Fintech: Untung Rugi Pinjaman Online

Fintech: Sosialisasi Untung Rugi Pinjaman Online

Ada indikasi sangat tertekan dengan skema penagihan yang tak sesuai aturan, seorang warga nekat bunuh diri. Ada korban pinjaman online ilegal disuruh jual ginjal biar bisa bayar utang. Banyak juga gara-gara meminjam uang secara online belum bisa bayar tepat waktu, informasi dan data peminjam yang seharusnya berada di ranah pribadi akhirnya mencuat ke khalayak umum. Teramat banyak berita miring terkait pinjaman online yang beredar. Belum lagi berupa ancaman, fitnah dan pelecehan seksual kepada perempuan. Serem.

Geliat perkembangan ekonomi digital di tanah air saat ini memang sedang berkembang pesat. Yang sangat fenomenal bisa kita lihat adalah berkembangnya teknologi inovasi dalam bidang jasa keuangan.

Sementara masyarakat yang tidak bisa tersentuh akses perbankan justru cukup tinggi. Kondisi inilah yang dijadikan kesempatan untuk menggalakkan program inklusi keuangan. Inovasi teknologi di bidang keuangan berupa FINTECH alias Financial Technology.

Apa itu Fintech, apa manfaatnya, apa kaitannya dengan maraknya pinjaman online yang meresahkan ?

Fintektok.id

Fintektok adalah media informasi yang bisa diakses oleh masyarakat umum. Membantu pemerintah, pelaku industri fintech, dan pengguna fintech dalam mengedukasi masyarakat mengenai hal-hal terkait fintech dan potensi ke depannya.

Nah salah satu upaya fintektok.id dalam mensosialisasikan programnya, diadakanlah acara rutin “FINTEKTOK” untuk menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang belum terlayani lembaga keuangan konvensional, maupun konsumen yang membutuhkan pinjaman cepat dari lembaga keuangan yang kredibel.

Fintektok.id bersama Modal Antara selaku perusahaan finansial teknologi peer to peer lending yang mempertemukan peminjam dengan pemodal, yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sosialisasi pengenalan aplikasi teknologi finansial di depan para ibu bangsa anggota komunitas sanggar senam Fika, bertempat di Sindang Reret Hotel & Resto, Ciwidey Kabupaten Bandung, Jumat 19 April kemarin.

di Fintektok Live #7 ini dibahas secara mendasar dan komprehensif “Mengenal Fintech & Manfaatnya” supaya buibu dan mamah muda sekaligus remaja ini lebih mengerti dan lebih paham tentang fintech.

Komunikasi yang lengkap dan informasi yang transparan agar masyarakat bisa melek fintech, baik sebelum maupun pada saat menggunakan layanan fintech memang harus dilakukan supaya masyarakat tidak dibodohi dan tidak membebankan.

Dijelaskan narasumber Pak Titan Hadiyan ST. mulai dari dasar terkait apa itu Fintech sampai macam-macam bisnis fintech. Peserta jadi mengerti jika transaksi jadi lebih praktis dan efektif itu adalah salah satu pengaruh dari fintech.

Memang salah satu keunggulan fintech adalah membantu masyarakat lebih mudah mendapatkan akses dan literasi keuangan. Dengan fintech, masyarakat yang tidak dapat dijangkau perbankan konvensional bisa dirangkul dengan fintech.

Tentang Fintech yang harus diketahui

Sebelum terjun langsung ke dalam transaksi fintech, hendaknya kita mengetahui lebih dahulu hal penting berikut:

Fintech abal abal

Fintech bal-abal memiliki ciri tidak terdaftar di OJK, bunga sangat tinggi, penagihan tidak manusiawi, dll.

Fintech resmi

Memiliki badan hukum. Mengikuti POJK 77 tahun 2016. Melakukan pendaftaran di OJK, dengan mengikuti segala syarat dan ketentuan yang semakin  ketat

Fintech tidak hanya pinjaman online

Dunia Fintech lebih luas meliputi market agregator, seperti duitpintar.com, aturduit.com dll.
Peer to peer lending seperti modal antara, koinworks, dll.
Risk and investment management, seperti finansialku, dll.
Payment & Settlement seperti gopay, ovo, t-cash, dll.

Pinjaman online untuk unbank

Seperti diulas di awal kalau tujuan awal fintech adalah membantu dan menjangkau masyarakat yang tidak bisa mengakses perbankan. Seperti pelaku UMKM, petani, nelayan dlsb.

Jenis pinjaman online.

Untuk modal kerja, biaya pendidikan, properti dll.

Biaya apa saja dalam pinjaman online?

Nah sebelum meminjam, calon peminjam harus tahu jika meminjam online nanti akan ada bunga atau imbal hasil, biaya admin atau provisi, biaya transfer antar bank, dan biaya lain.

