Hampir dua belas tahun saya hidup di negara orang dengan majikan non Muslim. Mulai bekerja dari Singapura lalu Hongkong dan berakhir di Taiwan, semuanya menyisakan kenangan bagaimana suka dukanya saya mencuri-curi waktu demi bisa melakukan sahur dengan modal seadanya.
Yang paling tidak bisa terlupakan waktu kerja di Keelung Taiwan. Ketika memasuki bulan puasa saya tidak bisa leluasa masak dan menghidupkan lampu dapur sehingga terang benderang karena ada orang tua majikan yang masih kolot tidak mengizinkan saya melakukan puasa.
Padahal sehari-hari dapur adalah ruangan yang saya kuasai. Tapi sejak kedapatan oleh Ama (Nenek) saat dini hari saya nguprek di dapur untuk mempersiapkan sahur, dan mengetahui kalau saya akan menjalankan puasa, sontak dia marah dan melarang saya masak.
Saya pikir dia marah karena saya mengganggu waktu istirahatnya. Mungkin suara alat masak bikin berisik sehingga bikin Ama terbangun. Ternyata Ama melarang saya sahur, karena ia tidak ingin saya mati sia-sia gara-gara berpuasa! Wadidaw…
“Kamu kerja di sini. Kalau kamu siang hari tidak makan, bisa mati tau gak? Bikin repot saja. Besok saja makannya bareng-bareng. Ayo masuk kamar dan tidur.” Begitu ultimatum Ama.
Cari Ide Bisa Sahur yang Terlarang di Rumah Majikan
Begitulah, di sana kalau orang tua sudah berkuasa, anak cucunya tidak bisa bagaimana. Majikan sebenarnya sudah modern dan berpikiran terbuka. Mereka membebaskan saya untuk melakukan puasa asalkan tidak mengganggu pekerjaan. Hanya orang tuanya yang masih berpikiran sempit seperti itu.
Majikan menyarankan supaya saya pintar-pintar saja mengambil hati nenek, sehingga tidak tahu kalau saya tetap menjalankan puasa.
Awalnya saya sahur dengan makan roti dan air minum yang saya bawa ke kamar. Tapi gak nyaman juga secara saya terbiasa makan nasi dan lauk pauk layaknya di Indonesia.
Di rumah majikan tidak pernah ada nasi sisa semalam karena setiap makan malam semuanya harus dihabiskan. Lagian masaknya juga sedikit karena setiap orang cukup satu mangkuk kecil nasi saja. Beda dengan kebiasaan saya di kampung, makan satu piring penuh nasi itu masih harus nambah. Haha…!
Akhirnya saya bilang ke majikan, izin bawa rice cooker ke kamar. Dengan alat masak praktis ini saya bisa masak nasi sekaligus lauknya.
Tidak disangka proposal saya itu di-approve majikan. Malah dia sengaja beli alat penanak nasi yang baru, khusus untuk disimpan di kamar saya. Tentu saja tanpa sepengetahuan ibunya. Ditambah syarat lain saya harus menjaga kebersihan dan keamanannya.
Alhamdulillah. Sejak itu saya bisa menjalankan sahur dengan tenang walaupun masih secara sembunyi-sembunyi di dalam kamar.
Menu makan sahur apa saja yang bisa saya buat dengan alat terbatas berupa pengukus nasi saja ini?
Saya lebih sering bikin one pot sahur ala-ala. Maksudnya, saya masak nasi dan lauknya sekaligus dalam satu kali masak. Praktis banget pokoknya.
Lauk yang biasa saya masak bersama nasi sekaligus dalam penanak nasi modern ini seperti telur, sosis, ikan, atau sayuran dalam satu wadah.
Telur tidak hanya direbus atau dikukus bersama cangkangnya, melainkan bisa disteam dengan cara telur dikocok dulu, diberi bumbu sesuai selera dan tanak bersama nasi secara bersamaan.
Sebelum punya mangkuk anti panas, saya bungkus telur yang sudah diberi bumbu dalam plastik. Lalu taruh di atas pengukus nasi. Hasilnya setelah matang bentuknya malah seperti sosis. Not bad kan?
Begitu juga dengan ikan atau sayuran. Cukup cuci bersih, simpan dalam wadah stainless steel yang muat dalam panci penanak nasinya, kasih bumbu sesuai selera dan kukus bersama nasi. Jadi nasi matang, lauknya juga siap santap. Intinya jadi hemat waktu dan tenaga.
Beberapa kali Ramadan saya lewati dengan berpuasa secara maksimal cukup berbekal satu alat pengolah nasi ini di dalam kamar. Hingga saya pulang ke tanah air, hanya majikan yang tahu “kecurangan” saya terhadap Ama selama ini.
Tips Membuat Menu Sahur dengan Rice Cooker
Tidak mudah memasak menu untuk sahur dengan tuntutan kelengkapan gizi serta tampilan yang menarik supaya menggugah selera makan di waktu pagi buta.
Apalagi jika memasaknya hanya mengandalkan alat masak dengan segala keterbatasannya pula. Karena itu diperlukan beberapa tips dan trik supaya acara masak-memasak berjalan lancar tanpa diburu waktu imsak dengan hasil yang enak dan matang sempurna.
Beberapa hal dari pengalaman saya selama ini yang perlu diperhatikan:
🩸 Pilih penanak nasi multifungsi. Seperti Rice Cooker Miyako yang bisa digunakan untuk memasak nasi, mengukus, dan lainnya tanpa merusak lapisan anti lengket.
Saat ini banyak direkomendasikan alat pemasak nasi kesayangan Nikita Willy tersebut. Hal itu karena Miyako Nanoal sejak lama sudah terbukti awet dan irit secara harganya sangat ramah di kantong. Selain anti lengket, mudah dibersihkan, juga memiliki garansi panjang dan aman karena sudah SNI.
Masih banyak keunggulan lainnya dari brand Miyako ini yang paling saya sukai sih model fungsi 3-in 1 nya itu. Jadi cukup dengan satu alat penanak nasi, sudah bisa memasak nasi, menghangatkan, mengukus lauknya hingga membuat kue.

🩸 Rencanakan dengan matang saat setelah tarawih untuk sahur nanti mau masak menu apa.
🩸 Gunakan bahan masakan yang cepat matang (seperti tahu, sosis, telur, sayuran potong kecil, dlsb)
🩸 Siapkan bumbu dan lauk atau sayur yang akan dimasak serta peralatan lainnya seperti air, alat makan dan sebagainya sejak sebelum tidur agar saat sahur tinggal klik tombol cook.
🩸 Kombinasikan bahan yang akan dimasak supaya memenuhi nilai gizi yang dibutuhkan tubuh selama berpuasa. Jadi selain memasak nasi sumber karbohidrat, tambah juga ikan atau telur untuk sumber protein, dan sayuran serta buah-buahan supaya kenyang lebih lama.
Tidak lupa konsumsi juga vitamin dan minum air putih lebih banyak dari hari biasa.

Begitulah pengalaman saya melakukan ritual sahur yang sembunyi-sembunyi di rumah majikan karena ada orang tua boss yang tidak mengizinkan saya selaku orang yang bekerja di rumahnya melakukan puasa.
Semoga pengalaman saya ini bermanfaat bagi manteman yang ngekos, atau memiliki keterbatasan lainnya seperti pengalaman saya tapi tetap bersemangat untuk menjalankan kewajiban puasa Ramadan.
Rice cooker Miyako memang awet dan terjangkau beneran deh ini sudah terbukso sendiri, dari jaman mamaku dulu juga pakai Miyako.
Setuju banget! Di rumah saya juga ada rice cooker Miyako. Jadi andalan sehari-hari buat masak nasi. Awet banget kualitas rice cookernya.
Bener mbak. Di rumahku juga pakai rice cooker miyako dan alhamdulillah awet produknya
Agak menantang juga ya saat berpuasa di negara yang dominan non muslim. Cuma kalau misalkan masak pakai rice cooker sebenarnya sudah dilakukan sama anak kos dah ya.
Penting banget punya rice cooker seperti rice cooker Miyako agar nasi lebih tahan lama. Jadi kiita bisa lebih berhemat untuk pengeluaran bulanan
Setuju kak, memang perlu juga punya rice cooker yang berkualitas seperti Miyako, karena bantu nasi yang dimasak tetap dalam keadaan baik dan gak cepat basi.
Bener banget mbak. Aku pun sangat setuju. Rice cooker Miyako beneran bisa diandalkan sekali, bikin nasi lebih awet dan bebas benyek. Rekomen buat di pakai di luar negeri saat Ramadan begini.
Salut banget dengan perjuangan Teteh demi tetap menjalankan kewajiban meski dalam kondisi terbatas dan sembunyi-sembunyi dari Ama.
Strategi “satset” pakai rice cooker di kamar benar-benar solusi cerdas buat pejuang devisa. Saya jadi terbayang betapa nikmatnya aroma nasi dan telur kukus di tengah malam itu. Terima kasih sudah berbagi tips menu one-pot yang praktis ini; sangat bermanfaat buat anak kos atau siapa pun yang nggak mau ribet pas sahur. Sehat selalu ya, Teh!
