Cantik itu dirawat, bukan sulap!

Cantik itu dirawat, bukan sulap!

Menginjak usia 40 masalah penampilan mulai terasa bikin gak pede. Melihat kulit wajah seperti kulit jeruk, keriput dan bolong-bolong. Melihat kulit sekitar mata menghitam, mirip mata panda. Belum lagi kerutan di setiap sisi yang makin meyakinkan kalau usia tidak akan bisa dibohongi.

“Ibu pakai itu tuh biar cantik-cantik…” tidak disangka, Fahmi yang masih balita saja sudah merekomendasikan saya perawatan kecantikan dengan menunjukkan iklan kosmetik di tv yang sering dilihatnya. Duh beneran ini emak sudah tua?

Sejak kecil saya memang tidak mengutamakan perawatan kulit dan wajah. Kehidupan yang serba pas-pasan membuat saya lebih mendahulukan memenuhi kebutuhan primer manakala sedang mempunyai uang. Lupakan skincare, gumamku dalam hati. Sudah sehat dan bisa makan saja alhamdulillah…

Akhirnya selama itu bedak tabur bayi dan hand and body lotion lah yang setia menemani saya. Bisa dibilang sejak bayi sampai hendak berkeluarga. Saya memiliki bedak compact powder, lipstick, dan pencuci wajah itu enam tahun terakhir ini, ketika menetap di kampung sekembalinya dari merantau dari luar negeri.

Bedak dan alat kosmetika pun bukan dapat beli sendiri, melainkan semacam hadiah atau kenang-kenangan dari beberapa brand yang secara kebetulan saya ikut meliput dalam pemberitaannya.

Bukan bermaksud sebut nama tapi memang sampai saat ini Sari Ayu Martha Tilaar masih menjadikan kami Indosuara International Pte.Ltd tempat saya bekerja sebagai distributor pemasaran produknya di Taiwan. Jadi saat ada informasi terbaru dan liputan launching produknya, saya kalau kebetulan mewakili perusahaan kebagian juga produk kecantikannya. Begitu juga saat launching trend terbaru setiap tahunnya.

Namun pemakaiannya tetap alakadarnya saja. Tidak rutin apalagi perawatan. Bahkan beberapa produk kecantikan yang saya miliki justru dikasih ke teman dan saudara saja. Iya dari pada kadaluarsa dan saya pun tidak menggunakannya.

Beberapa produk yang sempat saya pakai justru hasil rekomendasi dari teman. Seperti:

Body lotion, yang saya pakai sekarang adalah produk Happy Skin dari Oriflame, ini dikirim oleh Ami Z, blogger dari Bandung.
Deodorant Giordani Gold, pure colour pressed powder, lipstik serta Nourishing hand and body cream milk and honey, dikirim Mba Evi Indrawanto travel blogger ibukota.
Maskara, lipgloss, eyeliner, dan pencuci make up dikirim oleh Annisa Steviani, Bloger Jakarta.
Beberapa produk kecantikan dari Wardah yang dikirim oleh Indonesian Hijab Blogger, yang masih ada dan sampai sekarang masih saya pakai.

Asli semuanya bukan dapat beli, tapi berupa hadiah yang saya dapat dari teman-teman blogger atau jasa review yang saya lakukan untuk produk tersebut.

Kini setelah usia menginjak 40, perasaan melihat wajah sendiri yang kusam dan hitam ini dengan sendirinya jadi pemecut diri untuk lebih peduli kepada perawatan kulit dan memelihara kesehatannya. Karena cantik itu dirawat, bukan sulap!

Comments

  1. 40 tahun yang tetap cantik ya…

  2. Bukannya kalau gak pernah tersentuh kosmetik malah kulit lebih ok ya mbak? Ada temen aku gitu soalnya.

    Kalau aku mah dari kuliah umur belasan udah kena facial wajahnya. tapi gini gini doanb juga mbak. gak mulus juga

  3. Kalau perawatan wajah itu aku seperlunya aja mbak. Pake make up juga kalau ada acara penting. Kalau cuma kerja asal terlindung SPF, udah.. hihihi

  4. For a while now the use of Solar panels are actually thought to be an environmentally friendly energy
    resource and along with other initiatives, free us from my high consumption of coal and oil.
    Set the panels up plus they convert sunlight to electrical
    power, plug and play real simple. Here are main reasons why installing solar PV is a
    good investment for any household:.

  5. Wajah mungkin bisa berbohong tapi kulit tidak bisa berbohong. Saya juga 40 tahun dan mulai merasakan yang teh Oti rasakan. Tapi sampai saat ini pakai bedak kalau pergi saja…

  6. Ini kebetulan semua hadiah ya, Mbak. Aku pun belum terlalu menomor satukan make up untuk saat ini. Uang bisa cukup buat bayar cicilan, investasi, dan makan sehari2 saja sudah sangat syukur. Nantilah, pasti ada saatnya.

Speak Your Mind

*