Kemuliaan Menulis Tanpa Dibayar

Kemuliaan Menulis Tanpa Dibayar Menulis tapi tidak dibayar, jaman sekarang sepertinya susah menemukan orang yang bersedia. Jangankan penulis yang menjadikan tulisannya sebagai ladang usaha, penulis gratisan pun kini mayoritas berorientasi nya kepada imbalan. Meski bukan uang cash bisa saja berupa produk atau jasa layanan. Profesi penulis saat ini bukan hanya pengarang buku atau jurnalis media melainkan sudah merambah kepada blogger, orang yang suka menulis di blog, yang mana profesi blogger tidak mengingat harus punya tempat kerja jam kantor atau ijasah {Read More}

Pengunduran Diri: Membuang Kesempatan Menambah Jam Terbang Menulis?

Sebuah surat elektronik berisi pernyataan pengunduran diriku dari beasiswa Sekolah Menulis baru saja terkirimkan. Kok bisa-bisanya aku membuang kesempatan yang terbilang langka ini? Beberapa hari lalu di group Sekolah Menulis Online “Writing Revolution” milik Joni Lis Effendi aku membaca sebuah informasi kesempatan mengikuti seleksi beasiswa sekolah menulis lingkungan 2015. Namanya Beasiswa Laskar Pena Hijau. Yang mengadakan acara ini Ibu Naning, yang punya acara Lomba Cerpen Rohto itu loh… Merasa penasaran dan tertarik, aku pun mengirimkan email sebagai tanda kepesertaan ikut {Read More}

Galaxy Grand Setelah Kekalahan

Kecawa, sedih, dan malu pada diri sendiri yang aku rasakan saat beberapa minggu lalu mengikuti audisi kepenulisan, dan ternyata hasilnya aku tidak lolos alias gagal. Dua kali berturut-turut hasil karyaku tidak lolos, padahal cerita yang aku buat sesuai dengan tema yang diminta. Terlebih kedua-duanya kisah yang kubuat adalah pengalamanku sendiri secara nyata. Beda dengan kisah fiksi atau pengalaman orang lain, karena dalam kisah ini aku sendiri yang mengalami dan menjadi pelaku utama, maka dalam menyusun cerita aku rasa sudah membeberkannya {Read More}