Suka Duka 2023

Entah kenapa anak saya tiba-tiba bilang ingin buat status di pantai dan caption-nya mandi pagi pertama di tahun 2024. Merasa hal itu bisa kami penuhi, maka menjelang tahun baru kemarin kami kemping di Pantai Cemara di Cidaun Cianjur yang jaraknya sekitar 2,5 jam dari rumah.

Anggap saja mengabulkan keinginan anak di penghujung tahun yang selama 2023 kemarin, secara alhamdulillah, anak sudah memperlihatkan karakter lebih baik dan sedikit banyak membuka dirinya (itu target kami di akhir tahun 2022 jelang tahun Baru 2023 lalu)

Setiap tahun saya dan suami memang selalu mengevaluasi bagaimana tumbuh kembang anak. Tak hanya anak kandung, tapi juga anak didik mengaji di rumah.

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Tapi bagi saya dan suami, sedikit pun tak pernah mendidik anak untuk terobsesi menjadi kaya atau menjadi nomor satu. Tapi justru mendidik mereka supaya bisa menjadi orang yang bahagia. Sehingga saat tumbuh dewasa kelak, mereka menilai segala sesuatu bukan dari harganya, melainkan prosesnya.

Keinginan anak bikin status mandi (main) di pantai mungkin bagi orang lain hal sepele. Tapi bagi saya dan suami, berusaha bisa memahaminya dari sudut pandang kalau mungkin itulah kebahagiaan anak kami. Dan untuk menutup tahun 2023 dengan kebahagiaan, maka semampunya kami mengabulkan keinginannya.

Suka Duka 2023
Mandi di pantai pertama kali di tahun 2024 akhirnya terkabul

Kebetulan akses jalan di Cianjur Selatan sekarang bisa dibilang sudah lebih baik. Pasca gempa Cianjur di akhir 2022 lalu dan masa pemulihan di awal tahun 2023,  jalan kabupaten memang terlihat signifikan mulai dibenahi.

Mungkin malu ya kalau jalan di Cianjur masih gitu-gitu saja sementara pasca gempa itu Cianjur banyak disorot media. Lebih tepatnya lebih malu lagi karena negara ini kan merdeka udah puluhan tahun lamanya, tapi masa jalan aspal kabupaten kondisinya masih seperti sungai mengering… Malu dong ya apalagi dibandingkan dengan jalan desa yang setiap tahun selalu lebih kinclong karena mendapat jatah pengecoran secara rutin.

Jadi saat dalam perjalanan ke pantai selatan kali ini tak ada drama soal jalan hancur lagi. Alhamdulillah. Cianjur Utara yang kena gempa tapi Cianjur Selatan kecipratan juga imbas baiknya.

Meski gempa meninggalkan duka dan trauma di sepanjang tahun 2023 namun tak bisa dipungkiri ada hikmah juga dibalik kejadian memilukan itu.

Tak akan saya lupakan di momen gempa Cianjur itu tiba-tiba saya dikeluarkan dari salah satu WhatsApp Group tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Lalu kemudian diundang gabung lagi dan beberapa hari kemudian justru dapat sumbangan transfer dana dari teman satu group Blogwalking yang dikoordinir Bu Maria G. Soemitro.

Uang itu segera saya pakai buat renovasi genting rumah di Cianjur yang bagian depannya roboh. Lalu beli keperluan anak santri mengaji dan sebagian masuk kas dapur umum di pengungsian.

Tidak lupa juga ada beberapa kawan yang kirim bantuan sendiri (maaf gak saya sebutkan namanya disini) langsung deh saya gunakan untuk kebutuhan perbaikan akibat kena gempa, sesuai dengan tujuan mereka menyisihkan rezekinya itu untuk apa.

Kini, saya dan keluarga inti sudah bisa keluar dari rasa takut dan trauma gempa itu. Mohon doanya semoga keluarga saya yang lain, yang tinggal di Mangun Cugenang dan kondisi rumahnya rata dengan tanah bisa segera pulih dan bisa klaim ganti rugi dari pemerintah dengan proses yang mudah. Karena ternyata meski bukti nyata tempat tinggal rata dengan tanah, bantuan yang digembar-gemborkan itu tak bisa mudah didapat. Entah karena birokrasi instansi terkait, atau emang ada yang mementingkan kepentingan pribadi…

Tahun boleh berganti tapi aktivitas saya dan keluarga ya begini-begini saja. Saat libur sekolah, suami tetap pergi ke kebun untuk nanam pohon atau mengambil pisang yang sudah cukup tua.

Suka Duka 2023
Nanam pohon Jati India di kebun, investasi jangka panjang, semoga ada usia dan rezekinya

Alhamdulillah, 2023 memberikan “keuntungan” luar biasa bagi kami. Berkah dari ngeblog dan nafkah dari suami, saya bisa nyicil membeli sedikit bidang tanah yang sudah kami olah jadi kebun segala ada, sekaligus tahun 2023 kemarin itu sudah kami selesaikan pelunasan serta urusan akta jual beli tanahnya. Sehingga bukti kepemilikan tanah sudah cukup kuat, tinggal kami membuat sertifikatnya.

Jangan dikira bisa memiliki sebidang tanah kebun ini tidak disertai banyak drama. Kurangnya kesabaran dan doa yang sangat kencang, kami hampir tak jadi memiliki lahan itu, lho. Urusan tanah di kampung memang cukup horor. Ngeri-ngeri sedap kalau denger cerita gara-gara sengketa tanah sampai ada yang mati kena santet.

Saya anggap 2023 tahun keberuntungan karena uang yang didapatnya recehan, alias hasil kumpul-kumpul maka sistem membelinya pun tak seperti biasa. Kebetulan saja ada yang butuh uang menjual tanahnya dan sepakat pembayaran bisa dicicil. Selebihnya karena jodoh dan kuasa Tuhan saja hingga tanah itu akhirnya bisa kami miliki.

Meski lokasi tanah tak di pinggir jalan besar tapi sudah senang karena dilewati jalan desa yang prospek kedepannya insyaallah cukup bagus.

Alhamdulillah, tahun 2023 sudah memberikan jejak baik dengan menambah sedikit demi sedikit bekal kami untuk hari tua. Tak apa walau luasnya hanya seupil. Toh waktu kita tinggal di rumah seluas 50 m² atau 5.000 m², kalau tidak bahagia, kesepian yang dialami bukankah tetap sama? Yang penting sedikit ataupun banyak apa pun bukankah harus kita syukuri, bukan?

Tahun 2023 juga sudah memberi kesempatan saya dan suami bisa menambah ilmu dengan ada banyak kesempatan mengaji kitab kuning secara daring.

Bermula ketika Kang Deden (sekarang terpilih sebagai ketua pengurus cabang Nahdatul Ulama Cianjur) menyiarkan langsung pasaran kitab santri asuhannya di pondok pesantren Al Ihtisom Coblong Warung Kondang Cianjur. Selanjutnya menyusul kajian kitab lainnya dengan waktu yang sangat fleksibel.

Kondisi seperti itu tentu saja sangat menyenangkan bagi kami yang tinggal beda kecamatan dengan jarak tempuh sekitar 3 jam kendaraan. Meski di rumah saja tapi kami masih bisa mengikuti kajiannya. Bahkan bisa mengulang melalui rekamannya kalau kami merasa masih belum paham.

Oya, karena judulnya juga suka duka 2023 maka setelah sukanya, mau tidak mau saya akan cerita dukanya juga nih…

Yang paling terasa dukanya di tahun 2023 itu ketika nomor WhatsApp saya bermasalah. Dianggap spam hingga tak bisa diakses sama sekali.

Akhirnya karena tidak bisa buka WhatsApp banyak ketinggalan info. Banyak job melayang karena mungkin saya gak bisa dihubungi atau saya ga bisa update info karena menggunakan nomor WhatsApp baru sementara group komunitas dan job masih menggunakan WhatsApp lama. Kontak blogger juga hilang semua, termasuk Mba Ira, Blogger Buton Tengah yang selalu konsisten share kegiatannya.

Suka Duka 2023
Nomor WhatsApp lama tidak bisa diakses, ganti nomor baru deh jadinya. Tapi kalau telepon, SMS dan telegram masih pakai nomor lama ya

Padahal saya sudah antisipasi itu dengan segera menghubungi beberapa ketua komunitas atau admin wag melalui sosial media. Sayang sekali masih ada yang slow respon hingga baru baca pesan dari saya setelah berbulan bulan berikutnya…!

Meski tak sedikit juga para admin komunitas yang gercep memberi izin kepada nomor baru saya untuk bergabung kembali sehingga saya masih kebagian rezekinya untuk ikut daftar job.

Semoga baik ponsel maupun WhatsApp baru ini gak lagi bermasalah. Capek juga ternyata di jaman digitalisasi seperti sekarang kalau ada eror dengan salah satu gadget atau nomor kontak itu.

Kini kita sudah berada di tahun 2024 semoga kita semua sehat lahir batin, ya. Sehat yang ditunjang oleh enam dokter terbaik dalam kehidupan sekeliling kita yaitu keluarga, istirahat, olah raga, makan yang sehat, teman dan tertawa. Aamiin…

Btw nonton juga bisa jadi self care, healing maupun me time paling disukai hingga kita bisa bahagia. Apalagi kalau yang ditonton film favorit, entah itu film India, drama Korea, atau film kartun legenda masa kecil.

Akhir kata, selamat tahun baru, sukses di 2024 ini untuk kita bersama…

7 thoughts on “Suka Duka 2023”

  1. Karena baca post ini aku baru ngeh kalo Teh Okti terdampak gempa yang waktu itu ya 🙁 pasti berat dan meninggalkan trauma. Apalagi barusan Jepang kena gempa gede jadi kayak “dipaksa” menginggat kejadian itu.

    Tentang anaknya yang introvert dan berani “bilang” pingin ke pantai, sebagai mantan introvert aku paham banget itu proses berani ngomong butuh waktu dan support yang luar biasa.

    Pada akhirnya ya harapan kita semua di 2024 ini bisa lebih baik, dijauhi musibah dan dilimpahi berkah. Amiin ya Allah.

    Reply
  2. MashaAllah. Suka dan duka memang selalu ada dalam perjalanan hidup kita ya Teh. Seperti layaknya roda yang berputar. Kadang di atas (dengan kegembiraan) dan kadang di bawah (dengan kesusahan/ujian). Tapi alhamdulillah, membaca uraian Teh Okti, semua bisa dilalui dengan baik, bahkan bisa mendapatkan rezeki untuk memiliki aset berupa tanah, serta anak yang sehat dan berkembang menjadi lebih baik.

    Selamat berpetualang di 2024 ya Teh. Semoga keluarga Teh Okti selalu dilimpahi dengan berbagai kemudahan, rezeki yang berlimpah dan terus menanam amalan dengan doa-doa anak yang mengaji di rumah. Aamiin Yaa Rabbalalaamiin.

    Reply
  3. Alhamdulilah tahun 2023 bisa kelewati dengan banyak berkah ya Teh Okti?

    Selama ini saya pikir, anak Teh Okti hanya Fahmi, eh ternyata saya salah

    Teh Okti punya banyak anak, mereka adalah anak-anak santri yang mendapat bimbingan pelajaran mengaji dari Teh Okti dan suami

    Semoga tahun 2024 dan seterusnya, semakin banyak berkah yang diterima Teh Okti dan keluarga, amin

    Reply
  4. Cuma bisa mendoakan semoga tahun-tahun mendatang lebih baik ya Teh.
    Alhamdulillah berkah ngeblog ada kenangan berupa tanah yang semoga berkah dan menghasilkan.
    Bentar lagi putranya lanjut sekolah, mungkin di luar Cianjur ya Teh. Semoga berbakti dan sayang Ayah-Bundanya yah…

    Reply
  5. Barakallahu fiik, teh..
    Semoga 2024 menjadi tahun yang penuh dengan kebaikan untuk teteh dan keluarga juga anak didik di tempat mengaji.

    Semoga yang rusak, bisa segera diganti.
    Dan semoga apapun doa kebaikan, bisa ijabah di tahun ini.
    Aamiin.

    Reply
  6. Dalam hidup, selalu ada suka dan duka ya, Teh. Bersyukur sudah melewati masa-masa terdampak bencana. Bersyukur memiliki teman dan sahabat yang baik hati. Meski ada duka yang datang menghampiri. Jadikan sebagai bahan evaluasi ya, Teh. Terima kasih atas pelajarannya. ☺

    Reply
  7. MasyaAllah. Alhamdulillah hasil ngeblog ditambah dari hadiah dari suami, sedikit-sedikit bisa berubah jadi aset. Kali ini Teteh jadi punya kebun. Alhamdulillah.

    Walaupun tetap saja ya Teh, ada saja dukanya. Semoga dengan nomor batu Teteh yang berganti karena kejadian si nomor WA sebelumnya, suatu waktu nanti malah jadi keberkahan karena dihadapi dengan baik.

    Seruuu mandi pagi pertama di 2024 dilalui dengan main air di pantai. Ihiy ….

    Reply

Leave a Comment

Verified by ExactMetrics