Menu Favorit Keluarga Bringka Saat Puasa

Mendampingi anak belajar berpuasa itu godaannya berat sekali. Anak mau apa berusaha untuk dipenuhi supaya happy sehingga diharapkan bisa berpuasa dengan keikhlasan hati. Tak mau apa-apa pun dibujuk agar bisa setuju dan menyanggupi. Ya, tarik ulur gitu deh prinsipnya.

Jujur, andai tidak ada anak, tak akan seribet itu khususnya dalam mempersiapkan makanan untuk berbuka maupun untuk sahur. Ya jika saya sendiri, atau saya dan suami saja, gak harus menyediakan ini itu, apa pun bisa kami jadikan menu kesukaan yang penting bisa mengganjal perut.

Tapi dengan anak, diturut mau apa repot jadinya. Tidak dituruti, takut imbas ke puasanya gak bisa maksimal. Cukup menantang, bukan?

Tapi setelah melewati lima kali Ramadan, anak kami tak serewel dulu lagi, saat pertama kali dia belajar berpuasa. Baik dalam soal makanan, kebiasaan maupun aktivitas sekarang ini Alhamdulillah anak sudah bisa belajar disiplin dan inisiatif.

Tapi satu yang wajib kami lakukan selama Ramadan untuk bisa membahagiakan hati dan perasaan anak, yaitu acara ngabuburit. Mau hujan mau panas, jalan-jalan sore untuk mempersingkat waktu menunggu bedug magrib itu harus kami lakukan. Kalau tidak, anak merajuk dan merenggut untuk sekian lama. Kan kasihan juga jadinya…

Mau tidak mau setelah mengaji sore bada ashar, kami selalu mengutamakan mengajak anak untuk ngabuburit lebih dahulu. Kebetulan untuk persiapan menu berbuka, anak dan suami memang tidak rewel lagi.

Mungkin karena saya sudah tahu apa makanan kesukaan mereka jadi sejak siang sudah mulai sat set sat set mempersiapkannya. Pun karena yang disiapkan hanya olahan sederhana, jadinya menyiapkannya pun tak pakai lama juga.

Menu Favorit Berbuka Keluarga Bringka

Entah mental gak kreatif dalam mengolah makanan, atau lidah kami terlalu standar sehingga tidak menginginkan cita rasa yang luar biasa, atau memang karena kondisi serba pas-pasan sehingga menu sederhana apapun selalu kami santap tak bersisa. Tak ada bosannya, daripada tidak ada sama sekali?

Jadilah selama Ramadan makanan favorit kami bisa dibilang itu-itu saja, sederhana dan mudah dibuat atau didapat. Apa saja makanan favorit kami itu?

Gorengan

Ya, gorengan menempati posisi pertama makanan berbuka yang jadi kesukaan kami karena kami bertiga di rumah sangat doyan gorengan.

Mau bikin atau beli, gorengan ini cukup mudah dibuat dan didapatkan. Harga pun sangat terjangkau. Di tempat saya masih dijual seribu rupiah per buah nya. Mau itu bakwan, karoket, goreng pisang, tahu isi, tempe kriuk pastel, dan lainnya.

Kolak

Sebagai makanan mengandung gula yang dipercaya bisa menambah tenaga selama menjalankan puasa, kolak tidak pernah absen dari meja makan.

Tak banyak macam pula karena menurut kami terlalu banyak bahan malah bikin bias rasa kolak itu sendiri. Biasanya saya membuat kolak berbahan satu macam olahan saja. Seperti kolak pisang, kolak ubi, kolak kolang-kaling. Itu saja, secara tiga bahan itu bisa kami dapat dan ambil dari kebun sendiri.

Es Timun Suri

Biasanya saya buat untuk minuman setelah tarawih. Bahannya sederhana. Mentimun suri yang sudah matang beli di pasar, gula putih yang sudah dicairkan, kental manis, dan biji selasih.

Paling kalau sedang ada rezeki kami beli buah naga sebagai tambahan. Warna es timunnya akan berubah makin cantik karena merah buah naga. Campur kental manis, merahnya jadi memudar, tapi legitnya tak berubah.

Es jeruk

Saat awal Ramadan membuat es jeruk tapi semakin lama kami kena flu berjamaah akhirnya es jeruk saya ganti jadi jeruk hangat.

Jeruk peras sekali beli setengah kg harga enam ribu. Itu cukup untuk seminggu. Gak beli banyak sekaligus karena rentan busuk.

Es kelapa

Sebenarnya tidak sesering membuat minuman es timun, es jeruk atau kolak. Kami buat es kelapa kalau kelapa hijau di halaman ada yang pas untuk dipetik saja.

Itupun hanya meminum airnya, lalu mengerok daging kelapanya kalau sudah ada. Tanpa dikasih pemanis buatan lagi. Jadi ya tepatnya minum air kelapa muda saja.

Nah, jadi memang semua makanan favorit berbuka kami sangat sederhana dan mudah didapat atau dibuat bukan? Bagaimana untuk makan besarnya?

Saya sempat mendapatkan informasi dari sumber bacaan, jika salah satu cara agar anak semangat belajar berpuasa adalah dengan membuatkan menu buka atau menu makan saat puasa yang lezat.

Tapi karena keterbatasan kami, kan bingung juga, yang lezat itu yang bagaimana? Bukankah lezat ini relatif?

Bisa saja orang menganggap rendang itu lezat. Tapi anak kami tidak suka makan daging, alih-alih bilang lezat, yang ada ditawarkan pun sudah menggelengkan kepalanya lebih dahulu.

Anak saya memang agak susah makan sumber protein hewani. Tapi kalau makan sayur justru tidak diragukan lagi. Karena itu hampir selama bulan puasa, panci sayur selalu tak pernah kosong.

Menu Makan Puasa untuk Anak

Sayur Asam

Bahan yang saya campurkan tak jauh dari labu siam, terong ungu, kacang panjang, jagung, daun tangkil dan buahnya. Itu saja semua sudah bisa dimakan habis karena anak justru menyukainya. Kecuali buah tangkilnya yang memang sudah dikupas dan rasanya pahit.

Sayur SOP

Pada dasarnya suka sayur, jadi sayur sop pun tak banyak drama selalu habis disantap anak dan suami. Apalagi saat makan sahur, dengan adanya kuah makan jadi lebih cepat dibanding nasi kering di piring.

Soup jagung dan soup jamur

Kedua sup ini sebenarnya sup instan dimana saya beli sachet-an di minimarket. Tidak sering pula dibuat karena hanya jaga-jaga persediaan incase anak mulai rese dan bosan dengan makanan yang sudah ada.

Perkedel kentang

Meski rada ribet, demi anak saya luangkan waktu untuk membuatnya. Jika tidak bisa, beli jadi, anak pun tetap menyukainya. Biasanya beli di warung nasi Padang pada sore hari jelang berbuka.

Ayam goreng

Sepertinya terinspirasi dari Upin Ipin sehingga yang awalnya tak suka makan daging ayam, anak mulai mengangguk saat ditawari makan dengan lauk ayam goreng. Sayangnya, makan daging ayam yang putihnya saja. Jika ada kecoklatan udah deh ga mau lanjut makannya.

Tahu dan Tempe

Alternatif makanan sekaligus camilan yang murah meriah tapi banyak gizinya. Paling simpel cukup digoreng garing. Tapi sesekali saya buat pepes, tempe orek, dan atau digoreng balut tepung.

Alhamdulillah sih ya, sekarang puasa selesai sudah. Berteman makanan favorit yang sangat sederhana dan belum tentu lezat di lidah orang ternyata kami bisa menjalankan Ramadan semuanya dengan baik-baik saja.

25 thoughts on “Menu Favorit Keluarga Bringka Saat Puasa”

  1. Ramadhan tahun ini daku ndak berbuka dengan timun suri, Teh.
    Kangen sih, tapi pas mau beli bingungnya kenapa harganya mihil daripada gorengan eh wkwkwk

    Reply
  2. Menu berbuka favorit itu memang yang segar-segar ya.
    Saya biasanya isian minumannya potongan blewah, cincau dan buah atap. Tapi jadinya kenyang setelah berbuka, hehehe.

    Reply
  3. Entah kenapa ya Teh, rasanya Gorengan buat menu berbuka puasa itu punya strata tertinggi di antara semua menu iftar yang manis manis lainnya. Habis enaaakkk aja rasanya kalau buka puasa langsung disambut sama makanan kriuk dan gurih begini.

    Reply
  4. Masya Allah, sampai udh selese puasa juga masih jadi menu favorit sih itu hehe.. apalagi yang seger-seger ya, selalu jadi incaran 🙂

    Reply
  5. Wah semangat ya teh dalam mengajarkan anak berpuasa! Anakku masih Paud sih tapi dia juga udah tanya2 tentang puasa.. pengen coba puasa tapi pas aku bangunin sahur alasannya nggak kuat ngantuk banget… wkwkwk

    Reply
  6. Wah enak mbak..sore hari makanan buat buka sudah siap ya, saya malah masih rempong jam segitu.. wkwk saya juga sebisa mungkin nuruti maunya apa pas sahur dan buka puasa biar happy puasa..

    Reply
  7. Wah ini mah makanan sehari2 aku tuh sama keluarga. Kecuali satu tuh, timun suri. Di sini jarang bgt yang jual. Mgkn krn emg warga sini kurang suka. Lebih suka timun biasa yang buat lalapan sih.

    Reply
  8. Ngajarin anak puass memang penuh perjuangan teh, anakku udah paham puasa itu kewajiban, tapi ya tetep aja kalau berbuka puasa minta ini itu. Paling ya es buah dan ayam goreng seringnya.
    Tapi ngomongin buka puasa, gorengan dan kolak tuh kayak udah jadi menu wajib sih.

    Reply
  9. Kalau pengen buka yang hahgat biasanya bikin kolak. Kalau untuk berbuka bareng anak kesukaan anak-anak tuh Sop dan Sayur asem. Pokok kudu ada asupan sayur

    Reply
  10. Akuu juga yg simple simple.ajaa.mbaak…tempe fav keluarga apalgi goreng pake tepung irisan tipis. Telur wajib ada kalau bosen auto ceplok telur….ayam.kampung anak2 jg suka sama.susu…

    Reply
  11. Ini tahun pertama anakku belajar puasa, jadi lebih effort kalau sahur hahahaha…. Btw, kayaknya gorengan menjadi menu favorit no more satu bagi sebagian besar orang nih buat buka puasa. Nggak ada gorengan kayak ada yg kurang, iya ga sih?

    Reply
  12. MashaAllah~
    Menu berbuka yang nikmat.
    Rasanya kalau sudah shaum seharian, anak-anak dikasih menu makanan kuah hangat dan minumnya es tuh, mak gleekk~
    Lapar dan dahaga bisa terpuaskan dan terbayarkan.

    Reply
  13. berbuka puasa tanpa gorengan itu kaya ada yang kurang gitu. Walaupun tahu kurang bagus mengonsumsi gorengan saat buka puasa, tetapi memang godaannya sungguh luar biasa untuk tidak dilewatkan begitu saja.. wkwk

    Reply
  14. Kolak never dies ya, Kak :D. Mnejadi menu favorit saat berbuka puasa orang Indonesia sepertinya. Dan aku takjub sama diriku sendiri yang selama Ramadhan kemarin tidak makan takjil gorengan :3

    Reply

Leave a Comment

%d bloggers like this: