Perjuangan BAKTI Kominfo Pastikan Internet Hadir di Seluruh Penjuru Indonesia dengan Integrasi Palapa Ring

 

Sampai sekarang masih terbayang nyinyiran sekelompok orang di kampung tempat saya tinggal, mengenai istilah Tol Langit yang begitu buming setelah istilah itu diucapkan oleh tim kampanye nasional Jokowi Maruf Amin beberapa tahun lalu.

 “Apaan tol langit? Mimpi kali tuh bikin jalan tol di langit. Tiangnya mau pakai apa? Hehehe…”

Begitulah, bagi orang awam, yang tidak memikirkan dahulu apa yang hendak ia ucapkan, tanpa mengerti betul apa arti dan maksudnya, main asal komentar saja. Tidak sadar, kalau omongan dia itu justru jadi bahan tertawaan pihak yang sudah memahami apa yang dimaksud tol langit.

 

Perjuangan Tol Langit Hapus Kesenjangan Digital 

Tinggal di Kabupaten Cianjur Jawa Barat, apapun provider yang dipakai, kalau cuaca buruk, listrik mati, sinyal timbul tenggelam itu sudah biasa. Apalagi yang tinggal di daerah 3T, daerah terdepan, terluar, dan tertinggal sana ya… Jangankan internet masuk desa, sarana prasarana penting lainnya saja masih kesulitan. Ini bukti kalau di wilayah Indonesia masih terdapat masyarakat yang belum mendapatkan akses internet.

Pemerintah terus berupaya untuk menghadirkan internet di seluruh penjuru Indonesia demi mengatasi kesenjangan digital. Khususnya dalam memastikan kehadiran internet di 3T melalui Tol Langit ini. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memastikan terus melanjutkan pembangunan tol langit.

Jangan bayangkan tol langit itu ada banyak jalan tol di langit. Sampai seperti tetangga saya bilang itu tiangnya mau pakai apa, hehehe! Karena yang dimaksud tol langit, adalah “Jaringan internet di pedalaman yang sebelumnya hanya terwujud oleh satelit kini digantikan oleh fiber optic sehingga koneksi internet bisa lebih cepat. Jadi seperti tol yang bebas hambatan, internet bisa terkoneksi tanpa adanya gangguan,” demikian dijelaskan Direktur Utama BAKTI dari Kominfo, Anang Latif saat Webinar Media Sila dengan tema Apa Kabar Tol Langit, Selasa (14/9).

Tantangan menghadirkan Internet ke daerah 3T

 

Potret Kesenjangan Digital Indonesia

Kehadiran tol langit jelas sangat dibutuhkan mengingat masih adanya kesenjangan digital di Indonesia. Pengguna internet di negara kita diketahui tahun 2019-2020 ada 73,7%. Dari sekitar 266 juta jiwa penduduk Indonesia, maka sekitar 196 juta jiwa yang berstatus pengguna internet aktif. Sisanya?

Jika di Indonesia ada sekitar 83.218 desa, yang telah terjangkau jaringan internet 4G ada 70.670. Maka ada lebih dari 12 ribu desa yang belum terjangkau internet 4G baik di lokasi 3T maupun non 3T.

Menurut data International Telecommunication Union (ITU) ICT Development Index (IDI) 2017 Indonesia berada di rangking 111 di dunia dari 176 negara. Kalah sama Vietnam, Filipina, Malaysia apalagi Singapura.

Hasil studi dari Boston Consulting Group (BCG) 2017 ada sekitar 150 ribu lokasi fasilitas publik di negara kita masih belum terlayani internet.

Potret Kesenjangan Digital di negara itu masih ada. Meskipun sudah lebih 20 tahun privatisasi layanan telekomunikasi di seluruh penjuru Indonesia ternyata masih ada daerah “blank spot”, daerah yang tidak terjamah sinyal telekomunikasi sama sekali. Terutama di daerah yang kurang diminati oleh industri.

 

BAKTI Bukan Provider

Ya, meski burkutat dengan saluran telekomunikasi, tapi BAKTI bukan provider. Sekalipun tidak menjanjikan bisa menghasilkan laba, tugasnya tetap memberikan sarana dan prasarana untuk internet sampai ke semua wilayah.

Contohnya ada satu desa yang tidak dilayani oleh provider. Karena jika dihitung berdasar untung rugi, daerah tersebut tidak akan memberikan keuntungan. Bagaimana mau untung jika biaya untuk sambungan provider misalkan pasang Base Transceiver Station (BTS), sampai ratusan juta rupiah, sementara jumlah penduduk desa tersebut tidak lebih dari dua puluh kepala keluarga. Jika semua penduduk desa tersebut menggunakan telepon seluler pun, tidak akan menutup modal awal provider untuk bisa menghadirkan sinyal ke sana.

Nah, beda dengan BAKTI Kominfo, apapun masalahnya, kewajibannya tetap mengupayakan supaya internet bisa hadir ke sana.

 

Webinar Media Sila BAKTI

Maka seperti namanya, istilah tol langit yang menggambarkan sambungan bebas hambatan berupa sinyal internet yang dapat menghubungkan seluruh daerah di Indonesia tanpa terkecuali, jadi program utama BAKTI.

Tol langit dapat diwujudkan dengan membangun jaringan backbone nasional dan satelit multifungsi berteknologi tinggi (High Throughput Satelite).

Karena seperti dikatakan Pak Anang Latif, target pemerintah setidaknya harus ada sebanyak 92,6 persen dari total penduduk negara kita yang meningkat jadi pengguna internet aktif.

Cara yang ditempuh BAKTI untuk mewujudkan tol langit ini ialah dengan membangun infrastruktur telekomunikasi backbone yang menghubungkan antarkota atau kabupaten melalui jaringan serat optik Palapa Ring. Membangun infrastruktur middle mile berupa sambungan satelit, serat optik, dan microwave link sebagai penghubung hingga ke wilayah kecamatan. Dan membangun infrastruktur terakhir (last mile) berupa sambungan dari satelit, fiber optik maupun microwave link langsung ke pelanggan melalui BTS 4G, WiFi, dan lainnya.

Realisasi dari tol langit ini, BAKTI Kominfo akan membangun fiber optic Palapa Ring Integrasi pada 2022 hingga 2023 dengan total 12.803 kilometer dalam dua fase pembangunan. Fase pertama pada 2022 sepanjang 5.226 kilometer dan fase kedua pada 2023 sepanjang 6.857 kilometer.

Dari total fiber optic yang akan dibangun, 8.203 kilometer akan dipasang di darat, 3.880 kilometer di laut, dan sisanya berupa microwave link.

BAKTI Kominfo

Jaringan Palapa Ring tersebut akan mengintegrasikan tiga Palapa Ring yang sudah terbangun yakni Palapa Ring Barat, Tengah, dan Timur. Jadi nanti ketiga jaringannya akan saling terhubung.

Program pembagunan Palapa Ring Integrasi yang membutuhkan biaya hingga Rp 8,6 triliun itulah yang akan menjadi bagian utama dari Tol Langit Nasional. Darimana sumber pendanaan program Tol Langit Nasional tersebut? Biayanya didapat dari kerja sama pemerintah dan pihak swasta.

Tujuan Tol Langit Nasional ya sudah pasti untuk memperkuat jaringan yang sudah ada dan menjadi backup bila di satu wilayah jaringannya terputus, sehingga pemanfaatan internet jadi lebih maksimal. Tidak ada lagi istilah tidak ada internet di daerah 3T sekalipun.

 

Komitmen Moratelindo berpartisipasi dalam “Membangun Negeri”

Dalam memanfaatkan jaringan Palapa Ring yang sudah terbangun di wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia itu praktiknya tidak mudah untuk dikerjakan karena banyak sekali tantangannya.

Adalah PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) sebagai salah satu mitra kerja BAKTI Kominfo yang dipercaya membangun jaringan Palapa Ring wilayah Barat dan Timur dalam proyek Tol Langit Nasional ini.

Presiden Direktur Moratelindo, Galumbang Menak menyebutkan tantangan saat mengerjakan proyek Tol Langit Nasional di wilayah timur Indonesia khususnya ini hadir dari faktor geografis, faktor sosial, dan faktor administratif.

Internet ke pelosok negeri bersama BAKTI

 

Tantangan menghadirkan Internet ke daerah 3T

Kondisi geografis Indonesia bagian timur yang terdiri dari pegunungan tinggi memberi tantangan yang luar biasa. Khususnya di wilayah Papua yang gunung-gunungnya bisa mencapai lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut.

Bayangkan bagaimana membangun BTS di lokasi yang hanya bisa diakses dengan helikopter? Hal itu selain menghambat kinerja para pekerja lapangan juga kurang-kurangnya waspada bisa berbahaya bagi nyawa mereka dikarenakan suhu udara dan kadar oksigen yang rendah.

Kendala lain dari sisi keamanan, terbukti dari adanya penyerangan dan pengrusakan yang bisa terjadi kapan saja dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

BTS mendapat serangan KKB di Kabupaten Puncak, Papua

Bagaimana mengatasinya? Pihak Moratelindo harus terus berkoordinasi dengan pihak TNI untuk menjamin keselamatan karyawan.

“Membangun Palapa Ring tidak hanya mengorbankan keringat dan memakan biaya yang besar, tapi juga harus berkorban nyawa. Sudah banyak korban, baik dari karyawan, kontraktor, maupun aparat TNI yang gugur demi mewujudkan internet di pelosok negeri, khususnya di wilayah Indonesia Timur,” ungkap Pak Galumbang.

Hal itu tentunya sangat menyedihkan ya. Mereka terus berjuang mengupayakan demi internet masuk daerah 3T. Sementara kita saat ini tinggal asyik menikmati hasilnya.

Selain faktor kondisi, teknologi alat dan keamanan, faktor administrasi tidak kalah susahnya. Karena tantangan selanjutnya bagi pihak Moratelindo ada dari pihak pemerintah daerah saat mengurus perizinan.

Memang tidak mudah mengubah wajah dan pola hidup masyarakat di daerah 3T dengan kehadiran internet. Untuk menuju internet masuk daerah 3T dibutuhkan peran berbagai pihak. Bukan hanya pemerintah pusat yang bergerak maju bersama dengan mitra, aparat keamanan, TNI dan Polri namun juga peran pemerintah daerah yang juga harus proaktif memberi akses kemudahan lewat berbagai perizinan yang dibutuhkan.

Pak Galumbang berharap, untuk selanjutnya tidak terjadi lagi perizinan yang berbelit hingga membutuhkan 29 izin hanya untuk membangun jaringan fiber optic sepanjang 60 hingga 70 kilometer.

Kita ikut berdoa semoga kedepannya birokrasi di daerah semakin transparan dan mudah. Kalau bisa cukup satu perizinan sudah bisa memberi akses untuk melaksanakan pekerjaan sehingga program-program pemerintah dapat berjalan dengan lebih cepat.

Harapan tersebut tentu saja jadi doa yang harus dipanjatkan seluruh masyarakat Indonesia juga, toh nanti hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia juga, kan?

Yuk, kita dukung program Tol Langit sebagai sambungan bebas hambatan jaringan internet di pedalaman –yang sebelumnya hanya terwujud oleh satelit kini digantikan oleh fiber — sehingga koneksi internet bisa lebih cepat seperti di kota besar, dengan cara mempergunakan internet sebaik-baiknya.

Jadikan internet sebagai alat untuk menunjang pekerjaan, pembelajaran, pekerjaan dan kebaikan lainnya, bukan untuk menyebarkan ujaran kebencian, berita bohong dan hal tidak baik lainnya.

92 thoughts on “Perjuangan BAKTI Kominfo Pastikan Internet Hadir di Seluruh Penjuru Indonesia dengan Integrasi Palapa Ring”

  1. Jujur saja sih akses internet di tempatku juga lelet banget, padahal itu provider merah kan katanya sinyal kuat. Tolong dong pak menkominfo dan stake holder terkait yang menginisiasi program tol langit ini bisa memperhatikan maalah jaringan internet di daerah-daerah terpencil (desa). Makasih.

    Reply
  2. Semoga ke depannya untuk daerah daerah pelosok jaringan internet bisa lebih stabil lagi ya mba. Dan makin banyak masyarakat yang bisa mengakses internet. Karena saat pandemi ini bisa jadi hampir semua komponen masyarakat membutuhkan

    Reply
    • Setuju kak Maria, di tengah pandemi ini kebutuhan internet buat belajar dan bekerja sangat diperlukan. Dan harapannya selain merata, bisa stabil dan kuat ya

      Reply
      • Yup, dengan adanya internet di pelosok , lapangan kerja gak terpusat di perkotaan ya?

        petani misalnya, pas panen bisa share via medsos

        atau buka link bareng jaringan distributor, sehingga harga bisa bersaing

        Reply
  3. Jadi inget, dulu pernah datang ke daerah sekitar Serang, aduh signalnya bikin emosi deh. Saya jadi mikir, apa kabar sekarang ketika pembelajaran daring ya. Semoga saja kedepannya kita semua bisa merasakan hak sama, akses internet yang bagus, karena sekarang mau nggak mau kita hidup di era digital.

    Reply
  4. Baru tau kalau BAKTI singkatan dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi , perpanjangan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)
    Terobosan keren ya teh Okti, seluruh penjuru tanah air harus mendapat akses yang sama jika ingin perekonomian kita maju

    Reply
  5. Makin kesini tentu maunya seluruh masyarakat bisa mendapat jangkauan internetan yang kencang ya baik di kota besar maupun di pedesaan. Oh ternyata sekarang sudah pakai fiber optic sehingga koneksi internet bisa lebih cepat ya,Mba. Harapannya semakin bisa terjangkau deh semua masyarakat.

    Reply
  6. Tantangan memang pasti ada, tapi optimis itu perlu agar jaringan internet bisa dirasakan di semua tempat, dan akses informasi makin cepat juga diketahui.

    Reply
  7. Terobosan BAKTI dengan pengadaan jaringan internet sampai pelosok desa semoga bisa berkelanjutan. Semua masyarakat harus melek teknologi digital. Maka dari itu internet memang udah menjadi kebutuhan sehari2. Jangan sampai ada kesenjangan soal ini, terutama sinyal yang suka on dan off.

    Reply
  8. Jujurly, aku sendiri bakal ngga siap deh kalau tinggal di tempat tanpa ada jaringan internetnya. Bisa ku menangisss wkwk. Semoga program utama BAKTI dengan mewujudkan sambungan bebas hambatan berupa sinyal internet yang dapat menghubungkan seluruh daerah di Indonesia tanpa terkecuali bisa tercapai.

    Reply
  9. Semoga terlaksana ya program Tol Langit nya. Internet di pedalaman juga penting banget. Dan internet murah juga penting karena biasanya kondisi ekonomo masyarakat pelosok Timur juga berbeda dg orang2 kota.

    Reply
  10. Ucapan itu bisa jadi muncul karena tingkat literasi di pedesaan masih sangat rendah. Jangankan di desa, di kota saja masih rendah minat bacanya. Mereka lebih mengedepankan nafsu, ketimbang logika sebelum berbicara.

    Segerakanlah akses internet merata di seluruh Indonesia, terutama di 3T.

    BTW, di rumah nenek dari bapak saya, di Kabupaten Kuningan, sangat sulit dapat sinyal telepon. Boro-boro buat internet, sinyal buat telepon aja mati. Jadi tuh hape langsung loss sinyal semua, duuuh kasian banget deh. Kalau mau dapat sinyal, harus keluar rumah, car tempat terbuka. Kebetulan rumahnya memang dikelilingi perbukitan dan pohon tinggi-tinggi.

    Reply
  11. Hehe…istilahnya memang “lucu”. Tol langit. Apalagi dengan gambaran seperti yang di foto terakhir itu. Apa pun namanya, semoga sinyal internet bisa merata menjangkau seluruh pelosok negeri ya, Teh. Harapannya kan pendidikan dan perekonomian jadi meningkat.

    Reply
  12. Semoga rencana ini segera terealisasi dan tanpa kendala, karena memang kesenjangan digital masih banyak ditemukan, bahkan bukan termasuk daerah 3T masih sulit mendapatkan sinyal internet bahkan sinyal telpon biasa.

    Reply
  13. Zaman sekarang hidup tanpa internet rasanya sepert sayur tanpa garam ya teh.

    Apalagi dimasa pandemi seperti saat ini, yang mana serba internet.

    Makasih kominfo sudah mengerti kebutuhan kami

    Reply
  14. Semoga program BAKTI Kominfo lancara jaya. Senang sekali mengingat data terakhir penetrasi internet di Indonesia masih rendah, nomor 7 dari 11 negara Asia Tenggara. Padahal manfaat internet bagus bisa menjadi alat untuk menunjang pekerjaan, pembelajaran, pekerjaan dan kebaikan lainnya,

    Reply
  15. Merinding baca cerita para pekerja yang bangun BTS di Papua, berkorban banyak hal, mulai dari kesehatan, hingga nyawa. Ya Allah T_T Di sana bukan hanya faktor alamnya yang jadi hambatan ya teh, manusianya juga. Betapa sulitnya perjuangan bangun BTS di daerah terpencil. Semoga diberi kemudahan, kelancaran, sehingga internet bisa digunakan secara merata di seluruh negeri. Aamiin

    Reply
  16. Pembangunan “tol langit” memang sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat, banyak hal yang membutuhkan jaringan internet untuk menunjang berbagai kegiatan. Pemerintah terus berusaha untuk memberikan fasilitas yang menunjang kegiatan masyarakat

    Reply
  17. Aku juga merasakan internet menghilang kala cuaca berubah menjadi mendung dan hujan. Cuma aku menyadari juga sih. Kalau orang-orang desa pasti akan berpikiran mengenai tol seperti fisiknya saat bicara soal tol langit. Namanya mereka kan belum paham. hehehe

    Reply
  18. jaman sekarang kalo ga ada jaringan internet langsung mati gaya ya. ga bisa kerja, belajar, bermain dan putus komunikasi juga. kalo di rumahku, tiap mati lampu otomatis mati jaringan internet juga. mudah2 jaringan internet ke seluruh bisa tersebar secara merata 🙂

    Reply
  19. Istilah tol yang bukan di darat ini memang rawan kenyinyiran ya mbak. Entah itu tol laut maupun tol udara. Lha, yang tol darat saja pernah jadi hot topik pada masanya 😀

    Btw, kalau di kampung halamanku, sinyalnya masih GSM alias Geser Sedikit Mati hihihi…Cuma, saat pandemi ini akhirnya banyak yg pasang wifi, terutama di keluarga yang kerjaannya membutuhkan sistem internet atau punya anak sekolah.

    Memang bener, dibutuhkan banget nih program tol langit supaya internet lancar jaya.

    Reply
  20. Istilah tol yang bukan di darat ini memang rawan kenyinyiran ya mbak. Entah itu tol laut maupun tol udara. Lha, yang tol darat saja pernah jadi hot topik pada masanya 😀

    Btw, kalau di kampung halamanku, sinyalnya masih GSM alias Geser Sedikit Mati hihihi…Cuma, saat pandemi ini akhirnya banyak yg pasang wifi, terutama di keluarga yang kerjaannya membutuhkan sistem internet atau punya anak sekolah. Pas pulkam beberapa waktu lalu, aku takjub jadinya. Karena di kampung sudah pada pasang wifi 🙂

    Memang bener, dibutuhkan banget nih program tol langit supaya internet lancar jaya.

    Reply
  21. Semoga program ini berjalan dengan lancar dan pengadaan internet ini sampai ke pelosok juga ya. Karena saat pandemi sekarang ini koneksi internet sangat dibutuhkan sekali, terutama oleh para pelajar. Mereka bisa mendapatkan pelajaran yang layak dengan koneksi internet.

    Reply
  22. Internet memiliki 2 sisi. Bisa mendatangkan banyak manfaat atau malah sebaliknya. Tentu kabar gembira bila internet sudah menjangkau daerah 3T. Asalkan dibarengi dengan literasi digital yang baik. Kasihan kalau anak-anak jadi semakin mager karena terlena dengajn internet. Padahal tanpa internet mungkin mereka terbiasa bergerak dan akrab dengan alam. Tetapi, di sisi lain, ada harapan kesenjangan akan semakin kecil.

    Reply
  23. Membayangkan suatu saat nanti tol langit bakalan tersambung dari sabang sampai merauke termasuk did aerah 3T. Terbayang yg tadinya susah mengakses Internet jd terkoneksi semuanya. Informasi pun lebih cepat sampai. Bahagia banget ya

    Reply
  24. Beruntung tinggal di kota dengan jaringan internet melimpah.
    Miris juga bacanya, banyak korban demi mewujudkan internet masuk ke daerah 3T.
    Semoga makin banyak yang sadar melek teknologi

    Reply
  25. Semoga tol langit bisa segera terwujud dengan baik, dan layanan internet masuk ke daerah 3T tanpa hambatan. Selain itu, informasi tentang internet ke daerah 3T juga disampaikan dengan baik dan benar. Bahwa internet harus dimanfaatkan sebaik baiknya.

    Memang harus diakui sih, layanan internet belum merata. Di tempat saya pun sinyal masih jelek, mau pakai provider apapun, mendung dikit sinyal ilang. Kan sebeell jadinyaaa.

    Reply
  26. Banyak banget ya desa yang belum kena sinyal internet. Emang sih negara kita kepulauan. Ini yang bikin susah para provider untuk mendirikan BTS. Mereka harus investasi besar. Beda banget ama negara lain yang bentuk wilayahnya hanya tidak lebih dari 10 pulau. Jadi untuk membuat BTS lebih mudah.

    Negara kita yang luasnya naudzubillah emang bisa menjadi berkah. Terlepas dari masih banyak yg blm dapat sinyal internet, smg pemerintah mempercepat program Tol Langit ini ya. Biar semua makin terhubung. Akhirnya bisa mencerdaskan kehidupan dan meningkatkan perekonomian bangsa. Amiiin.

    Reply
  27. Kalau gak salah targetnya pemerintah memang melek internet sampai pelosok, apa ya jargonnya aku lupa.
    Sebenarnya jg itu bukan program yang direnanakan baru2 ini tapi udah sejak lama ada. Dulu suamiku ikutan project jg di daerah agak terpencil utk pasang jaringan2 gtu tapi emang benar kendalanya banyak, selain krn lokasi, jg mindset bbrp masyarakat yg kyk nganggep ngapain sih pasang BTS atau jaringan apalah gtu, kan lbh baik uangnya aja dll, pdhl ya adanya jaringan inet akan mempermudah. Tp yakin kyknya yg anak2 muda zaman now pola pikirnya lbh terbuka dan mungkin jg akan mempengaruhi tetua di daerahnya kali yaa

    Reply
  28. Kalau gak salah targetnya pemerintah memang melek internet sampai pelosok, apa ya jargonnya aku lupa.
    Sebenarnya jg itu bukan program yang direnanakan baru2 ini tapi udah sejak lama ada. Dulu suamiku ikutan project jg di daerah agak terpencil utk pasang jaringan2 gtu tapi emang benar kendalanya banyak, selain krn lokasi, jg mindset bbrp masyarakat yg kyk nganggep ngapain sih pasang BTS atau jaringan apalah gtu, kan lbh baik uangnya aja dll, pdhl ya adanya jaringan inet akan mempermudah. Tp yakin kyknya yg anak2 muda zaman now pola pikirnya lbh terbuka dan mungkin jg akan mempengaruhi tetua di daerahnya kali yaa .

    Reply
  29. semoga upaya yang dilakukan pemerintah dimudahkan, karena merasakan gimana sulitnya mendapatkan akses internet di daerah terpencil. Jadi kalau ada apa-apa susah buat mengabari keluarga yang di kota dengan fasilitas internet baik

    Reply
  30. Setuju sekali dengan program terbaik dari pemerintah ini.
    Aku sebenarnya tahu program ini dari adekku yang bekerja di IndiRumah, tapi dia gak jelasin detil seperti teh Okti begini. Setelah membaca artikel teteh, aku jadi paham penjabaran adikku kemarin mengenai Tol Langit dan tidak adanya lagi di kemudian hari jaringan internet lamban.

    Reply
  31. Wow aku membayangkan tol langit dengan membangun Palapa Ring, keren bangeeet. Maklumlah dulu aku pernah merasakan susahnya sinyal bahkan untuk tlpn dan smsan. Hhh
    Sepakat bgt nih, kl adanya internet bisa dimanfaatkan untuk bekerja, belajar, dll. Bukan malah untuk menyebar ujaran kebencian atau hoax

    Reply
  32. Semoga ya mba dengan adanya tol langit ( istilah yg baru kumengerti setelah baca ) kebutuhan akan internet semakin merata karena bukan lg hanya Kota besar yg perlu.. pelosok pun mereka butuh

    Reply
  33. Kehadiran internet benar-benar dibutuhkan di era digital sekarang ini. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Siapapun membutuhkan tol langit untuk kelancaran usaha, pekerjaan dan study. Semoga jaringan internet bisa merata hingg ke pelosok negeri ya

    Reply
  34. Kehadiran internet benar-benar dibutuhkan di era digital sekarang ini. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini.

    Siapapun membutuhkan tol langit untuk kelancaran usaha, pekerjaan dan study. Semoga jaringan internet bisa merata hingg ke pelosok negeri ya

    Reply
  35. Internet di kota pun kadang tersendat-sendat. Dan entah mengapa troublenya keseringan kalau pas mau ada event online hahaha. Kebayang ya, Teh, gimana mereka yang ada di pelosok, pasti lebih susah lagi akses internetnya. Semoga program ini bisa memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tol langit, yuk bisa, yuk!!

    Reply
  36. Tantangan untuk mewujudkan pemerataan internet di semua wilayah Indonesia memang cukup berat ya. Faktor geografis sangat berpengaruh. Apalagi di Papua nih, manalah jauh banget dari pusat pemerintahan, kontur geografisnya yang berbukit-bukit dan tinggi sekali, plus masih ada ancaman keamanan bagi para pekerja. Semoga ke depannya berbagai hambatan itu bisa diatasi.

    Reply
  37. Terharu sekali membaca perjuangan dan pengorbanan banyak orang dalam mewujudkan Tol Langit ini ya, Mbak. Ini demi agar seluruh pelosok negeri bisa merasakan inernet. termasuk daerah 3T. Aamin. Apalagi saat ini internet sudah sangat dibutuhkan.

    Reply
  38. Nggak aku sangka angka kesenjangan digital di negara kita ini lumayan juga ya kak. But, salut juga si sama usaha Tol Langit ini untuk mengatasinya. Konsepnya udah cuakep banget. Semoga terus lancar dalam prosesnya.

    Reply
  39. Kebutuhan akan adanya jaringan internet makin meluas ya apalagi skrg dikit2 online. Jadi ketika bnyak yg teriak internet gak lancar di pelosok2, maka pemerintah pun pasti berusaha untuk mengupayakannya. Seperti pengadaan Tol Langit. Sepintas orang awam pasti ya mikirnya gimana caranya? Hehe…semoga program Bakti Kominfo lancar ya mba dgn perluasan internet berbasi cyber optic….

    Reply
  40. Bagus juga usaha pemerintah dalam rangka meratakan ketersediaan internet di Indonesia terutama daerah pedalaman dengan tol langit.

    Wah aku juga baru tau istilah tol langit ini.

    Reply
  41. Bagus juga usaha pemerintah dalam rangka meratakan ketersediaan internet di Indonesia terutama daerah pedalaman dengan tol langit.

    Wah aku juga baru tau istilah tol langit ini. Nice artikel.

    Reply
  42. Kemarin pas pulang kampung kerasa banget sih sekarang nih karena semakn banyak yang menggunakan gawai jadi kerasa makin banyak kemajuan, bahkan jualan pun bisa di rumah aja, padahal di desa 5 tahun lalu, laman fbku penuhnya sama orang curhat2 mulu

    Keren ini tol langit, aku baru ngeh, memang jaringan ini penting ya teh, sebagai tol juga untuk menyambungkan ke berbagai dunia

    Reply
  43. Ikut seneng adanya tol langit ini. Aku juga baru ngeh istilah tol langit mbaa. Terimakasih banget edukasinya lewat blog ini. Mudah-mudahan sampai pelosok pun akses tetep dapat yaak

    Reply
  44. Semoga tol langit ini dapat segera terealisasi dan merata hingga ke pelosok negeri mengingat luas daerah di negeri kita dan tipografi wilayah yang beragam tentunya banyak kendal serta tantangannya. Meskipun demikian akses internet ini sangat penting dalam menunjang kebutuhan sehari-hari yang bukan barang yang sekunder tapi menjadi barang primer manusia.

    Reply
  45. Wah keren banget nih. Di masa pandemi kayak begini memang harus begitu ya. Internet bisa dinikmati di mana saja. Biar yang sekolah, yang kerja di rumah, walopun tempatnya di pelosok, tetap bisa. Semoga semakin ke mana-mana dan menyebar ke pelosok tanah air.

    Reply
  46. Betul bu, aku juga merasakan dimana waktu hujan, angin kencang itu sinyal internet udahlah wassalam. Aku selama ini nganggapnya kalau cuacanya lagi nggak pas, yaa tandanya disuruh istirahat wkwkwk

    Aamiin, semoga tol langit ini bisa segera terwujud dan kita yang penikmat jaringan lancar tanpa hambatan bisa menikmatinya, heheh

    Reply
  47. Setuju nih akses internet sekarang harus merata dan bis adinikmati semua warga sampai pelosok ya kak, terlebih sekarang semua kegiatan bergantung pada akses internet semoga cepat merata deh ya akses internet ini

    Reply
  48. Informatif sekali terimakasih sharingnya, semoga segera terealisasi ya tol langit ini tanpa hambatan semua bisa menikmati akses internet lebih baik, dan masyarakat juga memanfaatkan sebaik-baiknya.

    Reply
  49. Wah, nggak mudah memang ya untuk mewujudkan semua itu, Mbak. Semoga saja rencana ini bisa berjalan lancar kelak ya. Mengingat betapa pentingnya akses internet di era digital ini.

    Reply
  50. iya, birokrasi dipermudah dulu. Lha wong untuk kemajuan masyarakat kok. Btw mendkng banget nih, kesetaraan prasarana komunikasi seperti internet. Nggak bayangin stressnya sekolah online nggak ada internet. Kita yang lancar-lancar internetnya aja stress.

    Reply
  51. Sedih juga berada di urutan ke 111 ya teh. Padahal tuh ya pengguna internet di Indonesia sangat banyak. Hanya saja memang tidak merata fasilitas kecepatan internet nya. Semoga setelah ini akan lebih merata mulai dari Sabang hingga Merauke.

    Reply
  52. pertama kali dengar istilah tol langit itu dari Majalah Bobo. Ku pikir pesawat mau dibuat jalur tol, hahaha…

    gimana ya kalau jaringan internet belum merata sementara sudah ada pandemi yang segalanya kudu daring. Syukurlah internet sudah merambah ke daerah-daerah terpencil di Indonesia.

    Reply
  53. Pertama kali tahu istilah tol langit dari majalah Bobo. Awalnya kupikir pesawat mau dibuatkan tol. Hehe …

    Syukurlah indonesia makin merata akses internetnya. Pandemi begini semuanya serba daring, repot juga kan kalau susah internet

    Reply
  54. Sedih sekali, jika jatuh korban seperti itu ya mba Okti…
    Padahal kan itu untuk kebaikan penduduk daerah itu sendiri.
    Bisa dibayangkan.
    Terkadang tiang-tiang menara jaringan provider perusahaan komersi aja banyak yang dirusak oleh yang tidak bertanggung jawab, apalagi punya pemerintah..
    miris

    Reply
  55. Kapan hari nonton tayangan di televisi daerah terpencil yang belum terjangkau, jalannya juga parah banget untuk nyeberang gitu jembatannya kecil. Semoga apa yang diupayakan segera dimudahkan ya Teh untk Indonesia tercinta kita

    Reply
  56. ah keren ini bakti kominfo yang bisa memfasilitasi layanan internest sampai ke pelosok desa. kesenjangan digital terasa sekali saat awal pandemi kemarin menurutku, saat anak2 sekolah online. semoga pemerataan jaringan internet ini segera terwujud dan dapat dirasakan manfaatnya sampai pelosok.

    Reply
  57. Proyek Tol Langit BAKTI Kominfo ini bukan cuma mengatasi defisit jaringan internet di wilayah terpencil, tapi juga bisa menggandeng korporasi-korporasi lokal, seperti Moratelindo ini untuk berkontribusi untuk negeri. Kita sama-sama tahu gak mungkin semua proyek jaringan telekomunikasi diserahkan kepada Telkom, atau perusahaan swasta milik asing. Lebih baik menggandeng perusahaan-perusahaan anak negeri yang meski belum tentu korporasi besar, tapi mereka punya solusi dan bisa mengeksekusinya.

    Reply
  58. Mesti didukung nih tugas mulia dari BAKTI Kominfo, coba kalau mengharapkan sokongan dari pihak swasta doang ya Teh… bisa2 desa2 yang penduduknya minim, dan diprediksi gak balik modal, gak bakal terpasang internet yahh.

    Reply
  59. Udah lama banget aku mendengar istilah tol langit dan semakin merasa takjub juga dengan program ini. Mendapatkan akses internet yang sama adalah hak bagi warga desa agar informasi dan keberlangsungan usaha warga mudah diakses dan meningkatkan percepatan pendapatan desa yang merata.

    Reply
  60. Layanan internet makin hari makin dibutuhkan di mana-mana, apalagi di situasi pandemi kayak sekarang ini, banyak hal yang mesti dikerjain secara online. Semoga kedepannya layanan internet ini bisa merata sampai ke daerah pelosok ya.

    Reply
  61. Baru tau kalau BAKTI singkatan dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi , perpanjangan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Mudah-mudahan semakin merata ya akses internet kita bisa dinikmati semua area dan benar-benar bermanfaat 🙂

    Reply
  62. BAKTI Kominfo ini udah sampai ke pelosok2 untuk menyalurkan internet ternyata. Terakhir tahun lalu apa ya kalau ngga salah, BAKTI Kominfo juga rilis soal bantuannya untuk seni dan budaya daerah. Salut sama program2nya

    Reply
  63. Semoga Tol Langit Nasional bisa terwujud nyata. Sedih kalau ke rumah nenek di puncak pegunungan sulit dapat sinyal. Memang sih niatnya untuk refreshing, tapi bukan berarti kesulitan dapat sinyal jaringan. Semangat Kominfo.

    Reply
  64. Alhamdulillah saya jadi sedikit tercerahkan maksud “tol langit” yang pernah diomongan wakil presiden. Teenya masalah internet di indonesia yang belum merata, hanya terpusat di jawa saja.

    Reply
  65. Alhamdulillah saya jadi sedikit tercerahkan maksud “tol langit” yang pernah diomongan wakil presiden. Teenya masalah internet di indonesia yang belum merata, hanya terpusat di jawa saja. Syukur deh pemerintah sudah melek kepedulian, semoga semua anak-anak indonesia bisa merasakan internet tanpa terkecuali

    Reply
  66. Alhamdulillah saya jadi sedikit tercerahkan maksud “tol langit” yang pernah diomongan wakil presiden. Teenya masalah internet di indonesia yang belum merata, hanya terpusat di jawa saja. Syukur deh pemerintah sudah melek kepedulian, semoga semua anak-anak indonesia bisa merasakan internet tanpa terkecuali

    Reply

Leave a Comment

Verified by ExactMetrics