Pahlawan Kecil Jaga Alam

 

Setiap hari pasti kita berhadapan dengan sampah. Jika orang tua saja masih banyak yang suka buang sampah sembarangan, apalagi anak-anaknya? Maka dari itu kita harus bisa mulai menanamkan rasa peduli dan tanggung jawab terhadap sampah kepada anak-anak sejak dini. Kita terapkan pola anak peduli sampah dengan cara lebih bijak berplastik dan atau mengajak anak-anak menjadi pahlawan kecil jaga alam.

Memang ada banyak cara untuk kita berkontribusi dalam menjaga alam dan lingkungan.

Beberapa cara untuk menjaga dan memelihara lingkungan:

Tidak buang sampah sembarangan

Membuang sampah sembarangan, apalagi kalau buang sampahnya di sungai dapat mengakibatkan aliran air yang ada di sungai menjadi terhambat, menjadi tersendat, aliran air tak lancar dan inilah yang menjadi salah satu pemicu timbulnya banjir. Kan yang rugi kita juga

Belum lagi banyak diberitakan itu ikan-ikan mati dan setelah diteliti, banyak ikan yang di pencernaannya didapat sampah yang tidak bisa diurai. Tidak hanya merugikan manusia, buang sampah sembarangan juga bisa merugikan mahluk hidup lainnya.

Tidak membakar sampah

Tahu sendiri namanya sampah itu ya kotoran. Membakar sampah dapat menghasilkan gas-gas yang bau, tidak sehat diserap indra penciuman dan secara ilmiahnya menyebabkan kerusakan ozon. Jadi kalau bisa, di daerah padat hindari membakar sampah.

Menghemat Energi

Ini sih bisa kita lakukan dengan cara menghemat listrik, menghemat air, dan menggunakan barang yang terbuat dari bahan baku produk daur ulang.

Menggunakan Produk Daur Ulang

Strategi pengelolaan sampah padat melalui pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan juga pembuatan material bekas pakai, bisa didapatkan dari sistem manajemen sampah modern dan bagian ketiga pada proses hirarki sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace). Jadi sampah pun bisa berguna.

Menanam Pohon

Manfaatnya banyak sekali. Mencegah terjadinya abrasi sehingga terhindar dari longsor. Kalau menanam pohondi pantai, bisa mengurangi erosi pantai

Kebiasaan itu mungkin bukan hal hal yang baru buat orang tua atau orang dewasa. Tapi bagaimana dengan anak-anak kita? Meski sudah banyak anak yang menerapkan hal tersebut dalam kesehariannya tapi tidak sedikit juga justru yang samasekali belum memahami cara menjaga alam.

Kebetulan saya ikut instagram live obrolan tentang jaga alam Minggu 19 September 2021 jam 15.00-16.00 wib bertemakan Pahlawan Kecil Jaga Alam yang diadakan sekolah.mu bekerjasama dengan Aqua Lestari Danone.

Jadi dalam obrolan itu dibahas bagaimana cara menerapkan sejak dini terhadap buah hati kita untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga alam dan lingkungan.

Seperti contoh sederhana yang bisa kita lakukan dari rumah ialah dengan cara memilah sampah. Mungkin ini terlihat sepele, tapi dampaknya hingga kelak mereka dewasa sangatlah besar.

Mendidik anak jadi pahlawan penjaga alam dan lingkungan

Memilah sampah sejak dini untuk jadi pahlawan kecil jaga alam

 

Memilih sampah bukan berdasarkan warnanya. Tetapi informasikan dengan konsisten jika setiap komponen sampah itu memiliki kelompoknya sendiri dan masing-masing memiliki kekuatan serta kegunaannya yang berbeda.

Meski sepele tapi kenyataannya tidak mudah lho mengajarkan kepada anak soal memilah sampah ini. Kuncinya ialah terus saja menjadi contoh yang baik untuk anak kita. Terus lakukan kebaikan sehingga anak berada di lingkungan yang tepat sehingga besar dalam kebiasaan yang baik dan benar.

 

Comments

  1. Memberikan contoh kepada anak adalah dengan orang tua mempraktikkannya. Seperti soal buang sampah sesuai tempatnya ini bisa dimulai dari rumah. Memilah sampah mana yang bisa didaur ulang dan mana yang tidak idealnya dimulai sejak kecil. Maka lingkungan rumah dan sekitarnya menjadi makin bersih dan asri.

  2. Anak mah gimana kita cara mengajarkannya ya Teh, setidaknya memberikan contoh menjadi role mode jadi aja ngikutiin. Mulai dari hal kecil aja dengan memilaah sampah di rumah, mempunyai senssasi tersendiri.

