Two in One: Samsat & BJB Cibinong

Masa berlaku plat nomor kendaraaan suami tertera tanggal 7 bulan 2 tahun 2014. Wah, berarti masa kadaluarsanya minggu ini dong! Harus segera ke Kantor Samsat (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap), atau dalam Bahasa Inggris One Roof System, kalau tidak tentu saja bakal jadi masalah tersendiri. Meski tangan sedang sakit akibat kena minyak panas hari minggu kemarin, aku maksain ikut suami untuk urus-urus surat kendaraan pada hari seninnya karena ingin tahu bagaimana proses pengurusannya. Otomatis Fahmi ikut. Persiapan pun dimatangkan. Aku {Read More}

Minggu Pilu: Bakwan Jagung Meledak Minyak Panas Muncrat!

Minggu pagi aku pikir sebelum jalan-jalan untuk menghirup udara segar akan menyiapkan dulu cemilan buat keluarga yaitu bakwan jagung. Selain rasanya enak dimakan panas-panas setelah shalat subuh, Ayah Fahmi juga sangat suka makan bakwan jagung. Semua sudah siap dan aku mulai menggoreng. Fahmi masih ikut ayahnya mengaji saat aku selesai menggoreng 4 buah bakwan pertama. Saat akan menuangkan adonan ke dalam wajan berisi minyak panas, setelah tiga sendokan mau mengambil sendok keempat, entah kenapa tiba-tiba si bakwan meledak! Tentu saja {Read More}

Pilihan atau Pelarian: Pasang Kawat Gigi Abal-abal

Pasang kawat gigi di tempat abal-abal itu yang aku lakukan dengan spontan. Tanggal 1 Februari tepat akhirnya pasang kawat gigi yang sudah beberapa tahun terakhir ini aku rencanakan kesampaian. Tapi kok bisa pasang kawat gigi di tempat abal-abal? Maksudnya di tempat praktek yang hanya bercirikan plang berukuran 80 cm persegi bergambar mulut dengan sederet gigi. Tempat praktek berukuran 2×3 meter dengan peralatan serba minim jauh dari peralatan medis dan diragukan kehigienisannya? Bukannya pasang kawat gigi di dokter gigi resmi atau {Read More}

Cerita Tentang Ayam

Dari sepuluh ekor ayam umur 4 bulanan, 6 diantaranya sudah terjual. Ayam kampung di sekitar rumahku berharga Rp30ribu per kilonya. Lumayan, 6 ekor ayam itu beratnya 7,9 kg. Hem, sekitar 237 ribu telah kembali dari hasil penjualan ayam. Awalnya ayam itu hanya satu ekor, betina warna hitam. Dibiarkan bertelur dan menetas sebanyak 7 ekor. Dua jantan dan lima betina. Yang jantan, dua-duanya sudah dipotong saat terkena penyakit dan lebaran kemarin. Yang betina itulah yang terus bertelur dan dibiarkan menetas sebagian. {Read More}

Perjuangan Jumpa Erwiana ke Sragen Berpisah Karena Pulang Lain Arah (Bagian 2)

Setengah mimpi, entah Jam berapa, hp berdering beberapa kali. Bukannya menerima dan melihatnya, entah karena saking ngantuknya mungkin, hp malah aku benamkan di bawah bantal! Aman. Tidur lagi… Eh! Berikutnya yang bunyi giliran hp Mba Sulis, teman dari Ponorogo binaan MI juga yang menginap bersama kami di Graha. Karena dia bangun dan mengangkat panggilan masuknya, aku jadi ikut bangun. Dan ia memberikan hpnya padaku! “Mba Okti, Mba Yanti, nih…” Katanya sambil merem-merem juga. “Jam berapa ni?” Aku malah balik nanya. {Read More}

Perjuangan Jumpa Erwiana ke Sragen Dihadang Banjir Pantura (Bagian 1)

Rencana sudah deal, berangkat Senin tanggal 20 Januari jam 2 siang dari Jakarta Timur menggunakan Bus Harapan Jaya. Padahal minggu pagi saya sudah melihat berita di TV kalau jalur Pantura tepatnya di Pamanukan Subang dan Indramayu terkena banjir. Senin dini hari saya tetap berangkat ke Jakarta. Menemui Mas Nursalim di kantor Migrant Institute (MI). Seperti biasa, menggunakan elsa Kang Oyan yang sempat tertinggal karena saya kesiangan. Berkat tukang ojek yang membantu saya mengejar akhirnya itu mobil si dukun bisa kami {Read More}