Jurus Mudah Masak-memasak

Jurus Mudah Masak-memasak

Wanita modern di Singapura, Hong Kong dan Taiwan banyak yang jago dalam dunia karir namun nol besar ((besar)) dalam urusan rumah tangga khususnya masak-memasak.

Jangan heran kalau kulit tangannya lembut, mereka tidak pernah ngurus perabotan. Bisa dipastikan rambut dan pakaiannya senantiasa harum, mereka anti berada lama-lama di dapur atau pasar basah. Tak mau ngurus dan tak mau tahu bagaimana makanan bisa hadir di meja dan mereka menikmatinya, mayoritas hal itu dimiliki mereka.

Paling tidak itu yang saya tahu setelah bekerja dengan mereka. Contohnya saja boss saya dan keluarganya. Jadi pramugari, manager, konsultan dan masih banyak profesi yang membanggakan lainnya mereka pegang, namun mereka takluk dan menyerah ketika diajak ngomong soal bumbu. Ini baru diajak ngobrol saja loh ya. Apalagi kalau diajak masak beneran. Mereka udah mengibarkan bendera putih saja sebelum masuk pintu dapur.

Tapi sebaliknya, para kaum prianya justru lebih banyak yang mau masuk dapur, berteman dengan kompor dan wajan, rela perih-perihan jumpa dengan asap dapur. Para pria justru bisa memasak meski sebatas menu yang simple dan praktis.

Boss saya di Singapura malah bukan hanya bisa masak masakan chinese tapi juga jago membuat malay food. Padahal ia sehari-harinya kerja shif sebagai produser di sebuah stasiun televisi.

Bapak saya di Hong Kong ((bapak dari mana?)) ia seorang petugas pemadam kebakaran. Tiga hari kerja satu hari libur. Demikian siklus kerjanya. Saat dia libur otomatis saat saya libur juga. Kenapa bisa begitu? Karena saat dia libur biasanya bapak ada di rumah, dan dia yang menghendel semua urusan domestic helper termasuk urusan ke pasar dan memasak.

Setiap bapak ada di rumah justru saya yang nonton dia bagaimana masak. Apa nama masakannya, apa saja bahannya, bagaimana cara menyajikannya hingga khasiat yang mereka yakini dari masakan itu sendiri.

Kalau boss saya yang terkahir di Taipei memang gak pintar banget masak, tapi sebagai pramugara dia tidak alergi bau masakan dan berantakannya dapur. Dia tahu berbagai jenis kuliner termasuk masakan khas dari berbagai daerah dan terkadang membawa ke rumah sebagai contoh untuk saya ketahui.

Intinya kaum lelaki di sana justru lebih berdamai dengan urusan dapur dan masak memasak dibanding kaum perempuannya.

Padahal di kita, di Indonesia justru kebalikannya ya. Urusan masak memasak mayoritas dipegang para ibu. Yah meski tidak sedikit para bapak juga jago masak. Tapi pada umumnya budaya di negara kita dapur itu kan ranahnya kaum hawa.

Andai saja perempuan modern yang saya sebut di atas mau sedikit saja meluangkan waktu untuk menengok dapur. Peduli akan makanan sehat, dan menengok sebentar saja Cookpad, niscaya mereka juga bisa kok memasak.

Saya katakan itu karena melihat pengalaman teman saya sendiri. Dia perempuan muda, menikah muda dengan pria pujaannya yang kaya raya. Mertuanya pernah bilang kalau teman saya itu tidak usah bekerja. Cukup mengurus rumah tangga saja sebaik-baiknya. Dalam arti ia harus bertanggung jawab mengurus anak mertuanya yang tiada lain kini menjadi suaminya. Mulai urusan makan, pakaian, dan kebersihan rumah.

Padahal ia sama sekali tidak bisa masak. Namun karena ada niat ia terus belajar dan berkreasi. Kecanggihan teknologi ia manfaatkan semaksimal mungkin. Ketika mau masak apa, ia search menu masakan termudah dan praktis. Banyak teman-teman yang sudah jago masak tidak pelit membagikan ilmunya dan share di Cookpad.

Teman saya belajar dari Cookpad dan mempraktekkannya. Hasilnya? Makin lama teman saya makin menguasai banyak menu masakan yang praktis. Lalu meningkat mencoba berkreasi menu masakan yang lebih kompleks. Dan akhirnya ia terbiasa dengan menu masakan.

Sering praktek membuat dia terus lebih baik hingga kini, ia sudah bisa mengenal banyak resep masakan yang disajikannya sendiri untuk suami dan aanak-anaknya.

See, masak memasak bukan sesuatu yang menakutkan tapi justru sebuah petualangan yang mengasyikan. Apalagi kalau hasil masakannya disajikan buat suami dan keluarga, jelas bakal mendapat bonus pahala.

Comments

  1. Untungnya suamiku juga suka masak jadi kalau aku lagi nggak enak badan suami mau masak buat kami di rumah.

  2. Aku suka bangeeeet masak mba! Malah kalau capek bawaannya masak aja biar segeer πŸ™‚

  3. Cookpad. Saya install di hp sama tab juga Teh Okti. Worth it banget buat yang pengen bisa masak ya Teh

  4. Cookpad andalan saya pas bingung mau masak apa. Hahaha…

  5. Aku gk bisa masak, nggak suka lebih tepatnya. Tp ada kalanya aku harus masak sndiri, entah krn anak2 yg minta atau keinginan sendiri untuk bikin surprise, kadang krn iseng jg sih. Nah, cookpad selalu jd situs buat nyontek resep

  6. Cookpad selalu menjadi penyelamat ketika bingung mau masak apa hihihi

  7. Aku gak hobi masak. Dan alhamdulillah, suami gak rewel.
    Tapi kalau baking, sukkaa…
    Palingan yang KZL ituu…udahannya. Cucian peralatan memasak yang menumpuk.

  8. Gak semua pria Indonesia gak mau masuk dapur sih mbak. Suamiku termasuk yang rajin masuk dapur, hehe. Soalnya dulu dia anak kos dan masak sendiri utk kebutuhannya. Jd kalau masak kyk nasgor, panggang2 ayam, apalah yang rempong banget suamiku yg turun tangan. Kalau misal aku menginap dimana gtu, makanan anak2 jg aman πŸ˜€ Cuma kalau menu sayuran aku jagonya (memuji diri sendiri wkwkwkk).

    Cookpad ini web yg paling sering kubuka juga, membantu banget pas lagi rajin masak dan pengen kreasiin menu πŸ˜€

  9. Wow jurus yang canggih sayang aku Tak pandai masak

  10. Sebagai orang yang ga jago masak, baca ini jadi makjleb banget deh, huhu

    Mau belajar masak yang serius juga ah biar ga keseringan beli di luar.

Speak Your Mind

*