Demonstrasi Bawa Anak? Ini Piknik Unik

Demonstrasi bawa balita, sudah dua kali saya lakukan. Apak gak repot? Gak kasian sama anaknya? Hehe, kami mengangganya bukan ikut demo, kok. Tapi piknik. Ya, ini mungkin piknin unik versi kami…

createSudah tahu kan kalau saya mantan TKW alias TKI yang kerjanya nguli di luar negeri? Aktivitas demo dan perburuhan sudah saya jalani sejak tahun 2000 sampai sekarang. Mulai dari demo ketika masih di penampungan, demo di konsulat dan atau kantor pemerintahan perwakilan bangsa kita di negara penempatan, sampai sekarang setelah saya balik kampung, demo saya dan teman-teman buruh lainnya lakukan di Jakarta dari Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Kuda (Indosat) sampai ke Istana Negara dan Gelora Bung Karno (GBK).

Saat melajang, saya ikut aksi sendirian saja. Maksudnya bergabung bersama-sama teman/aktivis penggiat buruh lainnya. Setelah menikah, sempat ketika masih cuti melahirkan saya absen ikut demo. Dan saat Fahmi berusia setahun, saya kembali mengikuti aksi demo bersama kawan-kawan organisasi perburuhan baik lokal maupun yang concern di bidang advokasi TKI.

Gaya ahad wisata si anak buruh

Gaya ahad wisata si anak buruh

Baru tahun lalu, 1 Mei 2015 yang jatuh sebagai Hari Buruh (May Day) saya pertama kali  bawa Fahmi yang sudah berusia 2 tahun bersama suami untuk ikut aksi di jalan bergabung bersama kaum buruh dari berbagai daerah. Kenangannya saya, Fahmi dan suami sempat foto bareng Anggota Komisi IX DPR yang sekaligus terbilang dekat dengan kaum buruh saat itu, dialah Si Oneng alias Rieke Diah Pitaloka.

Minggu kemarin, May Day jatuh pada hari Minggu. Kembali saya ajak Fahmi dan suami untuk “piknik” ke Jakarta. Ya, kami anggap saja perjalanan dari Cianjur ke Jakarta pada hari Minggu itu sebagai ritual Ahad Wisata kami, yang mana setiap suami libur kerja, yaitu hari Minggu kami buat sebagai hari kami untuk berekresi, meski rekreasi versi kami sesederhana mungkin.

Maka jadilah Minggu 1 Mei kami ikut demonstrasi eh, piknik ke Jakarta. Karena takut kejebak macet, kami berangkat pagi. Sampai di Sarinah sekitar pukul sembilan lewat, kami sekalian ikut acara Car Free Day di sepanjang Thamrin dan Sudirman. Meski ini bukan kali pertama saya, Fahmi dan suami ikut CFD di Jakarta, tapi kali ini terasa lain. Saat itu kami iku CFD saat Fahmi berusia 6 bulan. Jadi belum bisa jalan, masih kami gendong-gendong. Kini, setelah Fahmi 3 tahun lebih, dia udah bisa lari sendiri. Sambil teriak-teriak “Hidup buruh! Hidup buruh…!” Hihihi…

Jakarta yang panas dan keramaian para pendemo tentu saja tidak cocok untuk anak. Saya dan suami sudah belajar mengantisipasi hal ini. Belajar dari aksi demo sebelumnya, maka ketika ikut lagi aksi, saya mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Seperti keperluan anak: baju ganti, handuk basah, topi, payung, jas hujan, mainan, dan makanan ringan kesukaan anak sudah kami siapkan. Pada hari H, meski suasana riuh dan panas, Fahmi cukup anteng bermain bola di bawah pohon yang rindang. Jalan pun cukup lengang karena memang ditutup terkait adanya aksi demonstrasi ini.

Karena kami anggap piknik, jadi gak kami lewatkan dong untuk foto narsis di sekitar tempat yang cukup bagus. Buat kami orang Cianjur, foto dengan latar Monas, Patung Kuda, patung bundaran HI, dan gedung-gedung pencakar langit di seputaran Istana jadi tempat Fahmi untuk foto-foto.

Patung Kuda icon jika mau ke Gedung Indosat

Patung Kuda icon jika mau ke Gedung Indosat

Jika tahun lalu Fahmi berkesemptan foto sama artis, maka kali ini Fahmi berkesempatan foto dengan Presiden Perdamaian Ir. Rr. Herawaty Rinto Paeran yang juga tak kalah cantik, hehehe…

Bersama Presiden Perdamaian

Bersama Presiden Perdamaian

Karena kami tahu waktunya Fahmi tidur siang sudah lewat, dan tidak mungkin segera tidur jika kami tetap berada di lokasi aksi, maka kami memilih pulang sebelum waktu aksi berakhir. Kami tidak lanjut ke Gelora Bung Karno tempat May Day Fiesta digelar. Kami memilih pulang kampung saja ke Cianjur. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Sekali berangkat ke Jakarta, sekalian ikut aksi demonstrasi dan piknik sebagai ritual Ahad Wisata kami.

Aksi demo jadi rutinitas Ahad Wisata versi Keluarga Petualang :)

Aksi demo jadi rutinitas Ahad Wisata versi Keluarga Petualang

Kendaraan ekslusif milik presiden perdamaian

Kendaraan ekslusif milik presiden perdamaian

Wefie yang tak sempurna

Wefie yang tak sempurna

Laskar Buruh, berada di garis terdepan, ciee...ciee...

Laskar Buruh, berada di garis terdepan, ciee…ciee…

Comments

  1. Bahagianya Ilham dipundak ayahnya 🙂
    salam sehat dan semangat untuk keluarga Teh Okti

  2. wuaaa beneran unik banget deh pikniknya, tapi seruuu tehhh… ;p

  3. waah sempet foto ama presiden perdamaian jugaa :D.. aku baru tau ttg dia pas diwawancara di acara dashyat rcti mbak ;p.. lucu ih orgnya :p.. selama ini kalao ada acara demo2, aku ga prnh ngeh ibu ini slalu ada dan hanya berdiri diam gitu .. tapi memang unik ya cara dia 🙂

    • tetehokti says:

      Pas para pendemo minta foto bareng juga (padahal segitu buanyaknyaaaa) beliau hanya manggut dan senyum aja, hehehe…

  4. Ada presiden perdamaian juga toh Mbak? Cerita dong mbak tentang presiden perdamaian ini.

Speak Your Mind

*