Anak Hebat Dunia Akhirat

Anak Hebat Dunia Akhirat

Seorang mom blogger yang punya niche parenting kasih komentar di status saya ketika saya bilang, Fahmi putra saya tidak bisa ikut lomba karena anaknya pemalu, gak bisa berprestasi: “Gak harus tentang prestasi dalam artian dapat piala atau berani tampil, kok. Anak yang bisa mandiri makan sendiri juga termasuk prestasi dan bisa ikut lomba. Fahmi bisa naik gunung, kan, prestasi juga.”

Terasa sejuk rasanya dalam hati setelah membaca pemikiran mom blogger sekaligus bunda bijak ini. Disaat orang tua lain pada membanggakan anak yang pandai menari, menyanyi, dan atau penampilan lain, sementara di sisi lain orang tua yang punya anak pemalu dan tak pandai perform merasa tersudut dan terkucil.

Tapi tidak dengan mom blogger yang satu ini. Melalui pendapat nya yang berimbang, bunda dua anak ini bisa jadi penenang dan mendamaikan.

Benar, bagi seorang anak mungkin dibilang berprestasi karena ia pandai menari di atas panggung ditonton banyak orang. Tapi bagi anak lain, sudah bisa makan sendiri saja itu pun bisa dikatakan sebagai prestasi yang membanggakan. Karena kemampuan satu anak dengan anak lain jelas beda.

Sebagai orang tua seharusnya saling mengerti bahwa satu anak dengan anak lainnya jelas berbeda dan punya kelebihan serta kekurangan masing-masing. Tidak perlu mengelompokkan anak berprestasi dan tidak, tidak juga membedakan antara anak pemberani dan anak pemalu. Karena semua anak istimewa.

Saya tahu Fahmi putra saya punya sifat pemalu dan susah beradaptasi jika bertemu orang asing. Menyendiri dan mencari ketenangan menjadi pilihannya daripada main ramai-ramai dan berada diantara kebisingan. Meski lama-lama Fahmi akan terbiasa dan bisa mengikuti permainan yang diadakan teman sebayanya. Tapi tentu saja saya tetap bangga padanya. Tetap memperlakukan bahwa ia anak yang luar biasa, anugerah buat kami yang tidak terhingga nilai nya.

Saya yakin Fahmi bisa seperti anak pada umumnya bila ia sudah terbiasa. Tumbuh kembang anak sangat saya perhatikan. Karenanya sejak dini tidak ada kata lelah untuk terus memberinya stimulasi supaya ia bisa tumbuh dan berkembang sewajarnya.

Saya selalu ajak Fahmi untuk ikut serta jika saya menghadiri suatu acara. Tujuan utamanya tetap pendidikan anak supaya ia lebih banyak mengenal lingkungan lain selain lingkungan keluarga di rumah. Saat menemukan hal baru, sebisa mungkin saya terus ajak ia bercerita, supaya ia terbiasa mengeluarkan pendapat, ide dan pemikirannya.

Setiap ada kesempatan mengunjungi toko buku atau perpustakaan –tempat dimana ia betah berlama-lama—sedikit demi sedikit saya mengajaknya belajar membaca. Saya juga selalu ia pancing dengan berbagai pertanyaan seputar buku yang dilihatnya, buku yang ingin dibelinya sampai kisah dalam buku itu sendiri.

Tidak hanya itu, pendidikan karakter dengan menanamkan karakter baik sejak dini pun jadi prioritas kami. Berada di lingkungan yang kental suasana keagamaannya membuat ia mulai mengerti, memahami dan terbiasa.

Pelan-pelan Fahmi mulai memunculkan kelebihannya. Meski harus didampingi, ia mulai mau bermain bergabung dengan anak-anak sebayanya di kampung. Tidak hanya ikut bermain, tapi juga berinteraksi.
Saya perhatikan Fahmi cekatan membantu Angga membetulkan sandalnya ketika Angga yang 2 tahun lebih muda darinya memakai sandal terbalik antara kiri dan kanan.

Fahmi juga meminta izin saya boleh tidak kue dalam kotak makannya dibagikan kepada Salwa, Nonon, dan si kembar Sela Seli, ketika teman seusianya itu bermain di halaman.

Dan masih banyak lagi sikap serta tindakan Fahmi yang membuat saya salut untuk anak seukuran dia. Mengucapkan terimakasih ketika diberi atau dibantu, membantu melakukan pekerjaan yang dilakukan ayah dan ibu, sampai mengasihi binatang peliharaan kami.