  3. Menggunakan produk-produk daur ulang ini yang bisa kita lakukan untuk mengurangi produksi sampah yang makin hari makin meresahkan.

  4. Aku pernah punya pengalaman lucu yang jadi pembelajaran sampai sekaraang. Jadi waktu itu, aku sedang travelling sama sahabat. aku belum terlalu aware tentang membuang sampah pada tempatnya. Makanya, aku buang botol bekas minum sembarangan. Dan aku diomeli sahabatku. Dia memaksaku untuk memungut kembali botol bekas itu. Dudududu… Kebayang betapa malunya aku waktu itu… Hehehehee

  5. Kalau buang sampah di tempatnya sih, sudah saya biasakan ke anak2 sejak dini. Cuma secara fasilitas kebersihan di sekitar memang menurutku masih minim sih.

  6. Tidak buang sampah sembarangan, hal mudah & kecil tapi masih aja banyak orang yang ga taat ya. Harusnya sih ada kesadaran dari diri sendiri, padahal untuk kepentingan bersama juga ya menjaga alam.

  7. Masalah sampah memang tidak ada habisnya. Alhamdulillah sampah di RT Mpo dikumpulkan dan dijadikan uang buat kegiatan sosial.

  8. Mpo kumpulkan sampah dan taruh sampah bersih di atas loteng biar tidak ganggu aktivitas keluarga

  9. Senangnyaaa karena sekarang banyak banget kesempatan kita utk belajar menjaga lingkungan dgn makin baik.
    Acara seperti ini edukatif dan sangat menarik utk diikuti.
    ilmunya bisa dibagikan ke banyak kalangan ye kan.

  10. Wah, kalo urusan bakar sampah huhuhu aku masih suka melakukan. Karena sampahnya ini benda-benda jadul yg mesti dimusnahkan. Contohnya surat² u.gebetan yang ternyata masih tersimpan. Kl dirobek aja kayanya gak cukup wkwkwk. Makanya aku bakar deh

  11. Paling sebel sama tetangga yang suka bakar sampah pas di belakang rumah saya teh. Kesel banget. Btw kegiatan memilah sampah ini benar-benar menjadi sebuah tantangan ya teh, karena mayan juga harus disiplin hehe btw nuhun dah diingatkan yaa.

  12. Ini acaranya bagus banget ya mbak, aku ikutan juga. Salut sama salah satu pematerinya, aku lupa namanya. Dari kecil sudah diajarkan oleh ibunya untuk menjaga lingkungannya, jadi sekarang diajarkan ke anaknya.

  13. Sebenarnya untuk menjaga alam ngga cukup hanya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kita harus mulai peduli juga, setelah dari tempat sampah, sampah-sampah ini akan dikemanakan dan diapakan. Yang penting juga adalah, bagaimana agar tidak timbul sampah baru? Jujur, saya juga masih harus belajar tentang ini. Apalagi saya ni sering belanja online, otomatis sampahnya banyak kan..

    Saat ini yang bisa saya lakukan hanya mencoba mengurangi sampah dengan mengompos dan reuse. Kalau ada botol plastik, saya jadikan self watering pot. Lumayan bisa mengurangi jumlah sampah yang harus dikirim ke TPA.

  14. Sebenarnya untuk menjaga alam ngga cukup hanya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kita harus mulai peduli juga, setelah dari tempat sampah, sampah-sampah ini akan dikemanakan dan diapakan.
    Yang penting juga adalah, bagaimana agar tidak timbul sampah baru? Jujur, saya juga masih harus belajar tentang ini. Saat ini yang bisa saya lakukan hanya menecoba mengurangi sampah dengan mengompos dan reuse. Kalau ada botol plastik, saya jadikan self watering pot. Lumayan, meski kecil, tapi bisa dipakai untuk menyemai benih.

  15. Menanamkan kebiasaan baik memang bagusnya sedari kecil. Karena butuh proses. Termasuk kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.
    Ini penting karena jumlah sampah makin hari makin banyak. Sementara kemampuan untuk mengolah sampah masih minim sekali. Sehingga sampah yang ada teronggok begitu aja, memenuhi TPA.
    Semoga anak-anak kita bisa memiliki kesadaran dalam mengolah sampah agar persoalan sampah di masa depan bisa teratasi.

  16. Menanam pohon bisa jadi pilihan yang tepat. Dan aku setuju kalau bagaimanapun ini harus dilakukan diajarkan sejak dini ke anak

  17. Menanam pohon bisa jadi pilihan yang tepat. Dan aku setuju kalau bagaimanapun ini harus dilakukan diajarkan sejak dini ke anak ya 🙂

  18. Teh Okti, aku dateng juga nih…di LIVE IG Sekolahmu mengenai Pahlawan Kecil Jaga Alam. Betapa besar peran kebiasaan dari sebuah keluarga untuk keberlangsungan kelestarian alam. Aku suka sekali dengan penjelasan sederhana dari masing-masing pembicara yang memposisikan sebagai pendidik dan Ibu.

  19. Menurutku, kita seharusnya udah melewati tahap sekadar membuang sampah ditempatnya… maksudnya kita sekarang juga harus mulai masuk ke tahap berlatih memilah sampah dan memanfaatkannya kemabli untuk keperluan lain. Bahkan kalau perlu sedapat mungkin mengurangi sampah. Misalnya mengurangi penggunaan kantong plastik atau mulai memanfaatkan sampah dapur, seperti potongan sayur untuk kompos.

  20. Ini tuh hal2 sepele, gampang banget dilakukan sebetulnya. Cuma sayang ya, orang2 dewasa aja banyak yg susah buat lakuin. Kita sebagai orangtua memang harus konsisten kasih contoh buat anak2, supaya anak terbiasa jaga alam dan lingkungan.

  21. Membiasakan dari kecil itu sulit ya mba Meskipun terlihat sepele tapi kenyataannya tidak mudah lho mengajarkan kepada anak soal memilah sampah apalagi membuat sampah pads tempat nya Aja perlu waktu

  22. Soal.memilah sampah nih panutan aku drakor, mereka tuh begitu konsisten soal sampah ini, makanya banyak tempat di korea bersih karena di awali dari tiap rumah yang juga komitmen soal sampah

  23. anak kecil butuh juga diajari milah sampah buat belajar dan menghargai lingkungan karena tahu sendiri anak kadang tidak peduli sama beginian ya mak
    aku sendiri belum sampe menanam pohon seh cuma sampai menyiram tanaman. soale kalau pohon kan pasti gede mak xixi

  24. dulu lingkungan rumah ada namanya tempat bakar sampah teh duh meni sebel eta asep jeung baunya selepas itu akhirnya ada tukang smpah deh jadi ga ada lagi yang bakaran

  25. Hal kecil tapi berdampak besar. Semoga kita semua bisa memulai dari hal kecil ini sehingga berdampak besar untuk lingkungan.

  26. Memilah sampah memang harus menjadi kebiasaan sehari-hari, jadi anak-anak pun ikut melakukannya dengan meniru kebiasaan ini. Saya baru memisahkan sampah plastik, kardus, untuk diberikan di bank sampah RT. Sedangkan sampah sayuran untuk pupuk organik. Ternyata ini bisa juga menjadi pahlawan kecil untuk jaga alam kita ya Teh

  27. Memilah sampah memang harus menjadi kebiasaan sehari-hari, jadi anak-anak pun ikut melakukannya dengan meniru kebiasaan ini. Saya baru memisahkan sampah plastik, kardus, untuk diberikan di bank sampah RT. Sedangkan sampah sayuran untuk pupuk organik. Ternyata ini bisa juga menjadi pahlawan kecil untuk jaga alam kita ya

  28. Aku paling muak kalau nemuin sampah, terutama sampah plastik di area alam, lalu yang membuang itu ngaku pencinta alam. Duh, jangan datang deh kalau cuma jadi toxic, sampai kadang miris banget. Kadang dulu sama temen-temen bawa karung atau kresek buat mungutin sampah dan kita buang begitu sampai bawah

  29. Damar Aisyah says

    Iya, masih banyak yang salah mengartikan pemisahan tempat sampah. Atau enggak emang juga bodo amat, asal ada tempat sampah main cemplung aja. Jadi nggak guna ada beberapa jenis tempat sampah. Hal yang sepele dan sepertinya sudah sangat lama digaungkan tapi tetep aja masih banyak yang belum tahu, atau nggak mau tahu. Urusan sampah memang masih PR banget

  30. Masalah sampah ini selalu saja ada, kita udah hiang sampah pada tempatnya, ada aja yang sembarangan. PR buat aku, aku masih suka bakar2 sampah

  31. Masalah sampah ini selalu saja ada, kita udah membuang sampah pada tempatnya, ada aja yang sembarangan. PR buat aku, aku masih suka bakar2 sampah…

Speak Your Mind

*

%d bloggers like this: