Tips Mengurangi Sampah Plastik

Tips Mengurangi Sampah Plastik

Kemarau melanda, sungai samping rumah penuh oleh sampah rumah tangga. Jangan heran, warga setempat dimana saya tinggal ini semua membuang sumpahnya memang ke samping rumah saya, Sungai Cikadu. Semua ini karena di desa saya belum adanya tempat pembuangan sampah terakhir.

Sedihnya bau menyengat selalu kami cium secara letak rumah tepat di samping jembatan dan sungai, tempat sampah menggunung karena orang buang sampah sudah leluasa dan strategis di jembatan itu.

Bukan tidak pernah kami memberitahukan kepada mereka kalau buang sampah di sungai itu salah dan bisa jadi sumber bencana. Sampai ke Kepala Desanya saya sudah bicara langsung. Tapi masyarakat tidak peduli. Karena memang tidak ada lagi tempat sampah akhirnya larinya ke sungai, yang posisinya persis samping rumah yang kami tempati.

Saya sendiri membuang sampah memang bingung harus kemana. Akhirnya setelah diskusi sama suami, kami memilih mengumpulkan sampah organik dan menaburkannya di samping rumah sebagai penggembira tanah. Sedangkan sampah plastik saya bakar di kebun belakang rumah.

Kalau senggang saya atau suami suka membangkar gunungan sampah khususnya yang plastik di sungai Cikadu yang samping rumah itu. Asap memang mengganggu sebagian orang, tapi mau gimana lagi. Tidak ada pilihan secara sungai Cikadu mengering karena kemarau.

Plastik memang jadi masalah dimana-mana. Sifatnya yang sulit terurai bikin tanah tidak subur, tanaman juga tidak maksimal menyerap nutrisi dan air. Sulit rasanya kita stop menggunakan plastik sebagai pemenuhan berbagai kebutuhan dan aktivitas hidup. Karena itu sampah plastik seolah tidak akan pernah ada habisnya. Selalu muncul dan bahkan semakin hari semakin banyak.

Kamu mau jadi bangsa yang hidupnya dikelilingi sampah?

Saya sih NO.

Saya tidak peduli bagaimana kehidupan kami saat ini. Tapi kami sangat memikirkan bagimana kelak anak cucu kami bisa bertahan hidup. Karena itu saya berusaha untuk mengurangi sampah plastik. Selain melakukan aksi menanam pohon dan tanaman hias lainnya.

Emang bisa mengurangi sampah plastik? Bisa. Sudah hampir 5 tahun saya menjalankannya. Intinya karena ada niat dan kemauan sih.

Jadi bagaimana cara mengurangi sampah plastik itu?

 

Tips mengurangi sampah plastik

1. Kurangi Plastik Pembungkus Makanan

Biasanya kalau jajan pengennya yang bersih dan higienis, ya? Banyak makanan yang dibungkus plastik dan ditutup terus sealed. Padahal kalau saja kita mau mulai mencoba mengurangi sampah plastik itu bisa dengan kalau mau jajan usahakan membawa tempat sendiri.

2. Tempatkan sisa makanan dan snack di topless kaca.

Biasanya Fahmi putra saya kalau jajan tidak pernah sekaligus habis. Sisa dikit, simpan. Tapi kemudian buka lagi jajanan lainnya. Masih banyak, simpan lagi. Terus saja demikian sampai ada beberapa makanan ringan yang bertumpuk karena belum dimakan habis. Kalaupun habis, sisa sampah plastik kembali memenuhi ruang keluarga yang mini tempat kami.

Sekarang setiap makan lalu ada sisa makanan sisa itu tidak lagi tetap disimpan dalam pembungkusnya melainkan kami simpan di keler atau wadah kedap udara.

3. Gunakan kotak makan yang dapat digunakan kembali

Khususnya bekal Fahmi ke sekolah, saya sediakan misting dan peralatan lainnya. Sehingga bisa dicuci, dikeringkan dan kapan anak mau bawa bekal bisa dipakai kembali.

4. Bawa tas belanja sendiri ke pasar atau supermarket 

Ya setiap belanja saya selalu bawa keranjang belanjaan sendiri. Kalau pulang dari pasar, keranjang itu bisa saya cuci dan kapan mau belanja lagi insyaallah sudah lebih mudah.

5. Gunakan botol minum supaya kalau habis dapat diisi lagi.

Sama seperti tempat makan, kalau bawa botol minum sendiri botol bisa dicuci dan kapan mau pakai bisa digunakan lagi.

