Keseruan Pelatihan Ibu Penggerak Angkatan XV Bagian 1

Halo para ibu, salam kenal dari saya yang saat ini sedang mengikuti Pelatihan Ibu Penggerak (PIP) angkatan ke XV mulai Senin 13 Mei sampai Kamis 16 Mei 2024.

Salam sungkem untuk teman-teman blogger yang sudah jadi Ibu Penggerak seperti Mak Neng Tanti, Bunda 3F, dan teman blogger yang sudah jadi pengurus komunitas (bahkan fasilitator?) Ibu Penggerak seperti Mbak Rahmah Chemist.

Semangat untuk kawan-kawan satu angkatan. Saya lihat ada teman blogger Ugik Madyo juga ya. Maaf nih belum bisa menyapa langsung. Siapa lagi teman blogger lainnya yang menjadi peserta PIP batch 15 kali ini?

Tulisan ini saya buat, sebagai pengingat bahwasanya segala sesuatu itu perlu perjuangan. Termasuk dalam mencari ilmu. Apalagi saya orangnya mudah lupa. Secara tidak langsung dengan menuliskan lagi apa saja yang sudah saya pelajari selama mengikuti PIP ini, jika suatu saat saya lupa atau kangen masa-masa pelatihan ini, bisa saya tengok lagi.

Besar harapan saya jika tulisan receh ini bisa bermanfaat juga untuk manteman yang memerlukan informasi seputar Ibu Penggerak.

Kenapa Saya (baru) Jadi Calon Ibu Penggerak?

Seperti kita tahu PIP kali ini adalah angkatan ke 15. Lalu kenapa saya baru daftar mengikuti pelatihan ini? Padahal sejak dibukanya pelatihan Ibu Penggerak ini informasinya sudah saya dapat.

Alasan tepatnya mungkin beberapa waktu lalu saya masih memiliki kendala. Banyak hal urusan domestik yang membuat saya harus memprioritaskan salah satunya. Alhamdulillah saat ini, ketika PIP ke XV dibuka saya memiliki waktu dan semangat untuk menjadi pesertanya.

Apa Alasan Daftar Ibu Penggerak?

Pelatihan PIP ini GRATIS!

Hayoo… siapa yang tidak senang mendapatkan gratisan? Hehe… Tapi jika sejak dulu PIP Gratis, lalu kenapa setelah bertahun-tahun kemudian saya baru mau daftar?

Apakah karena saya baru mendapatkan hidayah? Tentu saja teknisnya bukan seperti itu ya, buibu…

Tahun ini, sebentar lagi anak saya mau lulus sekolah dasar dan ia berencana mau masuk pondok pesantren. Saya pikir kedepannya waktu saya di rumah akan lebih banyak luang. Nah, daripada bengong bukankah lebih baik kita gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat?

Saat mengikuti pelatihan Ibu Penggerak ataupun ikut pelatihan lainnya saya yakin selanjutnya kita akan mendapatkan ilmu dan wawasan baru, pertemanan yang baru, dan pastinya pengalaman yang baru pula.

Hal itu tentu saja sangat berharga dibanding materi yang tidak seberapa, atau bisa habis dalam sekali dua kali ngopi cantik di kedai kopi berlogo rambut gimbal warna hijau itu.

Terlebih di usia saya yang sudah jelita ini, ingin sekali bisa berbagi dan menjadi manfaat untuk orang lain. Jadi bulatlah niat dan tekat saya untuk mengikuti PIP ini. Siapa tahu ilmu dan manfaat dari PIP ini bisa saya bagikan lagi khususnya di sekitar tempat saya tinggal yang cukup terpencil ini.

Bismillahirrahmanirrahim…

Pelatihan Ibu Penggerak oleh kemendikbudristek

Webinar oleh BKHM Kemendikbudristek

Pelatihan hari pertama jatuh pada hari Senin 13 Mei 2024 pukul 13.00-15.30 wib.

Setelah mendapatkan link registrasi di group WhatsApp kami para peserta diharuskan mendaftar ulang dengan email yang sama yang sudah didaftarkan sebelumnya.

Pendaftaran selesai, link masuk sebagai tiket resmi untuk join webinar yang diselenggarakan BKHM Kemendikbudristek pun kami dapat.

Pemateri Pelatihan Ibu Penggerak Hari Pertama

Materiharipertama terdiri dari pengenalan Sidina Community dan Profil Pelajar Pancasila & Ibu Penggerak.

Pemateri di hari pertama ini adalah Ibu Heni Widiyaningsih (instagram.com/heni_saroyobudi) dengan moderator Ibu Nor Maya Sari (instagram.com/maiia_normayasari)

Karena bahasan materinya cukup banyak, dan itu daging semua, maka saya akan menuliskannya menjadi tiga bagian. Bagian pertama ini untuk Materi Sidina Community. Bagian dua nanti mengenai Ibu Penggerak. Sementara bagian ketiga nanti bahasan mengenai Profil Pelajar Pancasila.

Webinar Ibu Penggerak Kemendikbudristek

Sambutan dari Mas Menteri Kemendikbudristek

Diawali sambutan dari video Mas Menteri Nadiem Anwar Makariem yang begitu mengapresiasi akan adanya pelatihan Ibu Penggerak ini.

Menurut Mas Menteri tidak mudah mengganti kebiasaan yang sudah turun temurun selama puluhan tahun dijalankan masyarakat Indonesia. Sejak dulu sistem belajar di sekolah kita berpusat pada satu arah. Guru memberikan materi, murid menerima. Sungguh kegiatan yang sangat monoton.

Sekarang jamannya sudah berubah. Murid sudah bisa lebih kritis dan kreatif. Banyak hal yang bisa dieksplorasi oleh murid mulai dari literasi, numerasi, sampai karakter.

Adanya perubahan ke Merdeka Belajar, tentu saja masih belum bisa diterima banyak pihak. Bahkan bagi yang belum tahu sudah menjudge duluan kalau Merdeka Belajar itu kegiatan tanpa pemikiran yang matang.

Kendala seperti itu disadari benar oleh pemerintah. Mas Menteri mengajak para Ibu Penggerak supaya bisa ikut menyukseskan program ini sehingga hasil yang didapat bisa maksimal.

Ibu Penggerak sekaligus orang tua siswa, bisa mempraktikkan ilmu yang didapat dari PIP di keluarga sendiri, bisa mengajak sekaligus mensosialisasikan nya lagi kepada lingkungan terdekat lainnya, hingga jangkauan lebih luas lagi setelah menjadi fasilitator.

Sambutan dari BKHM Kemendikbudristek

Sambutan selanjutnya dari Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbudristek yang disampaikan Bapak Anang Ristanto.

Pada kesempatan ini Pak Anang sangat mengapresiasi semangat tinggi para Ibu Penggerak yang dibidani oleh Sidina Community.

Pak Anang mengakui kalau kolaborasi antara orang tua (termasuk ibu penggerak) masyarakat, sekolah dan pemerintah sangat dibutuhkan dalam menyukseskan program Merdeka Belajar.

Pendidikan tanggung jawab semua pihak. Semua dilibatkan termasuk ibu-ibu selalu orang tua siswa yang biasanya paling dekat dan berperan penting dalam mendidik anak.

Pemerintah perlu dukungan semua pihak untuk memajukan pendidikan terhadap anak sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan perkembangan jaman demi tercapainya generasi emas di tahun 2045 nanti.

Fasilitator Ibu Penggerak Hari Pertama

Ibu Penggerak dan Sidina Corp

Selesai kata sambutan dari pihak Kemendikbudristek Bu Heni didampingi Bu Maya langsung memberikan materi yang sudah dinanti oleh hampir tiga ratusan peserta webinar.

Sejarah dan Latar Belakang Sidina Corp

Yang dimakud Sidina Corp adalah PT Sidina Sejahtera Abadi yang menaungi Sidina Community (non profit) dan Sidina.ID (bisnis).

Sidina Corp tumbuh menjadi sebuah perusahaan yang peduli dengan isu sosial di masyarakat. Khususnya dalam pemberdayaan perempuan.

Sidina berasal dari bahasa Sansekerta. Sadina yang artinya membawa kebaikan

Visi dan Misi Sidina

Sidina Community dipercaya menjadi Komunitas Mitra Kemendikbudristek untuk mensosialisasikan kebijakan dan program Kemendikbudristek kepada orang tua yang salah satunya melalui Program Pelatihan Ibu Penggerak.

Di data tahun 2023 akhir Sidina Community sudah mencetak lebih dari seribu lima ratus Ibu Penggerak dan sudah ada sekitar 220 fasilitator.

Perkembangan Komunitas Sidina

Sudah lebih dari 5000 jumlah anggota Sidina Community.

Selama empat belas kali melakukan pelatihan Ibu Penggerak sudah meluluskan lebih dari 1600 Ibu Penggerak dan lebih dari 220 Fasilitator.

Sidina Community terbagi menjadi enam regional. Mulai DKI Jakarta, Jabar Banten, Jateng dan Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera dan Kalimantan, serta wilayah Indonesia Timur,

Agenda Rutin Sidina

Selain rutin Mengadakan pelatihan Ibu Penggerak, Sidina Community juga Mengadakan TOT Fasilitator, yaitu training offline pembekalan terkait pendidikan dan pengembangan diri untuk ibu penggerak yang lolos seleksi.

Agenda rutin lainnya ada Jumat Pintar, yaitu agenda dua bulanan berupa kelas pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan diri para ibu.

Disamping agenda group WhatsApp regional dan webinar bersama Kemendikbudristek.

Sidina Community Regional Calon Ibu Penggerak
WhatsApp Group Resmi Sidina Community

Apa Kelebihan Menjadi Member Sidina Community?

Tentu saja selain mendapatkan ilmu dan wawasan, juga mendapatkan jejaring, teman baru dan pengalaman yang belum tentu bisa didapatkan dari komunitas lain.

Masih ada materi selanjutnya yang kita tunggu-tunggu yaitu informasi seputar Ibu Penggerak. Supaya tidak penasaran yuk langsung saja kita kunjungi artikelnya dan baca sampai tuntas ya…

Pelatihan Ibu Penggerak Hari Pertama
Keseruan ikut Pelatihan Ibu Penggerak Hari Pertama

13 thoughts on “Keseruan Pelatihan Ibu Penggerak Angkatan XV Bagian 1”

    • Iya Kak, ini terus setiap tahun ada. Sampai target dari Sidina Community mencapai sepuluh ribu orang Ibu Penggerak

      Sekarang baru ada sekitar 1600 an

      Reply
    • Silakan Ibuk
      Di blog ini ada artikel tentang Ibu Penggerak yang selalu di-update informasinya. Semoga bermanfaat

      Reply
  1. Mbak Okti bertanya-tanya, kenapa baru bisa ikutan PIP sekarang? karena memang baru diberi waktu dan kesempatan. rezekinya baru sekarang. Jadi pastinya sekarang jadi semangat ikut PIP ini.

    Reply
    • Mendampingi anak belajar dengan kurikulum terbaru dan mensosialisasikan informasi dari pihak terkait seperti program Kemendikbudristek

      Reply
  2. Wah samaan mba, aku pernah ikut juga dari sidina community, dulu kalau gak salah batch ke-5. Masih awal-awal gitu. Pengen sih sampai lanjut daftar jadi trainer dan ikut pelatihan TOT, tapi belum memungkinkan

    Reply
  3. Kemendikbudristek memang lagi banyak banget kegiatan ini ya teh. Saya sendiri lagi mengikuti kegiatan membumikan read Aloud alias membaca nyaring agar masyarakat mempunyai kebiasaan membaca. Mencintai membaca. Wih jalan panjang memang.

    Pastinya seru sekali kegiatan ibu penggerak ini ya teh. Niatnya semoga terealisasi teh, menjadi bermanfaat untuk sesama, Aamiin.

    Reply
  4. Setelah lama akhirnya hidayah buat gabung di kelas Ibu Penggerak datang juga ya, Teh. Seruuuu banget.

    Aku pun sudah lama terpapar, tapi belum juga tergerak nih karena sadar diri dengan kesibukanku saat ini yang masih sering bikin ngos-ngosan.

    Selamat berkontribusi, Teteh.

    Reply
  5. Keren banget kegiatan PIP ini. Bener, Teh, banyak orang yang masih bingung dengan adanya Merdeka Belajar. Bahkan guru-guru yang terhitung senior merasakan kesulitan. Semoga PIP ini bisa menjadi jembatan penghubung sehingga program Merdeka Belajar bisa terlaksana sesuai harapan.

    Reply

Leave a Comment

Verified by ExactMetrics