Blogger dan Homeschooler

Blogger dan Homeschooler Awalnya karena nyinyiran para “pengagum” yang suka usil dengan “keberhasilan” Fahmi, putra saya yang sudah masuk SD tanpa lebih dahulu masuk sekolah TK atau PAUD. “Kok bisa sih langsung masuk SD? Sementara anak saya mah tidak boleh. Itu pasti kasih duit ya? Atau jangan-jangan karena anak guru ada kerjasamanya jadi dibolehkan masuk SD tanpa ke TK dulu?” dan masih banyak legi omongan yang lebih pedas lainnya. Tanpa mereka para “pengagum” kami itu tahu, bagaimana saya banting tulang {Read More}

Jadi Ibu Bahagia dengan Metode Parenting Denmark

Jadi Ibu Bahagia dengan Metode Parenting Denmark Tiga hari lagi deadline lomba foto dan kreativitas anak. Stress rasanya sudah segala macam trik dan jurus saya lakukan namun Fahmi, putra saya sama sekali tidak ada tanda-tanda mau ikut jadi peserta. “Enggak mau. Ami malu…” selalu demikian alasannya seraya menyembunyikan wajah dibalik pelukan saya. Padahal menurut banyak orang di usianya yang baru menginjak lima tahun ia sudah memiliki banyak hal istimewa dibanding teman sebayanya. Sebut saja mengaji Iqra, hafalan belasan surat dalam {Read More}