6. Gunakan gelas dari bahan kaca, keramik. Hindari kemasan gelas plastik atau gelas sekali minun

Senang melihat tukang bubur dan penjual makanan lainnya dekat rumah tetap menggunakan gelas meski mereka harus repot mencuci terus menerus utuk menyediakan minum teh para pembeli. Kalau mereka pakai gelas plastik sekali pakai, wah gak kebayang bagaimana menggunungnya itu sampah gelas plastik…

7. Jangan menggunakan peralatan makan sekali pakai langsung buang.

Menggunakan misting sendiri lebih nyaman. Membawa sendok garpu sendiri pun lebih praktis. Sekarang banyak dijual sendok garpu sumpit paketan yang cocok dibawa kalau mau makan di luar.

8. Kurangi takeaway dan perbanyak makan di Tempat.

Itu tadi kalau beli makanan dibungkus kita udah pasti bawa pulang sampah plastik pembungkus makanan kita itu. Tapi kalau kita makan di tempat, setelah selesai kita tinggal bayar dan bebas sampah yang dibawa pastinya.

Menerapkan tips tersebut tidak mudah. Apalagi kepada warga masyarakat desa yang pemikirannya banyak masih belum terbuka. Tapi bukan berarti tidak bisa dijalankan. Karena meski kecil-kecilan kami selalu berusaha menerapkan tips ini kepada anak sendiri lebih dahulu.

 

Comments

  1. Nomor 2-7 sudah jadi kebiasaan kalau take away biasanya gado-gado atau ketoprak yg pakai bungkus kertas 🙂 nomor 1 masih susah karena kalau beli makan dari luar penjualnya banyak yg pakai styrofoam =[

  2. Setuju banget dengan ke-8 tips yang dibahas diatas. Di rumah saya juga selalu menggunakan kotak makana berbahan kaca atau tupperware, sampah botol minuman pun kami sulap jadi pot tanaman air.
    Buang sampah ke sungai sama dengan, membuang masalah mu ke hidup orang lain.

  3. Saya jadi inget dulu pas di Garut, suka bakar sampah karena memang ga ada TPA. Setuju sama tips mengurangi sampahnya teh.

  4. Teh aku tuh galtok sm keler dan misting, kangen kata-kata perabot dapur dirumah.. Hehee
    Aku setuju sampah plastik memang mengganggu banget, hrus disiasati secara bijak, aku jg mulai mengurangi penggunaan plastik nih.

  5. Saya juga niy Teh lagi mencoba untuk menerapkan beberapa hal untuk mengurangi penggunaan plastik dengan membiasakan bawa wadah atau kantong sendiri dr rumah. Tapi terkadang masih suka lupa, sedikit2lah nanti lama2 terbiasa..

  6. Makasih tipsnya, sampah plastik susah sekali diuraikan, dan salah satu solusi ya bawa kantong belanjaan sendiri ke supermarket atau belanja ke pasar hehehe

  7. Aku juga udah mulai membiasakan diri mengurangi sampah plastik nih kak… Awalnya berat tapi makin kesini udah mulai terbiasa…

  8. Sampah plastik yang sulit dan lama untuk diuraikan, memang sudah saatnya dari masing-masing kita beralih menggunakan seperti kantong kresek plastik menjadi tas kain misalnya.

  9. Yang aku berusaha kurangi juga, menghindari beli minuman di luar, jadi tiap kemana2, suka bawa minum sendiri.

    Coba aja yaa.. Semua rakyat indonesia, eh enggak usah muluk deh 75% rakyat indonesia mau mengurangi sampah plastik kek tips2 teh okti, pasti keliatan banget perubahannya…

  10. Setuju, Teh.
    Harus mulai diet kantong plastik pokoknya.
    Alhamdulillah kalo belanja alma juga udah bawa tas kain sendiri. Tapi, pas belanja ikan masih pake plastik. Kepikiran berarti bawa wadah sendiri aja ya.

  11. Jadi PR banget ini untuk mengurangi sampah plastik. Hampir tiap kegiatan konsumsi selalu jadi penghasil sa.pah plastik.

  12. Tiap hari jujur aja berhubungan sama sampah plastik, tapi sekarang lagi nyoba ngurangin kok seperti belanja bawa tas godiebag hehe.

  13. Hehe jujur aja sih setiap hari berhubungan sama plastik tapi sekarang lagi berusaha nguranginnya kaya kalau belanja bawa tas godiebag.

  14. Suka banget teh, setuju banget kalo kita harus mengurangi sampah plastik untuk keberlangsungan planet kita ini.. upaya yang teh okti lakukan se again besar sudah saya lakukan teh, hanya konsistensi yang dibutuhkan!

Leave a Reply to Sara Neyrhiza Cancel reply

*