Drama Parkiran dan Informasi Harga Mobil Terbaru

Drama Parkiran dan Informasi Harga Mobil Terbaru

Harga mobil terbaru kisaran berapa ya, tiba-tiba melintas dalam pikiran untuk segera di-browsing manakala kekesalan ini sudah memuncak. Gimana tidak kesal, gara-gara tidak punya mobil kami sempat kebingungan bukan kepalang ketika akan berangkat ke luar kota. Saking buntunya pikiran terlintas kalau Si Dukun sepeda motor kami mulai dipertimbangkan untuk diganti gara-gara kami kesulitan menemukan tempat parkiran!

Jadi ceritanya Rabu kemarin itu kami harus berangkat ke Kabupaten Kuningan, bertepatan dengan hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat 17 Agustus 2018.

Kepikiran beli mobil biar sampai tepat waktu di basecamp

Untuk sampai ke lokasi, kami memerlukan waktu seharian bahkan mungkin lebih mengingat perjalanan dari rumah di Cianjur Selatan ke Kabupaten Kuningan itu melewati beberapa titik kemacetan seperti di kota Bandung, Sumedang, dan beberapa titik kemacetan lainnya.

Jika akan start mendaki Kamis pagi, maka paling lambat hari Selasa sore kami harus sudah berangkat dari rumah. Padahal baik suami maupun Fahmi putra kami, mereka kan masih sekolah. Sayang banget kalau sampai meninggalkan sekolah dan banyak izin nya.

Akhirnya setelah menimbang-nimbang bagimana jalan terbaiknya, kami memutuskan untuk menggunakan Si Dukun sepeda motor kami dari rumah sampai Terminal Cicaheum Bandung.

Sempat bingung saat mau berangkat karena ga ada tempat buat simpan sepeda motor

Dari Caheum, kami akan melanjutkan perjalanan menggunakan bus DAMRI yang lewat ke Linggarjati. Memilih pakai bus karena kalau menggunakan roda dua, perjalanan jauh dengan membawa anak plus carrier segede kulkas kan gak safety banget. Belum lagi suami sang pengendaranya pasti kelelahan. Sementara kalau pakai bus kami bisa istirahat dan barang bawaan juga aman. Dengan kata lain untuk itu kami harus menemukan tempat menitipkan sepeda motor yang aman di sekitar Cicaheum.

Karena kalau gak pakai sepeda motor dari rumah, akan lebih mahal di ongkos dan jauh lebih ribet urusannya.

Saya pun mencari informasi tentang penitipan motor di Cicaheum dan sekitarnya. Mulai dari twitter, tanya ke group Blogger Bandung, sampai kontak satu-satu teman yang tinggal di Bandung siapa tahu ada yang punya informasinya.

Tapi sampai seminggu lebih saya cari sana-cari sini, semua nihil. Katanya tidak ada penitipan motor sekitar Cicaheum. Yang memberi informasi justru adanya di Leuwi Panjang. Hemm… Ini bisa saja sih, kami titip motor di terminal Bandung yang jurusannya ke beberapa daerah di wilayah barat ini, tapi itu berarti dari Leuwi Panjang kami harus naik abisin waktu lagi ke Cicaheum nya.

“Jangan menyerah. Pasti akan ada tempat buat Si Dukun,” ujar suami menyemangati.

Saya pun terus mengontak lagi semua teman-teman di Bandung demi bisa mendapatkan informasi tentang tempat menitipkan sepeda motor. Tapi hasilnya selalu zonk! Gimana tidak kesal?

Karena itu saya dan suami sempat aral. Kepikiran untuk menjual saja Si Dukun lalu uangnya buat nambah-nambah cari kendaraan roda empat yang bisa memfasilitasi kami.

Ya, kan kalau pakai mobil meski jauh tapi kami bisa melakukan perjalanan lebih baik. Mobil bisa membawa semua perlengkapan mendaki kami, anak juga kalau mau tidur atau main kalau dalam mobil bisa melakukannya sesuka hati. Hujan atau panas perjalanan tetap lanjut. Gak harus stress mikirin dimana mau titip sepeda motor lagi. Karena itu jadilah kami kepikiran nyari informasi harga mobil terbaru supaya bisa nyari kendaraan pengganti Si Dukun.

Tapi rupanya Tuhan menjawab doa kami. Dua hari sebelum waktu kami harus berangkat, tiba-tiba sepupu dari Tasikmalaya mengabarkan kalau tempat kerjanya di Padasuka bisa dititipi sepeda motor.

Ketepatan waktu sesuatu yang penting ketika mendaki

Wah, senangnya kami bukan main. Apalagi daerah Padasuka termasuk dekat ke Cicaheum. Setelah deal sepeda motor bisa disimpan di tempat kerjanya sepupu, kami pun mulai berpikiran tenang dan perasaan terasa lega.

Fahmi di Terminal Cicaheum, sepulang dari Kab..Kuningan

Alhamdulillah, kini kami sudah kembali ke Cianjur dan pendakian kami ke Gunung Ciremai pun telah terlaksana tepat pada waktunya..

Comments

  1. Waaah, keren pendakian gunung sekeluarga, selalu suka tulisan teh okti tentang kecintaan keluarga terhadap alam, kerenlah, semoga si dukun sehat selalu

  2. Keluarga alam banget ya teh Okti,, seneng denger ceritanya yang suka naek gunung huhu dah lama bangetbaku ga naek gunung. Semoga nanti kita bisa naik gunung bareng ya teh hehe.

  3. Ya ampyun aku lupa udah perbah naik gunung belum ya hahaha hanya pernah camping di Cilumpang apa ya hahaha…good kak udah mengenalkan alam pada anak anak sedari kecil ya

  4. Alhamdulillah, semoga kemanapun perjalanannya, apalagi naik gunung selalu dilindungi oleh Allah Swt yah, dan jangan lupa oleh-olehnya buat daku

  5. Paling sebel memang kalau melewati beberapa titik kemacetan mbak, nunggunya itu lho. Kadang bisa nyampe berjam-jam, iya kalau cuaca pas adem kalau pas panas, emang agak ribet hehe
    BTW ikut seneng bisa refreshing bareng keluarga tanpa khawatir nitipin kendaraan 😀

  6. Emang kalau anak makin gede dan bawaan buat mendaki makin banyak enaknya pakai mobil ya Teh 😀
    Moga ada rezeki buat beli mobil baru. SI Dukun tetep dikeep aja biar bapak ibunya kalau pergi berdua pakai itu hehe

  7. Senangnya masih sempat mendaki gunung dan alami berbagai tantangannya.. Sekeluarga pun jadi petualangan seru ya kak, bener juga, transportasi jd pendukung nomer satu.

  8. Kalau suka naik gunung, beli mobilnya yang gahar yak hehe.. 4WD tuh biar ga selip bannya

  9. Hehehe, Teh Okti ni, kirain nulis tentang harga mobil beneran. Sempet penasaran, ni mo bahas mobil merek apa ya? Saya sendiri emang sering juha Teh kepikir kapan ya bisa punya mobil. Biar bisa pake baju panjang yang nggak usah dipikirin gimana ngangkatnya kalo pas dibonceng motor. Hehehe…

  10. Teteh asik bngt deh klo gini keluarganya traveling k gunung aku blm.pernah ajak anak2 kyk gini… aamiin smoga dipermudahlah punya mbil

  11. Wah senengnya sekeluarga bisa mendaki, beneran keluarga petualang ini mah..keren teh..selalu ada drama di tiap perjalanan ya termasuk masalah parkiran ini hehe..

  12. Kok aku jadi penasaran sama perjalanan dek fahmi nahlukin ciremai ya bu? Duuh.. Aku salut bgt sama dek fahmi… Aku aja yang uda gede gini belum tentu kuat loh bu…

  13. Hebatnya si kecil ikut mendaki sehingga kebersamaan keluarga tetap terjaga, jadi keluarga pendaki ini sukses ya mbak

  14. Saya masih rada ngeri kl mendaki, dulu pernah nyobain tapi gak kuat dan nyerah mbak. Wkwkwk
    Ternyata saya kalah samasi kecilnya mbak Okti.

  15. jadi ingat kemping aku bbpa waktu lalu, kendaraan emang dititip di rumah warga, dan itu emnag kita bayar, tapi lumayanlah, timbang maksain diri…

  16. Semoga Allah mudahkan untuk mendapatkan rezeki yang berlimpah pengganti si dukun…

  17. Wew mantep dedeknya ikutan. Anteng gak mba? Minta gendong gak? Hehe.

  18. Hebat iih Fahmi mau ikut berpetualan barenga mama papanya. Iya lah, Mba okti kalau bawa bocah bawaannya juga makin banyak.

  19. Aku pernah mengalami kejadian begini teh… Tapi bukan motor, tepatnya binatang peliharaan mau taro ke petshop mahalnya luar biasa sehari. Eh tanya-tanya teman syukur deh ada yg bisa dititipin. Lega rasanyaaaa

Speak Your Mind

*