Kenangan Masa Kecil

Kenangan Masa Kecil

Tahun delapan puluhan. Jajan anak berupa gorengan bala-bala dan gehu, harganya Rp.5. Dibungkus oleh kertas koran yang menyisakan lemak minyak bercucuran. Tapi saya tidak membuang bungkus gorengan itu, sebelum membaca habis apa isi tulisan yang ada dalam sobekan kertasnya.

Pun ketika disuruh si mama beli bumbu, cabe tomat dan lainnya di warung Mang Encang. Pembungkusnya yang agak bersih (tidak berminyak di banding bekas bungkus gorengan) jadi favorit saya. Kalau kebetulan koran pembungkus adalah koran minggu, yang suka memuat cerita anak, cerita pendek dan atau cerita bersambung bisa dipastikan segera saya sisihkan dan baca sampai habis.

Mending kalau kertas bersih demikian. Tidak jarang saya juga terpaksa menahan nafas menguatkan diri dari bau amis dan ikan, ketika kertas koran yang saya baca adalah bekas pembungkus ikan asin atau pindang! Terbayang gimana menyedihkan, bukan?

Jaman saya SD minat baca sudah tinggi, hanya sarana tidak memadai. Orangtua tidak mampu membelikan bahan bacaan sementara ke perpustakaan dan sejenisnya jauh dari jangkauan. Akhirnya kertas koran pembungkus belanjaan itu yang jadi pelampiasan.

Masih jaman SD, meski anak perempuan saya termasuk jalingkak, istilah basa Sunda untuk anak tomboy. Teman bermain saya lebih banyak laki-laki. Kebetulan adik saya yang beda usia 1 tahun juga laki-laki. Saya sering bermain dengan adik dan teman-temannya.

Kami termasuk jarambah. Daerah Cibangkong, yang sekarang dibangun kawasan Trans Studio Mall Bandung, dulu adalah daerah rawa dan persawahan. Sepulang sekolah dari Maleer Kebon Gedang lah kami ngelayap ke sana. Tidak keren, memang. Sekadar berlarian, ngala papatong, simeut, dan ngojay jijibregan.

Tapi bahagianya saat itu waduh, tiada tara. Meski sesampainya dirumah dimarahi si mama dan kami berdua langsung dikuyuk. Gimana orang tua gak jengkel kalau setiap pulang sekolah baju belepotan lumpur, tidak jarang rok saya sobek karena tersangkut dahan pohon saat memanjat jambu ramai-ramai.

Kini semua itu tunggal kenangan masa kecil. Terlebih minggu ketiga Desember ini seluruh alumni Sekolah Dasar Kebon Gedang, Maleer dan Kridhawinaya akan mengadakan reuni akbar yang bertempat di Jalan Gemuruh belakang no 37 Gatot Subroto, Bandung.

Beberapa sobat sekelas dan teman bermain di rumah dulu di Bandung sudah saling kontak baik di sosial media maupun group whatsapp. Ada perasaan sedih gembira sekaligus bangga bisa mengenang masa kecil yang teramat mahal seperti itu. Ya, mahal karena di jaman modern sekarang ini momen seperti itu teramat sulit didapat anak jaman sekarang.

9 thoughts on “Kenangan Masa Kecil”

  1. Saya jadi inget waktu sd tuh suka kejar layangan ke lapangan golf pondok indah. Lari2an, nyeberang sungai dengan jembatan pohon pisang. Nyari kerang di danau lapangan pondok indah. Kalo ketauan satpam siap2 diomelin dan ditelanjangin. Hihi pernah dikejar2 satpam pondok indah sampe teriak2 satpam nya, “Gue serampang lu pada”. Uuuhhhh takut banget waktu itu. Tapi seruuu… kenangan masa kecil saya. Hehe

    Reply
  2. bener banget kak. kenangan masa kecil itu memang sulit dilupakan. Aku juga waktu kecil kalau diajak jalan-jalan suka baca semua yang ada di jalan, mulai dari papan informasi dll. Sampe aku tuh banyak nanya segala hal yang belum aku tahu*

    Reply
  3. Masa kecil yang bahagia ya Teh, main benar benar main, urusan kotor dan pakaian robek urusan belakangan, sama saya juga begitu dulu, duuh kangen mandi hujan klo saya. hehehe

    Reply

Leave a Comment