utang piutang karena kalau tidak, bisa ditagih dan jika tidak memenuhi keinginan si empunya blogger wajib mengganti komentar. Menjurus ke komentar yang disetting.

Dulu tema dan desain blog sangat sederhana tapi banyak yang memberatkan. Banyak yang masih alay, pasang lagu, gambar berukuran besar dan perintilan lainnya dengan ukuran yang memberatinya sehingga tampilan blog jadi berat saat dibuka.

Template bawaan blogspot atau WordPress sering dipakai banyak modifikasi. Walau tidak sedikit blogger yang tetap fokusnya pada isi tulisan, bukan tampilan.

Kini banyak teori dan ilmunya yang mengemukakan bagaimana cara supaya blog ringan dibuka sehingga tidak bikin bete pembaca ketika menggunakan ponsel sekalipun. Membaca tetap nyaman dan tampilan blog bisa menyesuaikan mengikuti gadget yang dipakai.

Jaman saya mengenal blog tahun 2008 sesungguhnya SEO belum dikenal sama sekali. Yang penting curhat eh nulis, udah gitu aja. Haha…

Gak heran kalau banyak tulisan lebih jujur dan apa adanya, belum terlalu dioptimasi untuk mesin pencari. Popularitas datang dari blogroll dan rekomendasi antar-blogger.

Kalau sekarang kan ilmu SEO udah harus dipakai karena kalau enggak konon blog kita akan sulit masuk tampilan kolom mesin pencari.

Biar semangat tetap ngeblog dulu ada tren “One Week One Post” bahkan ada One Day One Post. Sekarang juga masih ada sih ya. Walau ada modifikasi di sana sini tapi intinya tetap supaya menyemangati dan terjadwal update menulis blog. Tapi sejujurnya buat saya, sekarang itu semangat banget mau nulis kalau nerima bayaran. Ups! Jangan ditiru ya …

Dulu sesama blogger punya komitmen rutin menulis, bukan untuk trafik, tapi untuk menjaga konsistensi dan ekspresi diri. Sekarang ya tahu sendiri lah, saya aja semangat nulis itu kalau ada cuannya. Kalau nulis yang organik malas banget. Hahaha…

Perbandingan era blogging dulu vs sekarang kalau berdasarkan pengalaman pribadi kadang bikin senyum-senyum sendiri. Meski sekarang satu dasawarsa kemudian bahkan lebih itu dunia blog sudah lebih modern dan dipenuhi dukungan Artificial Intelligence (AI) alias Kecerdasan Buatan.

Hal itu tentu saja menjadikan adanya semacam tantangan dan perubahan. Seperti sekarang ini keberadaan media sosial banyak mengambil alih. Adanya Facebook, Instagram, dan Twitter (X) membuat orang lebih memilih update singkat di sosmed daripada menulis panjang di blog.

Sebagai blogger yang juga banyak membranding diri sebagai konten kreator, adalah sesuatu yang menantang pastinya untuk menghidupkan kembali semangat personal blogging—menulis dengan jujur, membangun komunitas yang hangat, dan menjadikan blog sebagai ruang ekspresi, bukan sekadar strategi SEO dengan berbagai tips keren.

Tapi siapa tahu hal itu justru bisa jadi nilai unik di era konten serba instan sekarang ini?

Leave a Comment

Verified by ExactMetrics