Buka Puasa Bersama Pondok Mengaji Al Hidayah

Buka Puasa Bersama Pondok Mengaji Al Hidayah

Tahun ini Pondok Mengaji Al Hidayah yang kami kelola di rumah tidak mengadakan buka puasa bersama. Ada banyak pertimbangan pastinya sehingga saya dan suami selaku pengurus memutuskan mengambil keputusan tersebut.

Padahal tahun lalu, dan tahun-tahun sebelumnya kami selalu mengadakan buka puasa bersama bersama anak-anak santri Pondok Mengaji Al Hidayah di rumah. Bahkan orang tua anak didik kami ajak ikut serta.

Tapi yang sudah-sudah itu responnya kurang maksimal. Namanya juga di kampung, dengan transisi perubahan jaman yang sangat kuat, sehingga masih ada anak kampung yang mau mengaji (padahal secara gratis pun) sudah bisa dibilang untung. Padahal kalau di kota, mau supaya anak bisa mengaji itu rela harus mengeluarkan biaya tidak sedikit ya? Mungkin itulah perbedaan pemikiran terbuka orang kota dan warga desa. Susah memang kalau bicara tentang sumber daya manusia mah.

Sebagian anak didik di pondok mengaji Al Hidayah yang kami kelola di rumah

Kembali lagi ke soal buka puasa bersama, hal ini kami pilih tiadakan karena berbagai faktor. Pertama karena minat anak santri di tempat kami mengaji setelah ashar sangat kurang. Dari sekian puluh anak yang dititipkan orang tuanya untuk menuntut ilmu di tempat kami, hanya ada beberapa orang saja yang mau datang. Sisanya? Lebih memilih ngabuburit, jalan-jalan dan sejenisnya di sore hari. Memang jalan menuju ke surga itu lebih susah diikuti ya? Jalan ke neraka mahal harganya tapi meski mahal banyak saja yang suka, jadi ingat lagu Bang Rhoma si raja dangdut hehehe

Faktor kedua, banyak anak mengaji yang minggu ke dua bulan puasa (setelah ulangan semester di sekolah) pergi ke luar kota. Entah itu ikut mudik bersama orang tuanya, ikut ke tempat saudara atau kerabatnya, sehingga banyak anak didik mengaji yang menghabiskan setengah bulan puasa berada di luar kampung.

Ketiga faktor sumber daya manusia itu sendiri. Meski saya selalu menekankan jika ada acara di Pondok Mengaji tempat kami Al Hidayah ini tidak pernah dipungut biaya apapun, semua dibiayai donatur, tetapi tetap saja orientasi mereka (khususnya para orang tua atau wali santri) adalah ke soal materi. Mungkin ini kaitannya dengan budaya atau tradisi kali ya? Jadi memang cukup sulit untuk meluruskannya.

Tanamkan ahlak dan akidah sejak dini kepada anak untuk mencetak anak Soleh dan Solehah.

Jadi karena itu, di tempat mengaji kami khususnya tahun ini tidak ada acara buka puasa bersama. Sebagai gantinya saya berikan saja mentahannya alias uangnya secara langsung kepada anak yang rajin datang untuk mengaji. Besar sih tidak. Tapi kami harap mungkin dengan bentuk uang, anak bisa lebih memanfaatkannya lagi untuk keperluan lain.

Apalagi kita tahu setelah libur lebaran ini anak juga menghadapi libur kenaikan kelas. Jadi kami yakin kebutuhan anak sesungguhnya ada pada saat-saat tersebut. Dengan memberikan uangnya meski tidak besar paling tidak mungkin anak bisa nambah tabungan atau uang jajannya. Secara makan mah kami yakin setiap rumah atau orang tua juga pasti sudah pada siap menanggung jawab.

Rencananya meski acara buka bersama ini tiada, tetapi tetap kalau acara makan bersama mah sudah kami pikirkan. Akan ada acara makan bersama entah itu ngaliwet atau botram. Tapi waktunya belum bisa kami sampaikan kapan. Apakah jelang kenaikan kelas anak, jelang halal bihalal di sekolah, atau kapan, itu yang sedang kami pikirkan.

Pondok Mengaji Al Hidayah

Begitulah kenapa Ramadhan 1440 H kemarin kami tidak melaksanakan buka puasa bersama.

Bagi teman-teman yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya untuk kelangsungan Pondok Mengaji Al Hidayah yang saya dan suami kelola di kampung silakan dengan senang hati kami selalu menerima dengan tangan terbuka. Alhamdulillah sudah ada beberapa blogger ibukota yang sudah terbuka hatinya menjadi donatur kami.

Tidak hanya pondok mengaji, kami pun punya kegiatan rutin santunan abah yatim (ada 8 orang) serta santunan lansia ada 7 orang serta santunan buta aksara sebatang kara 1 orang.

Terimakasih semoga amal baik menjadi pahala yang berlipat bekal kita kelak di akhirat. Amin.

25 thoughts on “Buka Puasa Bersama Pondok Mengaji Al Hidayah”

    • Amin. Kami hanya jadi perantara saja. Berkat para donatur Pondok Mengaji ini bisa terus berjalan hingga sekarang.

      Botram itu nama atau istilah makan bersama sambil piknik ala ala gitu di daerah Sunda, hehehe sejenis sama kegiatan ngaliwet juga. Intinya makan bareng

      Reply
  1. Aku jadi ingat jaman dulu kecil setiap bulan puasa pasti ikutan berbuka di masjid bersama-sama teman mengaji dan seru makan sama-sama, sehabis itu pulang sebentar kerumah dilanjut dengan tarawih bersama. Sekarang sudah dewasa gini aku yang suka berbuka sama-sama dengan anak-anak pengajian rumah.

    Reply
  2. Wah, salut sm tek okti dan suami selaku pengurus pondok mengaji, yg mau mengurus dan mengajarkan anak2 mengaji ini. Jd pengen ngeliwet nih teh, seruu kali ya kl bareng anak2 ini .. Semoga sukses trus ya teh ..

    Reply
  3. Kalau di tempatku, anak-anak yang usai solat ashar masih semangat untuk mengaji. Semoga anak-anak yang berada dimanapun selalu memiliki semangat untuk solat dan mengaji, aamiin

    Reply
  4. Iya bener, di sini anak belajar ngaji bayar. Beruntung yang di sana free.
    Keren banget mbak bisa mendirikan pondok mengaji gtu, insyaAllah jd amalan yang gak putus ya aamiin

    Reply
  5. Kalo TPQ tempat anak-anak saya dulu belajar ngaji, tiap ramadhan justru libur. Alasannya karena di .masjid dekat rumah sudah ada pengajian jelang berbuka. Ada kegiatan tausiyah atau mendongeng kisah nabi dan Rasul oleh takmir untuk anak-anak sekitar masjid. Yah namanya memakmurkan masjid saat bulan suci gitu. TPQ nya ada beberapa lokasi berbeda dengan masjid, jadi memang rata-rata selalu libur. Dan iya saya bayar untuk mengikutkan anak-anak ngaji, bayarnya bulanan kayak sekolah

    Reply
  6. Duh antara laper sama haru gimana gitu yah kak. Momen ramadan ini emang selalu dinanti dan selalu aja buat rindu. Semoga akan selalu bertemu dengan ramadan-ramadan mendatang yah kak :)) AMinnn

    Reply
  7. Salut banget sama Teh Okti dan keluarga yang mengelola pondok mengaji secara gratis untuk anak-anak di sekitar lingkungan tempat tinggal. Semoga berkat berlimpah untuk Teh Okti sekeluarga ya.

    Reply
  8. Yakin, teh…
    Bukan lisan yang menggerakkan hati anak-anak dan orangtua saat hadir untuk mengaji, tapi Allah lah yang memberikan hidayah.
    Jadi,
    pantang menyerah apalagi mengeluh yaa teh…
    Semangaaatt~

    Reply
    • Subhanallah salut sama teh okti dan keluarga. Aku harus banyak belajar dari teh okti nih. Biar lebih banyak bersyukur, lebih banyak memberi dan lebih banyak mengingat allah

      Reply
  9. Luar biasa nih Mba Okti dan suami mengelola pondok mengaji Al Hidayah. Semoga pahala selalu tercurah untuk keluarga kalian ya mba. Semoga aja makin banyak anak2 yang mengaji di sana ya, paling tidak orang tuanya tergerak untuk menitipkan anaknya mengaji gituh.

    Reply
  10. Disertakan teh rekening untuk bisa membantunya, biar misalnya yang mau jadi donatur bisa langsung kirim ke nomer rekeingnya. Alhamdulillah ya teh, semoga iqtikomah selalu bersama suami, masyaAllah tabungan surga banget ini

    Reply

Leave a Comment