Tips Batita Makan Habis

Tips Batita Makan Habis Sejak pindah rumah, menempati rumah orang lain untuk sementara sampai rumah kami selesai dibangun, waktu makan Fahmi, banyak terganggu. Selain Fahmi sering mondar-mandir ikut sana ikut sini sehingga waktunya berada di rumah tidak bisa dipastikan, juga karena selama kami pindah ini, Mama (neneknya) berada tinggal bersama kami. Ada neneknya ini, Fahmi … Read more

Kegembiraan Pra Sekolah di Rumah Bersama Petualangan Boci

Kegembiraan Pra Sekolah di Rumah Bersama Petualangan Boci. Meski baru 3 tahun tapi gaya Fahmi putra kami sudah seperti anak besar saja. Setiap ba’da maghrib ayahnya mengajar menulis huruf Hijaiyah kepada santri, Fahmi suka ikut-ikutan. Tapi ujungnya malah mengganggu suasana belajar dan tidak jarang malah bikin suasana kacau. Di usianya itu, Fahmi memang sangat ingin tahu … Read more

Terimakasih untuk Penghardik dan Penjewer Anakku

Terimakasih untuk Penghardik dan Penjewer Anakku Seiring suara adzan isya di mesjid samping rumah, suara tangisan Fahmi, anakku yang baru berumur 29 bulan pada Ramadhan 1436 H ini tak juga berhenti. Ia terus memanggil-manggil ayahnya, yang sudah lebih dahulu berangkat ke mesjid untuk menunaikan shalat isya dan tarawih. “Ikut ayah… Ibu, Ami mau ikut ayah…” … Read more

Bekpekeran Asal: Modal Kenalan dan Kenekatan

Bekpekeran Asal: Modal Kenalan dan Kenekatan

www.tehokti.com (1)

Definisi bekpeker yang sebenarnya aku sendiri tidak tahu pasti. Yang aku tahu dan sudah kualami adalah bepergian untuk jalan-jalan itu ternyata tidak selalu identik dengan biaya mahal. Kita bisa jalan sendiri tanpa bantuan agen wisata dengan biaya minimal namun kita dapat menikmati perjalanannya secara maksimal.

Meski dulu dianggap orang kere alias tidak punya cukup biaya untuk berwisata, siapa sangka kini bekpeker justru menjadi trend dan gaya hidup orang kota. Tidak mustahil itu terjadi karena memang perjalanan secara backpacking itu mudah, seru, asyik, dan manfaatnya banyak.

Kenapa jalan ala bekpeker itu seru? Bayangin aja, melancong ke tempat baru dengan perbekalan seadanya, paling tidak aku harus tebal muka. Aku selalu mengusahakan untuk berinteraksi dengan orang yang aku temui. Khususnya warga sekitar tempat aku numpang nginap. Awalnya malu, tapi kini aku sudah biasa.

Kadang jumpa kawan seperjalanan, meski awalnya ragu karena baru kenal tapi lama-lama rasanya seperti sehidup semati saja.

Read more

%d bloggers like this: