Wahai Blogger, Jadilah Diri Kamu Sendiri, Bukan (jadi) Mantan

Wahai Blogger, Jadilah Diri Kamu Sendiri, Bukan (jadi) Mantan

Blog kamu, masuk ke tema blog yang mana?
Ada beauty blogger, food blogger, travel blogger, mom blogger, fashion blogger, dan nice blogger-blogger lainnya. Saya masuk tema yang mana, ya?

Sebentar-sebentar, saya ini hanya perempuan desa, tidak sekolah tinggi, gak punya keahlian, tidak ada sedikitpun keistimewaan dimata orang. Jadi emang tidak pantas punya “spesialisasi”. Ke mana-manapun tidak ada kliknya.

Tapi manusia kan mahluk sosial dan pembelajar ulung. Tidak ada spesialisasi blogger apa, bukan berarti saya tidak bisa dandan, tidak pernah makan enak, tidak pernah bepergian. Tidak mendalami ilmu fashion bukan berarti saya jadi tidak pakai baju… Gakgakgakgak!

Sebagai seorang istri, ibu, anak dan menantu saya justru banyak melakoni berbagai kegiatan yang jika ada tingkatan profesinya mungkin bisa dibilang justru multi niche, eh multi profesi maksudnya kali ya. Saya yakin semua ibu rumah tangga itu adalah sosok multi talenta yang kesemuanya itu didapat secara otodidak, melalui pengalaman dan tempaan tanpa sekolah dan pendidikan profesi lainnya.

Jika para ibu rumah tangga ini menuliskan semua pengalaman dan wawasannya, bisa dibilang jangankan semua niche, semua label atau kategori saja pasti semua dimiliki. Hanya tentu saja jika para profesional benar-benar menguasai bidang yang digelutinya, sementara para ibu rumah tangga menjalaninya sambil jalan saja.

Berhubung saya ngeblog berawal dari menulis apa saja yang bisa saya tulis, maka semua pengalaman lah yang saya naikkan. Gado-gado alias segala ada bisa dijumpai di blog saya. Baru tahu kira-kira dua tahun terakhir ini ada istilah lifestyle blogger, rujukan untuk blogger yang menulis random, segala sesuatu tentang gaya hidup.

Pernah bingung ketika ada istilah yang mengerucutkan profesi blogger dalam keahlian bidang masing-masing. Pernah galau dan kepikiran gimana kalau ga ada brand yang melirik karena ga ada spesifikasi dalam blog saya. Tapi entah kenapa saya woles dan santai aja dibawanya. Yang jadi fokus saya justru tetap menulis dan kalau bisa apa yang saya tulis bisa bermanfaat buat pembaca.

Diam-diam saya justru merasa kepedean, ketika ada brand yang bertanya “Di blog nya ada kategori kesehatan gak? Ada kategori review buku gak? Ada kategori financial gak?” dan kategori-kategori lainnya yang ditanya.

Waaah, semua saya jawab ya, saya ada. Saya pernah dan selalu (meski tidak rutin) menulis tentang tumbuh kembang dan kesehatan mertua dan anak, menulis tentang kuliner dan tempat makan yang kami singgahi, menulis tentang travel, food, fashion, gadget, elektronik, fiksi dan program pemerintah. Saya juga sampai menulis lebih detail tentang Kabupaten Cianjur serta isinya, kabupaten paling tertinggal di Provinsi Jawa Barat tempat saya tinggal ini.

Kegalauan saya tidak terbukti. Pengkotak-kotakan *eh, kata yg benernya gimana ya? Pokoknya generalisasi blogger itu ternyata tidak jadi menghantui saya. Yang ada beberapa tawaran kerja sama tetap ada berdatangan. Meski saya tidak memiliki spesialisasi dalam penamaan blogger ini.

Percuma posting (misalnya lho ini ya) gaya make up kekinian biar dibilang beauty blogger, atau maksain piknik ke mana kek tempat yang lagi hits sampai bela-belain pinjam dana sana sini biar feed penuh dengan foto cetar, dan panggilan travel blogger pun dengan sendirinya tersemat. Tidak. Saya tidak demikian.

Saya suka menulis bukan saya tidak suka tema apa dalam menulis.

Yang saya perhatikan dan tetap saya pertahankan adalah saya tetap konsisten menulis, membuat konten yang (semoga) bermanfaat buat yang baca dan yang utama adalah tetap menjadi diri saya sendiri (bukan mantan) dalam menjalani dunia bloging.

Comments

  1. Saya pun blognya gado – gado teh hehehe..menulis apa yang ada di kepala..

  2. Teh, sedih akutu baca di awal Teteh bilang nggak punya keistimewaan. Setiap individu itu istimewa dengan caranya masing-masing kok. Aku juga blognya gado-gado tapi malah jadi lebih fleksibel untuk kerja sama dengan brand. Hehehe…

  3. Tos Teh, aku juga lebih suka lifestyle nichenya.
    Bisa nulis apa aja, nggak perlu kepentok ama niche yang spesifik hehehehe

  4. Hahahaha iya ya, enaknya jadi lifestyle blogger ya semua kategori punya 😛 Kategoriku kurang luas nih sepertinya

  5. Aku merasa masih banyak belajar dari para blogger berpengalaman lainnya. Senangnya jika ada kopdar.Nambah ilmu n teman

  6. Aku ada dua blog.. yg satu gado-gado ada lifestyle, traveling dll. Yg satu tak khususkan utk Fashion, Beauty and Healthy.. karena biar ngga bingung akunya juga ahaha. Semangat menulis mba

Speak Your Mind

*