Tanggap Yang Lengkap Buat Anak Jago Kandang

Tanggap Yang Lengkap Buat Anak Jago Kandang

Setiap keluar rumah, selalu saja terdengar bisik-bisik “Tuh, anak jago kandang lewat.” Atau kalimat lain yang tak jauh beda nyinyirannya; “Namanya anak mami ya kemanapun harus didampingi mboknya.”

Meski pura-pura tidak terdengar tapi telinga ini panas rasanya. Meski wajah saya pasang seramah mungkin berhiaskan senyum terindah tapi dalam dada asli nyesek dan nyelekit. Karena bagaimanapun saya tahu, semua cibiran dan nyinyiran itu ditujukan kepada Fahmi, putra saya.

Emak mana yang tidak sakit hati kalau anaknya sendiri selalu jadi bahan omongan dan cibiran? Meski tidak diambil hati, anjing menggonggong saya dan Fahmi tetap jalan berlalu, namun kalau keseringan ya mangkel juga lah. Disitu emak harus bisa mencari cara mengendalikan emosi.

Meski semua yang diomongkan mereka memang ada benarnya. Ya, Fahmi putra saya memang punya sifat pemalu. Ia akan susah bisa beradaptasi dengan teman main atau lingkungan. Karenanya ia akan memilih sendiri atau menghindar dari keramaian. Beda kalau di rumah ia bisa dibilang lincah dan tidak “sembunyi-sembunyi”. Wanter kalau istilahnya di daerah Sunda mah.

Karena itu banyak orang yang nge-judge Fahmi sebagai anak jago kandang, anak mami, dan sebutan lainnya yang mereka pilih. Selama ini saya tidak menanggapi. Selama tidak mengganggu, tidak merugikan. Sebagaimana anak saya juga tidak merugikan mereka. Saya tetap konsisten dengan cara mendidik anak yang baik.

Yang saya lakukan adalah tetap memantau perkembangan anak. Mendorong Fahmi supaya terus bisa jadi anak yang percaya diri, pertumbuhan dan perkembangannya wajar dan memiliki tanggap yang lengkap. Semuanya itu bisa didapat dengan berawal dari pertumbuhan otaknya.

Biar orang ngomongin saya so kaya gara-gara ketemu di minimarket dan dia lihat kalau saya beliin susu anak yang “tidak biasa”. Mungkin belum tahu kalau nutrisi yang dimiliki susu tersebut memang itu yang dibutuhkan Fahmi. Nutrisi yang tepat dapat membantu perkembangan kecerdasan dan karakter. Sehingga semakin tumbuh besar, anak tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual tapi juga kecerdasan emosional dan kecerdasan sosial.

Saya mengutamakan nutrisi untuk anak melalui susu yang disukainya karena saya tahu Fahmi agak susah makan makanan sumber protein hewani. Jika anak tetangga doyan makan daging ayam dan sate daging, Fahmi lebih memilih makan dengan sayur dan atau olahan daging cepat saji seperti sosis atau nugget. Jadi bagi saya dan suami tidak masalah beli susu yang harga di atas yang biasa, karena saya tahu kandungan yang dimilikinya pun lebih lengkap dan banyak.

Dengan kondisi Fahmi yang pemalu dan memerlukan cukup waktu untuk beradaptasi, saya mencoba memberinya minum susu Bebelac baru yang disempurnakan. Susu Bebelac baru mengandung lebih banyak minyak ikan dan Omega 6. Ditambah 13 macam vitamin yang sangat dibutuhkan anak dan mineral.

Diharapkan kelak anak tidak hanya pintar bicara, berhitung atau cerdas lainnya tapi juga dapat belajar berkomunikasi. Jika selama ini Fahmi berani “tampil” di hadapan saya, ayahnya dan teman-teman mengajinya di rumah, kedepannya saya ingin Fahmi mulai tumbuh rasa sadar dirinya, timbul sikap menerima dan menghargai dan mampu menguasai dirinya. Sehingga ketika masuk sekolah nanti ia akan semakin mudah bergaul, memahami, dan mempercayai orang lain selain keluarga di rumah.

Saat di rumah sudah terlihat sikap Fahmi yang mau menolong secara spontanitas, mau membantu jika melihat orang repot dan menawarkan dirinya ingin ikut berkegiatan maka di sekolahnya nanti saya harap ia akan bersikap dan melakukan hal-hal tersebut dengan lebih baik lagi.

Uang masih bisa dicari, tapi tumbuh kembang anak hanya sekali selama seumur hidupnya. Jika tidak sejak dini membantu perkembangan serta pertumbuhannya maka dikhawatirkan dewasa kelak anak tidak terpenuhi kebutuhan nutrisinya dan itu fatal.
Saya tidak ingin itu terjadi. Karenanya coba memilih Bebelac baru untuk buah hati supaya anak tidak hanya pintar tapi juga memiliki sikap tanggap yang lengkap.

Masih banyak informasi terbaru terkait Bebelac baru. Kita bisa menggali semua informasinya termasuk mencari tahu Pentingnya Omega 3 & 6 Sebagai Nutrisi Otak Anak.

42 thoughts on “Tanggap Yang Lengkap Buat Anak Jago Kandang”

  1. Maxy jg kurang gaul tapi biasanya hanya butuh adaptasi aja sih teh.
    Kalau udah nyaman biasanya ya mau aja gabung main. Yg penting anaknya nyaman, kita aja yg dewasa kalau gak nyaman gaul ma org ya melipir aja hehe

    Reply
  2. Masalah jago kandang sih yaanak-anak beda2 kan wa sifatnya dan saudara saya juga gitu dia berani di rumah tapi giliran ke luar rumah diem aja. Kayaknya emang dari kecil harus di butuhkan nutrisi sama suport dari orang tua juga buat anak tumbuh dengan percaya diri.

    Reply
  3. Ya Allah jahat banget itu yg ngata2in. Semoga Fahmi kelak jadi jagoan yg sebenarnya yaaa. Yang penting support ortu selalu utama

    Reply
  4. Kalau mnrt sy anak umur sgt g bs dong diledek jago kandang. Hehe. Apalagi kalau sang emak sdh tau anaknya mmg introvert. Tiap anak akan berkembang, adekku dulu wkt kecil pemalu n drmh aja. Sekarang? Bepetualang banget! Sukses untuk anaknya y teh okti. Smg jd anak yg supel n berguna dimasa depan nanti. 🙂

    Reply
  5. Sama kaya anakku yang besar teh. Alhamdulillah ya kita sebagai orgtua bisa mendampingi anak selalu dan memberikan yang terbaik untuk anak kita

    Reply
  6. Kandungan gizi di bebelac lengkap juga yah. Bisa jadi rekomendasi buat masyarakat nih, bahwa anak-anak memang perlu gizi yang seimbang. Jadi tumbuh dan kembangnya bagus

    Reply
  7. Sabar ya mbak, jangan sampai ada yang pecah haha…susah memang kalo dengar nyinyiran orang, di diemin merajalela, dibalas juga ga ada guna, tapi ya kita manusia juga, bisa meledak juga

    Reply
  8. Fahmi pinter, karakter setiap anak memang beda2 harus pelan2 ya teh buat ngerubahnya. Insya alloh dukungan orangtua dan dengan nutrisi yang tepat anak bisa lebih tanggap dalam tumbuh kembangnya

    Reply
  9. nanti kalau udah sekolah lama lama anak jadi gak pemalu lagi, eh itu kejadian loh sama anak aku yg pertama.. karena sebelumnya dia memang pemalu banget sih kalau sama orang yang baru kenal..

    Reply
  10. Dulu saya juga pemalu kayak dek fahmi.
    Maju ke panggung aja musti nangis dulu minta di temenin ibuk.

    Eh sekarang malau merantau sendirian kejakarta.
    Hahhaaha
    Dan..
    suka banget tampil tampil wkwk

    Kadang apa yang terjadi di anak kecil, bisa berubah pas udah gede ya 😀 Karena smua anak pasti punya kelebihan ^^
    Semoga lama lama nanti dek fahmi nggak pemalu lagi ya, semoga jadi anak sholeh juga tentunya.

    Reply
  11. Nggak usah didengerin yang suka nyinyir begitu, mereka ga bantuin cari duit buat beli susu juga, hehehe. Setiap anak istimewa, dan tugas kita sebagai.orangtua adalah memfasilitasi dan mengawal tumbuh kembang anak, termasuk memberikan nutrisi yang terbaik.

    Reply
  12. Fahmi sama kaya tante Nchie, kaka olive, jago kandang aja, yang penting bisa buat diri sendiri. Tapi jangan takut, butuh adaptasi aja, ntr juga engga koo..belom menemukan yang nyaman aja ituh.
    Hmm, boleh donk minta cucu bebelacnya Fahmi, tante juga mauu biar cepat tanggap niih hahhaa

    Reply
  13. Aku juga dulu jagoan kandang mba.
    Jangan pernah nyerah ya mba buat mendidik dan memantau perkembangan anak, orang lain mah cuekin aja.

    Reply
  14. Anak pertamaku dulu juga jago kandang banget.. di rumah ceriwis, begitu diajak keluar langsung diam seribu bahasa. Gara-gara sering tak ajak jalan-jalan kenal orang, makin ke sini malah suka SKSD sama orang, wkwk

    Reply
  15. Anak kecil emang beda2 ya teh..ga bisa disamain harus wanteran semua. N yg pasti ada fasenya..yg penting fahmi sehat n rajin minum susu bebelac nya

    Reply
  16. Luigi juga kayak gt, tapi aku mikirnya mgkn dia masih adaptasi. Jadi tak ku gubris omongan orang ttg anakku hihi.
    Sufornya Luigi dlu mau pakai ini, tapi akhirnya ganti merk laen hihi

    Reply
  17. Mending jago kandang daripada ngalay anaknya kelayapan kemana mana hiiiiyy.. btw Baby Lim pernah coba Bebelove mba, tapi ga cocok karena anakku alergi susu sapi 🙁

    Reply
  18. Jujur saya juga sempat ngerasa anak jago kandang, tapi setelah diperhatikan, dia memang memilih beradaptasi dulu sampai merasa nyaman seperti di rumah. Sebagai orang tua, kita harus terus memantau Nutrisi dan perkembangan anak ya teh. Semangat

    Reply
  19. Duh,kok jago kandang sih, dek? moga segera berlalu ya julukan ibu, adek jagoan berkembang seperti elang yang mengepak, dan tetap punya empati sebagai jagoan tanggap yang lengkap

    Reply
  20. Ya Allah, ini komentar panjang amat. Hahaha.
    Justru sekarang itu zamannya anak ga hanya jago akademik. Anak perlu menguasai komunikasi, kolaborasi, sama 2 lagi lupa. LOL. Semangat ya Fahmi!

    Reply

Leave a Comment