Resiko pinjaman online

Ini yang harus diketahui supaya tidak timbul permasalahan di kemudian hari seperti pemberitaan menyeramkan di awal artikel ini. Bahwa resiko bagi peminjam akan mendapatkan bunga tinggi (jebakan perhitungan), penagihan tidak manusiawi (jebakan aplikasi), penyalahgunaan data pribadi (agenda tersembunyi), dll. Resiko bagi pemberi pinjaman harus siap kalau pinjaman tidak kembali.

Investasi

Dalam fintech, selain sebagai peminjam kita juga bisa sekaligus menjadi investor.

Modal Antara

Salah satu perusahaan finansial teknologi peer to peer lending yang mempertemukan peminjam dengan pemodal adalah Modal Antara.

Jangan khawatir, legalitas Modal Antara dilihat dari memiliki akta pendirian, SK Menkumham, NPWP, NIB, Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik Kemkominfo, serta memiliki Surat Tanda Terdaftar dan Diawasi oleh OJK.

Produk Modal Antara ada pinjaman personal dan pinjaman usaha. Sistemnya mulai dari pengembalian penuh, jangka waktu pembayaran mulai 30 sampai 60 hari, besar pinjaman sebesar 1 sampai 3 juta saja. Untuk pinjaman 3,5 sampai 10 juta rupiah sistem pengembaliannya secara berangsur, antara 6 sampai 12 bulan.

Yang harus dicermati sistem pinjam meminjam di Modal Antara berdasarkan kemitraan. Jadi tidak bisa sembarangan perseorangan daftar untuk meminjam. Melainkan calon peminjam harus memastikan kalau perusahaan tempat si calon peminjam bekerja sudah jadi mitra Modal Antara.

Dengan informasi dasar tersebut, diharap masyarakat bisa lebih matang dalam mengambil keputusan jika akan terjun ke dunia fintech. Secara logika yang harus jadi komitmen adalah jangan berani meminjam kalau tidak sanggup mengembalikan.

Comments

  1. Sepakat mbak! Berani punya utang ya sanggup juga mengembalikan. Modal antara ini pastinya bukan fintech abal-abal ya kan

  2. menarik ya Modal ANtara ini, berbasis website atau aplikasi teh?

  3. Setuju, berani pinjam ya harus berani mengembalikan. Ga ada bedanya baik itu konvensional maupun online.

  4. Noted, fintech ternyata gak hanya pinjaman online ya. Dan iya, sebenarnya pinjaman online ini bisa jadi sangat bermanfaat. Mengingat mudahnya didapatkan. Cocok untuk pelaku UKM yang perlu modal karena gak seribet minjem ke bank. Dan bakal jadi celaka kalo dipake foya-foya. Kudu bijak ya di dalam minjem dana di pinjaman online ini.

  5. Banyak yaa aplikasi fintech sekarang. Tapi yang paling penting sih dibawah pengawasan OJK. Kitanya juga harus hati-hati dalam menaruh uang kita

  6. Wah aku baru tau jenis jenisnya fintech. Padahal kita harus mendalami ya kak. Aku pengen nih ikut bagian jadi modal antara. Sepertinya sangat cocok dengan profilku

  7. Fintech ini sekarang semakin banyak ya teh, apalagi banyak yang menawarkan kemudahan-kemudahan jadi bikin tergiur. Tapi kita juga harus bijak dalam memilih Fintech dan harus yang terpercaya dan terdaftar di OJK

  8. Di era kini fintech kian berkembang ya mba, banyak macam ya. Tapi tetep kudu aware, event kita sebagai pendana maupun peminjaman.

  9. Sosialisasi fintech ini bagus ya biar kita gak ikutan fintech abal-abal. Ngeri deh ya kalau sampai ikutan fintech abal-abal. Bukannya untung malah buntung.

  10. Huaaa, seram banget tuh Teh yg data Peminjam sampai tersebar gitu. Emang harus teliti Banget ya klo mau memilih tempat peminjaman gini.

  11. Membahas mengenai Fintech harus kita pahami apakah pinjaman online yang akan kita pakai layanannya tercatat atau tidak di OJK, agar kita mendapatkan jaminan yang baik. Salah pilih bisa seperti kejadian yang viral, pinjam melalui online sampai bunuh diri,,, kan serem

  12. dalam memilih yang penting terpercaya juga terdaftar di OJK ya teh, noted. bener banget teh, jangan berani pinjem kalau ga sanggup melunasi.

  13. Cerita-cerita tentang pinjaman online memang ngeri-ngeri ya, mbak. Iklannya sih menggiurkan tapi di belakangnya malah nyiksa gitu

Speak Your Mind

*