Haruskah Liburan Lebaran Bersama Keluarga?

Haruskah Liburan Lebaran Bersama Keluarga?

Harus!
Stress caused bt not enough holiday.
Setelah tahun lalu liburan lebaran hanya di rumah kontrakan saja, tahun ini pastinya harus ada peningkatan. Piknik ke luar daerah…

Lebaran sebentar lagi. Itu tandanya libur panjang di depan mata. Saatnya diskusi sama suami nih, liburan lebaran keluarga nanti mau ngapain aja nih selain silaturahmi, ngasruk ka kebon, ke toko buku, dan beres-beres rumah. Sepertinya karena tahun ini awal Fahmi –putra pertama kami– mau masuk sekolah, maka seyogyanya dana sertifikasi pada pos nomor duanya dialokasikan untuk piknik liburan keluarga, setelah nomor satu diduduki posisi zakat dan sodaqoh pastinya.

Waktu yang tepat merayu eh diskusi sama suami itu biasanya sore hari saat memberi makan ikan mujair di kolam belakang rumah. Saat angin berhembus melalui dedaunan pohon salam yang menaungi halaman, saya siapkan gorengan dan minum teh tubruk yang masih mengepulkan asap. Sambil melihat Fahmi, anak kami ceria melempar-lempar pakan ikan ke kolam, saat beberapa potong gorengan sudah berpindah tempat masuk ke alat pencernaan, maka obrolan tentang liburan keluarga sederhana kami pun dimulai.

Ya, liburan sederhana karena kami tahu penghasilan suami tidak seberapa. Tapi bukan lantas karena pendapatan pas-pasan lalu kami jadi pelit mengeluarkan anggaran. Buat kami piknik itu ibarat obat depresi. Jadi paling tidak libur panjang saat lebaran atau liburan akhir tahun/tahun baru harus kami jadikan sebagai momen berkualitas sebagai waktu liburan keluarga. Pada diskusi santai seperti di sisi kolam ini justru solusi bisa dicari bersama. Supaya liburan lebaran bersama keluarga nya dapat tapi dana juga tetap hemat.

Saya tahu suami sudah teramat lelah dengan segala kegiatannya mulai pagi mengajar di kelas reguler, siang mengajar di kelas jauh untuk anak pesantren, dan setelah magrib mengajar mengaji anak-anak kampung di rumah. Untuk mengurangi beban beratnya dan mengistirahatkan sejenak dari kesibukan nya tiada lain harus merencanakan liburan.

Liburan yang tidak seperti biasa dong. Kalau cuma jalan-jalan dalam kota sudah sering dilakukannya. Ke kebun, merawat dan beres-beres pepohonan di halaman serta sekitar rumah pun sudah rutin jadi kegiatan disela kesibukan nya, maka liburan yang sepertinya perlu dicoba adalah liburan sedikit luar biasa ke luar daerah. Luar negeri juga kalau suami ridho, oke lah…

Saatnya liburan lebaran tak hanya sekadar di halaman mesjid…

Banyak destinasi tujuan liburan keluarga baik di dalam negeri maupun luar negeri.  Kemanapun liburannya, yang pasti harus matang dalam perencanaan. Kenapa harus matang? Ya biar enak dimakan, eh bukan… ya pokoknya biar lancar dan nyaman liburannya. Banyak alasan untuk itu.

Pertama karena liburan lebaran ingin mengunjungi lokasi wisata yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.  Biar gak bosan, dapat suasana baru. Segala sesuatu harus diperhitungkan supaya pada saatnya  tidak kerepotan. Liburan kemanapun dan ngapain yang penting adalah kualitasnya. Kebersamaan, interaksi dan quality time di dalamnya.

Alasan kedua merencanakan liburan lebaran ini diharap dapat memotivasi kami untuk terus bisa berkontribusi dan menebar manfaat dalam kegiatan islami lainnya selain kegiatan sehari-hari seputar mengajar, mengaji dan belajar lagi.

Alasan lainnya tentu saja kami ingin explore lebih banyak lagi terkait lokasi wisata baru. Penasaran ingin menginjakkan kaki di belahan bumi yang lain, ingin menghirup udara segar di daerah orang, sama ingin lebih mengenal kondisi alam lokasi wisata yang dituju khususnya yang memiliki banyak lokasi ramah anak dan keluarga. Ya buat kami yang masih punya balita pasti mendahulukan keamanan dan kenyamanan lebih dulu buat anak dan cocok buat kegiatan liburan keluarga.

Keunikan-keunikan lain seperti adat istiadat dan budaya menjadi alasan lain kami ingin liburan ke tempat yang punya penghasilan utama beda dari negara sendiri, Indonesia.  Apalagi kalau ada sumber mata air panas yang bisa dijadikan tempat berendam. Soalnya diam-diam saya suka betah jika mendatangi daerah yang memiliki sisa-sisa gunung berapi  dan banyak ditemukan bentangan alam mengandung belerang. Buat saya sepertinya cocok pisan untuk mandi atau bermain-main sambil mengobati gatal-gatal yang sering kambuh di permukaan kulit.

Supaya rencana liburan lebaran keluarga membawa balita ini berjalan lancar dan tidak ribet saya dan suami sepakat memilih untuk mengikuti open trip atau rencana liburan yang diagendakan bersama biro travel terpercaya. Tentu saja tidak sembarang biro travel yang iklan serta brosurnya banyak bertebaran di tempat umum. Karena sudah terbukti banyak biro travel gadungan yang hanya mengambil keuntungan dari peserta tour yang dijeratnya.

Buat kami memilih biro travel termasuk hal yang cukup berat dan punya kriteria tinggi. Sebagai muslim, pastinya lebih condong kepada travel yang mensupport perjalanan wisata halal, dong. Dan salah satu biro travel yang direkomendasikan itu cocok dengan Cheria Halal Holiday.

Buat kue untuk hantaran
Gak jadi dikirim karena hujan deres
Masih bingung mikirin mau liburan lebaran?
Cuss aja ke Cheria Holiday semua pasti beres!

Banyak pilihan paket wisata halal yang bisa kita ambil, seperti Paket Tour Wisata Halal EropaPaket Tour Wisata Halal Australia, atau Paket Tour Wisata Halal Jepang. Untuk mamah-mamah muda yang suka dan mencintai drama Korea, mungkin akan lebih cocok bila mengambil Paket Tour Wisata Halal Korea Selatan.

Kenapa harus wisata halal? Sama sekali tidak berniat menyinggung SARA. Tapi buat kami kalau mau liburan tentu saja memilih yang jelas kehalalannya. Entah itu lokasi wisata liburannya, menu makanan saat liburannya, saat perjalanannya yang menjamin pelaksanaan ibadah wajib, dan sebagainya.

Bayangkan betapa repot kalau sedang liburan ke luar negeri, terus kita mesti tanya-tanya apakah sudah masuk waktu solat? Atau tanya-tanya tempat ibadah terdekat dimana? Arah kiblatnya ke mana? Pasti kenyamanan liburan akan terusik dan waktu liburan sia-sia gitu saja jika kita tidak mempersiapkan sejak awal.

Begitu juga dengan makanan. Meski mengunjungi daerah dengan penduduk mayoritas beragama Islam, tapi kita kan tidak yakin apakah kita makan di tempat halal? Beda kalau kita mengambil paket liburan wisata halal, saat memasuki waktu ibadah kita akan diinformasikan dan dibawa ke tempat ibadah terdekat. Ini jelas lebih hemat waktu dan suasana liburan akan lebih tertib. Begitu juga soal makanan, kita akan mendapat menu yang sudah pasti halal sehingga saat mencicipi aneka kuliner lokal tidak menimbulkan rasa was-was dalam diri.

Terlebih dengan dikeluarkannya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 108/DSN-MUI tentang pariwisata syariah atau wisata halal, ini menandakan bahwa liburan melalui paket wisata halal itu sangat penting dan perlu diketahui secara luas khususnya oleh umat Islam guna menjaga kekuatan karakter keluarga muslim.

Diskusi sama suami di pinggir kolam pun berakhir saat pupujian dari mesjid mulai terdengar. Adzan maghrib sebentar lagi berkumandang. Kesepakatan sudah ditemukan. Liburan lebaran keluarga tahun ini Insya Allah kami percayakan urusannya kepada Cheria Wisata Tour Travel Halal Terlengkap di Indonesia. Setelahnya, setelah liburan lebaran keluarga ini sepertinya saya harus merayu eh diskusi sama suami lagi supaya liburan akhir tahun/tahun baru mau jalan-jalan dengan Paket Tour Wisata Halal Turki atau negara lainnya. Kan masih ada waktu jadi bisa nabung dari sekarang gitu.

 


Lomba Menulis Artikel Cheria Wisata

Comments

  1. Bagi saya, lebaran juga waktunya untuk berkumpul bersama keluarga ya mba 🙂

  2. Meski nggak merayakan Lebaran, tapi tetep aja ngikut tradisi mudik hehehe.
    Mudik ke rumah ortu karena anak-anak pas libur sekolah biasanya.

  3. Penting banget nih wisata halal buat traveller muslim kayak saya. Kapan2 mau coba juga pake travel agent kayak gini. TFS teh Okti 🙂

  4. Kalau libur lebaran harus bersama keluarga besar karena momennya langka banget setahun sekali

  5. liburan keluarga ke tempat baru, apalagi bawa anak, kalau ga mau ribet ya mending pake travel agent terpercaya. Semoga kesampaian ya Teh…

  6. Belum pernah liburan pakai travel agents….karena paling banter berlibur ke rumah nenel.
    Eh pernah juga siih ke luar pulau, tapi uda di sediain dari kantor.

    Sepertinya asik yaa…kalo liburan dan sudah terencana semuanya dengan baik. Jadi maksimal berliburnya.
    Mau jugaaa….

  7. kangen liburan sama keluarga, keluargaku udah pada mencar-mencar 🙁
    semoga menang Teteh

  8. Wah, jalan2 ke Turki ya teh.
    Mana aku lagi ngikuti serial drama Turki pula. Orang2 di sana cakep2 deh. Hahaha …

    Good luck ya teh.

    • tetehokti says:

      Cuman mupeng doang Mbak ini juga
      tapi kalau sudah rezeki, percaya deh ga akan tertukar ihhi…

  9. Sy pernah ke Alun Alun pas abis ujan. Duh karpetnya jadi bau kaki haha

    • tetehokti says:

      hihi, karena itu sikon cuaca juga perlu diperhatikan ya 🙂
      kalau hujan, kami memilih tidak ke sana aja dan cari tempat liburan lain yang lebih aman. Perpustakaan di gasibu misalnya 🙂

  10. pengin liburan pakai travel agent, enak kayaknya tinggal leyeh2 hehehe eh kudu siapin dana ekstra yaaa

    • Liburan identik dengan kegembiraan dan kesenangan. Biaya keluar akan sebanding dengan urusan2 yang harus kita kerjakan sendiri, atau terima beres. Pilihan ada di tangan kita Mbak 🙂

      selamat berlibur yaaa 😉

  11. nggak seru memang kalo mudik nggak bareng keluarga, fikiran nggak pokus ya teh 🙂

  12. Pasti seru bisa liburan bersama keluarga saat lebaran,apalagi liburan semester ini agak panjang setelah lebaran,hehehe

  13. Persiapannya harus dari sekarang lho, mba. Kalau mendadak malah jadi ga jelas nanti acaranya. Saran aja sih, hehe.

  14. Liburan saat lebaran itu menambah kebersamman dan merajut tali silaturahmi keluarga besar. Kalau liburan itu bonus hehehe asik kan ada tambahan jalan2nya…

Speak Your Mind

*