Jadi Lebaran? Tidak Minta Puasa Diulang Karena Kecurangan?

Jadi Lebaran? Tidak Minta Puasa Diulang Karena Kecurangan?

Akhirnya setelah kemarin magrib sampai isya mengalami ketegangan antara memantau sidang isbath di televisi sambil mikirin belum masak apapun sudah ada keputusan ya Lebaran 1 Syawal 1440 H akan tiba besok, 5 Juni 2019. Alhamdulillah, meski sedih berpisah dengan bulan Ramadhan tapi kegembiraan bagi umat yang menuju kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa tidak bisa pula kami sembunyikan.

Jadi lebaran sudah pasti esok, tidak ada yang merasa dicurangi dan lalu minta bulan puasanya diulang lagi ya…? Ealah…

Pokoknya… Selamat lebaran semuanya. Semoga kita akan dipertemukan lagi dengan bulan suci Ramadhan sehingga kita bisa lebih mendekatkan diri kembali kepada Nya. Amin. Meski seharusnya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta itu tidak harus menunggu bulan Ramadhan saja. Kewajiban kita sebagai hamba terhadap Sang Pencipta sudah jelas. Setiap detik atas nafas yang kita miliki sudah seharusnya kita pakai di jalan Nya. Beribadah kepada Nya.

Tapi ya namanya juga manusia. Selalu saja ada ngeles dan ini itunya. Ramadhan tidak hanya jadi kambing hitam buat lebih banyak menakar porsi ibadah, tetapi juga untuk kesempatan lainnya seperti momen mudik, silaturahmi, beli pakaian, makanan dan THR. Hehehe…

Btw dalam menyambut hari lebaran besok, semua pasti sudah menyiapkan semaksimal mungkin dong ya? Apalagi bagi yang punya anak kecil. Wah sudah tidak bisa dipungkiri karena sejujurnya kita pun pernah mengalami. Menjelang lebaran itu senangnya tidak ketulungan. Meski puasa gak full sebulan. Hahaha itu sih saya. Bocor dan jadi punya utang beberapa hari nih jadinya.

Persiapan lebaran kali ini seru juga ya. Antara hari ini dan esok itu sesuatu banget. Pokoknya kemarin magrib itu saya merasa tegang banget. Mikir kalau hasil sidang isbath 1 Syawal jatuh tanggal 4 Juni saya sudah kepikiran mau menyiapkan nasi Padang saja sebagai menu lebaran. Hahaha… Biar mudah dan praktis. Soalnya si Uda di sini emang tidak mudik dan setiap hari ia tetap membuka warung nasinya.

Udah buat ketupat buat besok lebaran

Tapi ternyata lebaran jatuhnya besok tanggal 5 Juni, wah. Serasa masih memiliki waktu untuk bernafas jadinya. Besok eh hari ini Selasa kebetulan hari pasar di Pagelaran Cianjur Selatan. Jadi pagi-pagi udah bisa langsung ke pasar belanja buat keperluan kuliner lebaran. Meski tidak bisa masak tapi kalau punya anak nih, mau enak tidak enak jadi emak harus ekstra belajar biar bisa menyenangkan hatinya. Apalagi anak puasanya full. Wah saya pertaruhkan apapun deh sebagai rasa syukur ini yang tiada terhingga.

Ke pasar ini rencana belanja mau beli cangkang ketupat, kentang, wortel, labu terus terasi, asam, dan bumbu jadi sayur asam. Tinggal itu yang masih kurang di rumah. Lainnya semoga udah komplit sih secara dari beberapa hari lalu setiap ada hari pasar selalu nyicil.

Mempersiapkan untuk lebaran ini sedikit lebih tenang karena keperluan anak khsususnya sudah terpenuhi. Khusus buat lebaran sih pastinya ya. Selesai masak sore nanti paling malam tinggal menyetrika baju anak dan suami untuk solat Ied besok. Meski kurang tidur tapi hati tenang. Alhamdulillah.

Rantang berisi hidangan menu lebaran masih jadi tradisi jelang lebaran di kampung saya. Saling kirim ke saudara, tetangga, guru mengaji, dan orang yang dihormati lainnya.

Bagaimana dengan kue lebaran? Oh sejak berumah tangga kami tidak pernah menyiapkan lagi soal kue lebaran. Selain tidak bisa, tidak punya alat, kami juga kebetulan tidak begitu suka kue kering. Toh pada saatnya selalu tidak pernah mau mencicipi atau memakann kuenya.

Tetap saat lebaran yang kami cari adalah rujak dan bakso. Dan atau seblak? Jadi tinggal siap hunting nya saja. Soalnya kalau beli jadi lebih terasa enak dan kalau buat sendiri malas suka gak habis.

Nah adakah teman yang seperti kami, berburu bakso, rujak atau seblak disela-sela bersilaturahmi saat hari Lebaran?

Mana suara team rujak, seblak dan tim bakso? Hehehe… Give us five dulu yuk ah! 😁😁😁

Akhir kata, selamat lebaran, maafkan atas setiap kesalahan kami, ya. 🙏🙏🙏

Seblak Sultan seblak idaman dan fenomenal

18 thoughts on “Jadi Lebaran? Tidak Minta Puasa Diulang Karena Kecurangan?”

  1. Selamat Lebaran mba…maaf lahir batin ya.. Haha..sama nih, kmrn tgl 29 Ramadan sempat deg2 plas kalau2 lebaran tgl 4 Juni, krn masakan baru gudeg saja yg jadi..hehe..

    Reply
  2. Duuh Mbak, judulnya, hihihih.

    Kalau disini konro, coto, buras dan ketupat yg wajibnya. Bakso itu paling dijadikan sup gitu, pelengkap, heheh.

    Maaf lahir bathin ya Mbak 🙂

    Reply
  3. hihi…kalau bisa beli yaudahlah yaa beli aja. Di tempatku belum ada ketupat soalnya tradisi lebaran dengan ketupat itu H+7. So, sekarang ini menunya biasa aja, tanpa opor dan ketupat.
    Oh ya, maaf lahir batin yaa buat Teh Okti sekeluarga.

    Reply
  4. Alhamdulillah ternyata hari rabu ya..hehe…Semoga ramadhan ini menjadi ramadhan yg terbaik yg membuat kita selangkah lrbih baik lagi…

    Reply
  5. O di sana masih ada hari pasar gitu ya kak, sama kah dengan di kampung ku, jadi pasar hanya ada di hadi tertentu aja, atau beda lagi yang dimaksud…?

    Reply
    • Ya betul. Di kecamatan Pagelaran kabupaten Cianjur tempat saya tinggal pasar masih berlaku pada hari tertentu saja. Disini Selasa dan Jumat. Selain itu tidak ada pasar. Kecuali warung biasa.
      Semoga kedepannya pasar buka setiap hari. Kaya pasar tradisional yang pembangunan nya sudah dimodernkan itu. Seperti di tv tv hehehe…

      Reply
  6. Eaaaa judulnya bikin penasaran dan deg degan deh teh hehe.. liat momen lebaran keluarga teteh sangat damai deh liatnya, anak membantu membuat ketupat,, hantaran makanan lebaran (salfok sama rantangnya) kangen dikirimin makanan lebaran hehe dan aku sudah pasti tim bakso dong hehe.. selamat lebaran teh.. maaf lahir dan batin

    Reply
  7. Kalau saya sejak kecil dijarin nurut sama ulil amri jd gak terlalu mempermasalahkan. Yg penting dinikmatin aja suasana lebaran, syukur2 bisa kumpul keluarga dan menikmati semua hidangan istimewa, baik ketupat atau kuker setahun sekali. Walau jarang masak sendiri sih, soalnya kami saudara termuda jd lbh seringnya kalau lebaran makan di rumah saudara tua

    Reply
  8. wahaha, judulnyaa, wkwkwk.. iya sih ya, lebaran kali ini ada unsur politik xD lebaran kemarin hilal sempet bikin deg-degan juga, beda ya kita lebarannya, ga bareng mekah 😀 anw, selamat lebaran ya mba..

    Reply
  9. Mendadak aku senyam-senyum baca judulnya yang menggelitik hehehe. Lebaran tahun ini bagiku seru dan kurang seru. Serunya karena pertama kali lebaran bareng suami, tp nggak serunya karena nggak jadi mudik, hiksss padahal rindu makan ketupat buatan keluarga

    Reply
  10. Judulnya bikin senyum2 sendiri deh

    Saya termasuk yang senang saat lebarannya jatuh pada hari Rabu karena sejak awal memang mikirnya gitu

    Lebaran kali ini makanannya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ada opor ayam, ketupat + lapa-lapa (makanan khas Buton)

    Btw, minal aidin walfaidzin yaa, Mba

    Reply

Leave a Comment