Minuman Favorit Tak Berkelas

Di kampung mana ada kafe? Kalau warung kopi plus gorengan, toko kelontong atau pasar kaget ya lumayan banyak. Jadi bagaimana kalau saya sama sekali tidak punya kafe favorit? Ke tempat nongkrong yang namanya kafe itu saja, saya sudah lupa pernah masuk atau belum, ya?

Sepertinya dulu, waktu masih kerja dan bepergian ke ibu kota, mungkin pernah masuk ke dalamnya. Tapi karena sesekali, dan malah sudah lupa, bagaimana bisa jadi favorit?

Ke kafe itu biasanya minum kopi ya? Saya sendiri malah tidak minum kopi. Ya kalau sekadar minum teh atau juice ya gak masalah. Btw kalau ngomongin soal minuman juice, itu baru saya punya yang difavoritkan. Juice mangga kaweni adalah juice buah mangga favorit saya. Buah mangga kaweni ya, bukan buah mangga jenis lainnya.

Beda mangga kaweni dan lainnya

Saya harus menebalkan (baca menggarisbawahi) Mangga kaweni karena mangga ini memang beda jenisnya. Yang bikin saya selalu tergoda dan tidak berpaling darinya, adalah karena wanginya yang tiada dua. Seger dan harum!

Padahal, mangga kaweni ini (ada yang menyebutnya kuweni atau kuwini) yang dalam bahasa latinnya Mangifera odorata sering disebut sebagai buah leuweung alias makanan hutan. Maksudnya ya makanan tidak berkelas, gitu.

Padahal justru buah yang sejenis pohon buah keluarga mangga-manggaan ini memiliki rasa manis segar dan harum yang khas saat sudah matang dan dibuat juice. Selain mangga kaweni memiliki buah yang harum sangat khas, daging buahnya pun lembut meski memiliki banyak serat.

Serat kaweni yang sering nyangkut di gigi

Serat ini bikin gak nyaman kalau makannya kurang berhati-hati. Makanya dibuat juice adalah salah satu pilihan tepat, sehingga serat buahnya ikut hancur bersama juice nya. Kulitnya yang cukup tebal, bisa hancur juga dan kita tinggal meminumnya.

Mangga kaweni matang di pohon harumnya sangat kuat

Namun meski serat buah ini bisa dibilang sebagai masalah (atau kekurangan) tapi serat buah kaweni juga bermanfaat lho, seperti bisa melancarkan pencernaan, mengatasi gangguan pencernaan dan mengikat lemak yang masuk ke tubuh.

Buah kaweni juga mengandung vitamin A yang berguna untuk menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah gangguan kesehatan mata.

Saya berkenalan dengan buah kaweni setelah menikah dan tinggal di rumah mertua. Depan rumah ada pohon mangga yang akhirnya saya tahu kalau itu buah mangga kaweni. Lucunya, banyak tetangga yang menyuruh menebang pohon peninggalan ayah mertua itu dengan alasan itu bukan buah berkualitas. Tapi saat berbuah dan harumnya menguar kemana-mana, eh tetangga pada minta! Doyan juga ternyata meski ini buahnya orang tak mampu (dulu waktu rumah mertua masih reyot, kata mereka kaweni depan rumah ini memang cocok. Cocok miskinnya!

Bosan diminum, juice mangga kaweni dibuat es

Sekarang pohon kaweni ini tentu saya rawat sepenuh hati. Selain jenis mangga ini sudah termasuk langka, juga hasilnya yang lumayan jika berbuah kami bisa berbagi kepada yang minta.

Saya gak peduli lagi dengan tetangga yang mencibir toh selama saya membagikan buahnya, tidak ada satu orang tetangga pun yang menolak. Yang banyak malah minta, buat ngerujak. Bukan hanya orang, berbagi ke binatang pun dilakukan oleh pohon mangga ini. Siang hari, tupai berdatangan makan buah yang matang di pohon. Malam hari kelelawar pun selalu ramai berebut kaweni yang kematangan nya memiliki ciri khas itu sehingga mengundang rombongan kelelawar datang.

Karena saya sering bikin juice mangga kaweni, anak pun jadi suka dan selalu ketagihan. Wanginya yang kuat, bikin anak tidak bisa minum sendiri. Ya kasihan temannya dong, masa anak saya minum, temannya tidak. Mereka sering berkumpul di rumah dan minum juice kaweni bersama-sama. Selalu ada saja ide bermain mereka demi bisa lama-lama di halaman rumah kami dan menantikan buah kaweni matang jatuh.

Setiap pohon depan rumah ini berbuah, saya selalu memeram beberapa biji untuk persediaan dibuat juice. Kalau bosan minum juice, kaweni nya dibuat es, dibuat rujak atau manisan. Apapun olahannya wanginya itu tetap tidak terkalahkan.

kalau lagi panen, bisa setiap hari sarapan mangga kaweni original 😁

Sampai saya kepikiran nyimpan beberapa buah kaweni tua siap matang di kamar. Bukan buat sengaja dimakan, melainkan diambil wanginya saja. Hehe, sejenis pengharum ruangan yang alami, gitu. Tapi ini wanginya asli, menyegarkan.

Semoga pohon kaweni depan rumah ini tetap sehat dan lebat berbuah. Sehingga saya dan keluarga bisa terus menikmati juice minuman favorit dan keharumannya…

11 thoughts on “Minuman Favorit Tak Berkelas”

  1. Kalo lagi musim di medan, MasyaAllah cuma 5 ribu sekilo teh. Tapi kalo lagi gak musim, alamak bisa sampe 18 ribu sekilo. Ooh ya, saya suka kuwini ini karena bisa dicampur dengan berbagai buah yang bau ketika di juice. Seperti buah bit merah. Pasti nge juice nya campur kuwini. Biar mantap rasa dan aromanya.

    Reply
    • Betul. Saya buat es karena bosan dengan minum juice nya. Takut ga bisa tahan lama jadi solusinya si juice itu dibekukan, hehehe
      Jadilah es ala ala begitu…

      Reply
  2. Mangga itu kalau sama orang asing, baru terasa berkelasnya buah ini. Mahallllllll banget di luar negeri dan memang asli buah Asia. Di Indonesia, kalau artis2 luar misalnya nginap di hotel, pasti mintanya kalau enggak kelapa, ya mangga. Karena aku anak kampung, aku bisa bedain mangga sama kuini (sebutan di Padang). Hehehe.

    Reply
  3. Dulu pernah nggak doyan sama mangga kweni ini, tapi entah keanap berubah jadi doyan.. padahal buahnya masih sama, selera saya saja yang berubah. Mungkin klaau dibuat es jadi lebih menggiurkan ya

    Reply
  4. Mangga Kaweni memang wangi banget dan biasanya tumbuh liar di hutan. Untuk konsumsi memang harus hati-hati, karena getahnya bisa bikin gatal. Jadi, dibikin jus atau es nikmat banget nih.

    Reply
  5. Haha liat foto kuweni jadi ngiler saya tapi emang kuweni enak sih dijus tapi kalo dimakan gitu aja suka lengket digigi dan gatal disekitar mulut sih

    Reply
  6. Biasanya kalau buah kuweni saya bikin es buah seger dan wangi rasanya tinggal dikasih es batu dan air serta gula desikit saja hehe cocok diminum pas siang terik

    Reply
  7. Di dekat rumah saya sudah ada kafe mbak, tapi saya juga belum pernah jajan di situ, kalau pengen ngopi bikin sendiri di rumah kopi sachetan hehehe….

    Duh mangga kweni ini sekarang di Malang ini saya susah menemukan mbak. Jaman kecil seneng banget kalau makan mangga kweni (kami menyebutnya pelem pakel), sebelum di kupas ditempelin hidung, hirup-hirup dulu baunya

    Reply

Leave a Comment

%d bloggers like this: