Marici, Olahan Pangan Lokal Oleh-oleh Cianjur

Marici, Olahan Pangan Lokal Oleh-oleh Cianjur

Pokoknya buah tangan ini paling pas untuk oleh-oleh ke calon mertua. Ups! Kalau sudah berkeluarga, gimana? Ya udah deh, jadi oleh-oleh paling pas buat mertua (sah) saja. Kenapa tidak?

Apa dan kenapa sih? Ini teh lagi ngomongin apa?

Jadi gaes, Cianjur saat ini tidak hanya identik dengan lagu Semalam di Cianjur, yang jelas akan ke-jadul-an nya plus karena selain semalam wae mah gak bakal cukup, untuk explore Cianjur itu minimal memang butuh waktu seminggu, juga saat ini sudah ada ciri khas lain yang beneran, produk lawas tapi casing dan kemasan kekinian. Yes, namanya Marici. Makanan Ringan Cianjur. Jadi Marici itu olahan makanan ringan yang jadi oleh-oleh khas dari Cianjur.

Seperti kita tahu, Kabupaten Cianjur begitu terkenal dengan beras asli Cianjurnya, yaitu padi Pandan Wangi. Tidak heran, kalau berbicara beras, padi, atau nasi, Cianjur lah yang biasanya langsung melekat diingatan masyarakat. Bener apa bener?

Dan soal keistimewaan beras Cianjur ini, tidak hanya terkenal di daerah sendiri tapi juga sudah dikenal Nusantara. Masyarakat akan merasa bangga saat bisa menikmati beras asli khas dari Cianjur yang terkenal pulen rasanya, wangi harumnya. Masyarakat sudah percaya bahwa beras yang dihasilkan oleh para petani padi di Cianjur bisa menghasilkan beras kualitas premium.

Sebagai daerah agraris yang pembangunannya bertumpu pada sektor pertanian, produksi padi di Cianjur per tahunnya bisa menghasilkan lebih dari 700.000 ton lho. Sebanyak 40% nya dipasok untuk kebutuhan luar daerah.

Melihat hal itu, muncul ide dari seorang gadis asli Cianjur, untuk membuat produk oleh-oleh dari bahan utama beras asli Cianjur. Berharap dengan idenya ini bisa semakin memperkuat produk unggulan Cianjur yang dikembangkan melalui berbagai olahan makanan ringan.

Yesi, owner Marici. Makanan ringan Cianjur

Jenis makanan ringan apakah yang dihasilkan dari beras asli khas Cianjur ini? Ada putumayang, renggining dan rangginang, yang kemudian dinamai MaRiCi alias kependekan dari Makanan Ringan Cianjur.

Karena Yesi, nama gadis sekaligus owner Marici tersebut, sangat menyayangkan, jika ketersediaan bahan baku yang melimpah ini tetapi tidak dimanfaatkan se-efektif mungkin. Yesi yang tinggal di Warung Kondang menginginkan agar masyarakat tidak hanya bangga bisa menikmati beras asli Cianjur namun bisa juga menikmati olahannya dalam bentuk camilan maupun untuk buah tangan.

Di tangan Yesi, produk Marici dikemas secara modern sehingga layak dijadikan buah tangan. Gak malu-maluin deh pokoknya. Packing-an nya memang dibuat senyaman mungkin supaya mudah diterima oleh masyarakat di era milenial seperti saat ini yang cenderung mengedepankan estetika, tidak hanya menjadikan oleh-oleh sebagai buah tangan semata.

Maka tampilan yang menarik dan praktis ditenteng kemana-mana seperti Marici ini jadi sebuah keharusan bagi kaum milenial jaman now. Namun tentu saja tanpa mengesampingkan cita rasanya, ya.

Setiap satu kemasan Marici berisi satu kodi produk pilihan baik itu rengginang, renggining, atau putumayang. Meski ukuran mini, tetapi setelah digoreng berkembang jadi berukuran besar lho.

Kreasi dan inovasi terus dilakukan Yesi demi menjadi pengusaha muda unggulan. Jika biasanya putumayang dinikmati basah dengan saus gula, maka putumayang dari Marici dibentuk kerupuk agar bisa dinikmati kapan pun dengan makanan lainnya.

Begitu pun dengan rangginang, yang terus berinovasi dalam proses inovasi rasa dan bentuk. Jika saat ini ada varian original, terasi, udang rebon, bawang dan ketan hitam, siapa tahu besok muncul rengginang rasa cokelat? Atau putumayang greentea? Ya, why not?

Sebagai urang Cianjur, jelas saya merasa reueus dengan ide usaha kreatif Yesi. Kolaborasi tersebut semoga menjadikan produk lokal Cianjur semakin dikenal di kalangan luas. Terlebih, dilingkungan sekitar tempat Yesi tinggal, banyak sekali pengrajin Marici yang bisa diberdayakan. Selain mengangkat kuliner tradisional, juga mampu menyerap tenaga kerja lokal. Keren, kan?

Hal itu memang sesuai dengan visi Marici itu sendiri. Bisa merangkul para pengrajin makanan ringan Cianjur dilingkungan sekitar. Yang mana mereka rata-rata tidak begitu paham pemasaran dan akses informasi seputar pemasaran yang sangat terbatas. Dengan berkolaborasi bersama mereka, berharap semoga Marici bisa menjadi saluran distribusi rezeki bagi masyarakat di sekitar. Amin.

Yuk dukung misi Yesi dalam menawarkan alternatif oleh-oleh Cianjur yang exclusive, berupa makanan ringan Tradisional dengan kemasan yang eye cathing ini.

Mempertahankan kelestarian makanan tradisional khas Cianjur bukankah sebuah perkara mudah. Apalagi dibarengi dengan niat memperkuat produk unggulan Cianjur yaitu beras yang dikembangkan melalui berbagai olahan, jadi makanan ringan khususnya. Usaha Yesi ini patut diacungi jempol. Selayaknya mendapat apresiasi mengingat usahanya mengangkat nama Cianjur melalui produk-produk unggulan lokalnya meski pada kenyataannya seolah kalah oleh munculnya kuliner milik artis yang buming di tv lalu entah bagaimana selanjutnya tak terdengar kabarnya lagi.

Kini musim hujan sudah mulai mengguyur bumi Nusantara. Yuk ringankan beban mereka, Yesi dan para pengrajin makanan ringan di Warung Kondang khusus nya. Karena jika musim hujan tiba, mereka tidak bisa memproduksi makanan ringan. Maklum putumayang serta rangginang yang dihasilkan masih dibuat serba manual. Dijemur hanya mengandalkan sinar matahari. Maka bisa dibilang duka mereka ketika proses pengeringan olahan makanan ringan terganggu karena hujan yang menghadang sinar sang raja siang.

Namun demikian, sejak tahun 2017 dimana pertama kali usaha ini dijalankan Yesi, sedikitpun gadis ini tidak pernah menyerah. Ia tetap semangat memproduksi karena dengan begitu ia bisa membantu perekonomian tetangganya, para pengrajin makanan ringan yang terlihat dalam proses produksi Marici.

Tidak heran jika beberapa Minggu lalu saat peringatan Hari UMKM tingkat kabupaten, Yesi mendapatkan penghargaan “Pelaku Usaha Inspiratif”.

https://www.instagram.com/p/B1Pk5Z2ALqU/?igshid=1g9fbmh44n93j

Tidak hanya karena Yesi seorang difabel, tetapi karena produk yang dilahirkannya memiliki keunikan dan inspirasi bagi pelaku usaha lain

Jadi apa kelebihan Marici?

• Packaging yang eye cathing, bentuk kemasannya yang unik mirip tas, simple dibawa kemana-mana. Keren kan?
• Cocok untuk Oleh-oleh ke calon mertua. Dijamin deh Marici ini bisa menambah rasa percaya diri saat menjumpai calon mertua
• Cocok untuk camilan saat santai bersama keluarga dan atau teman
• Harga terjangkau sekitar 37 ribu saja, belum termasuk ongkos kirim
• Varian rasa beragam. Ada cara masak dalam setiap kemasan
• Sudah tersedia Marici yang sudah matang, alias tinggal mengonsumsi. Kemasannya pun aman, olahan rengginang, renggining atau putumayang anti remuk dalam perjalanan.

 

Selain bisa membeli secara online, kita juga bisa mendapatkan produk Marici di lokasi berikut:

-Cipanas Cianjur: Raja Fashion Outlet
-Warujajar Cianjur: Ghiyas Cake and Bakery
-Rawa Bango Cianjur: Ikan Bakar Rawa Bango
-Joglo Cianjur: Toserba Selamat Joglo
-Cijedil Cianjur: Tauco Cap Meong
-Bogor: Raincake Bogor
– Smesco, Jalan Gatot Subroto Kav.94 Jakarta
-Pesona: Moci Mommy
Putumayang
Rengginang
Ranggining

Nah mulai sekarang yang terkenal dari Cianjur itu bukan hanya beras pandan wangi dan atau Teh Okti saja ya… Tetapi ada juga Marici yang selalu kres di hati.

39 thoughts on “Marici, Olahan Pangan Lokal Oleh-oleh Cianjur”

  1. Kemasannya cukup menarik ya. Putumayang dibentuk keripik, wuah unik sekali, jadi penasaran dengan rasanya. Daan, aku baru tau tentang renggining di postingan ini, yang familiar buatku itu rengginang 😀

    Reply
  2. Penasaran sama renggining, bedanya sama rengginang apa, ya, Mba?

    Kreatif sekali, salut sama yang terus berinovasi seperti ini. Dari hasil bumi khas setempat menjadi variasi produk dari kearifan lokal juga yang dikemas dengan keren, sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitar juga, yaa….

    Reply
  3. Salut sama Yesi Owner Marici, keterbatasannya tidak lantas membuatnya patah semangat, justru buah dari kerjakerasnya selama ini, penghargaan sebagai pelaku usaha UMKM menginspirasi tahu ini.. semoga bisnis buah tangan khas cianjur ini semakin besar, sesuai dengan harapan yesi membantu memberdayaan warga cianjur juga

    Reply
  4. Keren, masih muda tapi sangat kreatif. Jaman aku kecil dulu di Jatim, kalau sudah bisa makan sehari-hari pakai beras Cianjur itu sudah kenikmatan hidup. Pasti enak dibikin snack gini. Kapan2 kalau lewat Cianjur sudah tau mau cari oleh2 apa.

    Reply
  5. Saluuuutt baget dengan mbak Yesi, jeli menemukan peluang dari potensi daerahnya. Apalagi sampai dapat penghargaaan UMKM. Semoga beliau sehat selalu dan terus berinovasi menambah ragam jajanan di Nusantara ini xD

    Reply
  6. Keren dan inspiring banget ya Teh Yesi ini. Bisa buat produk bisnis yang punya kearifan lokal. Aku penasaran sama putu mayangnya Marici. Gimana tuh ya…Pengen jadinya

    Reply
  7. Sampe ditengah-tengah, aku cuma bisa bilang kalau mbak Yesi ini inspiring banget. Ya Allah, malu rasanya kalau lihat kondisi diri ini dibanding beliau. Marici dijual online enggak sih teh? Masuk tokped atau bukalapak gitu?

    Reply
  8. aduuh aku suka banget renggining.. jadi mau beli marici nih.. kumaha atuh pesennya? bisa pesen online ya? lumayan nih buat dibawa kalo lagi maen ke rumah mertua hihii… gak sabar euy mau beli

    Reply
  9. Wah rangginang ya..aku favorit banget sama makanan yg satu ini.. btw yg kuingat dr kecil n Kusuka oleh2 Cianjur yg lainnya adalah tauco . Huhu.. jd kangen tauco deh hehe.

    Reply
  10. Jadi ngga bingung lagi Kalo dari Cianjur mau beli oleh oleh apa hehe Keren euy owner nya juga. Salut sama Marici, semoga makin sukses dan berkah membawa kulinerannya khas Cianjur 🙂

    Reply
  11. Wah iyaa, before after digoreng keliatan banget bedanya. Ibuku seneng banget sm rengginang nih. Bisa order online kali ya

    Reply
  12. Aku gagal fokus sama Mbak Wesi ownernya MasyaaAllah. Bikin aku malu. Tapi sekaligus memotivasi kalau kita bisa menjadi inspirator dan penolong buat tetangga-tetangga yang membutuhkan. Semoga semangaaaat terus usahanya Mbak Yesi. Nanti kalau ada kesempatan ke Cianjur semoga bisa beli ini

    Reply
  13. wah. ada putu mayang kering krispi kriuk kriuk ya sekarang. selama ini aku tahunya putu mayang tuh makanan basah. terus ada ranggining… hahaha.. lucu namanya. enak didengar. semoga semakin populer dan laris manis

    Reply
  14. Masih ingatlah saya sama beras pandan wangi yang pulen. Btw Teh Yesi ternyata orang Warung Kondang ya. Saya jadi ingat punya saudara di sana. Bisa nih pesan minta dibawakan kalau mereka mau ke Garut.

    Reply
  15. Keren banget inovasinya, aku nggak nyangka putu mayang bisa dibuat dalam bentuk kering yang lebih praktis dan bisa dikonsumsi dimanapun. Cocok banget buat jadi oleh² kalau gini, banyak rasanya dan inovasinya oke banget.

    Reply
  16. Hahaha bener mbak, sejak aku kecil udah kenal banget soal beras Cianjur. Biasa main ke toko kelontong milik temen ya ada beras Cianjur.
    Btw itu Marici udah adah bisa dipesan online gak ya?
    Manteb oleh2nya makann tradiional yg udah mulai langka. Noted deh kalau ada kesempatan ke Cianjur mampir outletnya buat beli oleh2

    Reply
    • Ide mengemas makanannya dengan bungkus yang eksklusif bikin jajanan khas Cianjur ini “naik kelas” ya mbak, sehingga konsumen pun tertarik membelinya. SUkses terus buat Mbak Yesi dan Marici.

      Reply
  17. Ini bukti bahwa jangan patah semangat karena keterbatasan, tapi tunjukan bahwa dengan keterbatasan mampu berprestasi dan bisa jadi teladan sekaligus inspirasi bagi banyak orang ya.. semoga semakin sukses usaha marici ini

    Reply
  18. Ide untuk memulai usaha luar biasa banget!! Memanfaatkan peluang yang ada. Semoga apa yang dilakukan yesi bisa semakin maju dan semua proses produksinya bisa diotomasi.

    Reply

Leave a Comment