Semangat itu, tidak harus karena niat…

Semangat itu, tidak harus karena niat…

Itu sih menurut pandangan saya. Karena kalau sudah ada niat, semangat sudah dengan sendirinya pasti akan mengikuti.

Semangat akan muncul jika dibarengi hal lain pula. Salah satunya adanya pesaing. Ya, dengan adanya persaingan, meski (awalnya) tidak ada niat, tapi mau tidak mau diri akan dipacu untuk terus berbuat. Semangat pun akan muncul karena dipicu oleh diri yang merasa tertantang untuk berkompetisi. Disadari atau tidak.

Tapi tentu saja kita asumsikan semangat akan muncul karena adanya pesaing ini dalam konotasi yang baik. Dalam hal positif.

Ciwidey Bandung dan Kafe Kolong Jember

Misalnya ketika jaman sekolah, naksir seseorang yang ternyata ditaksir pula oleh kawan sendiri pasti efeknya lain. Secara tidak langsung kompetisi untuk memperebutkan hati si dia gencar dilakukan. Semmagat itu datang dengan tiba-tiba, ya kan? Ya karena adanya pesaing. Kawan sendiri yang naksir juga orang yang ditaksir.

Beda lagi dengan pengalaman berikut: ketika di kelas lama satu kelas dengan teman yang nilai rata-rata di bawah kita, eh pas di kelas baru, ketemu sama kawan yang pada pinter semua! Wah jelas pesaing semua itu. Pesaing dalam memperebutkan rangking. Mau tidak mau adu strategi belajar terjitu pun keluar. Semangat untuk mendapatkan juara terdongkrak karena adanya para pesaing. See, kembali semangat hadir karena adanya persaingan (yang sehat) ya kan?

Jadi menurut saya pesaing itu cukup penting. Kalau memang bisa memacu diri kita untuk terus melakukan yang terbaik dari yang baik.

Tapi kalau bersaing dalam sisi negatif, tentu saja saya akan mengatakan big no. Karena selain merugikan diri juga percuma, tidak akan ada kebaikan yang bisa didapat.

Lokasi Danau Gunung Tujuh Kerinci, Jambi

Dikutip dari buku Harun Al Yahya, dikatakan jika sumber semangat orang-orang beriman berasal dari Iman, Cinta, dan Takwa kepada Sang Pencipta. Mungkin kita terlalu jauh dalam menggapai semua itu. Kadar iman, cinta, dan taqwa kita belum ada seujung kukunya para ulama (bukan berarti menyepelekan ketaqwaan seseorang ya) jadi jika Iman, cinta dan taqwa sekelas mereka tidak sampai, belajarlah menggapai semangat dengan jalan lain, dengan kebaikan yang setara.

Adanya persaingan sehat yang dapat menumbuhkan semangat diri untuk terus berlomba menjadi yang terbaik dari yang baik tentunya ini sangat baik diapresiasi. Karena jika dengan semangat kita bisa menjadi giat, maka penyemangat itu yang harus kita pelihara. Salah satunya persaingan sehat.

Jadi apakah arti pesaing buatmu? Apa arti saingan menurutmu? Pentingkah adanya persaingan itu?

Comments

  1. Setuju banget teh… Dari semangat kita sdh membawa niat. Komperisi positif masih diperlukan agar terpaxu semangatnya

  2. Setuju banget teh… Kalau Dewi semangat tumbuh dari membuat karya bermanfaat untuk orang lain. Kompetisi positif sangat diperlukan agar makin terpacu semangatnya….

  3. Memelihara semangat dengan kebaikan, bersaing secara sehat. Hehe iya ya kalau ada saingan harusnya jangan minder. Tapi terpacu untuk menjadi lebih baik.

  4. Bener banget teh okti kalo mau bersaing secara sehat ini aku setuju sekali karena memang kadang karena bersaing meghalalkan segala cara yaa

  5. Iya banget, saya setuju dengan ini. Pesaing bikin kita makin semangat. Dulu saat rajin ikut lomba, aku selalu tersemangati karena adanya pesaing. Mereka juga yang bikin saya mikir untuk lebih maju dan kreatif. Sama kayak waktu sekolah juga. Pesaing bikin saya kerja lebih rajin. Apalagi kalo pesaingnya sekaligus juga gebetan. Ah sudah deh, semangat membara :)))

  6. Sejak kecil hidup aku udah penuh persaingan kak, tapi aku berusaha menjalani semua dengan sportif dan bersih karena untuk menjadi yang terbaik harus terus ada di garisnya

  7. Sesuai dengan hadits pertama, Innamal ‘amalu binniyaat…

    Apa yang membedakan ada niat dan gak ada niat?
    Tentu bukan hasil di mata manusia, tapi segala upaya yang kita kerahkan berbuah pahala di mata Allah, in syaa Allah…

  8. Aku setuju banget mba, btw aku jadi flashback pada zaman pertama kali naksir sama orang. Karena merasa ada saingan jadi mendekati nya lebih gencar, walau tadinya gak ada niatan untuk mendekatinya

  9. Aku senang banget mbak dengan pesaing, apalagi pesaing itu buat jadi semangat untuk jauh lebih baik secara positif mbak.

  10. Kadang hidup penuh persaingan, kadang hidup perlu terima apa adanya. Kalau bagiku, semua djalanin saja dan tetap berusaha untuk selalu maju

  11. Pesaing bisa membuat hidup kita lebih seru kan, jadi kian terpacu. Lalu timbul niat, walau kadang ada juga persaingan yang kurang sehat. Kayak lomba aja kalau gak ada lawannya , yah gak seru yah mbak

  12. Mungkin ini yang diistilahkan dengan amar ma’ruf nahi munkar ya, berlomba dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran. Terima kasih mb, inspirasinya

  13. Visya Al Biruni says

    Penting. Dan setuju kata teh Okti, bisa meningkatkan SEMANGAT Kita. Bukan sekadar siapa yang menang tapi menunjuk jiwa kompetitif.

  14. Bener juga mba, semangat muncul karena ada pesaing, tapi dalam artian semangat untuk mendapatkan hasil terbaik kan yah mba, bukan karena rasa iri. Aku juga seperti itu deh, Karena kalau niat, kadang cuma sekedar niat aja tanpa reaksi, giliran ada pesaing eh semangat jadi membara deh

  15. Bisa dikatakan salah satu hal yg bikin kita semangat karena lingkungan yang mendukung,orang orang yang menginspirasi untuk melakukan hal yang sama ya mbak. Ga masalah sih bersaing dan berlomba asal dalam kebaikan

  16. Setuju, sumber cinta orang muslim bersumber dari iman dan taqwa. Insyaallah kalau sudah ada iman dan taqwa cinta akan bersemi dengan sendirinya

  17. Pesaingku adalah rasa malasku..

    Itu yg harus aku kalahkan agar bisa tetap semangat berkarya

  18. Bener teh. Pesaing itu jadi cambuk banget buat aku. Jadi kepengen berkompetisi dengan baik jadinya

Leave a Reply to Indrifairy Cancel reply

*