Daya ingat dan cepat tanggap dalam proses belajarnya pun saya lihat Fahmi mulai memiliki keunggulan. Meski dalam soal pergaulan Fahmi masih harus butuh waktu lama untuk bisa beradaptasi. Namun saya tidak menyerah, tetap mengajak Fahmi untuk terus mengenal dunia luar dan suasana baru sambil tetap mengajarinya belajar pola hidup sehat, istirahat cukup dan minum susu teratur.

Saya dan suami yakin anak tumbuh hebat dengan tanggap yang lengkap selain karena didukung stimulasi dari orang tua juga karena didukung oleh nutrisi yang mencukupi dari susu yang disukainya. Saat ini Fahmi suka minum susu Bebelac baru.

Silakan berkunjung ke website Bebelac untuk tahu berbagai tips mengenai Pentingnya Omega 3 & 6 sebagai Nutrisi Otak Anak.

Di sana banyak ilmu dan wawasan yang membukakan pemikiran baru bahwa anak hebat tidak hanya punya prestasi tapi juga disertai tanggap yang lengkap. Orang tua semakin tergerak untuk mengarahkan anak-anaknya menjadi hebat yang tidak hanya berprestasi di dunia tapi juga di akhirat kelak.

45 thoughts on “Anak Hebat Dunia Akhirat”

  1. Betul Mba setiap anak memiliki kelebihannya masing2.. Aku ajah PR banged niyy untuk membiasakan si kecil supaya tanggap dalam mengucapkan terima kasih, kalau kata maaf sudah sedikit terbiasa meskipun tidak langsung saat kejadian.

    Reply
  2. Kalau ada reuni keluarga banyak yg membanggakan anaknya, tapi banyak yg ga sadar ada yg tersudut karena anaknya tidak se-wah mereka. Tiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing

    Asal anak sehat, mandiri, sopan dan tekun itu berkah banget ya mba

    Reply
  3. Subhanallah bunda.. memang ya butuh kesabaran luar biasa dalam mendidik anak, setiap anak itu unik memiliki karakteristik yg berbeda beda.. jadi ibu harus menemukan metode yg paling tepat agar anak mampu beradaptasi, cepat tanggap dan sukses dunia akhirat ya bunda

    Reply
  4. Kalau ada reunian keluarga besar pasti ada 1-2 ortu yg menjadikan reuni ajang pamer anak. Kuping suka panas dengernya -__-

    Fokus ke kesehatan, tumbuh kembang anak dan attitude buatku paling penting! Untung ada susu bebelac ya mba

    Reply
  5. Teh okti.. anakku juga prestasi akademiknya biasa saja, dan orgnya pemalu banget. Ga mau tampil di depan umum sendirian. Tapi sy bkn tyoe pemaksa. Dia menjadi anak yg sopan, ramah dan nurut orangtua aja sdh menyenangkan hati saya. ^_^

    Reply
  6. Fahmi spertinya memiliki kelebihan di social skill teh, dan banyak kelebihan lainnya

    jd inget anakku Miko, dia udah kelas 2 sd tapi agak lemah di matematik, tapi di lain itu banyak banget kemajuan di dia yang hrsnya aku lebih apresiasi..

    sebagai orgtua kita sering terlalu demanding terhadap anak tanpa berusaha mencari solusi yang terbaik

    semoga kita semua bisa mendidik anak2 kita dengan lebih baik ya teh

    Reply
  7. Setiap anak punya bakat tersendiri tidak harus prestasi dalam akademik prestasi dalam kemandirian hubungan sosial juga taat beribadah merupakan sebuah prestasi yang bisa dibanggakan orang tua

    Reply
  8. Fahmi ini kebalikan anakku, Teh. Terlalu pemberani sama orang baru dan tempat baru. Jujur, akunya yang kewalahan dan ketakutan.

    Aku setuju Teh, tiap anak istimewa. Punya kelebihan sendiri. Bukan cuma anak pemalu yg dibandingkan, anakku juga sering kok dibanding2kan.

    Tapi gimanapun juga, kalo aku tetep bangga sama kemampuan anakku.

    Reply
  9. Namanya orang tua pasti bangga dengan hal positif yang dilakukan anaknya. Tapi kadang kita lupa dan selalu fokus pada satu hal. Jika kita fokus pada kelebihannya, kita sulit menemukan apa yang masih tertinggal. Sebaliknya kalau kita fokus pada kekurangannya, kita akan lupa pada potensi dirinya di bidang lain. Jadi kalau menurut saya harus seimbang 🙂
    Btw, kok saya terharu ya baca Fahmi membantu Angga pakai sandal. Hebat sekali.

    Reply
  10. Kalau aku selalu percaya bahwa setiap anak itu spesial. Masing2 punya kelebihannya sendiri2. Aku sih sll berusaha utk tdk membandingkan satu anak dg yg lainnya. Susu Bebelac ini ternyata memiliki gizi yg cukup lengkap ya.

    Reply
  11. Aku dulu gitu, suka sedih saat bandingin anak aku yang ketiga dengan anak lain. Anak saya yang diem, pemalu, dan jago kandang, susah banget buat ikutan kompetisi ini itu. Kayak lomba calistung atau lomba mambaca di sekolahnya misalnya. Tapi, saat melihat gimana dia bisa menggambar dengan imajinasi yang tak terbatas, saat lihat gimana dia mau mengalah ke temennya saat bermain, gimana di iba ke temennya yang sakit, saya jadi merenung. Kepintaran anak gak sama. Gak mesti ikut lomba dan berprestasi untuk bisa jadi anak pintar. Dan ya, tanggap lengkap itu juga masuk kepintaran, ya. 🙂

    Reply
  12. Iya mbak, prestasi itu gak cuma prestasi akademis aja. Apalagi anak-anak, gak bisa diukur dari prestasi itu aja. Hidup pun gak melulu butuh prestasi akademis, ada life skills gtu2.
    Soal adaptasi yg agak lama ma temen itu nanti lama2 biasanya kalau anaknya nyaman akan membaur sendiri sama tmn2nya kok 😀
    Btw anakku jg minum Bebelac, rasanya enak, yang madu.

    Reply
  13. Fahmi tuh teh Okti banget ya mukanya.. Btw, hari ini pembgian raport di sekolah Ceuceu. Wali Kelasnya udah wanti2 kalau ranking bukanlah yang utama, apalagi jika anak tidak bisa mempertanggungjawabkan nilai2 yang didapatnya. Alhamdulillah, dapet wali kelas yang sepemikiran…Semoga anak2 kita bisa bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan dan juga mereka dapatkan

    Reply
  14. Orangtua yang baik akan selalu mengasah kelebihan anak ketimbang mengkritisi kekurangan demi kekurangannya.
    Semoga Fahmi menjadi anak yang berkarakter Islami yang kuat, sholih dan menjadi Imam besar pembawa kebaikan untuk orang banyak.
    Aamiin.

    Reply
  15. Setuju, setiap anak itu unik dan setiap anak itu punya kelebihannya masing2… Justru kata banyak psikolog 80% kesuksesan anak ditentukan oleh EQ dan hanya sisanya oleh IQ.

    Reply
  16. Setuju sama komen itu mba, anakku jg yg udh od sekolah gk bagus dibidang akademik. Tp liat mereka mau ttp sekolah itu udh bikin bahagia. Dan lagi, org2 yg menilai anak2ku cuma dr prestasi sekolah jg gk tau kan gimana mereka di rmh, kemandiriannya, sikap sopan santun ke ortu, dll 🙂

    Reply
  17. Beda anak beda kepintaran ya mba.. tapi anak hebat anak yang pintar dunia akhirat, AMIN. Btw Bebelac ini susu nya bagus ya mba, keponakan ku semua nya minum susu Bebelac

    Reply
  18. Baper yaa saat melihat anak orang bisa begini sedangkan anak sendiri gak. Lebih baper lagi saat terima rapor. Gimana kalau anak mendapat peringkat paling buntut di sekolah? Apakah nilai rapor itu segalanya?

    Reply
  19. Setiap anak mempunyai karakter yg berbeda, gak perlu khawatir ya teh mskipun fahmi pemalu, nanti jg lama2 bisa adaptasi sm lingkungan, apalgi diberikan nutrisi yang bisa membantu cepat tanggap dalam.bersosialisasi. Semoga jdi anak cerdas yaa

    Reply
  20. Bagi orang tua zaman sekarang kayaknya penting banget ikut acara-acara parenting begini ya, Mbak, jadi bisa nambah pengetahuan tentang cara mendidik anak yang baik dan membantu perkembangan anak dan pertumbuhan anak dengan baik. Makasi sudah berbagi hal baik begini, Mbak

    Reply
  21. Hebatnya Fahmi peduli binatang. Mungkin karena suka diajak traveling ke alam. Insya Allah tumbuh jadi anak sehat dan bahagia mendapat banyak perhatian dari orang tua.

    Reply

Leave a Reply to Irni Irmayani Cancel reply

%d bloggers like this: