Jalan ke Karawang: Terkuaknya Tiga Bocah WNI di Taiwan Bernama Fahmi

Sebenarnya bingung mau kasih judul tulisan ini apa, yang pasti aku mau cerita kalau saat jalan ke Karawang tadi, baru tahu kalau anak dari kami bertiga: anakku, anak Mas Anto Budianto dan anaknya Mas Hartono Beru sama-sama bernama FAHMI!

Benarkah? Seakan tak percaya, itu yang aku rasakan saat pertama kali Mas Hartono berkomentar “Kok ya bisa sih nama anak samaan? Aku akan sidangkan nanti,” guraunya.

Emang anak siapa dan namanya siapa? Tanyaku belum ngeh kemana arah pembicaraan.

“Fahmi…”

Mendengar satu kata nama yang sangat aku rindukan itu, aku langsung teringat anak yang sedang ditinggal bersama neneknya di rumah. Fahmi? Tiga anak bernama sama? Anakku? Dan anak siapa lagi?

“Ya anakku dan anak Mas Anto juga!” Benar-benar terkejut aku dibuatnya. Subhanalloh… Ternyata anak kami memang bernama sama, Fahmi… Haha, kok bisa ya?

Anak Mas Hartono bernama Ahmad Fahmi…. (Apa gitu masih ada nama panjangnya) Usia 4 tahun. Anak Mas Anto Muhammad Fahmi… Masih ada nama panjang juga) Budianto, usia 3 tahun dan anakku Muhammad Fahmi Nurul Hilmi Kurniawan, usia 1,5 tahun.

Kami yang sekembalinya dari Taiwan baru jumpa lagi di Karawang untuk pertama kalinya ini merasa takjub saat mengetahui kalau anak kami sama-sama bernama Fahmi, haha!

Karena kami para orangtuanya menginginkan anak pintar dan mengerti (faham) karenanya nama Fahmi dipakai… Kira-kira demikian kesimpulanku atas kesamaan nama anak yang tidak disengaja kami buat.

Ya, semoga Fahmi-Fahmi kami ini kelak menjadi generasi bangsa yang sehat, soleh, dan membanggakan kami para orang tuanya. Amin…

“Suatu saat, 3 Fahmi ini harus kita pertemukan,” begitu kata Mas Hartono. Hihi…

Speak Your Mind

*