Iya nih jadi keinget sama zaman ngekos. Biasanya anak kos itu asal punya satu “senjata” yaitu rice cooker aja, biasanya udah aman. Dengan rice cooker bisa masak nasi, ngukus lauk yang emang cara masaknya dikukus kek dimsum2an atau kalau mau effort bikin pepes2. Bahkan masak sup dan indomi juga.
Emang menantang yaa, tapi ketimbang nggak ada makanan karena tidak diizinkan memakai dapur, maka rice cooker udah alternatif paling OK deh.
Rice cooker memang bisa diandalkan ya Teh untuk menanak nasi dan membuat aneka masakan. Apalagi pas di momen Ramadan ini, lebih sat set pas sahur dan buka puasa, nasinya dalam keadaan hangat.
Kreatif Teh, jadi ada ide masak di saat kondisi terbatas. Salut dengan perjuangan teteh tetap menunaikan rukun Islam walaupun mendapatkan halangan.
Btw jadi bisa nemu banyak menu alternatif yang bisa sat set untuk sahur ya Teh.
Hooh. Meski sebenarnya, ama cuma nggak ingin ada hal buruk yang terjadi karena berpuasa.
Soalnya, beliau kan nggak tahu kalau sebenarnya berpuasa malah bikin kita makin sehat kalau benar-benar teratur selama berpuasa ya, Kak.
Yang penting Teh Okti sudah punya jalan keluar yang didukung sama bosnya yang lain. Meski harus menyiapkan sahur dengan Rice Cooker Miyako secara sembunyi-sembunyi.
Masya Allah, perjuangan Teh Okti untuk bisa sahur berat, Alhamdulillah dengan trik masak pakai rice cooker di kamar bisa terpecahkan.
Rice cooker memang sahabat dapur sejati apalagi rice cooker Miyako yang punya banyak kelebihan ini
Dan punya majikan yang mengerti adalah sebuah rezeki. Meski dengan sembunyi-sembunyi akhirnya bisa menjalankan salah satu sunnah di bulan Ramadhan. Dimana kita disarankan untuk tidak melewatkan sahur agar mendapatkan berkah dan tubuh tidak lemas selama berpuasa
Nah idem kak Dian.
Terasa melegakan, karena atasannya Teh Okti mendukung ya dengan menyiapkan rice cooker baru, jadinya sat set deh buat memasak apa saja saat sahur
MasyaAllah, salut banget dengan semangat ibadahnya.
Tapi bersyukur ya bun dengan adanya rice cooker bisa jadi penyelamat untuk masak kreatif dan satset. Jadi bukti kalau niat ibadah itu selalu ada jalannya.
Saya juga tim rice cooker Miyako, masak jadi cepat dan praktis karena gak perlu rendam lama inner potnya.
Hihihi dilarang puasa karena takut mati 😀
jadi inget, dulu ada wali murid ada yang bilang takut anaknya kurang gizi kalo ikut puasa seperti anak-anak saya. Padahal kan puasanya cuma setengah hari.
Pakai Miyako emang nyaman Teh Okti, selama ini saya selalu pakai rice cooker ukuran kecil karena hanya untuk saya sendiri
Menarik nih ceritanya memberi pengalaman baru saat tinggal dan merantau di negri orang seperti Taiwan dalam suasana ramadan.
anaknya umur berapa itu sampai khawatir kurang gizi. Kalau masih TK SD wajar sih tapi kalau sudah baligh insya Allah puasa itu membawa kebaikan.
btw masak pakai rice cooker itu life hack! di saat enggak leluasa masak di dapur atau misal anak kosan bermodal rice cooker pun bisa buat beragam kreasi masakan seperti yang dilakukan Teh Okti!
Jadi inget ketika anak masih ngekos. Rice cooker multifungsi memang berguna banget. Sebetulnya di kosan ada dapur. Tapi, kamarnya di lantai 3, sedangkan dapur di lantai bawah. Capek juga kalau turun naik. Andalan deh rice cooker multifungsi ini.
Nah saya ngalamin ini waktu ngekos. Jadi masak nasi sekalian masak sayur atau lauknya. Praktis dan memudahkan. Apalagi kini sudah ada Rice cooker Miyako yang multifungsi
Senengnya lagi bisa sambil menyelesaikan kegiatan lainnya ya, Mbak. Masukin dulus emua bahan di rice cooker. Setelah dicetrek, bisa ditinggal deh sampai matang. Paktis banget.
Bener banget, punya rice cooker buat anak kost tuh bener² ngebantu. Sering kali rice cooker bisa jadi penghangat dadakan kalau pas ngekost dulu. Bahkan bisa pakai buat merebus mie instan pas tanggal tua.. hehehe..
Masya Allah… pengalaman yang luar biasa, Teh. Terharuuu dengan majikan yang support banget. Omong2, aku juga pakai rice cooker Miyako di rumah. Pernah mau ganti merek lain, tapi akhirnya balik lagi ke Moyako.
Baik banget teh majikan teteh di Taiwan itu sampai beliin rice coocker baru buat teteh. Rezeki yaa punya majikan bageur teh. Tapi da sebenernya nenek Ama itu melarang karena sayang sama teteh, biar teteh gak meninggal karena puasa katanya ya,,,neneknya baik sebenernya. Masya Allah ya teh,,,kenangan banget itu mah pengalamannya.
Waah baru tahu ada yang bodynya warna merah jambu favorit saya ni rice cooker Miyako.
Balik ke Ama, disayangkan banget sikap kolotnya, mengira berpuasa bikin meninggal. Padahal kalau memang tak ada halangan medis atau takdir Allah, puasanya penganut agama lain ada yang lebih panjang tanpa mengakibatkan kematian juga tuh.
MasyaAllah, Teh. Luar biasa perjalanan saum yang gado-gado di tiga negara luar Indonesia. Yang paling gong dilarang puasa karena takut mati.. hehe, ada-ada aja ama ini. Tapi bener memang pepatah yang bilang there is a will, there ia a way, kalau kita istiqomah di jalan Allah, ada aja ya jalan yang mempermudahnya sehingga saum tetap bisa dijalankan walau sahurnya pake ngumpet-ngumpet di kamar segala, ya..
Kebayang nggak gampangnya sembunyi-sembunyi cuma buat sahur teh. Hehehe.
Suka banget sama kreativitasnya Teh Okti. One pot sahur itu jenius sih, soalnya praktis, hemat waktu, tapi tetap makan makanan bergizi.
Tehh, pengalamannya seru bangeet
Geli juga pas ama bilang ga mau lihat karyawannya mati sia2, wkkwkw
BTW bikin cerita seru tentang kerja di negara yang pernah didatangin dong Teh,, seru bacanya
MashaAllah perjuangan betul ya teh. Semoga dengan kondisi begitu, puasanya teh Okti di saat itu berlimpah lebih banyak pahala. Yang pasti kalau orang jago masak sih ada aja ya akalnya. Bisa mengatur masak nasi sembari membuat lauk di tempat yang sama. Efektif dan efisien banget ya. Jadi gak musti nyalakan kompor dan dimarahi Ama hahaha.
Jadi ingat nasihat ayah yang pernah ke Swedia, kalau kita pergi mending bawa rice cooker biar bisa masak sendiri sesuai selera, ternyata bener ya mba kita jadi punya kebebasan buat masak makanan dan praktis pula. Beruntungnya majikannya juga baik memfasilitasi keinginan punya rice cooker di kamar, jadi aman ya hehe. Sekarang aku juga membekali anakku yang ngekost punya rice cooker biar gak perlu keluar nyari makanan karena lapar, masak sendiri aja
Teh…ini tuh persis rice cooker yang saya pakai di rumah. Dari semua rice cooker yang pernah dibeli, ini yang paling awet. Direkomendasikan sama Mbak Lidya Fitrian di tahun 2023 dulu. Alhamdulillah suka banget sama nasi yang dihasilkan kalau masak pakai ini.
Keren kak okti bisa tetap berpuasa meski sedang bekerja di negara yang kurang ramah dengan Islam ya. Semangat
Salut banget teh Okti semangat untuk terus berpuasa dan dilancarkan jalannya oleh Allah dengan dikasih majikan yang pengertian dan support!
terharu dengan banyaknya TKI di luar sana, baru tahu ternyata puasa yang bagi sebagian orang kita suka diabaikan, menjadi kesempatan precious dan berharga …
met menjalankan ibadah shaum Ramadhan ya teh Okti
Teh Okti tidak kehabisan ide ya, bawa rice cooker ke dalam kamar. Dan senangnya punya rice cooker seperti MIyako ini karena multifungsi jadi kita ga repot misal mau mengukus juga
Sering baca juga, mereka yang ngekos, wisata, atau bekerja di luar daerah, untuk berhemat tuh wajib banget bawa rice cooker biar survive. Tentunya dengan memperhatikan ketentuan akomodasi ya
Keren banget teh pengalamannya. Aku dulu ngekost di Lhokseumawe, aceh Utara, Kalau bulan puasa malah rame banget pilihan untuk sahur. Bahkan rumah makan juga buka, hehehe
Kemageran anak kost difasilitasi. Aman banget di sana gak ada begal kayak di Medan. Hihihi
Btw aku juga pake miyako loh teh.
Awalnya saya kesal sekali pas membaca Ama melarang Mbak Okti berpuasa. tidak menghargai perintah agama orang lain saja. tapi ternyata karena dia sayang. takut Mbak Okti kenapa-kenapa karena tak makan dan minum di siang hari hehe. Alhamdulillah ada Rice cooker yang sangat membantu ya, Mbak. Jadi praktis menyiapkan sahur. semua pun berjwlwn lancar dan aman.
Salut sekali dengan kreativitasnya memanfaatkan rice cooker untuk menu sahur one pot yang tetap bergizi. Itu bukan cuma soal masak praktis, tapi tentang ikhtiar menjaga ibadah di tengah situasi yang tidak ideal. Cerita ini mengingatkan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang kenyamanan, tapi tentang keteguhan hati.
Masyaallah, salut sama perjuangan Teh Okti berpuasa di negara yg mayoritas non Islam. Rice cooker memang serbaguna ya Teh. Selain masak nasi, bisa ngukus juga. Jadi kenangan manis ya Teh zaman jadi PMI…
wah untung majikannya mengerti dan menyetujui permintaan rice cooker-nya ya,Teh sehingga bisa tetap sahur di negeri orang. Bicara tentang rice cooker aku juga pernah lihat di tiktok ada yang setiap harinya masak semua menu itu di rice cooker kecil karena dia tinggal sendiri. asli kreatif dan menggoda banget menunya mana masaknya jadi nggak ribet ya cuma di satu wadah
Ya ampuuun untung majikannya baik ya Teh, tapi memang kakau sama orang tua kita harus banyak maklumnya dan pinter pinternya kita mengambil hati beliau.
Btw, Rice cooker Miyako di rumah juga awet banget Teh
Mulai dari produk kipas angin s.d Rice cooker, kami sekeluarga tetap percaya Miyako. Sebab produknya cukup awet bertahun2, dan gampang dibersihkan rice cookernya.
Saya baca ceritanya berasa sedang melihat kejadian itu, Teh Okti. Storytelling-nya simpel tapi bagus banget. Ga kebayang ya makan sahur sembunyi-sembunyi malah jadi kayak anak kosan ini teh, dulu saya waktu ngekos juga begitu soalnya kalau malas masak di dapur yaudah masak nasi di kamar masukin telur atau steam ikan dibarengin. Btw saya suka sekali dengan warna rice cookernya rose gold, cantik, jarang-jrang rice cooker punya warna ini
Pengalaman sahur di negara non-Muslim memang unik dan penuh tantangan tersendiri, sangat menginspirasi bagi para traveler Muslim!
Wah pengalaman baru banget nih buat umma teh. Luar biasa sekali. Benar banget ya Miyako itu membantu banget
Wahh miyako lagi ini. Salah satu rice cooker yang pernah ku pake. Pengalaman yang seru sih kalo buat masak nasi pake ini. Hehehe
Adaaa aja idenya teteh ngakalin supaya si nenek majikan enggak tahu. Ternyata begitu ya ada orang yang berpikir kalau puasa bisa meninggal karena tidak makan saat siang. Ini sebenarnya perhatian namun kebablasan. Alhamdulillah majikan baik, pengertian sampai dibelikan rice cooker khusus untuk taruh di kamar.
Iya, Mbak. Aku agak tergelitik nih setelah membaca gimana amahnya mikir kalau Teh Okti bakalan meninggal karena nggak makan siang. Tapi alhamdulillah ya akhirnya ketemu solusi biar bisa tetap berpuasa di bulan ramadan
Huaa, saya bacanya meleleh Teh. Untung anak Ama pengertian jadi dibolehin bawa rice cooker ke kamar.
Saya jadi ingat salah satu kawan saya juga sedang ada di Hongkong. Dan beliau tuh cerita, kalau dapat majikan yang murah hati, sahur pun nggak jadi masalah selama tidak mengganggu jam tidur majikan, malah ada juga yang sampai dibelikan lauk untuk makan sahur.
Tapi kalau udh kena majikan yang ‘batu’, kawan saya pun berusaha antisipasi dengan beli roti atau makanan yang tinggal di panaskan di microwave. Jadi nggak harus masak.
Emang tantangan sekali jika kita hidup di tempat sebagai minoritas. Keimanan bener² diuji.
Dulu waktu belum ada magicom, ricecooker hanya digunakan untuk masak nasi aja, mungkin saya aja yang gak update ya, atau gimana? ternyata ricecooker itu bisa untuk masak segala macem ya…
Wah teh dikirain dilarang karena anti :p ternyata khawatir saja ya, untungnya yg lain ada yg berbaik hati jadi bisa pake rice cooker di kamar. Sekarang mah leluasa ya teh, menarik pengalamannya alhamdulilah bisa terlewati juga ya teh.
wuihhh ampe segitunya yaa si nenek khawatirnya ini perpaduan antara khawatir kesehatan terganggu dan khawatir keluarganya repot kalo sampe ada apa2 hehehe…tapi ya udah lah ya mba orang tua dimaklumi karena kadang mereka memang kolot dan ngototan wwkwkwk tapi untungnya majikan perempuannya baik mbaa bahkan menyiapkan rice cooker buat memasakah sahur…jadi salah satu pengalaman seru ya mbaa 🙂
Kadang memang rasa sayang orang tua yang sudah sepuh itu tak kita pahami, terlebih mereka belum paham juga dengan hakikat puasa, jadinya dilarang deh buat puasa.. hehe. Kayanya kalau ama tau benar tentang puasa, bakalan diizinin deh puasanya Teh Okti. Tapi karena cerita ini puasanya jadi lebih berwarna ceritanya.. hehe
Pengalaman yang tak terlupakan ya Teh, seru pisan macana.
Rice cooker bener2 hero pokona mah.
Suka sama Miyako soalna awet.
woow, jadi sampai pulang, sang nenek tidak tahu kalau diem2 Okti sahur dengan masak di rice cooker dalam kamar? Seharian gak makan dan minum, gak dicurigain kah? Untung saja majikan yang lainnya sudah paham ya, malah sampai dibelikan rice cooker. Jadi ibadah tetap bisa berjalan tanpa ada drama akibat kesalahpahaman.
BarokAllah Teh Okti.
Perjuangan yg luar biasaaaa, dan tetap teguh pegang aturan agama. Banyak berkaahh untukmuu.
btw, aku juga pakai Miyako yg ini…super loooveee banget
Maksudnya sih baik ya Teh tapi jadi susah mau sahurnya.. untung ada rice cooker penyelamat bisa makan nasi dan lauk pauknya dengan masak di satu tempat..
Untung ada rice cooker yaa.. Terbantu banget itu disaat mendapat majikan modelan Ama. Beneran bisa masak segalanya dalam 1 wadah.
Saya juva kadang kalau lagi malas andelannya masak semua di rice cooker
Sebagai anak kosan, rice cooker emang udah jadi alat masak serba guna. Nggak cuma untuk masak nasi, tapi juga rebus telur, bikin mie, hingga bikin bolu pisang. Dan Miyako mini adalah andalan saya…
Waah mba, lama juga yaaaa sampai 12 tahunan kerja di 3 negara .. saluuut sih. Memang PR banget utk bab puasa, secara Orang2 non muslim biasanya ga paham kewajiban puasa yg kita lakukan.
Akh JD inget zaman kuliah di Malaysia. Walaupun di sana mayoritas muslim, tp aku kan ngekos di rumah Chinese family yg non muslim. Cuma untungnya mereka paham, jadi aku boleh masak nasi kalau pas sahur. Cuma kenyataan nya, tiap puasa zaman kuliah, aku ga pernah sahur. Malam sebelum tidur udh minum, niat puasa, trus LBH milih tidur sampe subuh. Krn udh kurang tidur , so, sahur skip.
Baguuuus kalau pilih rice cooker yg bisa multifungsi. JD memang lebih cepet dan praktis. Bisa masak nasi dan lauk sekaligus
Membaca kisah Okti Li, jadi ingat cerita Yasmin, putriku saat pertukaran pelajar di Hiroshima, Jepang.
Percis banget tanggapan teman-teman SMA Yasmin.
“Haa, jadi kau ga makan dan minum mulai dini hari sampai sore gitu? Ga mati kah nanti?”
Yasmin lalu menjelaskan bahwa sejak usia sekitar 7 tahun pun sudah puasa.
Tambah kaget lah mereka.
Masih menurut Yasmin, memang berpuasa di negara non muslim, atau sekarang singkatan gaulnya nonis, non islam, sungguh tantangan banget!
Tidak ada vibe muslim sama sekali. Terutama lantunan azan sholat 5 waktu. Mencari mesjid kudu mengandalkan google map, dan itu pun terbatas.
Biasanya ruang di konbini disulap jadi musholla ala kadarnya.
Saat ini pun Yasmin. ramadan 2026, berpuasa untuk kedua kalinya di negara sakura. Naun kali ini Yasmin agak beruntung karena masih musim dingin jelang musim semi. Cuaca lumayan bersahabat.
Btw.
Jujur aku pengen banget coba resep nasi liwet, pakai rice cooker.
Hmmm, saatnya berburu resep!
Bacanya bikin hati hangat sekaligus kagum. Ada perjuangan yang mungkin tidak semua orang lihat. Sahur dengan keterbatasan tapi tetap dijalani dengan niat yang kuat itu bukan hal kecil. Tulisan ini sederhana, tapi maknanya dalam.
Luar biasa tantangannya ya Teh serumah dengan nonis. Belum lagi kalau makanannya mengandung B2. Memang benar lebih baik masak buat sendiri di Rice cooker yang berbeda.
Memang berada di negara yang minoritas Islam tuh sesuatu
Jangankan negara, di kota saja yang mostly nonis tuh bikin mikir mau makan
Belum lagi kalau ada hewan yang menebar najis di mana mana
Makanya sangat penting kalau punya rice cooker bisa masak di rumah
Ahahahaha, jadi keingetan mbak cerita di threads. Ada yang kerja di tiongkok, terus dikata-katain, “kalian itu pake magic kan ya?”. bingung kan, maksudnya apa coba.
Nah ternyata disangkanya kalo kita puasa sebulan tuh maksudnya kita nggak makan sebulan. Jiaaaahhhh
Trus ada yang kocak lagi. Bilangnya gini, “Udah kamu makan ajaa, gausah puasa. Tuhan kamu di Indonesia kan?”
Lhaa disangkanya pindah ke Tiongkok tuhannya langsung ilang, hahahaha
Wuaah kebayang si pemikiran si Ama yang menurutku sederhana buat dia, hanya sebatas mikir kalau ga makan yang mati wkwkw. Sedangkan sebenarnya kalau kita melihatnya ga sesederhana itu. Lagipula ini soal ibadah. Tentu saja pencipta akan kasi kekuatan berbeda pada umatnya.
Bersyukur sekali ya anaknya setuju untuk masak di kamar dan sampai di belikan juga.
Oh ya soal rice cooker, Miyako memang satu brand yang bisa banget diandalkan. Cukup awel productnya.
Baca pengalaman Teh Okti jadi ingat anak sendiri yang sedang kuliah di luar negeri. Dia tiap sahur juga begini. Masak nasi di rice cooker terus, kadang sekalian masak daging/ayam dan sayuran di situ, jadi macam hot pot gitu fungsi rice cookernya
Aku juga pake nih Rice Cooker Miyako di rumah. Emg satset banget bs bantu pekerjaan rumah, terutama kukus hingga masak nasi. Alat ini emg bs diandalkan krn bs nyambi masak lainnya.
Udh tahu kalo bulan puasa tuh rempoong bgt. Ngalahin masaknya hari normal. Kyk semua masakan mau dimasak semua. Berasa mau diabisin pas buka nanti. Padahal kan bs berabe kl dimasukin smua ye.
membaca ceritanya saya jadi ikut terharu sekaligus senyum-senyum sendiri, Teh. Perjuangan sahur sembunyi-sembunyi karena dikhawatirkan “mati sia-sia” oleh Ama itu benar-benar pengalaman yang memorable. Salut buat majikannya yang pengertian sampai membelikan rice cooker khusus!
Tips one-pot meal pakai penanak nasi memang penyelamat banget buat yang serba terbatas. Ternyata keterbatasan justru bikin kita makin kreatif ya, Teh.
Aku suka Miyako ini kak, kwalitas terbaik tapi harganya ramah banget di kantong. Apalagi rice cooker nya terbaik deh…
Mungkin si nenek ngeposisikan mbak kayaknya cucu yang harus makan banyak takut sakit. karena posisi anak beliau aman banget ya ngesuport jadinya memang murni karena sifat polosnya hihi
masya Allah teh cerita tentang puasanya. Kadang puasa di negara orng itu perlu perjuangan apalagi lingkungan yang berbedaa
aku yakin ketika puasa teteh sangat apik memanaj waktu berpuasa di negeri orang
sehat2 yaa teh
Kelihatan banget bagaimana menjalankan ibadah di tempat yang lingkungannya berbeda memang butuh usaha ekstra. Saya sempat ikut tegang juga waktu Ama sampai melarang teteh sahur karena takut mbak “mati gara-gara puasa.” Semangat teteh mempertahankan ibadah di tengah keterbatasan kereeeen. Barakallah teh.
Pengalaman sahur tak terlupakan banget ya. Beruntung Okti sekarang sudah kembali ke kampung halaman, jadi nikmat sahurnya.
Di rumah daku, rice cookernya juga dari Miyako.
Perjuangan ya sahur dengan majikan yang nggak paham puasa. Untung ini hanya ibunya majikan, sedangkan majikannya masih baik dan mengizinkan puasa, bahkan membelikan rice cooker baru agar bisa memasak sahur. Alhamdulillah Teh Okti juga tetap semangat puasa dengan semua tantangannya.
Kalau saya baru mencoba memasak lauk pakai rice cooker itu setelah menikah. Saat gas habis di tengah-tengah memasak, sementara belum punya cadangan, mau nggak mau dilanjutkan di rice cooker. Penting sih punya rice cooker berkualitas kaya Miyako. Biar awet.
Heuheu perjuangannya puasa, bahkan sahur aja nggak muda. Gemes sama si ama-nya 🙁
Mana keknya tipe2 yang nggak bisa menerima penjelasan yaa…
Untung atasan langsungnya baik yaa, bahkan memfasilitasi dengan membelikan rice cooker baru.
Galfok sama kebiasaan keluarga yang tinggal rame2 masih sama kakek nenek, mirip2 di Indonesia ya.
BTW sejak puasaan ini aku pakai RC Miyako Nanoal juga, setelah sebelumnya panci teflon RC yang dulu mengelupas, sehingga ganti RC Miyako ini. Suka sama antilengketnya yang berbeda dengan panci teflon RC sebelumnya. Kalau yang pakai nanoal ini bener2 nggak lengket, sehingga kalau mau nyuci RC nggak perlu rendem2 lagi cukup bilas air dikit bisa langsung cuci.
Pernah dengar juga terkait TKW di Taiwan dilarang puasa oleh majikannya. Ya Allah alasannya ngadi-ngadi, takut mati kebayang berat banget situasi seperti itu mbak. Masha Allah, syukurlah ada solusi jitu setelah dipikirkan baik-baik.
Aku takjub sama Miyako Nanoal, spek nya juara, pantes sekelas Nikita Willy aja pake dan jatuh cinta ya. Rice cooker yang the best emang bisa bikin nasi lebih awet dan bebas lembek, benyek, serta drama lainnya. Nasi enak, kunci banget.
Membayangkan harus menjalankan sahur secara sembunyi-sembunyi di negeri orang tentu bukan hal yang mudah, apalagi ketika lingkungan sekitar tidak sepenuhnya memahami ibadah yang sedang dijalankan.
Salut sama cara Teh Okti mencari solusi. Ide membawa rice cooker ke kamar supaya tetap bisa sahur dengan nasi dan lauk sederhana menurutku kreatif sekali. Biar terbatas, yang penting praktis ya teh
Perjuangan ya Teh hidup di negeri orang. Alhamduliloah Allah selalu memeberi jalan
Triknya masaknya Teteh pakai rice cooker langsung mengingatkan aku ke jaman aku masih jadi anak kosan deh. Tapi Teteh lebih kreatif. Sampai lauknya juga dimasak barengan sama nasinya. Lah aku dulu nasinya doang yang dimasak. Lauknya tinggal beli malamnya, trus diangetin doang.
Memang deh, menu sahur sama berbuka tuh perlu variatif dan menggugah selera biar lahap dan cukup makannya. Demi lancar sepanjang menjalannya puasa.
keren mba. haha.
sekarang masih berpuasa di negeri orang kah?
Semoga lancar ya puasanya. semoga Allah mudahkan. aamiin
Seru ya teh pengalamannya, rice cooker Miyako ini memang andalan banget sih, waktu aku ngekos juga ini jadi salah satu pilihan untuk masak nasi
Sekarang pun saya sering melakukan cara masak beginii, Mbak. Praktis pokoknya. Matang bersamaan antara nasi dan lauknya. Sekali pencet tombol beres hahaha …
Kabayang ngarumas na teh bulan puasa pas sahur di negara batur kudu susulumputan. Untung pinter minta disediakeun rice cooker khusus di kamar jadi bisa ngaliwet nya hehehe
Aku kebayang banget rasanya sahur dengan alat seadanya. Rice cooker memang penyelamat sih kalau lagi jauh dari rumah Justru momen seperti itu biasanya bikin lebih menghargai makanan sederhana dan suasana Ramadan yang biasanya ramai di Indonesia
Jadi pengalaman berharga ya teh. Untunglah ada ricecooker penyelamat yang bisa all in one begini. Btw, pas balik ke Indonesia pasti rasanya jadi lebih bersyukur saat bisa puasa dengan terbuka tanpa harus disembunyikan lagi
Inspiratif sekali ceritanya, Teh! Perjuangan sahur sembunyi-sembunyi di negeri orang demi menjalankan kewajiban puasa sungguh luar biasa dan patut dijadikan contoh kesabaran bagi kita semua.
aku terharu baca ceritanya, saking terbiasanya kita yaa mba saur makan nasi jadi ketika makan roti jadi agak aneh, untungnya anak majikan paham kassih ricecooer yaa, jadi tetap bisa makan nasi dengan menu yang enak enak hihi.
Alhamdulillah banget ya mbak, dapat majikan yang pengertian. Memperbolehkan mbak Okti membawa penanak nasi di kamar. Jadi selama bulan puasa tidak bingung ketika sahur harus makan apa
Rice cooker memang andalan ya buat masak sat set. Begitu pula saat saya ngekost, kalau mau masak di rice cooker