Mencari Buku Resep Roti Unyil

Setiap memasuki tahun baru, apakah ada target manteman berapa buku yang ingin dibaca? Saya sendiri sih tidak pernah muluk-muluk. Secara setelah tinggal di pedesaan dan jarang keluar kandang (baca: bepergian ke kota) jadi jarang sekali beli buku. Sebagai gantinya, saya banyak membaca buku digital, baik melalui ipusnas maupun beli buku elektronik (ebook).

Saat scroll-scroll melihat judul buku digital biasanya muncul banyak banget judul buku yang menarik. Kalap mata, biasanya saya main ambil langsung pinjam atau ngantri dulu kalau bukunya sedang banyak dibaca.

Kalau sudah begitu sudah bisa dipastikan tidak bisa ditargetkan deh berapa banyak buku yang akan dibaca. Dan masalahnya sering pinjam tapi tak sempat membaca hingga tamat, harus sudah keburu dikembalikan. Mau bagaimana lagi?

Karena itu saya tidak lagi berani menargetkan berapa buku yang harus dibaca dalam rentang waktu tertentu. Termasuk dalam resolusi tahun baru.

Apalagi tahun baru 2026 ini, bagi kami waktunya bertepatan dengan perpulangan anak dari pondok. Lalu beberapa hari kemudian memasuki bulan puasa. Diperkirakan bakalan cukup riweuh

Biasanya jelang Ramadan dan Lebaran saya suka nyari informasi destinasi wisata keluarga. Sekarang saya justru sibuk nyari buku resep bikin roti. Baik buku resep versi cetak maupun digital, yang pasti apa yang saya cari sekarang bukan soal tips liburan seperti dulu lagi.

Target membaca buku 2026

Kenapa jadi belok ada keinginan mencari buku resep membuat roti?

Joint usaha roti yang gagal

Awalnya karena kegagalan. Teman suami di sekolahnya ada yang ngajak buka usaha bareng, berdagang roti mini alias roti Unyil. Dijajakan di sekolah, dengan sasaran pasar nya juga anak sekolah. Kerjasamanya, suami kasih modal, teman suami yang menjalankan usaha buat rotinya.

Sudah berjalan sekitar dua mingguan, rotinya memang laku. Dijual seharga dua ribu rupiah cukup laku diminati anak-anak. Di kampung sejenis roti Unyil dengan berbagai rasa dan aneka bentuk masih banyak dilirik konsumen.

Hanya ketika ada anak yang jadi reseller membawa kotak rotinya ke kelas, membuat salah seorang guru marah dan memberikan peringatan. Guru itu pun melarang berjualan roti di sekolah.

Perkataan guru tersebut sampai ke teman suami yang ngajak kerjasama membuat roti. Mungkin karena baper, atau sakit hati atau apalah pastinya gak tahu juga, akhirnya teman suami ini memilih berhenti memproduksi roti lagi. Adapun modal milik suami semuanya dikembalikan.

Begitulah, karena kerjasama batal maka jualan roti pun tidak dilanjutkan. Sayang banget. Padahal dari obrolan dan beberapa pertanyaan yang sudah saya ajukan, diperkirakan prospek jualan roti dengan sasaran pasar anak sekolah itu cukup bagus.

Tanggung keranjingan, saya jadi ketagihan untuk praktek sendiri membuat roti Unyil nya. Tentu saja bukan untuk dijual tapi buat dimakan sendiri saja dulu. Apalagi kalau untuk skala besar dibutuhkan banyak peralatan.

Pas ibu saya 40 harinya meninggal dan saya beres-beres di rumah, ternyata ada oven peninggalan ibu masih baru, begitu juga loyang dan cetakan kue nya. Saya kepikiran ini waktunya pas banget. Pas kepikiran mau belajar buat roti, pas juga ada oven dan peralatan baking warisan dari ibu. Daripada tidak dipakai lebih sayang lagi kan ya.

Belajar melalui buku resep Roti Unyil

Setelah memeriksa semua peralatan membuat roti warisan ibu cukup lengkap, saya pikir tinggal mempelajari cara buat dan takaran adonannya. Bertanya ke teman suami rasanya tidak mungkin. Secara resep rahasia dia mana mau dibagikan ke orang lain. Solusinya, ya belajar sendiri dengan melihat buku resep membuat roti.

Nah, jadilah membaca buku resep membuat roti ini jadi salah satu buku yang masuk list target buku yang harus saya baca tahun ini. Alasannya ya karena saya mau belajar membuat roti itu tadi.

Target membaca buku 2026

Apa itu roti unyil?

Roti unyil adalah varian roti berukuran mini-biasanya hanya seukuran dua jari-yang bisa langsung habis dalam sekali lahap. Ukurannya kecil, tapi isinya enak. Bikin ketagihan.

Roti ini cepat viral karena bentuknya yang lucu, rasa yang enak, dan pilihan topping yang sangat beragam. Cocok buat semua umur, dari anak-anak sampai orang tua.

Kenapa memilih membuat roti Unyil? Bukan belajar membuat roti lainnya?

Selain saya suka roti Unyil, alasan lainnya karena ukurannya mini gak bikin bosen, varian rasa yang enak dan beragam, tampilan visualnya sangat menggoda, sekaligus harga bahan-bahannya juga terjangkau.

Roti unyil bukan cuma camilan lucu, tapi peluang bisnis yang besar kalau tahu cara mengolahnya jadi produk berkualitas dan menjualnya dengan strategi yang tepat.

Itulah kenapa saya ingin membaca buku resep membuat roti ini hingga selesai, supaya semua ilmunya bisa saya pahami.

Walaupun membaca buku sampai tamat sering kali lebih sulit daripada yang kita bayangkan—bukan karena bukunya jelek, tapi karena rutinitas, distraksi, atau motivasi yang naik-turun.

Tapi ada sedikit tips praktis dan kreatif nih supaya buku yang kita baca bisa dibaca sampai tamat hingga halaman terakhir.

Strategi membaca buku supaya bisa sampai tamat

1. Tentukan Niat dan Tujuan

Tanyakan pada diri sendiri: Mengapa ingin menamatkan buku ini? Untuk hiburan, pengetahuan, atau inspirasi?

Tuliskan tujuan kecil: Misalnya, “Saya ingin memahami sejarah di balik tokoh ini” atau “Saya ingin menikmati cerita sampai akhir.”

2. Buat Jadwal Membaca

Target harian: 10–20 halaman per hari atau satu bab kecil.

Gunakan waktu tetap: Misalnya sebelum tidur atau saat pagi hari.

Manfaatkan momen singkat: Baca saat punya waktu tambahan seperti saat sedang menunggu, di transportasi, atau saat istirahat.

3. Pecah Buku Jadi Bagian Kecil

Tandai bab atau sub-bab sebagai “checkpoint.”

Anggap setiap bagian sebagai mini target, sehingga terasa lebih ringan.

4. Kurangi Distraksi

❤️ Matikan notifikasi ponsel saat membaca.

❤️ Cari tempat nyaman dengan suasana tenang.

❤️ Gunakan penanda buku atau sticky notes untuk mencatat ide tanpa mengganggu alur.

5. Bangun Rasa Tanggung Jawab

Sharing progress: Ceritakan lagi buku yang dibaca di blog, media sosial, atau ke teman.

Book club/komunitas: Lakukan diskusi dengan komunitas pecinta buku. Biasanya jika ada tuntutan atau tekanan dari teman, bisa membuat kita lebih termotivasi untuk segera menamatkan.

Reward diri sendiri: Setelah selesai membaca satu bagian, beri hadiah kecil (misalnya beli camilan favorit) begitu seterusnya hingga bisa menamatkan membaca bukunya.

6. Nikmati Proses, bukan Sekadar Hasil

Jangan terlalu keras pada diri sendiri jika masih lambat dan belum bisa menamatkan buku bacaannya. Biarkan membaca jadi pengalaman menyenangkan, bukan kewajiban kaku. Jadi mau tamat atau tidak, enjoy aja dulu.

Jika buku terasa berat, selingi dengan bacaan ringan agar tetap segar.

Potensi Tantangan dan Cara Mengatasinya

⭕ jika mudah bosan atau sering ngantuk → pilih waktu membaca saat fokus tinggi.

⭕ jika merasa kesulitan memahami teks berat → pecah bacaan jadi bagian kecil, gunakan mind map.

⭕ jika membaca terlalu lambat → latih kecepatan dengan skimming dan kurangi subvokalisasi.

Begitulah. Mau membaca buku fisik atau buku digital, kiat membaca buku tersebut sama-sama bisa diterapkan. Dan bagi saya mencoba menerapkan semua strategi itu hasilnya cukup efektif, lho!

Related posts:

23 thoughts on “Mencari Buku Resep Roti Unyil”

  1. Niat dan tujuan itu salah satu fondasi dasar Teh. Seringkali tujuannya udah jelas, niatnya kadang naik turun. Dan itu buku usaha jadi bergelombang. Kadang juga ketika terlalu fokus pada tujuan, seringkali yang terjadi kita lupa bahwa ada proses yang sebenarnya bikin kita merasa puas. Ujung-ujungnya stress gara-gara tujuan belum sampe-sampe. Padahal kalau dilihat dari prosesnya sebenarnya usahanya tumbuh.

    Baca buku itu ibarat memasak, jika kita tidak menikmati prosesnya maka apapun yang dimasak atau dibaca tentu akan terlupa. Malah salah jalan. Selamat menikmati proses.. 😀

    Reply
  2. MAsih PR banget nih buat saya untuk menuntaskan baca buku, seringnya baca bukunya ga sampai selesai, duh nanggung kan ya. Harus buat target baca lagi nih, mau coba cara yang dishare Teh Okti ah supaya bisa menuntaskan baca buku

    Reply
  3. Wah, aku nggak tahu ya apa yang terjadi saat anak itu memutuskan untuk berjualan di kelasnya sampai bikin gurunya marah.

    Cuma, kayaknya kok aku merasa gurunya jadi nggak mendukung jiwa bisnis anak didiknya ya.

    Coba saja kalau diingetkan dulu. Misal, kalau jualan nanti saja ya pas jam istirahat dan sejenisnya gitu.

    Reply
  4. Memang ya, terkadang rencana Tuhan lebih keren—berawal dari usaha yang batal, eh malah “bertemu” oven warisan Ibu. Sepertinya itu kode alam supaya Teteh jadi baker andalan keluarga.
    Roti unyil memang paling pas buat camilan di rumah karena porsinya yang mungil. Semoga bukunya segera ketemu dan target bacaan 2026 ini sukses bikin dapur wangi roti, ya!

    Reply
  5. Kalau saya suka tergoda sambil mengerjakan yang lain. Padahal membaca buku harus khusyu yaaa. Fokus hanya membaca saja, siapkan waktu satu jam saja dalam sehari kalau fokus lumayan itu bisa dapat banyak halaman yang terbaca.

    Reply
  6. Ngebayangin aroma roti baru matang aja udah bikin laper, Teh! Roti Unyil emang nggak ada matinya buat camilan keluarga. Berguna banget nih buat yang lagi belajar baking kayak saya. Ditunggu ya Teh kalau ada update resep hasil eksekusinya!

    Reply
  7. Ya ampun turut sedih. Memang ya ada peraturan sekolah yg melarang siswa berjualan.
    Salut dengan semangat teh okti yg pantang nyerah. Mau terus belajar dan mempelajari salah satu diantaranya lewat buku

    Reply
  8. Kurangi distraksi ini jadi PR buat daku. Adakalanya tuh bisa melawan keinginan buat tengok hape ada notif kerjaan gak, wkwkwk. Tapi adakalanya juga bisa selow, terlebih ponselnya dalam kondisi di silent

    Reply
  9. Haduh serasa ketampar banget. Setahun kebelakang minat baca saya turun drastis. Sepertinya ini pertanda saya harus mulai mengazamkan diri membaca lagi.
    Makasih tips2nya teh. Mau coba diterapkan dulu nih

    Reply
  10. belajar bikin kue dan roti mah mending dari YouTube, Teh Okti

    channel rekomendasi: Devina Hermawan dan Luvita Ho karena step-stepnya mudah dan dikasi tau bahan bakunya bisa beli di mana, bisa diganti pakai apa dst

    kenapa gak dari buku? kataku mah buku dan video saling melengkapi, karena banyak hal dalam pembuatan kue/roti yang sulit diterjemahkan dalam tulisan

    Reply
  11. bikin roti ini jujur susah banget menurut saya soalnya adonannya itu harus kalis elastis dan nunggu mengembangnya lama. tapi pastinya ada kepuasan tersendiri kalau berhasil bikin roti yang enak itu. kalau soal membaca saya sekarang lebih banyak membaca buku perpustakaan soalnya aplikasi ipusnas dan ijak lagi nyebelin banget huhu

    Reply
  12. Saya ngalami dan lagi di fase rajin beli tapi lambat membaca. Ya ampun. Maksudnya sih pengen nyetok buku di library mini di rumah tapi akhirnya malah ketagihan hahahaha. Sementara membacanya kek siput. Sebulan cuma bisa maksimal 2 buku, Itu pun dengan catatan kerjaan lagi gak menumpuk.

    BTW, saya juga suka roti unyil Teh. Kalo makan gak nyisa. Itu kelebihannya. Jadi kita bisa tahu kapan makan dan kapan harus berhenti ngunyah. Belinya juga bisa bervariatif. Bikin acara makan roti jadi pengalaman kuliner yang menyenangkan.

    Reply
  13. saya masih banyak tumpukan buku yang bersegel dan belum dibaca duh malunya. Malah saya baca buku digital di Ipunas, duh aduh gimana saya ini kacau kan. Harus punya strategi dan big why yang jelas untuk menamatkannya
    btw di Malang dan Bogor ada roti unyil yang enak juga beberapa kali dikirimin teman dan tetangga, endeus, tapi belum pernah buat sendiri sih

    Reply
  14. Salut, ternyata bisnis roti Unyil di daerah mbak sangat bagus peluangnya. Tetapi begitu, bisnis join bareng temen pasti ada saja kendalanya. Sangat disayangkan ya, harus terhenti karena sempat ada anak reseller ke dalam kelas dan buat guru marah huhuhu.

    Motivasi mbak buat membaca resep dan buku roti Unyil bisa dibilang kuat banget nih dan tips membaca agar bisa konsisten pun ciamik serta aplikatif sekali. Makasih ya sudah sharing. Jadi makin semangat baca buku nih.

    Reply
  15. Mbak, itu suaminya baper amaaattt! Eh, aku gregetan bacanya, haha. Udah bagus lho usahanya laku, kok malah stop gitu aja, kayak kurang fight gitu. Padahal, teguran guru itu untuk muridnya saja dan MEMANG MASUK AKAL. Dia nggak mau kegiatan berjualan itu mengganggu kegiatan belajar-mengajar, makanya gak boleh berjualan, bukan karena gak suka rotinya -____-

    Semangat usahanya, mbak! Semoga sukses dan kuat-kuat ya.

    Reply
  16. Aduh jadi malu ini, udah bertahun-tahun saya tak mampu menyelesaikan membaca buku. Lebih banyak scroll media sosial.

    Semoga segera tuntas baca buku resep roti unyilnya mbak, dan bisa dipraktekkan sesuai resepnya

    Reply

Leave a Comment

Verified by ExactMetrics